Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Model Pengelolaan Satuan Pendidikan Nonformal di Lembaga Kursus Bahasa Korea dan Jepang Ansan Makassar Andi Muh Fatwa Hidayat AP; Diny Damayanti Kasri; Hasra Hasra; Ahlun Ansar; Arismunandar Arismunandar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi manajemen mutu pendidikan pada Lembaga Bahasa Ansan (Bahasa Korea dan Jepang) di Makassar. Lembaga ini memiliki program unggulan berupa beasiswa dan kerja ke luar negeri dengan peminat tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pimpinan, pengajar, dan peserta kursus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga Ansan menerapkan sistem pembelajaran berbasis kebutuhan peserta dengan menyesuaikan kurikulum dari Korea dan Jepang. Proses pembelajaran dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan praktik, disertai evaluasi dua kali per periode (UTS dan UAS) serta tugas rutin. Tenaga pengajar terdiri dari empat tutor tetap dan satu pimpinan, dengan dukungan sesekali dari native speaker. Sarana pembelajaran memadai dengan dua lokasi, yaitu rumah dan Universitas Hasanuddin, yang dilengkapi modul resmi dan media interaktif. Tantangan utama lembaga meliputi keterbatasan sistem penempatan, sumber dana mandiri, serta minimnya pelatihan pengajar. Namun, dampak positif terlihat dari alumni yang berhasil melanjutkan studi dan bekerja di Korea maupun Jepang. Secara keseluruhan, penerapan manajemen mutu di Lembaga Ansan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan daya saing global peserta.
Mini Basketball Game against Early Childhood Gross Motoric Skills Syamsuarni K Syamsuarni K; Arismunandar Arismunandar; Rusmayadi Rusmayadi; Herlina Herlina; Wahira Wahira
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 4 № 01 (2026): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v4i01.2166

Abstract

Play has a huge influence on the development of a child. Children do not care whether their physical and psychological condition is good or not; everything is done with pleasure, because, in essence, play is a necessity for children. Therefore, the role of parents and teachers is needed in providing direction and supervision. Parents and teachers also play a role in choosing games that align with the children's developmental level, not just for the children's liking. This study aims to: (1) find out the description of gross motor skills in early childhood, (2) describe the gross motor skills of early childhood, (3) analyze the influence of mini basketball games on the improvement of gross motor skills in early childhood. This study uses an experimental method; the data collection techniques are observation and documentation. Data analysis is conducted to test the proposed hypothesis, namely, the influence of mini basketball games on children's gross motor skills. The results of the study showed that mini basketball games have a positive and significant influence on improving gross motor skills of children aged 5–6 years. Mini basketball games have proven to be a fun and educational way to develop the motor skills of young children and those in early childhood. The play-based approach in physical learning has been proven effective in stimulating children's overall development. The results of this study can serve as a reference for designing learning activities that focus on developing gross motor skills through active games such as mini basketball.
Hubungan Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah Dengan Kepuasan Kerja Guru Nurhayat Nurhayat; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This reaserch aims to determine the relationship between the spiritual leadership of madrasah principals and teachers’ job satisfaction in Karossa District, Mamuju Tengah Regency. The research is grounded in the idea that the principal’s role is not only administrative but also spiritual, inspiring teachers to find meaning and psychological well-being in their work. This study employed a quantitative correlational method involving a population and sample of 66 Madrasah Tsanawiyah (MTs) teachers, selected using a saturated sampling technique (total sampling). Data were collected through a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale, which was tested for validity and reliability. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique with the aid of SPSS version 25.0 for Windows. The results show that the spiritual leadership of madrasah principals is in the good category, and teachers’ job satisfaction is also relatively high. The correlation analysis yielded r = 0.321 with sig. = 0.009 < 0.05, indicating a positive and significant relationship between principals’ spiritual leadership and teachers’ job satisfaction. This implies that the stronger the application of spiritual leadership values by the principal, the higher the level of teachers’ job satisfaction. Although the correlation level is classified as low to moderate, it is statistically significant. Keywords: Spiritual Leadership, Madrasah Principal, Job Satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada manajemen administratif, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang dapat menumbuhkan makna kerja dan kesejahteraan psikologis guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 66 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diambil secara sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala madrasah berada pada kategori baik, dan kepuasan kerja guru juga tergolong tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0.321 dengan sig. = 0.009 < 0.05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru. Semakin tinggi penerapan nilai-nilai kepemimpinan spiritual oleh kepala madrasah, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja guru. Hubungan ini tergolong rendah menuju sedang, namun memiliki makna yang signifikan secara empiris. Kata kunci: Kepemimpinan Spiritual, Kepala Madrasah, Kepuasan Kerja
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Mengelola Perubahan Kurikulum (Studi Multi Kasus Pada Smp Negeri 1 Bajo Dan Smpn 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu) Roshanita Syarif; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse in depth the learning leadership strategies of school principals in the implementation of the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 1 Bajo and SMPN 1 Tabang Satu Atap in Luwu Regency. The focus of the study is on how school principals formulate a learning vision, manage instructional programmes, build a collaborative culture, and face the challenges of changing learning and assessment paradigms. This study uses a qualitative approach with a case study design in two educational units, namely SMP Negeri 1 Bajo and SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data were collected through in-depth interviews with the principal, vice principal for curriculum, and teachers, and reinforced with observation and documentation. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, accompanied by triangulation of sources to ensure the validity of the findings: (1) collaborative and participatory formulation of a learning vision based on the Merdeka Curriculum; (2) management of instructional programmes through structured academic supervision, authentic assessment training, strengthening of differentiated learning, and ongoing mentoring; (3) developing learning communities as spaces for professional reflection and sharing good practices; and (4) data-based evaluation and monitoring of assessment results and teachers' reflective journals. The main challenges faced include the paradigm shift from conventional assessment to authentic assessment, teachers' time constraints and administrative burdens, and differences in the capacity and readiness of resources in each school. The results of the study indicate that an effective leadership model in the implementation of the Merdeka Curriculum is a synthesis of a structural instructional leadership approach that emphasises systems, vision, and instructional management, with an orientation towards improving the quality of teaching that has a direct impact on classroom Keywords: learning leadership, Independent Curriculum, academic supervision, authentic assessment, learning community Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Bajo dan SMPN 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu. Fokus penelitian bagaimana kepala sekolah merumuskan visi pembelajaran, mengelola program instruksional, membangun budaya kolaboratif, serta menghadapi tantangan perubahan paradigma pembelajaran dan asesmen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua satuan pendidikan, yaitu SMP Negeri 1 Bajo dan SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru, serta diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka mencakup empat aspek utama, yaitu: (1) perumusan visi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka secara kolaboratif dan partisipatif; (2) pengelolaan program instruksional melalui supervisi akademik terstruktur, pelatihan asesmen autentik, penguatan pembelajaran berdiferensiasi, serta pendampingan berkelanjutan; (3) pengembangan komunitas belajar sebagai ruang refleksi profesional dan berbagi praktik baik; serta (4) evaluasi dan monitoring berbasis data hasil asesmen dan jurnal reflektif guru. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perubahan paradigma penilaian konvensional menuju asesmen autentik, keterbatasan waktu dan beban administratif guru, serta perbedaan kapasitas dan kesiapan sumber daya di masing-masing sekolah. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa model kepemimpinan yang efektif dalam implementasi Kurikulum Merdeka merupakan sintesis antara pendekatan struktural instructional leadership yang menekankan sistem, visi, dan pengelolaan instruksional, dengan orientasi peningkatan kualitas pengajaran yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di kelas. Kata kunci: kepemimpinan pembelajaran, Kurikulum Merdeka, supervisi akademik, asesmen autentik, komunitas belajar
Hubungan Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah Dengan Kepuasan Kerja Guru Nurhayat Nurhayat; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This reaserch aims to determine the relationship between the spiritual leadership of madrasah principals and teachers’ job satisfaction in Karossa District, Mamuju Tengah Regency. The research is grounded in the idea that the principal’s role is not only administrative but also spiritual, inspiring teachers to find meaning and psychological well-being in their work. This study employed a quantitative correlational method involving a population and sample of 66 Madrasah Tsanawiyah (MTs) teachers, selected using a saturated sampling technique (total sampling). Data were collected through a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale, which was tested for validity and reliability. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique with the aid of SPSS version 25.0 for Windows. The results show that the spiritual leadership of madrasah principals is in the good category, and teachers’ job satisfaction is also relatively high. The correlation analysis yielded r = 0.321 with sig. = 0.009 < 0.05, indicating a positive and significant relationship between principals’ spiritual leadership and teachers’ job satisfaction. This implies that the stronger the application of spiritual leadership values by the principal, the higher the level of teachers’ job satisfaction. Although the correlation level is classified as low to moderate, it is statistically significant. Keywords: Spiritual Leadership, Madrasah Principal, Job Satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada manajemen administratif, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang dapat menumbuhkan makna kerja dan kesejahteraan psikologis guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 66 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diambil secara sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala madrasah berada pada kategori baik, dan kepuasan kerja guru juga tergolong tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0.321 dengan sig. = 0.009 < 0.05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru. Semakin tinggi penerapan nilai-nilai kepemimpinan spiritual oleh kepala madrasah, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja guru. Hubungan ini tergolong rendah menuju sedang, namun memiliki makna yang signifikan secara empiris. Kata kunci: Kepemimpinan Spiritual, Kepala Madrasah, Kepuasan Kerja
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Mengelola Perubahan Kurikulum (Studi Multi Kasus Pada Smp Negeri 1 Bajo Dan Smpn 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu) Roshanita Syarif; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse in depth the learning leadership strategies of school principals in the implementation of the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 1 Bajo and SMPN 1 Tabang Satu Atap in Luwu Regency. The focus of the study is on how school principals formulate a learning vision, manage instructional programmes, build a collaborative culture, and face the challenges of changing learning and assessment paradigms. This study uses a qualitative approach with a case study design in two educational units, namely SMP Negeri 1 Bajo and SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data were collected through in-depth interviews with the principal, vice principal for curriculum, and teachers, and reinforced with observation and documentation. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, accompanied by triangulation of sources to ensure the validity of the findings: (1) collaborative and participatory formulation of a learning vision based on the Merdeka Curriculum; (2) management of instructional programmes through structured academic supervision, authentic assessment training, strengthening of differentiated learning, and ongoing mentoring; (3) developing learning communities as spaces for professional reflection and sharing good practices; and (4) data-based evaluation and monitoring of assessment results and teachers' reflective journals. The main challenges faced include the paradigm shift from conventional assessment to authentic assessment, teachers' time constraints and administrative burdens, and differences in the capacity and readiness of resources in each school. The results of the study indicate that an effective leadership model in the implementation of the Merdeka Curriculum is a synthesis of a structural instructional leadership approach that emphasises systems, vision, and instructional management, with an orientation towards improving the quality of teaching that has a direct impact on classroom Keywords: learning leadership, Independent Curriculum, academic supervision, authentic assessment, learning community Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Bajo dan SMPN 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu. Fokus penelitian bagaimana kepala sekolah merumuskan visi pembelajaran, mengelola program instruksional, membangun budaya kolaboratif, serta menghadapi tantangan perubahan paradigma pembelajaran dan asesmen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua satuan pendidikan, yaitu SMP Negeri 1 Bajo dan SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru, serta diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka mencakup empat aspek utama, yaitu: (1) perumusan visi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka secara kolaboratif dan partisipatif; (2) pengelolaan program instruksional melalui supervisi akademik terstruktur, pelatihan asesmen autentik, penguatan pembelajaran berdiferensiasi, serta pendampingan berkelanjutan; (3) pengembangan komunitas belajar sebagai ruang refleksi profesional dan berbagi praktik baik; serta (4) evaluasi dan monitoring berbasis data hasil asesmen dan jurnal reflektif guru. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perubahan paradigma penilaian konvensional menuju asesmen autentik, keterbatasan waktu dan beban administratif guru, serta perbedaan kapasitas dan kesiapan sumber daya di masing-masing sekolah. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa model kepemimpinan yang efektif dalam implementasi Kurikulum Merdeka merupakan sintesis antara pendekatan struktural instructional leadership yang menekankan sistem, visi, dan pengelolaan instruksional, dengan orientasi peningkatan kualitas pengajaran yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di kelas. Kata kunci: kepemimpinan pembelajaran, Kurikulum Merdeka, supervisi akademik, asesmen autentik, komunitas belajar
Bridging the Skills Gap: The Impact of Internal Quality Assurance on Educational Outcomes Sitti Hardiyanti Arhas; Nasir Nasir; Jamaluddin Jamaluddin; Arismunandar Arismunandar
Journal of Educational Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v3i3.2638

Abstract

This study aims to analyze the impact of internal quality assurance systems in bridging students’ skill gaps in vocational education. A qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, documentation, and surveys, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the internal quality assurance system has been implemented across all stages of the quality cycle, including standard setting, quality mapping, planning, implementation, and monitoring and evaluation. However, the implementation remains largely procedural and has not been fully integrated to produce optimal educational outcomes. Students demonstrate adequate technical skills, yet still face limitations in non-technical skills such as communication, adaptability, and problem-solving. These gaps are attributed to the suboptimal use of data in decision-making, limited involvement of industry stakeholders, and the underdeveloped quality culture within schools. This study concludes that internal quality assurance contributes to improving educational processes but has not been fully effective in bridging students’ skill gaps. Therefore, strengthening the integration of the quality cycle, adopting data-driven approaches, and enhancing collaboration with industry are essential to improve the relevance and quality of educational outcomes.
POTRET MODEL SATUAN PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN SALAFI TAHFIDZUL QUR’AN ZAM ZAM Iin Mutmainnah; Fitri Fauzia Nazaruddin; Lilis Amalia; Hardiawan Hardiawan; Arismunandar Arismunandar; Ahlun Ansar
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v13i2.1306

Abstract

Penelitian ini membahas tentang model pendidikan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Zam Zam Makassar sebagai lembaga pendidikan salafi yang menekankan pada hafalan al-Qur'an dan pengetahuan agama, tanpa menggunakan kurikulum formal nasional. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengamati struktur, metode pembelajaran, dan tantangan yang dihadapi oleh pondok pesantren dalam mempertahankan ciri khas tradisional di tengah modernisasi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama dua hari. Hasil penelitian diolah menggunakan pendekatan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan pondok pesantren ini berfokus pada pembinaan akhlak, dengan menggunakan metode hafalan dan ceramah untuk pendidikan Al-Qur'an dan kitab kuning. Sistem seleksi santri dilakukan setiap dua tahun sekali dengan penekanan pada kemampuan membaca Al-Qur'an dan dasar-dasar agama. Meskipun belum terakreditasi secara resmi, pondok pesantren ini diakui oleh masyarakat melalui prestasi para santrinya dalam berbagai kompetisi keagamaan. Penelitian ini merekomendasikan agar pondok pesantren mengembangkan adaptasi terhadap kebutuhan zaman, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai salafi yang menjadi pedoman utama. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pondok pesantren lain dalam mengembangkan model pendidikan Islam berbasis salafi yang efektif.
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TERHADAP PENINGKATAN KARAKTER ANAK USIA DINI Saptawati Saptawati; Arismunandar Arismunandar; Herman Herman; Mustafa Mustafa
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/zxeqvg69

Abstract

Early childhood is a child who ranges from 0-6 years old. Where at this age is an important phase or called the golden age which only occurs once in human life. Early age is the most appropriate time to stumify its development. Therefore, it is necessary to make efforts to stimulate children's development with approaches, strategies, methods, plans, and media used according to the needs at each stage of their development. The purpose of this study is: To find out the description of children's character abilities after the implementation of the teaching module of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in early childhood, to find out what factors support and inhibit children's character through the implementation of the Teaching Module of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in early childhood. This research is a descriptive qualitative research. The subjects in this study are teachers, children and parents/guardians. The results of the study showed that the character picture of children aged 4-5 years after the implementation of the P5 teaching module changed for the better. This is evidenced by the increase in character shown by children such as increasing the character of discipline, responsibility, curiosity, independence, creativity and attitude of diversity. Factors that affect the character of children aged 4-5 years through the application of the p5 teaching module, namely supporting factors that come from the treatment given, role models and the use of teacher language. Factors that hinder the improvement of the character of children aged 4-5 years are children's trust and information media that are commonly used or seen.
Akreditasi Sekolah: Faktor Penyebab Rendahnya Peringkat Akreditasi Sekolah Dasar Arismunandar Arismunandar; Sumarlin Mus
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.4248

Abstract

The low accreditation ranking of Muhammadiyah elementary schools in Makassar City indicates a systemic problem in meeting national education quality standards. This study aims to identify the factors causing the low accreditation based on core performance components and relative fulfillment indicators in the IASP2020 accreditation system. This study uses a descriptive qualitative approach with a multi-case study design in three Muhammadiyah elementary schools, as well as data collection techniques through field observations, in-depth interviews, and official school documentation. The data obtained were analyzed using the Miles and Huberman interactive model to gain a comprehensive contextual understanding. The results of the study indicate that the low quality of teachers, the mismatch between educational background and the subjects taught, and the weak implementation of school management functions are the main factors causing the low accreditation. In addition, it was found that school self-evaluation is still administrative in nature and has not been used as a basis for continuous quality development. This study suggests the need for comprehensive intervention through teacher competency improvement programs, principal leadership training, and reformulation of the internal quality assurance system based on real performance according to the IASP2020 principles.