Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Struktur Mikro Material Dies Hammer Forging dalam Proses Produksi Under Bracket Syaiful Arif
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i1.7819

Abstract

Dies hammer forging merupakan komponen penting dalam pembuatan under bracket yang bekerja pada kondisi termal dan mekanik ekstrem. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur mikro dan faktor penyebab kerusakan pada Dies berbahan baja perkakas H13/D2. Metode pengamatan dilakukan dengan preparasi sampel (pengampelasan, pemolesan, dan pengetsaan menggunakan 2% nital) serta analisis mikroskop optik pada perbesaran 200× dan 500×. Hasil menunjukkan struktur bainit dengan butiran relatif kasar, segregasi karbida tidak merata, serta indikasi retakan mikro antar butir akibat perlakuan panas yang kurang optimal. Kerusakan Dies terutama dipicu oleh siklus termal berulang pada suhu ±1100 °C, tumbukan dinamik, pendinginan tidak seragam, serta degradasi pelumasan yang mempercepat adhesi dan abrasi. Retak transgranular teridentifikasi sebagai tanda material mengalami tegangan melampaui kekuatan leleh lokal. Penelitian ini merekomendasikan optimasi heat treatment dan penerapan pelapis permukaan untuk meningkatkan ketahanan aus, sehingga umur pakai Dies dapat diperpanjang dan efisiensi proses forging ditingkatkan.
Perancangan Sistem Pilar A Kendaraan untuk Meminimalkan Blind Spot Pengemudi Munzir Qadri; Syaiful Arif
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 2: Mei 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i02.9163

Abstract

Tingkat kecelakaan mobil masih tergolong tinggi, salah satu penyebabnya adalah adanya Blind Spot pada kendaraan. Blind Spot mengurangi kemampuan pengemudi dalam mengamati kondisi sekitar sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Salah satu sumber Blind Spot yang cukup signifikan berasal dari pilar A, yaitu struktur rangka di bagian depan samping mobil yang menopang atap kendaraan. Pilar A sering menghalangi pandangan pengemudi, terutama saat berbelok di persimpangan jalan.Seiring meningkatnya standar keselamatan, struktur kendaraan dirancang semakin kokoh dan tebal untuk melindungi penumpang, khususnya pada kondisi roll-over. Namun, hal ini berdampak pada berkurangnya bidang pandang pengemudi, terutama pada area yang tertutup pilar A. Penelitian ini bertujuan merancang alat bantu untuk mengatasi blind spot akibat pilar A dengan memanfaatkan kamera dan layar LCD sebagai media visual tambahan. Objek penelitian menggunakan mock-up kendaraan seri BMW 5 Series. Kamera depan digunakan sebagai sumber visual, sedangkan tampilan ditampilkan pada layar LCD berukuran 4,3 inci yang ditempatkan secara strategis agar mudah dilihat pengemudi.Tahapan penelitian meliputi perancangan, pembuatan alat, dan pengujian sistem dalam kondisi pencahayaan terang dan gelap. Hasil menunjukkan bahwa alat mampu meningkatkan visibilitas pengemudi serta mengurangi blind spot, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut.
Analisa Kerusakan Ragum Sebagai Alat Penjepit Pada Proses Pemesinan Wahid Hasim; Syaiful Arif
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan ragum pada alat praktek di sekolah menengah kejuruan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk memperpanjang masa pakainya. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan dosen pembimbing, serta studi literatur untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan ragum disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, pukulan siswa terhadap ragum sebesar 10.000 N, yang melebihi kekuatan maksimum power screw ragum sebesar 9.674 N. Kedua, bentuk permukaan rahang penjepit yang datar tidak sesuai dengan bentuk benda kerja silindris, sehingga mendorong siswa untuk melakukan pemukulan tambahan. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan pembuatan bibir rahang penjepit ragum yang menyesuaikan bentuk benda kerja untuk mengurangi kerusakan dan meningkatkan efisiensi penggunaan ragum.