Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH KULIAH KERJA PROFESI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG MANAJEMEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Wibowo, Arif Ravi; Sibarani, Ebenezer Muaratama; Kusnendi, Faizal Shofwan; Putri, Halida Adistya; Madusari, Sylvia; Handini, Aline Sisi
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 25 No 1 (2025): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pedagogi.v25i1.2324

Abstract

In vocational education, field practice is not only considered as a complement, but also as the core of learning that can produce graduates who are ready to contribute directly to the world of work. Professional Job Lecture (PJL) is a mandatory courses in the sixth semester. All learning is carried out practically. This research aims to examine the level of knowledge of students who are participants in the PJL. The research was conducted on 15 August until 31 October 2023 at the Citra Widya Edukasi Oil Palm Polytechnic on all students of the Production Technology of Plantation Crops study program for the year entering 2021. The number of students in the survey was 37 people. The student has participated in PJL activities at the Subang oil palm educational plantation of the Citra Widya Edukasi Oil Palm Polytechnic for 20 days. Primary data was used in this research through filling out questionnaires. Level of confidence and knowledge of students measured by submitting statements and questions in online questionnaire. Questionnaire-filling was carried out on the first day of the PJL and 2 months after the activity was completed. The level of knowledge of students PJL about oil palm plantation management was medium to very high level based on hypothetical data categorization. The majority of students have a high level of knowledge as much as 62.86%. Effective communication based on SKKN topic for Plantation Asisstants was the highest percentage of corecct answers namely 89.86. Self-confidence was increased after PJL with the number of students by 31 people.
STUDI KANDUNGAN CAPSAISIN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) AKIBAT PEMBERIAN MUTAGEN KIMIA EMS (ETHYL METHANE SULFONATE) Arrufitasari, Putri Nur; Fikri, Galih El; Handini, Aline Sisi; Sutanto, Oentari Prilaningrum; Hidayatullah, Careca Sepdihan Rahmat
AGRICA Vol. 18 No. 1 (2025): June
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v18i1.5678

Abstract

Chili pepper (Capsicum frutescens L.) is an important horticultural commodity in Indonesia with high economic value, primarily due to its capsaicin content, which provides its distinctive pungency and health benefits. This study aimed to evaluate the effect of Ethyl Methane Sulfonate (EMS) as a chemical mutagen agent on capsaicin content in the leaves and stems of three local chili pepper genotypes. The research was conducted using a two-factor Completely Randomized Design (CRD) with three replications, consisting of EMS concentrations (0.00%, 0.01%, 0.02%, and 0.04%) and three chili pepper genotypes. Mutation treatment was carried out by soaking seeds in EMS solution for six hours. Capsaicin content was analyzed using spectrophotometry at a wavelength of 280 nm. The results showed that EMS treatment had no significant effect on capsaicin content in either leaves or stems across all genotypes. However, there was a tendency for increased capsaicin content in certain treatment combinations, particularly at EMS concentrations of 0.01%. This suggests that EMS treatment at specific concentrations may induce physiological changes associated with capsaicin production.
HIDROPONIK SOLUSI PERTANIAN MODERN TERKINI DI DESA KETINDAN RT 4 KABUPATEN MALANG Sutanto, Oentari Prilaningrum; Arrufitasari, Putri Nur; Hidayatullah, Careca Sepdihan Rahmat; Handini, Aline Sisi
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v4i2.6583

Abstract

Desa Ketindan berada di wilayah Kecamatan Lawang Kabupaten Malang dengan ketinggian rata-rata 600 mdpl. Desa Ketindan terdapat didaerah yang sudah padat penduduk menyebabkan keterbatasan ruang lingkup untuk bertanam. Hal ini menjadi fokus untuk pengabdian masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi produktif salah satunya adalah hidroponik. Sistem hidroponik memiliki banyak keunggulan dengan sistem yang sederhana, potensi ini memberikan harapan untuk masyarakat Desa Ketindan RT 04 dapat mengimplementasikanya. Penerapan hidroponik ini dapat menyalurkan hobi masyarakat perkotaan dalam bercocok tanam dilahan sempit, meningkatkan keasrian dan keindahan serta menjadi peluang usaha sampingan. Metode pelaksanaan pengabdian adalah pemaparan materi, persiapan dan perakitan sistem hidroponik secara sederhana. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan tentang hidroponik didaerah perkotaan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan hidroponik untuk mendukung kesejahteraan.
Efektivitas Berbagai Konsentrasi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Anatomi Tanaman Jagung (Zea mays L.) dalam Sistem Hidroponik Hidayatullah, Careca Sepdihan Rahmat; Priambodo, Okta Nindita; Sutanto, Oentari Prilaningrum; Arrufitasari, Putri Nur; Handini, Aline Sisi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 1 (2025): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 1 Agustus 2025
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.1.2025.20367.70-76

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan serealia terbesar dalam persebaran dan produksi yang berguna untuk sumber nutrisi manusia, pakan ternak, dan biofuel di dunia. Upaya peningkatan produksi dan ketahanan pangan jagung terus ditingkatkan dengan cara pemberian pupuk AB Mix yang tepat jenis dan dosis. Selain penggunaan pupuk AB Mix, perlu adanya inovasi dalam hal budidaya yaitu hidroponik sistem apung yang efisien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan dan anatomi tanaman jagung (Zea mays L.) pada sistem hidroponik. Percobaan telah dilakukan di dalam greenhouse di di Kebun Cikabayan Bawah, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia dengan ketinggian tempat 234 m dpl. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Teracak (RAKLT) sederhana dengan satu faktor, yaitu konsentrasi AB Mix. Perlakuan terdiri atas tiga taraf konsentrasi, yaitu ½ kali, 1 kali, dan 2 kali konsentrasi AB Mix. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali, sehingga total terdapat 18 unit percobaan. Hasil analisis menunjukkan 2 kali konsentrasi AB Mix menunjukkan peningkatan yang siginfikan sebesar 107% dibandingkan dengan ½ kali konsentrasi AB Mix umur 4 minggu setelah semai (MSS). Tanaman jagung mengalami pertumbuhan dan hasil dengan baik pada perlakuan 2 kali konsentrasi AB Mix seperti ditunjukkan oleh parameter pengamatan tinggi tanaman, bobot basah tajuk umur 4MSS,bobotbasah akar 3-4MSS,danbobot basahtotal4MSS.Perlakuan 2 kali konsentrasi AB Mix adalah perlakuan terbaik dalam budidaya tanaman jagung (Zea mays L.) secara hidroponik hingga umur 4 MSS. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait pengaruh konsentrasi AB Mix dengan berbagai varietas tanaman jagung dari aspek fisiologi hingga bobot panen jagung.
ANALISIS MUTU TOMAT (Solanum lycopersicum) BERDASARKAN CIRI FISIK DAN KANDUNGAN BIOKIMIA SELAMA PERIODE PENYIMPANAN: ANALYSIS OF TOMATO (Solanum lycopersicum) QUALITY BASED ON PHYSICAL CHARACTERISTICS AND BIOCHEMICAL CONTENT DURING STORAGE PERIOD Sutanto, Oentari Prilaningrum; Sepdihan Rahmat Hidayatullah, Careca; Nur Arrufitasari, Putri; Sisi Handini, Aline
AgriPeat Vol. 26 No. 02 (2025): JURNAL AGRIPEAT Vol. 26 No. 02 September 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/agp.v26i02.22181

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan jenis produk hortikultura yang rentan mengalami kerusakan. Tomat termasuk juga buah klimaterik yang akan meningkatkan laju respirasi ketika memasuki fase pematangan karena produksi gas etilen yang akan meningkat. Proses pematangan yang cepat ini akan memberikan pengaruh terhadap metabolisme buah, umur simpan tomat menjadi pendek, dan menurunkan kualitas buah tomat. Untuk mengurangi kerusakan pada buah buah tomat diperlukan kegiatan pascapanen yang tepat untuk menjaga kualitas dari produk hortikultura salah satunya adalah suhu penyimpanan buah tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan. Perlakuan penyimpanan tomat pada suhu ruang (28-29oC) dan suhu rendah (10-12 oC) yang disimpan selama 12 hari. Penelitian ini bertujuan unuk mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan tomat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mutu dan kualitas tomat pada suhu penyimpanan yang berbeda baik pada uji organoleptik pada karakter fisik maupun karakter fisiologi buah tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan rendah dapat menekan pecah warna tomat, menjaga kadar vitamin C dan kadar gula, sedangkan suhu ruang meningkatkan pecah warna tomat skala 5 (merah) dan peningkatan kadar asam buah.
EFEKTIVITAS ASAM HUMAT DAN TRICHODERMA, SP TERHADAP PERTUMBUHAN PAKCOY PADA MEDIA TANAM LIMBAH SOLID DECANTER KELAPA SAWIT Handini, Aline Sisi; Rahhutami, Ratih; Astutik, Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1298

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman pakcoy sangat dipengaruhi ketersediaan hara pada media tanamnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh asam humat dan Trichoderma sp. serta interaksi antar-keduanya dan mendapatkan dosis terbaik asam humat dan Trichoderma sp dan kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan pakcoy. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial. Faktor pertama: dosis asam humat meliputi 1 g asam humat, 3 g asam humat, 5 g asam humat. Faktor kedua: dosis Trichoderma, sp yaitu 50 ml Trichoderma, sp, 100 ml Trichoderma, sp, 150 ml Trichoderma, sp. Data dianalisis ragam pada taraf 5%, dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan dosis asam humat berpengaruh nyata terhadap lebar daun (1 MST), jumlah daun, panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman (2 MST), panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman (3 MST), dan bobot basah tanaman dengan dosis terbaik adalah 1 gram per tanaman. Dosis Trichoderma sp tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Interaksi keduanya hanya terjadi pada parameter bobot kering tanaman dengan kombinasi perlakuan terbaik pada dosis asam humat 5 gram per tanaman dengan dosis Trichoderma sp 150 ml per tanaman.
PEMANFAATAN TERRA PRETA SEBAGAI BAHAN PEMBENAH TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PRE NURSERY Astutik, Dwi; Handini, Aline Sisi; Rahhutami, Ratih; Sutopo, Ahmad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1284

Abstract

Biochar merupakan salah satu bahan amelioran tanah yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Aplikasi bahan organik pada lahan perkebunan kelapa sawit yang rendah dapat ditingkatkan dengan aplikasi biochar “terra preta”. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh biochar “terra preta” terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pembibitan pre nursery. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi di Bekasi pada bulan Agustus sampai November 2020. Penelitian dilakukan dengan rancangan nonfaktorial dengan 4 perlakuan yaitu tanpa terra preta, terra preta 30 % dari media tanam, terra preta 50 % dari media tanam dan terra preta 70 % dari media tanam. Variabel pengamatan yang diamati adalah jumlah stomata, kerapatan stomata, jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, volume akar, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi terra preta 70 % dari media tanam memiliki diameter batang yang lebih tinggi pada 2 MST dan 4 MST. Namun aplikasi terra preta tidak memiliki pengaruh terhadap parameter lainnya.
Analisis Keragaman Morfologi dan Biokimia pada Anggrek Phalaenopsis (Orchidaceae) Handini, Aline Sisi; Sukma, Dewi; Sudarsono, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.55 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i1.12502

Abstract

ABSTRACTPhalaenopsis orchid is one of famous genera in Orchidaceae family which have high economic value. Phalaenopsis breeding needs to be developed intensively to fulfill market demand for new varieties. The objective of this study was to obtain the information of  morphological and biochemical diversity of a collection of Phalaenopsis orchid which will be useful for Phalaenopsis breeding. Plant materials used were 10 genotypes of Phalaenopsis with various petal colours of white, yellow, pink, deep pink, purple, or combination of yellow and brown. Morphological diversity of 10 genotypes were analyzed based on qualitative and quantitative characters following UPOV guidance for Phalaenopsis, while biochemical diversity was based on pigment content such as chlorophyl, anthocyanin, and carotene in plant roots, leaves and flower petals. The result of this research showed morphological diversity of 10 genotypes used was relatively high, with similarity of 55%. In that level of similarity, genotypes were grouped into two cluster. Biochemical analysis showed that most of genotypes were different for anthocyanin and carotenoid content for each plant organ. Genotype which showed high content of anthocyanin in leaves was Phal. hybrid ‘PH37’ while high content of carotene in leaves was Phal. hybrid ‘PIROUI. High content of anthocyanin in petals were found in Phal. hybrid ‘PH37’ and Phal. esmeralda, and high content of carotene were in Phal. cornucervi and Phal. cornucervi Red. Root with high anthocyanin content was found in Phal. hybrid ‘PIROU1’. There were significant correlation (0.975) for anthocyanin content between leaves and petals, petals and roots (0.953) on Phal.hybrid ‘PH37’, and between leaves and roots (0.874) on Phal. hybrid ‘PIROU1).Keywords: anthocyanin, carotene, chlorophyll, Phalaenopsis, similarity
Demonstrasi Plot Budidaya Melon secara Hidroponik dalam Screenhouse dengan Modifikasi Insulasi Panas pada Kelompok Tani Barokah di Kecamatan Pakal, Surabaya: Hydroponic Melon Cultivation Demonstration in an Insulated Screenhouse at Barokah Farmer Group, Pakal District, Surabaya Sasongko, Purnomo Edi; Chakim, M. Ghufron; Handini, Aline Sisi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10436

Abstract

Urban farming activities in Surabaya have continued to grow rapidly since the end of the COVID-19 pandemic in 2022, meeting approximately 20 percent of the city's vegetable needs. The improved skills of various vegetable cultivation groups, including the Barokah Farmers Group in Babat Jerawat Village, Pakal District, have led them to be named "Jawara". Armed with this achievement, they are attempting to expand into seasonal fruit farming using hydroponic technology under the shade of a screen house. On the other hand, Surabaya's hot weather and relatively high humidity are obstacles to implementing hydroponic cultivation systems in screenhouses. Exposure to intense sunlight during the day can increase the temperature of the pipes containing the net pots and nutrient reservoirs to 45°C, thus impacting the temperature of the AB Mix nutrient solution and the physiology of melon plant roots. Armed with experience from research and melon cultivation practices, the community service implementation team conducted a demonstration plot of superior hydroponic melon cultivation in a screenhouse. Based on the findings of the hydroponic installation research on campus, several modifications have been made to the hydroponic installation, including the addition of a cooling layer for the netpots and hydroponic nutrient reservoirs. The added heat insulation layer maintains the temperature of the piping and nutrient reservoir between 30-32°C. This is expected to allow the melon plants to grow normally without environmental stress until harvest, when they yield optimal fruit.
Inisiasi dan Pendampingan Budidaya Kopi pada Kelompok Tani Kopi di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Handini, Aline Sisi; Kusnendi, Faizal Shofwan; Wibowo, Arif Ravi; Sibarani, Ebenezer Muaratama; Putri, Halida Adistya; Madusari, Sylvia
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v1i1.5

Abstract

Kelompok tani maduhur di Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor merupakan petani kopi. Beberapa jenis kopi ditanam diantaranya kopi arabika, robusta, liberika, dan kopi kultivar lokal yakni kopi “buhun”. Kelompok tani maduhur dalam teknis budidaya kopi masih mengalami beberapa kendala, diantaranya ketersediaan bibit unggul, kondisi agroklimat serta serangan hama dan penyakit. Hal ini menyebabkan potensi produksi dari tanaman kopi belum optimum. Sedangkan di pasaran permintaan kopi terus meningkat dan menuntut kualitas yang prima. Oleh karena itu, kelompok tani maduhur diberikan pendampingan dan inisiasi pusat pengembangan kopi khususnya di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Hasil diskusi dan wawancara dari petani kopi menunjukkan minimnya pengetahuan teknis budidaya kopi. Tingkat pengetahuan petani masih terbilang minim sehingga hasil produksi yang diperoleh belum mencapai target. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan mengenai teknik budidaya kopi sesuai dengan kondisi aktual di lapangan dan memberikan arahan kepada seluruh anggota kelompok tani untuk mempraktikkan materi yang telah diberikan.