Claim Missing Document
Check
Articles

Baharuddin R: Gaya Kepemimpinan Bupatimemajukan daerah tertinggal di Kabupaten Pasaman Barat (2010-2015) Sri Rahayu Monica; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.558 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.61

Abstract

Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas mengenai gaya kepemimpinan Baharuddin R dalam memajukan daerah tertinggal di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Baharuddin R, perjalanan hidup serta gaya kepemimpinannya sebagai bupati dalam memajukan daerah tertinggal Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu, tahap pertama heuristik, kedua kritik sumber, ketiga interpretasi, dan terakhir historiografi. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa Baharuddin R adalah sosok yang berasal darikeluarga yang sederhana. Ibunya seorang petani, sedangkan ayahnya adalah seorang tukang pedati, walaupun demikian Baharuddin R tidak pernah menyerah dalam mencapai cita-citanya. Ketika menjadi pemimpin Baharuddin R adalah sosok pemimpin yang memakai gaya kemimpinan demokratis. Baharuddin R juga terkenal sebagai pemimpin ramah, dan tidak pandang bulu dalam bergaul serta mudah berbaur dengan masyarakat biasa.
Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Kesultanan Siak Sri Inderapura sebagai Objek Wisata (2006-2019) Abdul Harits Ritonga; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.53 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.62

Abstract

Cagar Budaya adalah salah satu bentuk peninggalan sejarah yang harus dilestarikan keberadaanya, dengan nilai sejarah tersebut dapat dimanfaatkan untuk tujuan pariwisata.Kesultanan Siak Sri Inderapura telah berdiri selama tiga abad sejak awal abad 18 hingga integrasi ke dalam Republik Indonesia pada tahun 1948. Peninggalan kesultanan tersebut telah dijadikan sebagai cagar budaya yang dilindungi di Siak, sebuah kabupaten yang berdiri pada tahun 1999, dan membentuk Kawasan Cagar Budaya Kesultanan Siak Sri Inderapura. Dengan nilai sejarah dan budaya yang tinggi, pemerintah Kabupaten Siak menjadikan kawasan tersebut sebagai aset dalam mengembangkan pariwisata. Artikel ini mendeskripsikan proses pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya tersebut sebagai objek wisata, dan bersifat deskriptif melalui metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah meningkatkan pemanfaatan kawasan tersebut dengan berbagai kebijakan, pemugaran serta pengelolaan lanskap dan fasilitas di sekitarnya. Selain itu, banyak atraksi wisata dipusatkan dalam kawasan tersebut dan pemerintah memulai usaha meningkatkan hubungan luar negeri.
Peran Pemerintahan Daerah dalam Sustainable Tourism Objek Wisata Bukit Khayangan Sungai Penuh (2014-2019) Adek Putri Latipa; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.438 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.65

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian sejarah yang membahas mengenai peran pemerintah daerah dalam Sustainable Tourisme di objek wisata alam Bukit Khayangan Kota Sungai Penuh (2014-2019). Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peran pemerintah daerah menuju Sustainable Tourism di Bukit Khayangan Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dari proses: heuristik, atau pengumpulan data, kemudian dilanjutkan proses kritik sumber dan intrepetasi data, tahap akhir adalah penulisan sejarah sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Hasil penelitian ini menunjukan upaya upaya pemerintah daerah Sungai Penuh dalam persiapan Sustainable Tourism objek wisata alam bukit kahyangan yaitu, pertama aspek lingkungan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta keberagaman hayati. Kedua, aspek ekonomi dengan mendorong usaha ekonomi kreatif masyarakat sekitar yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar serta peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung. Ketiga, aspek sosial budaya dengan cara melestarikan dan mempromosikan budaya lokal sebagai daya tarik wisatawan baik lokal maupun manca negara.
Amenitas Kawasan Wisata Pantai Air Manis Tahun 2011-2018 Intan Prameswari; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.303 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.74

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pentingnya faktor amenitas dalam perkembangan pariwisata. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian sejarah. Ada beberapa langkah yang dilakukan dalam penelitian sejarah yaitu heuristik (mengumpulkan data), kritik sumber (melakukan kritik terhadap sumber data), interpretasi (melakukan penafsiran yang berhubungan dengan fakta sejarah) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menjelaskan Amenitas merupakan salah satu elemen pendukung yang harus tersedia di kawasan objek wisata Pantai Air Manis. Perkembangan Amenitas yang baik dan ideal merupakan faktor penting yang harus dikembangkan oleh Pemerintah dan Dinas Pariwisata Kota Padang. Amenitas di kawasan wisata Pantai Air Manis memiliki kekurangan dan kelebihan yang mempengaruhi perkembangan kawasan wisata. Selain itu beberapa faktor juga menjadi penghambat Amenitas di Kawasan wisata Air Manis karena kurangnya kesadaran masyarakat setempat, pengunjung dalam menjaga sarana dan prasarana yang ada.
Kawasan Objek Wisata Pantai Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan pada Masa Covid-19 Sari Lailatul Gusmi; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.412 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i1.82

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian sejarah yang membahas tentang kondisi kawasan objek Wisata Pantai Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan pada masa Covid-19. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan kondisi kawasan objek wisata Pantai Carocok Kabupaten Pesisir Selatan Pada Masa Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah: Heuristik atau pengumpulan data, setelah data didapatkan kemudian dikritik sumber menggunakan kritik eksternal dan kritik internal kemudian dilanjutkan dengan interpretasi. Tahap akhir adalah penulisan sejarah atau historiografi sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa Pandemi Covid-19 masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kawasan objek wisata pantai Carocok Painan ini mengalami keresahan terutama bagi yang membuka peluang usaha di sekitar objek wisata ini seperti pedagang, homestay dan penyedia wahana air, akibat yang dirasakan adalah merosotnya perekonomian masyarakat.
Nasib Sekolah Inpres di Kecamatan Lubuk Basung pada Masa Transisi Orde Baru Razet Eka Putra; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.928 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i1.105

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian sejarah pendidikan mengenai nasib Sekolah Inpres di kecamatan Lubuk Basung pasca Orde Baru. Tujuan peneltian untuk mendeskripsikan kondisi pendidikan pada masa Orde Baru dan mendeskripsikan pendidikan Sekolah Inpres di Kecamatan Lubuk Basung. Penelitian ini mengunakan metode sejarah dari proses: heuristik, pengumpulan data, kemudian proses kritik sumber dan intrepetasi data, tahap akhir adalah penulisan sejarah sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nasib Sekolah Inpres di Kecamatan Lubuk Basung Pada Masa Transisi Orde Baru yaitu, pertama kondisi pendidikan di Kecamatan Lubuk Basung Khususnya Sekolah Inpres pada tahun 1979-1990an jumlah siswa SD meningkat setiap tahunnya, namun pada tahun1994 jumlah siswa semakin sedikit. Kedua dengan banyaknya jumlah tamatan SD memberikan dampak di jenjang pendidikan SMP maupun SMA dimana adanya penambahan pembangunan gedung SMP dan SMA yang yang berada di Kecamatan Lubuk Basung. ketiga Sekolah Inpres pada tahun 1994 berganti nama menjadi Sekolah Dasar Negeri. keempat ada beberapa penyebab berganti namanya Sekolah Inpres menjadi Sekolah Dasar Negeri diantaranya: semakin sedikitnya jumlah murid, pindahnya Ibukota Kabupaten Agam ke Lubuk Basung, dibangunya jalan raya manggopoh Pasaman, kurangnya bantuan Pemerintah karena pada saat itu pemerintah sedang menghadapi ksisis Politik, Ekonomi, dan lain-lain.. kelima Pasca Orde Baru Sekolah Inpres tidak ada lagi di Kecamatan Lubuk Basung.
Gempa Bumi Padang Panjang dan Dampaknya terhadap Perguruan Diniyah Putri tahun 1926 - 1935 Afdal Aqzami; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.441 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i2.152

Abstract

Gempa Bumi Padang Panjang dan Dampaknya terhadap Perguruan Diniyah Putri tahun 1926 – 1935 Afdal Aqzami, Siti Fatimah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Afdalaqzami48@gmail.com Abstract This study is a historical study that discusses the events of the Padang Panjang earthquake in 1926 and its impact on Diniyah Putri College from 1926 to 1935. The purpose of the study was to describe how the impact of the 1926 earthquake on West Sumatra, especially the impact of the 1926 earthquake on Diniyah Putri College and the Development of Diniyah Putri College after the 1926 earthquake. This study uses historical research methods through four stages. The first stage, Heuristics is to find and collect sources of information to obtain related data. The second stage is the criticism of sources both internally and externally. The third stage is the analysis and interpretation of data. The fourth stage, is to describe the results of research in the form of scientific writing, namely articles. The results of this study showed that in 1926 there was an earthquake that destroyed minangkabau earth. Because of this disaster, Diniyah Putri had suffered a downturn because her school building was destroyed and other losses. But in the end Diniyah Putri can rise again from the slump and maintain her existence. Keywords: College, Diniyah Putri, Earthquakes, Development, Impact. Abstrak Penelitian ini merupakan kajian sejarah yang membahas tentang peristiwa gempa bumi Padang Panjang tahun 1926 dan dampaknya terhadap Perguruan Diniyah Putri dari tahun 1926 – 1935. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bagaimana dampak gempa bumi 1926 terhadap Sumatera Barat, terutama dampak dari gempa bumi 1926 terhadap Perguruan Diniyah Putri dan Perkembangan Perguruan Diniyah Putri setelah gempa bumi 1926. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui empat tahap. Tahap pertama, Heuristik yaitu mencari dan mengumpulkan sumber informasi untuk mendapatkan data-data yang berkaitan. Tahap kedua, ialah kritik sumber baik internal ataupun eksternal. Tahap ketiga, ialah analisis dan interpretasi data. Tahap keempat, ialah mendeskripsikan hasil penelitian dalam bentuk penulisan ilmiah yaitu artikel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 1926 terjadi bencana gempa bumi yang meluluhlantakkan bumi Minangkabau. Dikarenakan bencana ini, Diniyah Putri sempat mengalami keterpurukan karena gedung sekolahnya hancur dan kerugian – kerugian lainnya yang menimpa Diniyah Putri. Namun pada akhirnya Diniyah Putri dapat kembali bangkit dari keterpurukan dan mempertahankan eksistensinya. Kata Kunci: Perguruan, Diniyah Putri, Gempa Bumi, Perkembangan, Dampak.
Pasang Surut Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir Tahun 1994-2020 yola magrisya; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.741 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i2.153

Abstract

Abstract This research is a historical study of education which discusses the ups and downs of Dr. Muhammad Natsir 1994-2020. The purpose of this research is to describe how the ups and downs of Dr. Muhammad Natsir in Batu Bagiriak Jorong Galagah Nagari Alahan Panjang, Lembah Gumanti District, Solok Regency 1994-2020. This study uses the historical method with the following steps: Heuristics, or data collection after the data is obtained, then the source criticism process uses external criticism and internal criticism and data interpretation. The final stage is writing history or historiography so that this research can be completed. The results of this study indicate that in its development Dr. Muhammad Natsir experienced ups and downs. Dr. Muhammad Natsir was founded on 17 July 1994, who is now 26 years old in his journey that began in 1994 Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir experienced up and down in 2004 the boarding school experienced a decrease in the number of students due to policies issued by the government. In maintaining its existence in the future Dr. Muhammad Natsir has a purpose as well as a vision and mission. This is used so that the operation of the boarding school moves on the track that has been mandated by the leadership of the boarding school so that the hopes and ideals of the boarding school in the future can be achieved. Keywords: Educational Institutions, Dr. Muhammad Natsir Islamic Boarding School Abstrak Penelitian ini Merupakan Kajian Sejarah pendidikan yang membahas tentang Pasang Surut Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir Tahun 1994-2020. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Pasang Surut Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir Di Batu Bagiriak Jorong Galagah Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Tahun 1994-2020. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah: Heuristik, atau pengumpulan data setelah data di dapatkan kemudian proses kritik sumber menggunakan kritik eksternal dan krtik internal dan interpretasi data, tahap akhir adalah penulisan sejarah atau historiografi sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perkembangannya Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir mengalami Pasang Surut. Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir berdiri pada tanggal 17 Juli 1994 yang sekarang berusia 26 tahun dalam perjalananya yang dimulai dari tahun 1994 Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir mengalami up and down pada tahun 2004 pondok pesantren mengalami penurunan jumlah murid karena kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, Dalam mempertahankan eksistensinya di masa mendatang pondok pesantren Dr. Muhammad Natsir memiliki tujuan serta visi dan misi. Hal ini digunakan agar dalam operasioanalnya pondok pesantren bergerak pada track yang telah diamanatkan oleh pimpinan pondok pesantren sehingga harapan dan cita-cita pondok pesantren dimasa depan dapat tercapai. Kata Kunci: Lembaga Pendidikan, Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir
YPKP 1965 Sumatera Barat Aulia Ramolan; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.554 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i3.191

Abstract

Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas mengenai sebuah lembaga atau yayasan yang bernama YPKP 1965 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965) yang merupakan salah satu organisasi korban pertama di Indonesia yang masih konsisten berjuang untuk penegakkan hak asasi manusia (HAM) atas tragedi 1965. Pada artikel ini di fokuskan pada YPKP 1965 cabang Sumatera Barat yang mana Sumatera Barat sendiri merupakan salah satu daerah yang menjadi basis PKI dan organisasi sayapnya pada masa itu, sehingga menerima dampak yang cukup parah dalam tragedi 1965/1966. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang bertumpu pada empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kesimpulan yang diperoleh adalah penelitian ini memaparkan tentang perjalanan YPKP 1965 dalam menuntaskan pelanggaran HAM yang terjadi pada tragedi 1965 yang hingga saat ini belum mendapatkan titik terang dari pemerintah. Perjuangan YPKP 1965 tidak pernah terhenti walau pada perjalanannya banyak rintangan yang mereka hadapi karena stigma negative masyarakat yang menganggap mereka akan membangkitkan kembali komunisme di Indonesia.
Kontribusi PKK dalam Home Industry Kue Pilin Cik Putri Tahun 2003-2020 Meliza Agustin; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.475 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.381

Abstract

PKK merupakan organisasi yang bertujuan untuk membantu memberdayakan dan menyejahterakan keluarga. Dalam keluarga peran perempuan juga memiliki kontribusi yang tinggi. Organisasi PKK membantu perempuan dalam perekenomian keluarga. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui kontribusi PKK dalam pengembangan industri Kue Pilin Cik Putri di Kel. Perawang, Kec. Tualang, Riau. (2) mendeskripsikan perkembangan industri Kue Pilin Cik Putri tahun 2003-2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Pertama, heuristik (pengumpulan data), data primer ataupun sekunder. Kedua, kritik sumber, kritik intern dan ekstern. Ketiga, interpretasi yaitu memahami sumber-sumber yang akan diteliti. Keempat, historiografi (penulisan hasil penelitian). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) PKK berkontribusi dalam pengembangan industri Kue Pilin Cik Putri. Awal berdiri dari mengikuti kegiatan PKK dan aktif menjabat sebagai bendaraha UP2K, terbentuklah industri Kue Pilin Cik Putri. (2) Industri Kue Pilin Cik Putri dimulai dari tahun 2003 sampai 2020.