Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI GURU SMA NEGERI PLUS SUKOWONO DENGAN PELATIHAN PENULISAN BUKU BER-ISBN Murtikusuma, Randi Pratama; Afifah, Ngizatul; Mutammam, Muhamad Badrul; Salim, Abdurrahman
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.6995

Abstract

The book writing training with an International Standard Book Number (ISBN) for teachers at SMA Negeri Plus Sukowono was carried out as an effort to improve literacy and writing productivity among educators. Teachers’ enthusiasm for writing was quite high, but most still faced difficulties in preparing systematic manuscripts and understanding the procedures for publishing ISBN books. This community service activity was implemented using a participatory approach through three main stages, namely needs identification, material delivery, and writing assistance. The training materials covered finding book ideas, understanding structures and types of books, and avoiding plagiarism in writing. The activity was conducted in the form of interactive lectures, hands-on drafting practice, and question-and-answer sessions. The final results showed a significant increase in participants’ understanding of the training materials. Some participants successfully compiled outlines and began writing their own book manuscripts. This activity served as an initial step in establishing a school literacy culture centered on teachers’ work, while also opening up opportunities for higher-quality publications in the future. ABSTRAK Kegiatan pelatihan penulisan buku dengan International Standard Book Number (ISBN) bagi guru SMA Negeri Plus Sukowono dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dan produktivitas karya tulis di kalangan pendidik. Antusiasme guru dalam menulis cukup tinggi, tetapi sebagian besar masih menghadapi kendala dalam menyusun naskah yang sistematis dan memahami prosedur penerbitan buku ber-ISBN. Pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, dan pendampingan penulisan. Materi pelatihan mencakup menemukan ide penulisan buku, sistematika dan jenis-jenis buku, serta menghindari plagiarisme dalam penulisan buku. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk ceramah interaktif, praktik langsung penyusunan draf buku, serta sesi tanya jawab. Hasil akhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi pelatihan. Sebagian peserta berhasil menyusun kerangka dan mulai menulis naskah buku masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi sekolah berbasis karya guru, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya publikasi yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Evaluating the impact of amino acid spray on melon (Cucumis melo L.) growth under hydroponic conditions at Polije SGH Kusparwanti, Tri Rini; Pertami, Rindha Rentina Darah; Ermawati, Netty; Suwardi, Suwardi; Salim, Abdurrahman
AGROMIX Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v16i1.4895

Abstract

Introduction: Melon (Cucumis melo L.) is one of the horticultural plants of the fruit type which is included in the gourd tribe or Cucurbitaceae family. The problem of melon cultivation in the field is that it requires intensive maintenance, is susceptible to pests and diseases, uses less efficient nutrients, is sensitive to weeds, and has less controlled growth. The above problems can be overcome by hydroponic techniques. In hydroponic techniques, environmental resources are easier to control and the results obtained are more satisfying compared to conventional cultivation, especially in open fields. Amino acids are proteins that have been broken down through the metabolic process into small molecules. In addition to humans, plants also need amino acids to increase overall yields and quality. Methods: This study aims to determine the effect of providing the best Amino Plant concentration for the growth and production of melon plants. This study was conducted in June - October 2022 at the Smart Green House (SGH) of Jember State Polytechnic. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of one factor, namely the concentration of Amino Acid with 3 levels, namely P1 (4 mg/L), P2 (8 mg/L), and P3 (12 mg/L). Results: The results of the study showed that the administration of Amino Acids at a dose of 2 g/L gave results that were not significantly different (ns) in all parameters and showed that there was no effective concentration for melon growth and production in all parameters.Conclusion: Based on the results of this research, it is recommended to carry out further research by applying Amino Plant according to the guidelines on the packaging. It is necessary to calibrate the drip irrigation or fertigation system so that the nutrient flow is uniform.
APLIKASI EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEBU VARIETAS BULULAWANG DENGAN METODE BUD SET Purnomo, Ferdi; Salim, Abdurrahman
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tebu adalah sumber utama gula yang penting bagi manusia. Permintaan gula meningkat, tetapi industri kesulitan memenuhi kebutuhan akibat pertumbuhan populasi dan kekurangan bahan baku. Salah satu solusi adalah menggunakan Zat Pengatur Tumbuh untuk mempercepat pertumbuhan tebu. Penelitian di Politeknik Negeri Jember menilai pengaruh ekstrak bawang merah pada pertumbuhan bibit tebu dari September hingga Desember 2024. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan konsentrasi ekstrak bawang merah sebesar 10%, 30%, 50%, dan 70%, serta kontrol dengan NPK. Parameter yang diamati diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan,berat basah akar dan berat kering akar. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada jumlah daun dan berat basah akar di konsentrasi 50%. Juga ada hasil signifikan pada jumlah anakan dan berat kering akar. Meskipun tidak ada perbedaan signifikan pada diameter batang dan tinggi tanaman, konsentrasi 70% menunjukkan hasil terbaik, dengan rata-rata diameter batang 23,48 dan tinggi 134,1 pada umur 12 minggu.
PENGARUH PGPR DAN MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEBU Yaqin, Muhammad Ainul; Salim, Abdurrahman
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi menurunnya produksi tanaman tebu yaitu, pertanian modern yang menggunakan pupuk anorganik. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan PGPR dan pupuk kandang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR dan pupuk kandang, serta untuk mengetahui pengaruh interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan tanaman tebu. Penelitian ini menggunakan RAK Faktorial, perlakuan 1 konsentrasi PGPR dan perlakuan 2 pupuk kandang sapi dan kambing. Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat parameter yang menunjukkan berbeda nyata yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, dan berat basah berangkasan. Penggunaan PGPR dan pupuk kandang pada pertumbuhan tanaman tebu dapat menjadi alternatif untuk menggantikan pupuk anorganik.
Pemanfaatan Metarhizium sebagai Agens Hayati di Kelompok Tani Ngudi Kaweruh, Kabupaten Jember Siswadi, Edi; Utami, Christa Dyah; Dinata, Gallyndra Fathku; Salim, Abdurrahman; Rohman, Fadil
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7425

Abstract

The Ngudi Kaweruh Farmer Group is one of the farmer groups in Tegal Rejo Hamlet, Sabrang Village, Ambulu Subdistrict, Jember Regency, which cultivates shallots. The obstacle complained about by this farmer group is the high price of inorganic pesticides in the field. Pesticides do not receive subsidies from the government, while in shallot farming, farmers cannot avoid the use of inorganic pesticides. Based on the problems faced by our partners, we provided an alternative solution, namely the use of Metarhizium as a biological agent to control red onion pests. The program was implemented from February to May 2025. The stages of implementation included surveys and discussions, socialization of the use of Metarhizium, and discussions and assistance. The results of the activity showed that the use of Metarhizium can save farmers' expenses for purchasing inorganic pesticides, control pests, and is environmentally friendly. Farmers can see the real impact of using Metarhizium in shallot cultivation. Therefore, farmers do not hesitate to use Metarhizium to control pests that attack shallots.
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Lailatul Hikmah; Abdurrahman Salim; Abdul Madjid; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/b4ync553

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao. L) merupakan komoditas eskpor unggulan yang sangat potensial di negara Indonesia. Sedangkan masa pembibitan bibit yang baik berumur 3 sampai 6 bulan. Pembibitan tanaman kakao yang optimal akan menghasilkan tanaman buah kakao yang berkualitas dengan tingkat hasil panen yang maksimal. Media tanam pada masa pembibitan harus dilakukan pemeliharaan selama proses pembibitan . Salah satu proses pemeliharaan yang dapat digunakan adalah pemupukan. Alternatif pupuk yang dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia atau anorganik dengan memanfaatkan urine hewan kelinci sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari bahan baku urine kelinci pada masa pembibitan tanaman kakao. Metode penelitian yang digunakan pada yaiu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 4 taraf Perlakuan yaitu POC Urine Kelinci dosis P0 sebanyak 0 ml, P1 sebanyak 50 ml, P2 sebanyak 100 ml, dan P3 sebanyak 150 ml dengan frekuensi pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 90 hari pada tanaman kakao sebanyak 140 bibit. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 90 HST parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 25,64 cm, diameter batang dengan rata-rata 0,43 cm, jumlah daun dengan rata-rata 9,04 helai, berat basah total tajuk tanaman dengan rata-rata 9,36 gram, dan berat kering total tajuk tanaman dengan rata-rata 2,69 gram.
Analisa Faktor Pertumbuhan Tebu Terhadap Berat Nira Tebu (Saccarum officinarum L.) Sony Setiawan; Abdurrahman Salim; Triono Bambang Irawan; Sepdian Luri Asmono
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/7094j190

Abstract

Pendahuluan. Tanaman  Tebu  (Saccarum  officinarum)  adalah  jenis  tanaman  perkebunan  satu musim  atau  siklus  hidupnya  sekali  dalam  satu  tahun. Sifat dari tanaman  tebu  yaitu  batang  tanamannya  mengandung  glukosa. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan data yang sudah tersedia di Pg. Prajekan, meliputi data Panjang batang, Berat batang, Jumlah Ruas dan Berat Nira. Data yang dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda.  Hasil dan Diskusi. Dilihat dari hasil perhitungan anova yaitu bahwa F 816.894 lebih besar dari F Tabel 5% adalah 2.553. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Setiap variabel panjang batang, berat batang, jumlah ruas dan diameter batang secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel berat nira. Variabel panjang batang, jumlah ruas, dan diameter batang secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel berat nira. sedangkan berbeda dengan variabel berat batang yang menunjukkan bahwa secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel berat nira. Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa  panjang batang, berat batang, jumlah ruas dan diameter batang secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan.
Pengaruh PGPR Akar Kelapa Sawit dan Trichoderma sp. Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Varietas DXP Simalungun Sandi Widiyanto; Irma Wardati; Abdurrahman Salim; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/dn9b6e18

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) berasal dari Nigeria, Afrika Barat. Pembibitan pada budidaya kelapa sawit ada dua tahap, yaitu pembibitan awal (pre nursery) dan pembibitan utama (main nursery). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi PGPR akar kelapa sawit dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (elaesis guinnesis jacq.) varietas dxp simalungun di akhir main nursery. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2023 di Laboratorium Lapang Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan untuk penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial terdiri dari 4 perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan, Adapun perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan P0 : tanpa aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. P1 : aplikasi PGPR (kerapatan 106  CFU), P2 : aplikasi Trichoderma sp. (kerapatan 109 spora/ml), P3 :aplikasi PGPR (kerapatan 106 CFU) + Trichoderma sp. (kerapatan 109 spora/ml). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah pelepah, volume akar. Hasil dan Diskusi. Aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. berpengaruh sangat nyata  terhadap jumlah pelepah 37 MST dan volume akar pada umur 43 MST, berpengaruh nyata terhadap jumlah pelepah 35 MST dan 39 MST, serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang bibit kelapa sawit main nursery. Simpulan. Aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang bibit kelapa sawit main nursery.
Pengaruh Sinergitas Mikroba Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum Offichinarum. L) di Kebun Ramban Wetan 1 PG Pradjekan Bondowoso Nurul Hidayat; Anni Nuraisyah; Abdurrahman Salim; Ujang Setyoko
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/d26x7817

Abstract

Pendahuluan. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penghasil gula yang menjadi salah satu penghasil karbohidrat. Produksi gula tahun 2020 yang mencapai 2,12 juta ton mengalami penurunan dari tahun 2019 yang sebanyak 2,23 juta ton. Rendahnya produksi gula tersebut diakibatkan oleh rendahnya produktivitas tebu yang hanya mencapai 52,2 ton per hektar.Hal ini disebabkan oleh kondisi lahan yang kritis akibat penggunaan pupuk anorganik yang belum tepat dan efisien dalam meningkatkan pertumbuhan. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah salah satunya dengan melakukan penambahan bahan organik yang tergabung dalam sebuah zat yaitu sinergitas mikrobia. Sebab bahan organik dapat meningkatan porositas tanah, status kadar air dalam tanah, dan memperbaiki struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sinergitas mikrobia terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum.L)   Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai bulan Maret 2023 di lahan Ramban Wetan 1 PG Pradjekan Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan yaitu Uji Independent Simple T-tes yang terdiri atas 2 perlakuan, yaitu perlakuan pertama tanaman kontrol (pupuk ZA 8 kw/ha, SP36 2 kw/ha, KCL 2 kw/ha) dan perlakuan kedua yaitu ( pupul blotong, bakteri tanah, bakteri PGPR akar tebu, asam amino) + pupuk anorganik dosis 50% (ZA, SP36 dan KCL). Terdiri dari 2 Perlakuan yaitu tanaman tebu kontrol atau A0 (pupuk Za 8kw/ha, SP36 2kw/ha, KCL 2kw/ha) dan tanaman tebu aplikasi atau A1 (pupuk blotong, bakteri tanah, PGPR akar tebu, asam amino + pupuk Za 4kw/ha, SP36 1kw/ha, KCL 1kw/ha). Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang sangat nyata pada parameter jumlah anakan (tunas), tinggi batang (cm) dan diameter batang (mm). Sedangkan pada parameter jumlah daun menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata. Selain itu pada kandungan klorofil daun tebu menunjukkan perlakuan A1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A0. Simpulan. Perlakuan pemberian sinergitas mikrobia terhadap pertumbuhan vegetative tanaman tebu memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun, Namun memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata pada parameter jumlah anakan, tinggi batang dan diameter batang. Kandungan klorofil pada perlakuan A1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A0
Alikasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Pada Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas VMC Suprayogi; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/afbkr047

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Pada Bibit Tebu. Metode Pengumpulan Data.  Penelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Jember provinsi Jawa timur dan dilaksanakan pada September 2023 sampai dengan bulan Desember 2023. Rancangan penelitian yang digunakan berupa rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6  perperlakuan P0 = 0% , P1 = 10% ( 100 ml pupuk cair + 900 ml air ) , P2 = 20% ( 200 ml pupuk cair + 800 ml air ), P3 = 30% ( 300 ml pupuk cair + 700 ml air ), P4 = 40% ( 400 ml pupuk cair + 600 ml air ), P5 = 50% ( 500 ml pupuk cair + 500 ml air ), yang diulang 4 ulangan, sehingga terdapat 24 unit perlakuan  dan setiap unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. ANOVA digunakan untuk mengurangi keragaman data. Apa biladiperoleh hasil beda nyata lebih besar dari F-tabel 5%   kemudian di uji lanjut menggunakan Uji Trend 5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, diameter batang, tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah dan berat kering akar. Hasil dan Diskusi.   Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian POC daun lamtoro tidak memberikan pengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Simpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk organik cair daun lamtoro (Leucaena leucocephala) pada bibit tebu (Saccharum officinarum L.) varietas VMC berbeda tidak nyata (non signifikan) namun perlakuan P2 (20%) memberikan nilai rerata lebih baik apabila dibandingkan dengan perlakuan yang diujikan lainnya.