Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Konsentrasi Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Nur Amelia Agustin; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/denqcr85

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffia arabica L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Agar tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik, pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan pada tahap pembibitan. Permasalahan utama tanaman kopi adalah tidak tersedianya benih berkualitas tinggi. Untuk mencapai pertumbuhan tanaman kopi yang baik, perlu dilakukan upaya konservasi untuk mendukung pertumbuhan benih yang berkualitas dengan menggunakan pupuk anorganik sejak tahap pembibitan. Sebagai alternatif untuk mempercepat pertumbuhan kopi, juga bisa menambahkan zat pengatur tumbuh  eksogen. Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik dan bukan merupakan unsur hara, namun bila digunakan dengan benar dapat mendukung proses fisiologis pada tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian konsentrasi air kelapa yang optimal terhadap pertumbuhan benih tanaman kopi arabika. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember yang dilaksanakan pada bulan Oktober - Januari 2024. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial. Terdapat 5 perlakuan air kelapa,perlakuan P0: (kontrol/urea), P1 : Konsentrasi air kelapa 20% , P2 : Konsentrasi air kelapa 35% , P3 : Konsentrasi air kelapa 50%, P4: Konsentrasi air kelapa 65%. Pada pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 16 MST sebanyak 125 bibit kopi arabika. Hasil dan Diskusi. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan 16 MST pada perlakuan P3 konsentrasi 50%,parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,66 cm,parameter diameter bibit dengan rata-rata 1,00 cm,parameter jumlah daun dengan rata-rata 6,65 pasang,parameter berat basah tajuk dengan rata-rata 4,87 gr,parameter berat kering tajuk dengan rata-rata 4,13 gr,dan berat kering akar dengan rata-rata 2,32 gr. Simpulan. Perlakuan terbaik adalah perlakuan P3 konsentrasi 50 %. 
Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Ilham Akbar Adi Jatmiko; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qng1xg56

Abstract

Pendahuluan.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian sebagai peningkat devisa negara. Benih kakao termasuk benih rekalsitran yang dimana benih kakao tidak dapat disimpan lama. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ii dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di Lab. Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Serbuk Gergaji dan M2: Arang sekam padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan 5 hari, P2: Penyimpanan 10 hari, dan P3: Penyimpanan 15 hari Hasil dan Diskusi. Perbedaa media simpan berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan panjang kecambah. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air sebelum penyimpanan dan berpengaruh  nyata terhadap benih berjamur. Simpulan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan media simpan dan lama penyimpanan pada semua parameter.
Pemberian Asam Sulfat dan Hot Water Treantmet Sebagai Upaya  Pematahan Dormansi Pada Benih Sengon (Paraserianthes falcataria) Rochmadian Istika Suspramirda; Nanang Dwi Wahyono; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/43ywwe48

Abstract

Pendahuluan. Tanaman sengon memiliki nama latin Paraserianthes falcataria L Nilsen. Tanaman sengon masuk dalam familia leguminosae dengan subfamily Mimosoidae. Sengon merupakan tanaman serbaguna, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang bervariasi. Sengon memiliki berbagai manfaat dari daun sampai akar bisa digunakan Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember, dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Februari 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) Faktorial. Dengan perlakuan Kosentrasi H2SO4 H0 0% atau tanpa perlakuan. H1 0,5% H2 1% H3 1,5% dan perlakuan Suhu air W0 Suhu air normal atau tanpa perlakuan W1 50oc W2 60oc W3 70oc. Data yang telah didapatkan dari hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (Anova). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunkan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil Dan Diskusi. Parameter, kecepatan kecambah dan indeks vigor Penggunakan H2SO4 pada pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor Tidak terdapat interaksi antara penggunakan metode HWT dan metode perendaman H2SO4. Kesimpulan. Penggunakan H2SO4 dan HWT pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor.
Pemanfaatan Limbah Produksi Tempe untuk Perbanyakan Dekomposer Kotoran Sapi di Desa Rambipuji Siswadi, Edi; Rohman, Fadil; Dinata, Gallyndra Fatkhu; Utami, Christa Dyah; Salim, Abdurrahman; Shodik, Muhammad; Syauqi, Mochammad Syafiq
SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/sejagat.v2i3.6783

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung penerapan Integrated Farming System di Desa Rambipuji, Kabupaten Jember, melalui inovasi pemanfaatan limbah cair produksi tempe sebagai media perbanyakan dekomposer. Limbah rendaman kedelai yang dihasilkan oleh industri rumah tangga tempe memiliki kandungan bahan organik tinggi seperti protein, karbohidrat, dan mineral, yang sangat potensial sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme pengurai. Dekomposer hasil perbanyakan kemudian dimanfaatkan dalam proses pengolahan bahan organik dari sektor peternakan, khususnya kotoran sapi, menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, praktik lapang, dan pendampingan teknis kepada kelompok tani setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memperbanyak dekomposer secara mandiri dengan memanfaatkan limbah produksi tempe serta menggunakannya untuk mempercepat proses pengomposan. Penggunaan dekomposer lokal terbukti mempercepat waktu fermentasi dan menghasilkan kompos dengan ciri fisik yang memenuhi kriteria kompos matang. Aplikasi kompos pada lahan pertanian menunjukkan pertumbuhan tanaman padi yang lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan kompos. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan masyarakat, pengurangan pencemaran lingkungan, serta peningkatan produktivitas pertanian secara terpadu.
Pengaruh Grindsize dengan Teknik Seduhan V60 Terhadap Uji Organoleptik Kopi Robusta Argopuro (Coffea canephora) Siska; Fatimah, Titien; Salim, Abdurrahman; Asmono, Sepdian Luri
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/mz70c826

Abstract

Pendahuluan. Peningkatan permintaan  kopi dalam pasar internasional dan pasar nasional. Cara kopi diproses dan disajikan mempengaruhi budaya kopi. V60 adalah teknik penyajian kopi manual yang populer yang melibatkan penuangan air di atas bubuk kopi menggunakan filter (metode pour over). Ukuran gilingan bubuk kopi mempengaruhi ekstraksi dan rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran gilingan yang ideal untuk tiga kategori (P1 - halus, P2 - sedang, P3 - kasar) dalam kaitannya dengan teknik penyeduhan V60. Metode Pengumpulan Data. Faktor yang digunakan yaitu dengan beberapa grindsize kopi dengan 3 level grindsize yang berbeda, P1 grindsize 0,38 mm; P2 grindsize 1 mm, dan P3 grindsize 1,5 mm. Perlakuan masing – masing diulang 98 kali, dimana ulangan tersebut ialah panelis (pelaku uji organoleptik). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh panelis, termasuk mahasiswa dan pengunjung kafe Moka. Parameter pengamatan yang di uji adalah Aroma, Flavour, Acidity, Aftertaste, dan Body. Analisa Data. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok non Faktorial. Hasil dan Diskusi. Pada penelitian ini, perbedaan ukuran gilingan pada aspek aroma dan aftertaste berpengaruh terhadap tingkat kesukaan konsumen pada kopi Robusta Jember. Sedangkan pada parameter lainnya seperti flavour, acidity, dan body, perbedaan ukuran gilingan hanya mempengaruhi dari segi nilai. Simpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh Grindsize dengan teknik seduhan V60 terhadap uji organoleptik kopi robusta argopuro berpengaruh sangat nyata.
Pengaruh Aplikasi Basiscrop (Bacterial Synergy For Increasing Sugarcane Growth And Production) Pada Pertumbuhan Tebu Hermawan Syah, Lucky Yusuf; Irawan, Triono Bambang; Asmono, Sepdian Luri; Salim, Abdurrahman
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/ngs2g590

Abstract

Pendahuluan. Penggunaan varietas yang sesuai dan pemberian unsur hara yang tepat diharapkan dapat menjadi alternatif peningkatan produksi tebu. Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) merupakan mikroba menguntungkan yang hidup bebas di rhizosfer, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengauh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Januari 2024 di lahan Politeknik Negeri Jember. Metode analis yang digunakan yaitu menggunakan uji T test independen, dengan melakukan 3 perlakuan dan setiap perlakuan terdapat 30 unit. Analisis Data. Data yang telah didapatkan dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji T test independen. Hasil Dan Diskusi. Berdasarkan hasil analisis ragam dengan menggunakan Uji-T menunjukkan bahwa perlakuan pemberian PGPR dengan kombinasi pupuk an organik dan dosis basiscrop yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada 120 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 HST, 60 HST dan 90 HST. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pengurangan pemberian pupuk anorganik dan penambahan aplikasi basiscrop sangat bepengaruh pada tinggi tanaman dan diameter batang pada fase vegetative tebu.
Pengaruh Aplikasi Insektisida Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak Tembakau (Spodoptera litura F.) Purwanto, Muh Maulido Eka; Wardati, Irma; Asmono, Sepdian Luri; Salim, Abdurrahman
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/4ctn5z51

Abstract

Pendahuluan. Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman tembakau, hama ulat grayak dapat menyebabkan turunnya produksi tembakau. Ada beberapa cara untuk mengendalikan hama salah satunya yaitu dengan menggunakan insketisida Asap Cair tempurung Kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2024 bertempat di Laboratorium Perlindungan Tanaman Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi insektisida asap cair terhadap mortalitas hama ulat grayak. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yaitu, konrol asap cair tempurung kelapa 2%, asap cair tempurung kelapa 4% dan asap cair tempurung kelapa 6%. Parameter yang diamati yaitu mortalitas, LT50, dan perubahan fisik. Analisa Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial, apabila hasil menunjukan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNT 5%, sedangkan LT50 menggunakan analisi probit. Simpulan. Penelitian ini menunjukan Insektisida Asap Cair Tempurung Kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama ulat grayak dengan nilai LT50 tercepat 25jam pada perlakuan P3 asap cair tempurung kelapa 6%.
Perbandingan Karakteristik Fisikokimia Asap Cair Grade 1, 2, dan 3 Berbasis Limbah Perkebunan Febriani, Dinda; Nuraisyah, Anni; Rahmawati, Rahmawati; Salim, Abdurrahman; Ardhana, Charmelia Dwi; Nagitara, Fabe Satria
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan sektor perkebunan yang berkembang pesat, khususnya pada komoditas kopi, kelapa, dan kakao. Namun, limbah hasil pengolahan komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah perkebunan seperti kulit tanduk kopi, kulit buah kopi, tempurung kelapa, dan kulit buah kakao berpotensi diolah menjadi asap cair melalui proses pirolisis dan pemurnian bertingkat. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fisikokimia asap cair grade 1, grade 2, dan grade 3 yang dihasilkan dari empat jenis limbah perkebunan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor, yaitu jenis bahan baku dan tingkat grade asap cair, dengan total 36 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi suhu proses, waktu pirolisis/destilasi, rendemen, warna, densitas, dan pH. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemurnian berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter kualitas asap cair. Grade 1memiliki rendemen tertinggi (86,29-89,94%), warna paling jernih, dan pH sesuai standart pangan sehingga berpotensi sebagai pengawet alami. Grade 2 memiliki rendemen menengah dan sesuai dan sesuai untuk aplikasi pertanian,sedangkan grade 3 memiliki rendemen terendah, warna paling pekat, dan kandungan tar tinggi sehingga direkomendasikan untuk aplikasi non pangan. Tempurung kelapa pada grade 1 merupakan kombinasi paling potensial untuk pengawet alami atau pestisida nabati.
Sosialisasi Pengaplikasi Centrifugal Force Dalam Memproduksi Minyak Kelapa Murni Rudi Wardana; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Setyo Andi Nugroho
Journal of Community Development Vol. 3 No. 3 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i3.110

Abstract

Cooking oil is one of the staple ingredients that is widely used in household and industrial needs. The high price of cooking oil has an impact on the food security of a family. Repeated use of cooking oil will also have an impact on family health. So it is necessary to socialize the healthy and quality cooking oil using virgin coconut oil. The purpose of this socialization was directed to the group of housewives in Pumo Village, Wuluhan District, Jember Regency. The economic condition of this housewife is classified as lower middle class. The Pumo Village Housewives Group (partner) is located in a coastal area with extraordinary coconut potential. Utilization of coconut is only limited to being sold in the form of coconuts, either young (degan) or old (copra). Though the potential will be greater if the processing is carried out, especially in the form of pure coconut oil. The solution offered to this problem is the application of science and technology with simple technology, namely centrifugal force as an effort to become independent partners in producing virgin coconut oil. The virgin coconut oil produced is not only to support family food security, but also to be a business opportunity for partners. The results of this service, the community can know the techniques of making, packaging products and entrepreneurship in the field of making virgin coconut oil.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Mamluatul Ais; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Nisa Budi Arifiana
Jurnal Javanica Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v3i1.2024.39-49

Abstract

Tanaman kakao sebelum dipindahkan ke lapang harus melewati tahap pembibitan dengan jangka waktu 4-5 bulan. Pupuk organik limbah tahu menjadi alternatif karena kandungan unsur hara bisa memperbaiki pertumbuhan kakao. Bibit kakao dapat tumbuh dengan baik setelah pindah tanam, sehingga akan menghasilkan buah berkualitas, oleh karena itu saat panen bisa maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan POC dari limbah tahu terhadap pembibitan tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2023 di lahan pembibitan Laboratorium Benih Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu POC limbah tahu konsentrasi T0 (urea 2 gram/liter), T1 (50 ml/liter), T2 (100 ml/liter), T3 (150 ml/liter), dan T4 (200 ml/liter) dengan pengaplikasan 1 bulan sekali selama umur bibit 116 hari sebanyak 140 bibit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pada parameter tinggi (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai), berat basah akar (gram), dan berat kering akar (gram). Perlakuan terbaik ada pada perlakuan T1.
Co-Authors Abdul Madjid Abdul Madjid Afifah, Ngizatul Ainul Yaqin Anggraeni, Dwi Ayu Angrenani, Arin Berliana Anni Nur Aisyah Anni Nuraisyah Ardhana, Charmelia Dwi Basuki, Basuki Devi Puji Sutoyo Putri Diablo Cardilac Dinata, Gallyndra Fathku Dinata, Gallyndra Fatkhu Elfrida Ratnawati Eliyatiningsih, Eliyatiningsih Fatimah, Titien Fatimah, Titien Fauziah, Virda Fazira, Shima Kunaza Febriani, Dinda Firmansyah, Frenza Fairuz Hasyim Asyari Hermawan Syah, Lucky Yusuf Ilham Akbar Adi Jatmiko Irawan, Triono Bambang Irma Wardati Jumiatun Lailatul Hikmah Majidah Mamluatul Ais Muhammad Rijal Alfian Nagitara, Fabe Satria Nanang Dwi Wahyono Nartarisa Kartika Amalia Nisa Budi Arifiana Novie Pranata Erdiansyah Nur Amelia Agustin Nur uhammad Haqiqi Nuraisyah, Anni Nurfiana, Yuni Nurul Hidayat Pertami, Rindha Rentina Darah Purnomo, Ferdi Purwanto, Muh Maulido Eka Putri, Inge Wiliandani Setya Rafiantika Megahnia Prihandini Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Randi Pratama Murtikusuma Refa Firgiyanto Rifqi Ubaidillah Yahya Rindha Rentina Darah Pertami Rochmadian Istika Suspramirda Rohman, Fadil Rudi Wardana S Sugiyarto Sandi Widiyanto Setoko, Ujang Setyo Andi Nugroho Shodik, Muhammad Siska Siswadi, Edi Sony Setiawan Suprayogi Susi Setiawani Suwardi Suwardi Syauqi, Mochammad Syafiq Tri Rini Kusparwanti Tri Rini Kusparwanti, Tri Rini Triono Bambang Irawan Ujang Setyoko Utami, Christa Dyah Wardati, Irma Wilujeng, Elly Daru Ika Wulandari, Antika Yudha, Bhima Reformana Zilvanhisna Emka Fitri