Claim Missing Document
Check
Articles

Path analysis of “new” humic acid derived from water hyacinth on phosphorus dynamics in P-deficient Inceptisols and chili response under intensive cultivation Sofyan, Emma Trinurani; Hermawan, Mega Kartika; Sudirja, Rija; Nurbaity, Anne; Fitriatin, Betty Natalie; Mulyani, Oviyanti; Setiawati, Mieke Rochimi; Djuansah, Muhamad Rahman
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9669

Abstract

Phosphorus (P) deficiency in intensively cultivated Inceptisols is a persistent problem, not only because of low P reserves but also because of ongoing soil degradation, which reduces fertilizer use efficiency and is characteristic of degraded soils. This study aimed to develop a “new” humic acid from water hyacinth biomass (WHL) through accelerated aerobic decomposition using lignocellulolytic microorganisms and to evaluate its effectiveness in improving soil P dynamics and chili growth responses. The experiment was conducted on P-deficient Inceptisols of the Jatinangor series characterized by low P availability and high metal content. Water hyacinth collected from local reservoirs and rivers was aerobically decomposed with selected microbial starters to enhance humification. WHL was applied in combination with inorganic P fertilizer (SP-36), and its effects on soil P availability, phosphorus dynamics, and chili pepper growth and yield were evaluated using path analysis. The results showed that WHL significantly improved P dynamics mainly through an indirect mechanism involving increased P availability and reduced P fixation, thereby improving chili growth and yield. Application of WHL at a rate of 30 kg ha?¹ combined with SP-36 at a rate of 250 kg ha?¹ produced responses comparable to those obtained with commercial humic acid. These findings indicate that WHL has strong potential as a renewable and cost-effective alternative source of humic acid to improve phosphorus efficiency, restore soil chemical function, and reduce dependence on inorganic P fertilizers in degraded Inceptisols under intensive cultivation.
Bakteri Endofitik Penambat Nitrogen dan Teknik Aplikasinya untuk Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Tanah Inceptisols Asal Jatinangor Mieke Rochimi Setiawati; Shafwah Zylvi Azkiannissa; Diyan Hermiyantoro; Reginawanti Hindersah; Andina Chotimah; Betty Natalie Fitriatin; Fasa Aditya; Pujawati Suryatmana
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 2 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i2.15637

Abstract

Inceptisols merupakan ordo tanah yang tersebar luas di Indonesia. Lahan Inceptisols menjadi pilihan yang potensial untuk kegiatan pertanian karena luasan totalnya yang cukup besar. Salah satu kendala dalam pemanfaatan tanah Inceptisols ialah sifatnya yang kurang subur dengan kandungan nitrogen (N) yang rendah. Solusi dari permasalahan tersebut salah satunya ialah pengaplikasian bakteri endofitik penambat N. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh inokulasi tiga jenis bakteri endofitik penambat nitrogen (Gluconacetobacter diazotrophicus corrig (GD1), G. diazotrophicus VTH-Ai80 (GD2), dan Paraburkholderia, sp.) dengan tiga teknik aplikasi yang berbeda (perendaman benih, penyiraman tanah, dan kombinasinya) terhadap pertumbuhan tanaman, populasi bakteri endofitik, dan bobot kering tanaman tomat pada tanah Inceptisols asal Jatinangor. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Percobaan Bale Tatanen dan Laboratorium Biologi Tanah Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada bulan Oktober s.d. Desember 2023. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 10 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 3 subsampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri endofitik penambat N dengan teknik aplikasinya berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 1 MST dan bakteri endofitik bagian akar, tetapi tidak berpengaruh nyata pada pengamatan lainnya. Perlakuan G. diazotrophicus VTH-Ai80 + Perendaman Benih + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan yang lebih baik dalam meningkatkan tinggi tanaman 1 MST. Perlakuan G. diazotrophicus corrig + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan yang lebih baik dalam meningkatkan populasi bakteri endofitik pada bagian akar tanaman tomat. Perlakuan G. diazotrophicus VTH-Ai80 + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan terbaik dalam peningkatan indeks klorofil daun tanaman tomat.
Co-Authors Ade Setiawan Adinda Putri Amanda Aditya, Fasa Aditya, Fasa Aditya, Fasa Agus Wahyudin Alifa Salsabila Anindya Alyani Shabrina Anas Ramdhani Andi Hana Mufidah Elmirasari Andina Chotimah Andriana Kartikawati Anggi Jingga Anggi Jingga Anne Nurbaity Anni Yuniarti Anny Yuniarti Antonio Yusuf Ariani, Nabila Syifa Aristyo Rahardiyan Asmiran, Priyanka Azhari, Yolanda Dewi Azwari, Fachruddin Budiman, Muhammad Nafariz Chotimah, Andina Damayani, Maya Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Ruswandi Dedy Nursyamsi Dewi, Yeni Wispa Dirga Sapta Sara Dita, Limbong Agatha Dita Diyan Herdiyantoro Diyan Hermiyantoro Djuansah, Muhamad Rahman Dupa, Putri Siska Ekayanti Dwi Suci Rahayu Dzakaria Yogaswara Dzakaria Yogaswara Emma Trinurani Sofyan Endo, Kenji Fadhilla Oktavianingtyas Trisilvi Fakhrurroja, Hanif Fakhrurroja, Hanif Fakhrurroja Fasa Aditya Fauziah, Nicky Oktav Fauziah, Nicky Oktav Fauziah Feni Siti Fauziah2 Fidya A Puspafirdausi Fiky Yulianto Wicaksono Fiqriah Hanum Khumairah Fiqriah Hanum Khumairah Fitri Widiantini Ghifari, Raden Faqih Hilmiy Haryo Probo Kusumo Hermawan, Mega Kartika Iis Nur Asyiah Khumairah, Fiqriah Hanum Leoni Silvia Maharani, Nadhira Saniya Mahdi Argawan Putra Manurung, Dahlia Florencia Marenda Ishak Sonjaya Sule Maulana, Nurzen Mayang Agustina Meddy Rachmady Mieke Rochimi Setiawati Mohamad Dion Tiara Muhamad Aristiyo Muhamad Aristiyo, Muhamad Muhamad Iqbal Kusma Sudana Muhammad Agi Pratama Muhammad Amir Solihin Muhammad Iqbal Maulana Yusuf Mulya, Agus Surya Mulyadi Mulyadi Muthia Erwina Nabila Nabila Syifa Ariani Nadia Nuraniya Kamaluddin Nakayama, Masakazu Nandha Afrilandha Nono Carsono Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nurfitriana, Nofalia Nurul Hakim, Anisa Oktaviani, Meira Oviyanti Mulyani Pirda Nurhopipah Priyanka Asmiran Pudjawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Puspafirdausi, Fidya A. Putri, Envry Artanti Duidahayu Rachelita, Nadia Randy Nugraha Rangga Jiwa Wibawa Reginawanti Hindersah Ria, Elly Roosma Rija Sudirja Risanti, Rara Rahmatika Risanti, Rara Rahmatika Rita Harni Robi Natalie Silpanus Ruminta Ruminta Septyani Sofatin Setiawati, Mieke Richimi Shafwah Zylvi Azkiannissa Simanjuntak, Edo Kelvin Syifa Nabila Kurnia Tien Turmuktini Toto Bustomi Triani Dewi Triyani Dewi Tualar Simarmata Wahyuda Rachman, Wahyuda Wahyudin, Agus Wawan Rachman Wong, Mui-Yun Yanti Ningtyas, Dewi Nurma Yenny Muliani yeti kartika Yuhanidz Yuhanidz Yuliati Machfud