Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SISTEM PENGETANAHAN ELEKTRODA PELAT PADA GARDU HUBUNG GOMONG MATARAM DITINJAU DARI TEGANGAN LANGKAH Ni Made Seniari; Nawi Naufan Nada; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.206

Abstract

Sistem proteksi petir (SPP) eksternal yang memiliki fungsi menyalurkan arus petir didalam tanah (bumi)adalah elektroda pengetanahan. Arus yang dialirkan didalam tanah menimbulkan medan listrik (E), tegangan langkah (ΔV) dan arus di permukaan tanah (IT), hal ini dapat membahayakan objek disekitar SPP. Objek yang diamati yaitu gardu hubung (GH)Gomong Mataram yang tersambar petir langsung 18, 30, 392 kA;25,100, 200 kHz. GH Gomong memilikipengetanahan 2 pelat sejajar masing-masing 1×0,5 m2 berjarak 12 m yang ditanam 1 m dibawah permukaan tanah. Simulasi menunjukkan dengan injeksi392 kA;200 kHz pada posisi masing-masing (0;-6,1;-1,5) dan (0;6,1;-1,5)menghasilkan nilai E= 0,1282 V/m, ΔV= 2,137 V, dan IT =0,007916 A.Rekomendasi penambahan pelat dan pengetanahan grid tidak dilakukan karena nilai tegangan langkah masih dibawah standar IEEE std 80-2000 yaitu 7 kV.
STUDI POLA OPERASI DAN KONSUMSI ENERGI POMPA KOLAM RENANG DI HOTEL RAMADA CAMAKILA DAN RAMADA BINTANG I Gede Ginarsa; I N. Satya kumara; A. Ibi Weking
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 1 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.777 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i01.p14

Abstract

The Ramada Bintang and Ramada Camakila hotels have pools of nearly equal water, but these two pools have different pumping and pumping systems. Ramada Bintang uses two pumps 5 Pk works 12 hours while Ramada Camakila uses two pumps 1.5 Pk work 24 hours, the condition of both pools have the same clarity and water quality. In this study, electrical energy measurements were performed on each pump and calculated chlorine, ph and number of people taking bath in each swimming pool. The average electricity consumption per day on the Ramada Bintang hotel pumping system is Rp. 106,080 while Ramada Camakila Rp. 74,640, so the difference in electricity consumption for a year in both hotels is Rp. 10,579. 068 with the same water quality ratio.
Persepsi Konsumen Terhadap Daging Ayam Berkualitas Tinggi I Wayan Ginarsa
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10, No. 2 Juli 2010
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6917.524 KB)

Abstract

-
Perkiraan Kestabilan Tegangan Secara Dinamis Menggunakan Eksponen Lyapunov Maksimum M. Widi Triyatno; Osea Zebua; I Made Ginarsa
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4 No 1: Maret 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.185 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n1.138.2015

Abstract

Disturbances in the operation of the power system may cause disturbance in voltage stability. Therefore, dynamic voltage stability analysis before and after disturbance needs to be performed. This paper proposes dynamic voltage stability prediction using maximum Lyapunov exponent with Lampung’s electrical system as case study. Voltage stability simulation is performed with various types of disturbances that occur at line between of Baturaja substation and Bukit Kemuning substation. Time-series data of voltage measurement of simulation results at GI Baturaja is applied for voltage stability prediction analysis using maximum Lyapunov exponent. With the same number of data samples and the same time for circuit breakers to interrupt disturbances, the simulation results using maximum Lyapunov exponent show that the voltage can be stabilized at 1.7 seconds after the occurrence of the three-phase disturbance, at 1.2 seconds after the occurrence of the phase-to-ground disturbance, at 0,9 second after the occurrence of the disturbance between phase, at 1.2 seconds after the occurrence of the loss of line disturbance and 1.4 seconds after the occurrence of the loss of load disturbance. The amount of data samples used in analysis affect the time for the voltage reaches stability.
Rekonfigurasi Jaringan Distribusi untuk Meminimisasi Rugi-Rugi pada Penyulang Kabut di Gardu Induk Teluk Betung Menggunakan Metode Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) Osea Zebua; I Made Ginarsa
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.825 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.198.2016

Abstract

Distribution network reconfiguration is needed to minimize losses, especially in densely populated areas. Various reconfiguration methods and techniques have been proposed for the purpose of minimizing power losses. This paper presents a reconfiguration of the distribution network using the binary particle swarm optimization (BPSO) with a case study in Kabut feeder at the Teluk Betung substation. Reconfiguration is performed only by creating new lines without changing the number of lines. The results showed that with the planned four new lines, BPSO method can find new configuration to further minimizes losses. Active power losses resulting from the new configuration is 47.1043 kW or decreased by 1.81% of active power losses before the reconfiguration, i.e. 47.9477 kW. Voltage profile on each bus is better than those of before reconfiguration, where the minimum voltage obtained is 0.98603 per unit compared with a minimum voltage of 0.98597 per unit prior to reconfiguration. However, the selection of the best initial position of the whole of particle swarms outside loop configuration formed by new lines may cause a failure to find the best configuration.Keywords : Reconfiguration, distribution network, loss minimization, BPSO, feederAbstrak—Rekonfigurasi jaringan distribusi sangat diperlukan untuk mengurangi rugi-rugi khususnya pada daerah yang berpenduduk padat. Berbagai metode dan teknik rekonfigurasi telah diusulkan untuk tujuan meminimalkan rugi-rugi daya. Makalah ini menyajikan rekonfigurasi jaringan distribusi dengan menggunakan metode binary particle swarm optimization (BPSO) dengan studi kasus penyulang Kabut di gardu induk Teluk Betung. Rekonfigurasi dilakukan hanya dengan membuat saluran baru tanpa merubah jumlah saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan merencanakan empat saluran baru, metode BPSO dapat menemukan konfigurasi baru yang lebih meminimalkan rugi-rugi. Rugi-rugi daya aktif yang dihasilkan dari konfigurasi baru sebesar 47,1043 kW atau berkurang sebesar 1,81% dari rugi-rugi daya aktif sebelum rekonfigurasi, yakni 47,9477 kW. Profil tegangan pada setiap bus juga lebih baik dari tegangan sebelum rekonfigurasi, dimana tegangan minimum yang diperoleh adalah sebesar 0,98603 per unit dibandingkan dengan tegangan minimum 0,98597 per unit sebelum rekonfigurasi. Namun pemilihan posisi awal terbaik dari seluruh kumpulan partikel di luar lup konfigurasi yang dibentuk oleh saluran baru dapat menyebabkan kegagalan untuk menemukan konfigurasi terbaik.Kata Kunci : Rekonfigurasi, jaringan distribusi, minimisasi rugi-rugi, BPSO, penyulang
Optimal Reactive Power Dispatch untuk Meminimisasi Rugi-Rugi Daya Aktif pada Sistem Lampung Menggunakan Metode Grey-Wolf Optimizer (GWO) Osea Zebua; I Made Ginarsa
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 2: Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.647 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n2.414.2017

Abstract

Optimal reactive power dispatch has a purpose to achieve secure and economic operation of power system by regulating reactive power allocation in electric power system, such as regulating generators voltage, capacity of shunt capacitors and tap position of transformers. The optimal reactive power dispatch is complex combinatorial optimization problem and more easily solved by using artificial intelligence-based methods. This paper presents the solving of optimal reactive power dispatch problem to minimize active power loss using grey-wolf optimizer method with Lampung electrical power system as a case study. Matpower 5.1 software is used to calculate power flow and active power losses. The simulation is performed by regulating the voltage on each bus or substation connected to the generator with the limit of 0.95 pu to 1.05 pu, adjusting tap position of transformer on Gumawang and Seputih Banyak substations with a limit of 0.95 pu to 1,025 pu and regulating the capacity of shunt capacitors in Natar, Sutami and Kalianda substations with a limit of 0 to 25 MVAR. The simulation results show that the gre-wolf optimizer method can reduce the total active power losses from 18.97 MW to 18.2377MW.Keywords : optimal reactive power dispatch, grey-wolf optimizer, loss minimizationAbstrak—Optimal reactive power dispatch bertujuan untuk memperoleh operasi yang aman dan ekonomis dari sistem tenaga listrik dengan mengatur alokasi daya reaktif pada sistem tenaga listrik, antara lain dengan mengatur tegangan generator, kapasitas kapasitor paralel dan posisi tap transformator. Optimal reactive power dispatch adalah masalah optimisasi kombinasi yang kompleks dan lebih mudah diselesaikan dengan menggunakan metode-metode berbasis kecerdasan buatan. Makalah ini menyajikan penyelesaian masalah optimal reactive power dispatch untuk meminimisasi rugi-rugi daya aktif menggunakan metode grey-wolf optimizer dengan sistem kelistrikan Lampung sebagai studi kasus. Perangkat lunak Matpower 5.1 digunakan untuk menghitung aliran daya dan rugi-rugi daya aktif. Simulasi dilakukan dengan mengatur tegangan pada setiap bus atau gardu induk yang terhubung dengan generator dengan batas 0,95 pu sampai 1,05 pu, mengatur posisi tap transformator pada gardu induk Gumawang dan Seputih Banyak dengan batas 0,95 pu sampai 1,025 pu dan mengatur nilai kapasitas kapasitor pada gardu induk Natar, Sutami dan Kalianda dengan batas 0 sampai 25 MVAR. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode grey-wolf optimizer dapat mengurangi rugi-rugi daya aktif dari 18,97 MW menjadi 18,2377MW.Kata Kunci : optimal reactive power dispatch, grey-wolf optimizer, minimisasi rugi-rugi.
Pendampingan Siswa SMKN 1 Lingsar Kompetensi Teknik Energi Terbarukan Melalui Pelatihan Pengukuran Kualitas Daya Listrik Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha; I Made Ginarsa; Sudi Mariyanto Al Sasongko; Sultan Sultan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v2i3.66

Abstract

Kompetensi bidang Teknik Energi Terbarukan yang ada SMKN 1 Lingsar Kabupaten Lombok Barat, menjadi salah satu unggulan untuk sekolah kejuruan di Nusa Tenggara Barat, yang didukung dengan laboratorium yang memadai meliputi PLTMH, PLTS dan PLTBayu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan peningkatan pendampingan siswa melalui pelatihan pengukuran kualitas daya listrik sesuai standar PUIL 2011 dan IEEE Std 519-1992. Metode yang digunakan presentasi, diskusi, pretest, posttest, penggunaan alat ukur kualitas daya meliputi Digital Earth Tester, Megger dan Power Harmonic Analyzer. Kegiatan ini memberikan meningkatkan pengetahuan siswa tentang kualitas daya dengan rerata nilai pretest meningkat 70,5% dari nilai posttest. Hasil kemampuan praktik 17% sangat baik, 52% baik. Tingkat kebermanfaatan kegiatan ini 83% siswa menyatakan sangat puas dan sangat bermanfaat.
PENGGUNAAN POWER SYSTEM STABILIZER BERBASIS-RECURRENT NEURAL NETWORK TERHADAP GANGGUAN KECIL (STUDI KASUS SISTEM KELISTRIKAN LOMBOK) Rangga Akbar; I Made Ginarsa; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 2 No 1 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.071 KB)

Abstract

Perubahan beban dan gangguan kecil dapat menyebabkan kecepatan putaran rotor mengalami percepatan atau perlambatan sesaat pada sistem tenaga listrik. Fenomena ini akan membuat kualitas daya listrik yang dihasilkan menjadi menurun secara signifikan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan sebuah kontroler tambahan yang dinamakan power system stabilizer (PSS). Penelitian ini mengusulkan desain PSS berbasis-recurrent neural network (RNN). Konfigurasi RNNPSS terdiri dari dua neuro yaitu neuro identifier dan neuro controller. Neuro identifier digunakan untuk mengidentifikasi keluaran plant (single machine infinite bus, SMIB) dan neuro controller digunakan sebagai sinyal kontrol untuk memperbaiki stabilitas plant. Plant yang diteliti yaitu SMIB dan sistem kelistrikan Lombok yang disederhanakan dengan bus pembangkit Taman sebagai bus generator (machine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa plant yang dilengkapi dengan RNNPSS mampu memperbaiki stabilitas dinamik STL yang paling baik dengan rata-rata overshoot sebesar 0,1915 pu (7,04%) dan settling time 5,2995 s.
SINKRONISASI GENERATOR DENGAN PENGENDALI BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 I Made Ari Nrartha; Sultan .; Agung Budi Muljono; I Made Ginarsa; Warindi Warindi
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.227

Abstract

Generator yang masuk ke sistem jala-jala listrik harus melalui proses sinkronisasi. Syarat sinkronisasi adalah generator dan jala-jala sistem harus mempunyai urutan fase yang, maginitud tegangan setiap fase, dan frekuensi yang sama. Diperlukan pengaturan otomatis prime mover dan sistem eksitasi generator untuk memenuhi syarat sinkronisasi. Pengaturan ini mengusulkan pengaturan otomatis prime mover dan sistem eksitasi menggunakan penyearah terkendali dari sumber tegangan AC konstan ke teganagn DC variabel. Pengaturan berbasis Arduino Mega untuk mengolah hasil pengukuran sensor tegangan dan sensor frekuensi dari generator dan jala-jala listrik. Selisih hasil pengukuran sensor-sensor tersebut sebagai dasar pengaturan prime mover dan sistem eksitasi. Arduino mega mengirim sudut penyalaan untuk pengaturan prime mover dan sistem eksitasi ke arduino pro mini pada modul penyearah terkontrol untuk prime mover dan sistem eksitasi. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan kecepatan prime mover menghasilkan perubahan frekuensi generator dengan kenaikan 1 rpm menghasilkan kenaikan 0,0352 Hz. Pengaturan tegangan eksitasi menghasilkan perubahan tegangan Vrms generator dengan kenaikan 1 volt tegangan eksitasi menghasilkan kenikan tegangan generator sebesar 4.0427 volt. Kondisi sinkron yang ditunjukkan oleh sinkronoskop, selisih tegangan dan frekuensi generator dengan jala-jala listrik tiga fase yang ditampilkan LCD modul sinkronisasi adalah sebesar 0,13% untuk selisih tegangan dan sebesar 0,12% untuk selisih frekuensi.
PROGRAM PIPANISASI AIR TAWAR UNTUK PENDUDUK DAERAH PESISIR PANTAI DI DESA BATU NAMPAR Made Sutha Yadnya; Sultan Sultan; I Made Ginarsa; I Made Ari Nrartha; Desi Widianty
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i2.335

Abstract

Pengelolaan air untuk rumah tangga khusus kebutuhan mandi, cuci, dan kakus , pada daerah yang krisis air sangat sulit karena sarana dan prasara belum ada. Salah satu program pipanisasi dilaksanakan untuk menyalurkan air bersih di Desa Batu Nampar, pelaksanaan ini bersamaan dengan KKN Tematik Universitas Mataram tahun 2019. Pipanisasi dilaksanaakan untuk penyaluran air dari tendon penanpungan ke tempat mck tersebut. Jarak untuk mengambil air (tempat pengambilan air bersama tidak lebih dari 10 meter jarak antara tiap rumah penduduk. Hasil masyarakat mendapat kemudahan dalam pengambilan air.