Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Sosial Media Instagram Terhadap Keputusan Pembelian Pada Aisy Drink Kota Bima Nurul Afrianti; Ismunandar Ismunandar
Journal of Management and Creative Business Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Journal of Management and Creative Business
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/jmcbus.v1i4.1663

Abstract

This research aims to determine the social media Instagram on purchasing decisions at Aisy Drink, Bima City. This type of research is associative. The research instrument used in this research was a questionnaire with a Likert scale. The population used in this research were all consumers who had seen or been exposed to Aisy drink product promotions via social media, with a sample size of 50 respondents. The data collection techniques used in this research were observation, questionnaires and literature study. The data analysis techniques used in this research are validity test, reliability test, classical assumption test, simple linear regression analysis, simple correlation coefficient, determination test, and t test. The research results show that social media Instagram influences purchasing decisions at Aisy Drink Bima City.
Pengelolaan Pembelajaran dalam Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Intan Nur Syifa Fauziah; Aep Saepudin; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6456

Abstract

Abstrak. Kemampuan bahasa pada anak usia dini sangatlah penting dalam mendukung perkembangan aspek kognitif, sosial, dan emosional. Namun, di PAUD Al-Ihsan Bogor, ditemukan bahwa beberapa anak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan mengekspresikan ide mereka. Hal ini menunjukkan perlunya metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode bercerita sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini, khususnya melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta analisis faktor pendukung dan hambatan di PAUD Al-Ihsan Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelompok A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita mencakup empat tahapan utama, yaitu: 1) Perencanaan kegiatan meliputi pemilihan cerita yang sesuai dengan usia anak, penggunaan media pendukung seperti boneka dan buku bergambar, serta penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH); 2) Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terjadwal dengan tema variatif dan menggunakan pendekatan ekspresif untuk menarik minat anak; 3) Evaluasi dilakukan dengan mengamati respons anak, seperti kemampuan mengulang cerita, memahami kosakata baru, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi; 4) Faktor pendukung meliputi keterampilan guru dan media pembelajaran yang menarik, sedangkan hambatan mencakup kurangnya pemahaman orang tua terhadap metode ini dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Abstract. Language skills in early childhood are crucial for supporting cognitive, social, and emotional development. However, in PAUD Al-Ihsan Bogor, it was found that some children experience difficulties in communicating and expressing their ideas. This highlights the need for an effective teaching method to enhance children's language abilities. Therefore, the objective of this study is to analyze the application of storytelling as an effective strategy to improve early childhood language skills, focusing on the stages of planning, implementation, evaluation, and analysis of supporting and inhibiting factors at PAUD Al-Ihsan Bogor. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The data sources consisted of the school principal, class teachers, and group A students. The results of the study revealed that the application of the storytelling method comprises four main stages: 1) Planning activities, including selecting stories appropriate for the children’s age, using supporting media such as puppets and picture books, and preparing daily lesson plans (RPPH); 2) Implementing activities on a scheduled basis with varied themes and using expressive approaches to engage children’s interest; 3) Evaluation by observing children’s responses, such as their ability to retell stories, understand new vocabulary, and actively participate in discussions; 4) Supporting factors include teachers’ skills and engaging learning media, while inhibiting factors involve a lack of parental understanding of the method and a social environment that does not fully support it.
Pola Asuh Orang Tua Bekerja dalam Menumbuhkembangkan Aspek Sosial Emosional Anak Annida Asma Amanina; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6476

Abstract

Abstrak. Saat ini terdapat anak-anak yang mengalami hambatan dalam aspek perkembangan sosial emosionalnya seperti rasa takut atau malu ketika berinteraksi atau bermain dengan teman sebayanya maupun orang lain, tidak dapat terbuka kepada orang tua, tidak dapat mengekspresikan perasaan yang sedang dirasakan. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya yaitu pola asuh orang tua bekerja. Orang tua bekerja harus lebih mengetahui jenis pola asuh terbaik untuk memeberikan pengasuhan kepada anak agar perkembangan sosial emosional anak berkembang dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun yang orang tuanya bekerja di Jalan Babakan Tarogong Gang Laksana Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua bekerja yaitu menerapkan pola asuh demokratis dan permisif. Pola asuh demokratis memberikan dampak yang baik sehingga membuat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun berkembang. Sedangkan pola asuh permisif memberikan dampak yang kurang baik sehingga membuat perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun kurang berkembang. Abstract. Currently there are children who experience obstacles in aspects of their social emotional development such as fear or embarrassment when interacting or playing with peers or other people, unable to open up to parents, unable to express the feelings that are being felt. This happens because one of the factors is the parenting style of working parents. Working parents should be more aware of the best type of parenting to provide care to children so that children's social emotional development develops well. The purpose of this study was to look at the social-emotional development of children aged 4-6 years whose parents work on Jalan Babakan Tarogong Gang Laksana Bandung City. This type of research is a qualitative approach with descriptive methods. The results showed that parenting patterns of working parents are applying democratic and permissive parenting. Democratic parenting has a good impact so that the social emotional development of children aged 4-6 years develops. While permissive parenting has a less favorable impact, making the social emotional development of children aged 4-6 years less developed.
Penerapan Model Pembelajaran Diferensiasi di TK dalam Konteks Merdeka Belajar Nabila Putri Rizqia Ahwan; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6541

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya model pembelajaran yang kurang efektif, yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan anak dalam proses belajar akibat metode pembelajaran yang monoton serta minimnya variasi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Kondisi ini menyebabkan beberapa anak merasa bosan, menghindari aktivitas tertentu, dan pada akhirnya perkembangan kognitif, sosial-emosional, serta kreativitas mereka menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran diferensiasi di TK Kecamatan Panyileukan dalam konteks Merdeka Belajar. Penelitian ini menggabungkan metodologi studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi di TK Al-Biruni dan TK Beyna Ceria untuk mendalami langkah-langkah penerapan pembelajaran diferensiasi, hubungan sosial antara guru dan anak, pengelolaan lingkungan pembelajaran, serta dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi proses pembelajaran dimulai dengan asesmen kebutuhan anak, perencanaan kegiatan sesuai gaya belajar dan perkembangan, serta evaluasi berkelanjutan. Model ini meningkatkan kemampuan kognitif, kreativitas, motivasi belajar anak, serta hubungan sosial guru-anak, meskipun terdapat kendala fasilitas dan pembagian perhatian. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya pelatihan guru, dukungan fasilitas, dan kolaborasi dengan orang tua untuk mendukung Kurikulum Merdeka. Abstract. This study was motivated by the presence of ineffective learning models, characterized by low student engagement in the learning process due to monotonous teaching methods and a lack of diverse activities that cater to their needs and interests. This situation causes some children to feel bored, avoid certain activities, and ultimately experience suboptimal development in cognitive, social-emotional, and creative aspects. This research aims to analyze the implementation of differentiated learning models in kindergartens in Panyileukan District within the framework of Merdeka Belajar (Freedom to Learn). The study employs a case study methodology with a qualitative approach. Data were collected through direct observations, in-depth interviews, and documentation at Al-Biruni Kindergarten and Beyna Ceria Kindergarten to explore the steps in implementing differentiated learning, social interactions between teachers and students, the management of the learning environment, and the resulting impacts. The results show that differentiated learning begins with assessing children’s needs, planning activities based on learning styles and developmental levels, and conducting continuous evaluations. This model has been shown to improve children's cognitive abilities, creativity, learning motivation, and social relationships with teachers, despite challenges such as limited facilities and difficulties in attention distribution. These findings underscore the importance of teacher training, facility support, and parental collaboration in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum.
Dampak Media Sosial Tiktok terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun 10030218055, Ghina Aulia Khairunnisa; Huriah Rachmah; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18383

Abstract

Abstrak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua anak usia 5–6 tahun beserta orang tua masing-masing sebagai narasumber utama. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan orang tua, observasi langsung terhadap interaksi anak saat menonton dan menirukan konten TikTok, serta dokumentasi aktivitas berbahasa anak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok berkontribusi pada peningkatan kosakata anak, terutama kosakata populer dan ungkapan gaul; namun terdapat pula kecenderungan penggunaan struktur kalimat yang sederhana dan pengulangan kata-kata tidak baku yang dipengaruhi oleh gaya bahasa kreator konten. Selain itu, durasi menonton yang berlebihan cenderung mengurangi kesempatan anak berlatih berbicara langsung dengan orang tua dan teman sebaya. Kesimpulannya, media sosial TikTok dapat menjadi sumber stimulasi bahasa tambahan bagi anak usia dini jika digunakan secara terkontrol dan disertai pendampingan orang tua. Disarankan agar orang tua menerapkan batasan waktu layar dan melakukan diskusi bersama setelah menonton untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak. Abstract. The research subjects consisted of two children aged 5–6 years and their respective parents as primary informants. Data were collected through in-depth interviews with parents, direct observation of children’s interactions while watching and mimicking TikTok content, and documentation of children’s everyday language activities. Analysis revealed that the intensity of TikTok use contributes to an expansion of children’s vocabulary, especially with popular terms and colloquial expressions; however, it also tends to promote the use of simple sentence structures and repeated nonstandard words influenced by content creators’ language styles. Moreover, excessive screen time reduces children’s opportunities for direct verbal practice with parents and peers. In conclusion, TikTok can serve as an additional source of language stimulation for early childhood if used in a controlled manner and accompanied by parental guidance. It is recommended that parents impose screen-time limits and engage in post-viewing discussions to optimize their children’s language development.
Peran Kiai dalam Mencegah Bullying di Pondok Pesantren Al-Falah Cikawati Pakuhaji Ahmad Komarudin; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i1.6624

Abstract

Abstract. This research found that the policies and strategies made by kiai were quite optimal in preventing acts of bullying at the Al-Falah Islamic Boarding School. This research aims to determine the role of kiai in preventing acts of bullying in Islamic boarding schools. This research uses qualitative research with analytical descriptive methods to illustrate that researchers can collect information from interviews, observations and documentation. Data analysis includes data reduction steps, data presentation, verification/drawing conclusions. and Data validity. The results of this research show that the Islamic boarding school policy was found to prevent bullying, the Islamic boarding school issued regulations regarding its prevention. The results found were Islamic boarding school strategies and communication patterns. The role of kiai in providing examples and motivation. It can be concluded that the role of the kiai at the Al-Falah Cikawati Pakuhaji Islamic boarding school is quite capable in providing existing policies and strategies even though not all of them have been realized well, and the results of this research are quite successful in terms of some of the kiai's roles in preventing bullying. Abstrak. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan dan strategi yang dibuat kiai cukup optimal dalam mencegah Tindakan bullying di Ponpes Al-Falah, penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peran kiai dalam mencegah Tindakan bullying di pesantren. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis untuk menggambarkan peneliti dapat mengumpulkan informasi dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi Langkah reduksi data, penyajian data, verification/penarikan Kesimpulan. dan Keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ditemukannya Kebijakan pesantren untuk mencegah Tindakan bullying, pesantren mengeluarkan aturan terkait pencegahannya. Hasil yang ditemukan adalah strategi pesantren dan pola komunikasi. Peran kiai dalam memberikan teladan dan motivasi. Dapat disimpulkan bahwa peran kiai di pondok pesantren Al-Falah cikawati pakuhaji cukup mumpuni dalam memberikan kebijakan dan strategi yang ada walaupun belum semuanya terealisasikan dengan baik, dan hasil dari penelitian ini cukup berhasil dari sebagian peran kiai dalam mencegah bullying.
Upaya Guru dalam Mengembangkan Berpikir Logis dengan Menggunakan Metode STEAM pada Anak Isma Monica; Huriah Rachmah; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6562

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas upaya guru dalam mengembangkan berpikir logis menggunakan metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) pada usia 5-6 tahun. Berpikir logis merupakan kemampuan kognitif yang penting bagi anak, yang dapat di stimulasi melalui pendekatan pembelajaran yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara sistematis untuk menemukan makna dan pola yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan metode STEAM secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir logis anak-anak, termasuk dalam mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa anak-anak yang terlibat dalam kegiatan STEAM menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk memahami pemikiran mereka sendiri dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat menjadi hambatan bagi anak-anak yang terlibat dalam kegiatan STEAM. Abstract. This study aims to evaluate the effectiveness of teacher efforts in developing logical thinking using the STEAM method (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) at the age of 5-6 years. Logical thinking is an important cognitive ability for children, which can be stimulated through the right learning approach. The method used in this research is qualitative research using a case study approach, which involves collecting data through observation, interviews, and documentation. The collected data is then systematically analyzed to find meanings and patterns relevant to the research. The results showed that applying the STEAM method significantly improved children's logical thinking skills, including in classifying objects based on color, shape and size. In addition, the study found that children who engaged in STEAM activities showed improvement in their ability to understand their own thinking and solve problems. The study also identified some factors that could be barriers for children engaged in STEAM activities.