Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Devi Puji Sutoyo Putri; Abdurrahman Salim; Titien Fatimah; Irma Wardati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/74mh8f06

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea robusta L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hasil panen kopi dapat memberi sumbangan devisa negara cukup besar sebagai sumber devisa dalam menopang pembangunan nasional. Permasalahan utama pada tanaman kopi adalah tidak tersedianya bibit skala besar dan serempak. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan umur produktif. Pemberian pupuk merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam. Salah satu alternatif yaitu menggunakan pupuk organik yang ramah akan lingkungan, yaitu pupuk organik cair (POC) yang berbahan dasar limbah tahu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) limbah tahu terhadap tanaman kopi pada masa pertumbuhan. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilakukan di Lahan Teknologi Produksi Benih Politeknik Negeri Jember pada bulan Agustus – November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P0 merupakan kontrol, P1 sebanyak 25%, P2 sebanyak 50%, dan P3 sebanyak 75%. Hasil dan Diskusi. Dari hasil analisa data yang dilakukan, perlakuan aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu berpengaruh nyata hanya pada parameter volume akar. Simpulan.  Hasil konsentrasi terbaiknya yaitu pada P3 sebanyak 75%.
Respon Pertumbuhan Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Komposisi Media Tanam Dan POC Air Cucian Beras Nartarisa Kartika Amalia; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Setyo Andi Nugroho
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/72xkrj17

Abstract

Pendahuluan. Kakao merupakan salah satu komoditi penting yang dapat membantu perekonomian di Indonesia. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2023 sampai bulan Januari 2024 di lahan Kebun Inovasi Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri dari 3 taraf meliputi M1 (top soil : pasir) perbandingan 1:1, M2 (top soil : pasir : arang sekam) perbandingan 1:1:1, M3 (top soil : pasir : arang sekam) perbandingan 1:1:2. Faktor kedua adalah pupuk organik cair air cucian beras yang meliputi B0 (sebagai kontrol), B1 (100 ml/polibag), B2 (200 ml/polibag), B3 (300 ml/polibag) Hasil dan Diskusi. Pemberian komposisi media tanam memberikan hasil berbeda sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah akar, dan berat kering akar dengan perlakuan terbaik pada perlakuan M1 (top soil:pasir perbandingan 1:1). Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan memberikan komposisi media tanam dan pupuk organik cair air cucian beras menunjukkan pengaruh interaksi tidak berbeda nyata.
Efektivitas Konsentrasi Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Nur Amelia Agustin; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/denqcr85

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffia arabica L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Agar tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik, pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan pada tahap pembibitan. Permasalahan utama tanaman kopi adalah tidak tersedianya benih berkualitas tinggi. Untuk mencapai pertumbuhan tanaman kopi yang baik, perlu dilakukan upaya konservasi untuk mendukung pertumbuhan benih yang berkualitas dengan menggunakan pupuk anorganik sejak tahap pembibitan. Sebagai alternatif untuk mempercepat pertumbuhan kopi, juga bisa menambahkan zat pengatur tumbuh  eksogen. Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik dan bukan merupakan unsur hara, namun bila digunakan dengan benar dapat mendukung proses fisiologis pada tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian konsentrasi air kelapa yang optimal terhadap pertumbuhan benih tanaman kopi arabika. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember yang dilaksanakan pada bulan Oktober - Januari 2024. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial. Terdapat 5 perlakuan air kelapa,perlakuan P0: (kontrol/urea), P1 : Konsentrasi air kelapa 20% , P2 : Konsentrasi air kelapa 35% , P3 : Konsentrasi air kelapa 50%, P4: Konsentrasi air kelapa 65%. Pada pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 16 MST sebanyak 125 bibit kopi arabika. Hasil dan Diskusi. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan 16 MST pada perlakuan P3 konsentrasi 50%,parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,66 cm,parameter diameter bibit dengan rata-rata 1,00 cm,parameter jumlah daun dengan rata-rata 6,65 pasang,parameter berat basah tajuk dengan rata-rata 4,87 gr,parameter berat kering tajuk dengan rata-rata 4,13 gr,dan berat kering akar dengan rata-rata 2,32 gr. Simpulan. Perlakuan terbaik adalah perlakuan P3 konsentrasi 50 %. 
Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Ilham Akbar Adi Jatmiko; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qng1xg56

Abstract

Pendahuluan.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian sebagai peningkat devisa negara. Benih kakao termasuk benih rekalsitran yang dimana benih kakao tidak dapat disimpan lama. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ii dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di Lab. Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Serbuk Gergaji dan M2: Arang sekam padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan 5 hari, P2: Penyimpanan 10 hari, dan P3: Penyimpanan 15 hari Hasil dan Diskusi. Perbedaa media simpan berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan panjang kecambah. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air sebelum penyimpanan dan berpengaruh  nyata terhadap benih berjamur. Simpulan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan media simpan dan lama penyimpanan pada semua parameter.
Pemberian Asam Sulfat dan Hot Water Treantmet Sebagai Upaya  Pematahan Dormansi Pada Benih Sengon (Paraserianthes falcataria) Rochmadian Istika Suspramirda; Nanang Dwi Wahyono; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/43ywwe48

Abstract

Pendahuluan. Tanaman sengon memiliki nama latin Paraserianthes falcataria L Nilsen. Tanaman sengon masuk dalam familia leguminosae dengan subfamily Mimosoidae. Sengon merupakan tanaman serbaguna, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang bervariasi. Sengon memiliki berbagai manfaat dari daun sampai akar bisa digunakan Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember, dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Februari 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) Faktorial. Dengan perlakuan Kosentrasi H2SO4 H0 0% atau tanpa perlakuan. H1 0,5% H2 1% H3 1,5% dan perlakuan Suhu air W0 Suhu air normal atau tanpa perlakuan W1 50oc W2 60oc W3 70oc. Data yang telah didapatkan dari hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (Anova). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunkan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil Dan Diskusi. Parameter, kecepatan kecambah dan indeks vigor Penggunakan H2SO4 pada pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor Tidak terdapat interaksi antara penggunakan metode HWT dan metode perendaman H2SO4. Kesimpulan. Penggunakan H2SO4 dan HWT pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor.
Pemanfaatan Limbah Produksi Tempe untuk Perbanyakan Dekomposer Kotoran Sapi di Desa Rambipuji Siswadi, Edi; Rohman, Fadil; Dinata, Gallyndra Fatkhu; Utami, Christa Dyah; Salim, Abdurrahman; Shodik, Muhammad; Syauqi, Mochammad Syafiq
SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/sejagat.v2i3.6783

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung penerapan Integrated Farming System di Desa Rambipuji, Kabupaten Jember, melalui inovasi pemanfaatan limbah cair produksi tempe sebagai media perbanyakan dekomposer. Limbah rendaman kedelai yang dihasilkan oleh industri rumah tangga tempe memiliki kandungan bahan organik tinggi seperti protein, karbohidrat, dan mineral, yang sangat potensial sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme pengurai. Dekomposer hasil perbanyakan kemudian dimanfaatkan dalam proses pengolahan bahan organik dari sektor peternakan, khususnya kotoran sapi, menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, praktik lapang, dan pendampingan teknis kepada kelompok tani setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memperbanyak dekomposer secara mandiri dengan memanfaatkan limbah produksi tempe serta menggunakannya untuk mempercepat proses pengomposan. Penggunaan dekomposer lokal terbukti mempercepat waktu fermentasi dan menghasilkan kompos dengan ciri fisik yang memenuhi kriteria kompos matang. Aplikasi kompos pada lahan pertanian menunjukkan pertumbuhan tanaman padi yang lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan kompos. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan masyarakat, pengurangan pencemaran lingkungan, serta peningkatan produktivitas pertanian secara terpadu.
Respon Pertumbuhan Bud Set Tebu Terhadap Pemberian ZPT Air Kelapa Muda Yahya, Rifqi Ubaidillah; Salim, Abdurrahman; Nuraisyah, Anni; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.87-94

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan satu-satunya penghasil gula putih Indonesia. Satu metode pembenihan yang digunakan dalam mengembangkan benih unggul adalah teknik bud set. ZPT air kelapa adalah salah satu bahan alami yang mempunyai aktivitas sitokinin untuk pembelahan sel dan mendorong pembentukan organ. Air kelapa mampu menyediakan berbagai kebutuhan nutrisi bagi perkembangbiakan tumbuhan. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial dengan 1 faktor yaitu : konsentrasi air kelapa, dengan perlakuan diantaranya ; P0: (kontrol), P1 : Konsentrasi air kelapa 15% , P2 : Konsentrasi air kelapa 25% , P3 : Konsentrasi air kelapa 35% , P4: Konsentrasi air kelapa 45%, P5: Konsentrasi air kelapa 55% dengan pengaplikasian 2 minggu sekali selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pada parameter panjang tanaman (cm) jumlah daun (helai), diameter batang (mm), berat segar akar (gr) dan berat kering Akar (gr).