Claim Missing Document
Check
Articles

The influence of ameliorant, nutrient solution and bioferilizer on soil P, plant P uptake, and yield of red chili. Fitriatin, Betty Natalie; Dupa, Putri Siska Ekayanti; Fauziah, Nicky Oktav; Wong, Mui-Yun; Simarmata, Tualar
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/35886

Abstract

The productivity and quality of red chili are greatly influenced by soil conditions and the availability of nutrients. Nutrients play a critical role in the growth and development of red chili plants. This experiment aimed to determine the combination of ameliorant, nutrient solution, and biofertilizer on the population of phosphate-solubilizing bacteria (PSB), available P, P-uptake, and red chili production in Inceptisols. The experiment was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with seven treatments and four replications, consisting of control, NPK, and nutrient solution (NS) with doses of 0, 6, and 12 kg ha-1 biofertilizers. The dosage used in a single application was 15 g plant-1 of NPK fertilizer and 300 mL plant-1 of nutrient solution. The base fertilizer consisted of manure in the control treatment and an ameliorant in other treatments at a dose of 4 t ha-1. The results showed that the combination of ameliorant + NPK + 6 kg ha-1 biofertilizer increased PSB population (4.93 x 106 CFU mL-1), available P (15.4 ppm), and P-uptake (0.74 g plant-1). Meanwhile, the combination of ameliorant + nutrient solution + 6 kg ha-1 biofertilizer increased fruit diameter (15 mm), and length of red chili (17.3 cm). Correlation analysis indicated positive correlation between red chili production with stem diameter and fruit length, but a negative correlation with P-uptake. Regression analysis indicated that stem diameter and PSB population had the most dominant effect on red chili yield. Produktivitas dan kualitas cabai merah sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan ketersediaan unsur hara. Unsur hara memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi amelioran, larutan hara dan biofertilizer terhadap populasi bakteri pelarut fosfat (BPF), P tersedia, serapan P, dan produksi cabai merah pada tanah Inceptisols. Percobaan dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan, terdiri dari: kontrol, NPK dan Larutan Hara dengan dosis 0, 6, dan 12 kg ha-1 pupuk hayati. Dosis yang digunakan dalam satu kali aplikasi adalah pupuk NPK 15 g tanaman-1 dan larutan hara 300 mL tanaman-1. Pupuk dasar berupa pupuk kandang pada perlakuan kontrol dan amelioran pada perlakuan lain dengan dosis 4 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi amelioran + NPK + 6 kg ha-1 pupuk hayati mampu meningkatkan populasi BPF (4,93 x 106 CFU mL-1), P tersedia (15,4 ppm), dan serapan P (0,74 g tanaman-1). Sementara itu, kombinasi amelioran + larutan hara + 6 kg ha-1 pupuk hayati mampu meningkatkan diameter buah (15 mm), dan panjang cabai merah (17,3 cm). Analisis korelasi menunjukkan korelasi positif antara produksi cabai merah dengan diameter batang dan panjang buah, tetapi korelasi negatif dengan serapan P. Analisis regresi menunjukkan bahwa diameter batang dan populasi BPF memiliki pengaruh paling dominan terhadap hasil cabai merah.
Mikroba Tanah Sebagai Biostimulan untuk Tanaman Sayuran di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Hindersah, Reginawanti; Fitriatin, Betty Natalie; Setiawati, Mieke Rochimi; Risanti, Rara Rahmatika
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 2 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i2.62463

Abstract

Produksi tanaman sayuran di Kabupaten Bandung Barat masih bertumpu pada pupuk kimia padahal pupuk berbasis mikroba berpotensi menggantikan sebagian pupuk kimia. Tujuan program pengabdian pada masyarakat (PPM) di Desa Mekarwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat adalah 1) meningkatkan pengetahuan petani mengenai peran mikroba di dalam tanah, 2) memberikan pengetahuan  mengenai peran pupuk hayati dan biostimulan terhadap pertumbuhan tananaman  dan manjeman nutrisi dan 3) melakukan demonstrasi plot (Demplot)  aplikasi mikroba penghasil  biostimulan pada tanaman selerdri.  Sasaran PPM adalah kelompok tani sayuran di desa Mekarwangi dan dilaksanakan melalui diskusi, sosialisasi dan demplot. Program ini  meningkatkan pengetahuan petani mengenai mikroba di dalam tanah dan biostimulan, tetap lebih banyak petani yang belum meyakini perannya produksi tanaman sayuran. Namun demplot memperlihatkan bahwa mikroba berupa pupuk hayati dapat mengganti pupuk NPK untuk satu kali musim tanam seledri. Interaksi dan komunikasi intensif dengan kelompok tani perlu diperkuat agar partisipasi petani dalam demplot meningkat. Pada PPM jangka panjang diperlukan untuk meningkatkan minat petani untuk menggunakan produk berbasis mikroba tanah menguntungkan yang mereka kenal sebagai pupuk hayati. 
Co-Authors Ade Setiawan Adinda Putri Amanda Aditya, Fasa Agus Wahyudin Agus Wahyudin Alifa Salsabila Anindya Alyani Shabrina Anas Ramdhani Anggi Jingga Anggi Jingga ANNE NURBAITY Anne Nurbaity Anni Yuniarti Anny Yuniarti Antonio Yusuf Ariani, Nabila Syifa Aristyo Rahardiyan Asmiran, Priyanka Azhari, Yolanda Dewi Azwari, Fachruddin Budiman, Muhammad Nafariz Chotimah, Andina Damayani, Maya Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Ruswandi Dedy Nursyamsi Dewi, Yeni Wispa Dirga Sapta Sara Dita, Limbong Agatha Dita Diyan Herdiyantoro DIYAN HERDIYANTORO Dupa, Putri Siska Ekayanti Dwi Suci Rahayu Dzakaria Yogaswara Dzakaria Yogaswara Emma Trinurani Sofyan Endo, Kenji Fadhilla Oktavianingtyas Trisilvi Fakhrurroja, Hanif Fakhrurroja, Hanif Fakhrurroja Fauziah, Nicky Oktav Fauziah, Nicky Oktav Fauziah Feni Siti Fauziah2 Fidya A Puspafirdausi Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Fiqriah Hanum Khumairah Fiqriah Hanum Khumairah Fitri Widiantini Ghifari, Raden Faqih Hilmiy Haryo Probo Kusumo Iis Nur Asyiah Khumairah, Fiqriah Hanum Leoni Silvia Maharani, Nadhira Saniya Mahdi Argawan Putra Manurung, Dahlia Florencia Marenda Ishak Sonjaya Sule Maulana, Nurzen Mayang Agustina Meddy Rachmady Mieke Rochimi Setiawati Mohamad Dion Tiara Muhamad Aristiyo Muhamad Aristiyo, Muhamad Muhamad Iqbal Kusma Sudana Muhammad Agi Pratama Muhammad Amir Solihin Muhammad Iqbal Maulana Yusuf Mulya, Agus Surya Mulyadi Mulyadi Muthia Erwina Nabila Nabila Syifa Ariani Nadia Nuraniya Kamaluddin Nakayama, Masakazu Nono Carsono Nugraha, Gita Bina Nurfitriana, Nofalia Oktaviani, Meira Oviyanti Mulyani Pirda Nurhopipah Pudjawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Puspafirdausi, Fidya A. Putri, Envry Artanti Duidahayu Rachelita, Nadia Randy Nugraha Rangga Jiwa Wibawa Reginawanti Hindersah Ria, Elly Roosma Risanti, Rara Rahmatika Rita Harni Robi Natalie Silpanus Ruminta Ruminta Septyani Sofatin Setiawati, Mieke Richimi Simanjuntak, Edo Kelvin Simarmata, Tualar Simarmata Syifa Nabila Kurnia Tien Turmuktini Toto Bustomi Triani Dewi Triyani Dewi Tualar Simarmata Tualar Simarmata Tualar Simarmata Tualar Simarmata Wahyuda Rachman, Wahyuda Wawan Rachman Wong, Mui-Yun Yanti Ningtyas, Dewi Nurma Yenny Muliani yeti kartika Yuhanidz Yuhanidz Yuliati Machfud