Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Devi Puji Sutoyo Putri; Abdurrahman Salim; Titien Fatimah; Irma Wardati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/74mh8f06

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea robusta L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hasil panen kopi dapat memberi sumbangan devisa negara cukup besar sebagai sumber devisa dalam menopang pembangunan nasional. Permasalahan utama pada tanaman kopi adalah tidak tersedianya bibit skala besar dan serempak. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan umur produktif. Pemberian pupuk merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam. Salah satu alternatif yaitu menggunakan pupuk organik yang ramah akan lingkungan, yaitu pupuk organik cair (POC) yang berbahan dasar limbah tahu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) limbah tahu terhadap tanaman kopi pada masa pertumbuhan. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilakukan di Lahan Teknologi Produksi Benih Politeknik Negeri Jember pada bulan Agustus – November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P0 merupakan kontrol, P1 sebanyak 25%, P2 sebanyak 50%, dan P3 sebanyak 75%. Hasil dan Diskusi. Dari hasil analisa data yang dilakukan, perlakuan aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu berpengaruh nyata hanya pada parameter volume akar. Simpulan.  Hasil konsentrasi terbaiknya yaitu pada P3 sebanyak 75%.
Respon Pertumbuhan Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Komposisi Media Tanam Dan POC Air Cucian Beras Nartarisa Kartika Amalia; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Setyo Andi Nugroho
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/72xkrj17

Abstract

Pendahuluan. Kakao merupakan salah satu komoditi penting yang dapat membantu perekonomian di Indonesia. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2023 sampai bulan Januari 2024 di lahan Kebun Inovasi Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri dari 3 taraf meliputi M1 (top soil : pasir) perbandingan 1:1, M2 (top soil : pasir : arang sekam) perbandingan 1:1:1, M3 (top soil : pasir : arang sekam) perbandingan 1:1:2. Faktor kedua adalah pupuk organik cair air cucian beras yang meliputi B0 (sebagai kontrol), B1 (100 ml/polibag), B2 (200 ml/polibag), B3 (300 ml/polibag) Hasil dan Diskusi. Pemberian komposisi media tanam memberikan hasil berbeda sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah akar, dan berat kering akar dengan perlakuan terbaik pada perlakuan M1 (top soil:pasir perbandingan 1:1). Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan memberikan komposisi media tanam dan pupuk organik cair air cucian beras menunjukkan pengaruh interaksi tidak berbeda nyata.
Efektivitas Konsentrasi Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Nur Amelia Agustin; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/denqcr85

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffia arabica L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Agar tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik, pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan pada tahap pembibitan. Permasalahan utama tanaman kopi adalah tidak tersedianya benih berkualitas tinggi. Untuk mencapai pertumbuhan tanaman kopi yang baik, perlu dilakukan upaya konservasi untuk mendukung pertumbuhan benih yang berkualitas dengan menggunakan pupuk anorganik sejak tahap pembibitan. Sebagai alternatif untuk mempercepat pertumbuhan kopi, juga bisa menambahkan zat pengatur tumbuh  eksogen. Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik dan bukan merupakan unsur hara, namun bila digunakan dengan benar dapat mendukung proses fisiologis pada tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian konsentrasi air kelapa yang optimal terhadap pertumbuhan benih tanaman kopi arabika. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember yang dilaksanakan pada bulan Oktober - Januari 2024. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial. Terdapat 5 perlakuan air kelapa,perlakuan P0: (kontrol/urea), P1 : Konsentrasi air kelapa 20% , P2 : Konsentrasi air kelapa 35% , P3 : Konsentrasi air kelapa 50%, P4: Konsentrasi air kelapa 65%. Pada pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 16 MST sebanyak 125 bibit kopi arabika. Hasil dan Diskusi. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan 16 MST pada perlakuan P3 konsentrasi 50%,parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,66 cm,parameter diameter bibit dengan rata-rata 1,00 cm,parameter jumlah daun dengan rata-rata 6,65 pasang,parameter berat basah tajuk dengan rata-rata 4,87 gr,parameter berat kering tajuk dengan rata-rata 4,13 gr,dan berat kering akar dengan rata-rata 2,32 gr. Simpulan. Perlakuan terbaik adalah perlakuan P3 konsentrasi 50 %. 
Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Ilham Akbar Adi Jatmiko; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qng1xg56

Abstract

Pendahuluan.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian sebagai peningkat devisa negara. Benih kakao termasuk benih rekalsitran yang dimana benih kakao tidak dapat disimpan lama. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ii dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di Lab. Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Serbuk Gergaji dan M2: Arang sekam padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan 5 hari, P2: Penyimpanan 10 hari, dan P3: Penyimpanan 15 hari Hasil dan Diskusi. Perbedaa media simpan berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan panjang kecambah. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air sebelum penyimpanan dan berpengaruh  nyata terhadap benih berjamur. Simpulan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan media simpan dan lama penyimpanan pada semua parameter.
Pemberian Asam Sulfat dan Hot Water Treantmet Sebagai Upaya  Pematahan Dormansi Pada Benih Sengon (Paraserianthes falcataria) Rochmadian Istika Suspramirda; Nanang Dwi Wahyono; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/43ywwe48

Abstract

Pendahuluan. Tanaman sengon memiliki nama latin Paraserianthes falcataria L Nilsen. Tanaman sengon masuk dalam familia leguminosae dengan subfamily Mimosoidae. Sengon merupakan tanaman serbaguna, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang bervariasi. Sengon memiliki berbagai manfaat dari daun sampai akar bisa digunakan Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember, dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Februari 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) Faktorial. Dengan perlakuan Kosentrasi H2SO4 H0 0% atau tanpa perlakuan. H1 0,5% H2 1% H3 1,5% dan perlakuan Suhu air W0 Suhu air normal atau tanpa perlakuan W1 50oc W2 60oc W3 70oc. Data yang telah didapatkan dari hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (Anova). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunkan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil Dan Diskusi. Parameter, kecepatan kecambah dan indeks vigor Penggunakan H2SO4 pada pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor Tidak terdapat interaksi antara penggunakan metode HWT dan metode perendaman H2SO4. Kesimpulan. Penggunakan H2SO4 dan HWT pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor.
Pemanfaatan Limbah Produksi Tempe untuk Perbanyakan Dekomposer Kotoran Sapi di Desa Rambipuji Siswadi, Edi; Rohman, Fadil; Dinata, Gallyndra Fatkhu; Utami, Christa Dyah; Salim, Abdurrahman; Shodik, Muhammad; Syauqi, Mochammad Syafiq
SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/sejagat.v2i3.6783

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung penerapan Integrated Farming System di Desa Rambipuji, Kabupaten Jember, melalui inovasi pemanfaatan limbah cair produksi tempe sebagai media perbanyakan dekomposer. Limbah rendaman kedelai yang dihasilkan oleh industri rumah tangga tempe memiliki kandungan bahan organik tinggi seperti protein, karbohidrat, dan mineral, yang sangat potensial sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme pengurai. Dekomposer hasil perbanyakan kemudian dimanfaatkan dalam proses pengolahan bahan organik dari sektor peternakan, khususnya kotoran sapi, menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, praktik lapang, dan pendampingan teknis kepada kelompok tani setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memperbanyak dekomposer secara mandiri dengan memanfaatkan limbah produksi tempe serta menggunakannya untuk mempercepat proses pengomposan. Penggunaan dekomposer lokal terbukti mempercepat waktu fermentasi dan menghasilkan kompos dengan ciri fisik yang memenuhi kriteria kompos matang. Aplikasi kompos pada lahan pertanian menunjukkan pertumbuhan tanaman padi yang lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan kompos. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan masyarakat, pengurangan pencemaran lingkungan, serta peningkatan produktivitas pertanian secara terpadu.
Respon Pertumbuhan Bud Set Tebu Terhadap Pemberian ZPT Air Kelapa Muda Yahya, Rifqi Ubaidillah; Salim, Abdurrahman; Nuraisyah, Anni; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.87-94

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan satu-satunya penghasil gula putih Indonesia. Satu metode pembenihan yang digunakan dalam mengembangkan benih unggul adalah teknik bud set. ZPT air kelapa adalah salah satu bahan alami yang mempunyai aktivitas sitokinin untuk pembelahan sel dan mendorong pembentukan organ. Air kelapa mampu menyediakan berbagai kebutuhan nutrisi bagi perkembangbiakan tumbuhan. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial dengan 1 faktor yaitu : konsentrasi air kelapa, dengan perlakuan diantaranya ; P0: (kontrol), P1 : Konsentrasi air kelapa 15% , P2 : Konsentrasi air kelapa 25% , P3 : Konsentrasi air kelapa 35% , P4: Konsentrasi air kelapa 45%, P5: Konsentrasi air kelapa 55% dengan pengaplikasian 2 minggu sekali selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pada parameter panjang tanaman (cm) jumlah daun (helai), diameter batang (mm), berat segar akar (gr) dan berat kering Akar (gr).
Pengaruh Grindsize dengan Teknik Seduhan V60 Terhadap Uji Organoleptik Kopi Robusta Argopuro (Coffea canephora) Siska; Fatimah, Titien; Salim, Abdurrahman; Asmono, Sepdian Luri
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/mz70c826

Abstract

Pendahuluan. Peningkatan permintaan  kopi dalam pasar internasional dan pasar nasional. Cara kopi diproses dan disajikan mempengaruhi budaya kopi. V60 adalah teknik penyajian kopi manual yang populer yang melibatkan penuangan air di atas bubuk kopi menggunakan filter (metode pour over). Ukuran gilingan bubuk kopi mempengaruhi ekstraksi dan rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran gilingan yang ideal untuk tiga kategori (P1 - halus, P2 - sedang, P3 - kasar) dalam kaitannya dengan teknik penyeduhan V60. Metode Pengumpulan Data. Faktor yang digunakan yaitu dengan beberapa grindsize kopi dengan 3 level grindsize yang berbeda, P1 grindsize 0,38 mm; P2 grindsize 1 mm, dan P3 grindsize 1,5 mm. Perlakuan masing – masing diulang 98 kali, dimana ulangan tersebut ialah panelis (pelaku uji organoleptik). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh panelis, termasuk mahasiswa dan pengunjung kafe Moka. Parameter pengamatan yang di uji adalah Aroma, Flavour, Acidity, Aftertaste, dan Body. Analisa Data. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok non Faktorial. Hasil dan Diskusi. Pada penelitian ini, perbedaan ukuran gilingan pada aspek aroma dan aftertaste berpengaruh terhadap tingkat kesukaan konsumen pada kopi Robusta Jember. Sedangkan pada parameter lainnya seperti flavour, acidity, dan body, perbedaan ukuran gilingan hanya mempengaruhi dari segi nilai. Simpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh Grindsize dengan teknik seduhan V60 terhadap uji organoleptik kopi robusta argopuro berpengaruh sangat nyata.
Pengaruh Aplikasi Basiscrop (Bacterial Synergy For Increasing Sugarcane Growth And Production) Pada Pertumbuhan Tebu Hermawan Syah, Lucky Yusuf; Irawan, Triono Bambang; Asmono, Sepdian Luri; Salim, Abdurrahman
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/ngs2g590

Abstract

Pendahuluan. Penggunaan varietas yang sesuai dan pemberian unsur hara yang tepat diharapkan dapat menjadi alternatif peningkatan produksi tebu. Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) merupakan mikroba menguntungkan yang hidup bebas di rhizosfer, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengauh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Januari 2024 di lahan Politeknik Negeri Jember. Metode analis yang digunakan yaitu menggunakan uji T test independen, dengan melakukan 3 perlakuan dan setiap perlakuan terdapat 30 unit. Analisis Data. Data yang telah didapatkan dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji T test independen. Hasil Dan Diskusi. Berdasarkan hasil analisis ragam dengan menggunakan Uji-T menunjukkan bahwa perlakuan pemberian PGPR dengan kombinasi pupuk an organik dan dosis basiscrop yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada 120 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 HST, 60 HST dan 90 HST. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pengurangan pemberian pupuk anorganik dan penambahan aplikasi basiscrop sangat bepengaruh pada tinggi tanaman dan diameter batang pada fase vegetative tebu.
Pengaruh Aplikasi Insektisida Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak Tembakau (Spodoptera litura F.) Purwanto, Muh Maulido Eka; Wardati, Irma; Asmono, Sepdian Luri; Salim, Abdurrahman
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/4ctn5z51

Abstract

Pendahuluan. Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman tembakau, hama ulat grayak dapat menyebabkan turunnya produksi tembakau. Ada beberapa cara untuk mengendalikan hama salah satunya yaitu dengan menggunakan insketisida Asap Cair tempurung Kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2024 bertempat di Laboratorium Perlindungan Tanaman Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi insektisida asap cair terhadap mortalitas hama ulat grayak. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yaitu, konrol asap cair tempurung kelapa 2%, asap cair tempurung kelapa 4% dan asap cair tempurung kelapa 6%. Parameter yang diamati yaitu mortalitas, LT50, dan perubahan fisik. Analisa Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial, apabila hasil menunjukan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNT 5%, sedangkan LT50 menggunakan analisi probit. Simpulan. Penelitian ini menunjukan Insektisida Asap Cair Tempurung Kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama ulat grayak dengan nilai LT50 tercepat 25jam pada perlakuan P3 asap cair tempurung kelapa 6%.