Claim Missing Document
Check
Articles

YPKP 1965 Sumatera Barat Aulia Ramolan; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.554 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i3.191

Abstract

Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas mengenai sebuah lembaga atau yayasan yang bernama YPKP 1965 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965) yang merupakan salah satu organisasi korban pertama di Indonesia yang masih konsisten berjuang untuk penegakkan hak asasi manusia (HAM) atas tragedi 1965. Pada artikel ini di fokuskan pada YPKP 1965 cabang Sumatera Barat yang mana Sumatera Barat sendiri merupakan salah satu daerah yang menjadi basis PKI dan organisasi sayapnya pada masa itu, sehingga menerima dampak yang cukup parah dalam tragedi 1965/1966. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang bertumpu pada empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kesimpulan yang diperoleh adalah penelitian ini memaparkan tentang perjalanan YPKP 1965 dalam menuntaskan pelanggaran HAM yang terjadi pada tragedi 1965 yang hingga saat ini belum mendapatkan titik terang dari pemerintah. Perjuangan YPKP 1965 tidak pernah terhenti walau pada perjalanannya banyak rintangan yang mereka hadapi karena stigma negative masyarakat yang menganggap mereka akan membangkitkan kembali komunisme di Indonesia.
Kontribusi PKK dalam Home Industry Kue Pilin Cik Putri Tahun 2003-2020 Meliza Agustin; Siti Fatimah
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.475 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.381

Abstract

PKK merupakan organisasi yang bertujuan untuk membantu memberdayakan dan menyejahterakan keluarga. Dalam keluarga peran perempuan juga memiliki kontribusi yang tinggi. Organisasi PKK membantu perempuan dalam perekenomian keluarga. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui kontribusi PKK dalam pengembangan industri Kue Pilin Cik Putri di Kel. Perawang, Kec. Tualang, Riau. (2) mendeskripsikan perkembangan industri Kue Pilin Cik Putri tahun 2003-2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Pertama, heuristik (pengumpulan data), data primer ataupun sekunder. Kedua, kritik sumber, kritik intern dan ekstern. Ketiga, interpretasi yaitu memahami sumber-sumber yang akan diteliti. Keempat, historiografi (penulisan hasil penelitian). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) PKK berkontribusi dalam pengembangan industri Kue Pilin Cik Putri. Awal berdiri dari mengikuti kegiatan PKK dan aktif menjabat sebagai bendaraha UP2K, terbentuklah industri Kue Pilin Cik Putri. (2) Industri Kue Pilin Cik Putri dimulai dari tahun 2003 sampai 2020.
The Empowerment and Guidance of Religious Life of the Community in Kanagarian Sungai Nyalo Mudiak Aia, Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan Ahmad Rivauzi; Siti Fatimah; Rengga Satria; Ahmad Kosasih; Wirdati Wirdati; Murniyetti Murniyetti
Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin Vol 6 No 2 (2022): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.006.02.01

Abstract

maritime potential and requires commitment, multi-sectoral support that is developed in a planned, integrated and balanced manner. Tourism development must be able to mobilize all sectors of community life and need to be imbued with the basis of Minangkabau religious, social and cultural norms and must be directed to the preservation of religious and cultural values. The integration of tourism development issues in the Mandeh Region with issues of religious life development is intended so that development can develop in a positive and productive direction. Nyalo Mudiak Aia River. This research uses descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out using interviews, observation and documentation methods. Data analysis in this study used the analytical method by Milles and Huberman in Sugiono (2009:16) which included data reduction, data presentation and conclusion drawing. This study reveals that there are potential candidates for cadres to drive the religious life of the Nyalo Mudiak Aia River community with the community's interest in sending their children to religious schools and colleges. The participation of the government and universities is very strategic in realizing the continuity of good religious life, including in the form of providing facilities (enabling) and empowering in the form of mentoring the religious life of the community.
Siti Manggopoh: Women Warriors From The Coastal Land of Minangkabau in The 1908 Balasting War Siti Fatimah
Social Studies Conference Proceedings 2022: The 1st International Conference of Social Studies (ICSS)
Publisher : Social Studies Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.239 KB) | DOI: 10.20527/sscp.vi.598

Abstract

Morphologically and culturally, West Sumatra's region, more popularly known as Minangkabau, is divided into land areas (darek) and coastal areas (rantau). These two regions have quite different characters, including their people. The Blasting War was a tough period for the Indonesian people, including for West Sumatra. Almost all areas in West Sumatra resisted physical occupation at that time. One area that was very resistant at that time was Agam Regency. Interestingly, the leader of this resistance movement was a woman named Siti Manggopoh. This paper aims to; (1) reconstruct the figure of Siti Manggopoh as a leader of the Blasting war struggle from the coastal lands of Minangkabau; (2) analyze family, socio-cultural, and geographical background on Siti's attitude and strategy against colonialism; (3) expressing the views and perceptions of the people of West Sumatra, especially Agam towards the figure of Siti as a warrior. This study uses historical methods, especially oral history methods, with heuristic, criticism, analysis, and historuigraphic steps. This research is also strengthened by an interdisciplinary approach, especially a geographical approach. The research findings reveal that the typology of Siti Manggopoh's struggle is strongly influenced by the cosmopolistic and egalitarian characteristics of coastal culture. The people of West Sumatra, especially the people of Manggopoh really hope that Siti will become a national hero. Therefore, they gave Siti the nickname of the Lioness of the Coastal Lands.
Konsep, Kedudukan, Ruang Lingkup, Dan Manfaat Filsafat Ilmu Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8311

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai konsep Filsafat Ilmu, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Manfaat Filsafat Ilmu. Artikel ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan literature review atau metode kepustakaan. Filsafat bisa juga dikatakan dengan mencari kebenaran dari kebenaran yang ada kebenaran dan merupakan salah satu bidang kajian yang mengkaji cara berpikir secara mendalam tentang hakikat sesuatu. Filsafat merupakan induk dari berbagai ilmu pengetahuan. Sehingga filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara terstruktur, radikal, dan kritis. Ruang lingkup filsafat ilmu terdiri dari Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, Filsafat ilmu juga bermanfaat sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, metode untuk merefleksi, menguji, mengkritisi, memberikan asumsi keilmuan, dan memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan serta mengkaji berbagai macam sumber pengetahuan. Urgensi filsafat dalam ilmu pengetahuan ialah memberi penilaian tentang sumbangan ilmu –ilmu pada perkembangan pengetahuan manusia guna mencapai kebenaran tapi filsafat tidak ikut campur dalam ilmu-ilmu tersebut dimana filsafat selalu mengarah pada pencarian akan kebenaran
Zulbainar: Perempuan Pejuang Masyarakat Marjinal Sebagai Aktivis Gerwani (1961-1977) Serli Agustina; Siti Fatimah
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.704 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/126

Abstract

Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas mengenai perjalanan hidup dan pengalaman seorang Zulbainar yang merupakan perempuan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) asal Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan salah satu daerah basis PKI dan ‘keluarganya’ di Sumatera Barat. Penelitian ini termasuk penelitian biografi tematis dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perjalanan hidup, peran, serta pengalaman-pengalaman Zulbainar dalam Gerwani di Nagari Sungai Sariak Kab. Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang bertumpu pada empat langkah kegiatan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kesimpulan yang diperoleh adalah penelitian ini memaparkan fakta-fakta yang terkait dengan peristiwa G30S 1965 yang terjadi di Sumatera Barat. Zulbainar merupakan salah satu korban diantara ribuan korban lainnya yang ikut mendapat dampak meletusnya G30S 1965. Keikutsertaannya dalam organisasi terlarang tersebut membawa dampak besar dalam hidupnya. Kiprahnya yang ikut gencar dalam mengembangkan organisasi tersebut membuatnya dicap sebagai tahanan politik gol.B. Selama 12 tahun dipenjara dan penderitaan mereka berakhir tahun 1977. Status baru sebagai eks-Tapol ia nikmati hingga kini di usia senjanya. Kini di usia senjanya Zulbainar aktif menyuarakan penengakkan HAM bagi mereka yang menjadi korban G30S 1965 melalui sebuah Yayasan yang bernama YPKP 1965 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965) Sumatera Barat.
Guru dan Kualitas Pendidikan di Indonesia Masa Kolonial dan Pasca Kemerdekaan Siti Fatimah; Firza Firza
Diakronika Vol 21 No 2 (2021): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.64 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol21-iss2/204

Abstract

Persoalan guru dan kualitas pendidikan ibarat dua sisi mata uang yang berlangsung semenjak zaman kolonial di Indonesia. Tujuan dari artikel ini untuk menganalisis guru dan kualitas pendidikan pada masa kolonial dan pasca kemerdekaan Indonesia. Metode penelitian menggunakan metode Komparasi dengan pendekatan sejarah (historis). Hasil penelitian pada tahun 1892 kebutuhan guru sangat mendesak, sehingga pemerintah mengambil kebijakan mengangkat guru tanpa melalui pendidikan guru. Akibatnya terjadi kemerosotan kualitas pendidikan dan tidak membawa perubahan. Kebijakan diperbaiki pada masa ini, (1) kenaikan gaji guru yang cukup besar; (2) mengizinkan lambang-lambang sosial kehormatan; (3) Tamatan sekolah guru (kweekschool) dapat ditempat dalam setiap jabatan pemerintah, dan hasilnya kualitas guru dan pendidikan menjadi meningkat. Sehingga guru menjadi salah satu profesi yang didambakan masyarakat pada masa ini. Pasca kemerdekaan sampai saat ini pola yang sama juga terjadi. Pada masa Orde Baru, tepatnya pada tahun 1980-an, dikenal dengan guru “galodo”. Semenjak tahun 2000-an, pemerintah melahirkan beberapa kebijakan yang mirip dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah kolonial. Gaji guru dinaikkan melalui sertifikasi guru, program pendidikan guru (baik dalam jabatan maupun di luar jabatan) juga mulai diterapkan. Namun, sampai pada hari ini belum terlihat perubahan yang signifikan, meskipun berbagai kebijakan sudah dilakukan. Simpulan penelitian ini terdapat pola kebijakan yang sama, namun hasilnya berbeda.
Pengembangan Kawasan Wisata Mandeh melalui rekonstruksi kearifan lokal perempuan pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Siti Fatimah
Diakronika Vol 22 No 2 (2022): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.589 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol22-iss2/302

Abstract

The Mandeh Tourism Area has been considered as Raja Ampat of the western Sumatra. However, this tourist area is very genuine and has not functioned as well as possible. In the National Tourism Development Master Plan (RIPPNAS) in 1998, the Mandeh tourism area recorded as a center for marine tourism development for the western region of Indonesia, along with Biak and Bunaken in the eastern part. Towards this preparation, exploring all aspects of local potential in preserving marine tourism is necessary. One of the aspects is through women's groups. Women's understanding is fundamental in environmental examination to create an environmentally friendly and women-friendly life. Therefore, investigating its potential as a reconstruction reference is necessary. This paper aims to describe the local potential of women in the Mandeh tourist area through the rebuilding of environmentally friendly local wisdom. This article employed an approach that focuses on the historical method, especially the oral history method. Data was collected through in-depth interviews and participant observation. The primary informants of this study were women in the Mandeh Integrated Tourism Area using the snowball technique. Data analysis was collected by using a historical analysis model. The local wisdom of Mandeh women can be categorized into several groups; (1) in preserving the environment and maintaining marine ecosystems through the prevention of their husbands who work as fishermen in brutal fishing; (2) utilization of the natural surroundings for healthy food and medicine; (3) culinary processing based on local potential.
Cooperative learning model jigsaw and interest type in improving learning outcomes of SMA negeri 1 sutera Kabupaten Pesisir Selatan Resnawati Resnawati; Siti Fatimah; Buchari Nurdin
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.42 KB) | DOI: 10.24036/4.12112

Abstract

Effect of Cooperative Model of Jigsaw Type Learning and Student Interest in improving learning outcomes in SMA Negeri 1 Sutera. The research method used in writing this essay in accordance with the type of research is quasi experimental research (quasi experimental), where the research variables can not be fully controlled. This research has a control group. The research design used to measure learning method and student's interest  toward  the result  of  dissemination  of culture and  religion.  This  research  is parenting at level (2x2), with state of student interest level. The results of the study revealed  (1)  the  learning  outcomes  of  students  who  were  taught  by  the  Jigsaw cooperative  model  approach  were  better  than  the  conventional  approach,  (2)  the students' learning outcomes had high interests taught by the Jigsaw type cooperative model better than the conventional approach, (3) learning of students with low interests taught by Jigsaw type cooperative models is better than conventional models.
Peran Kearifan Lokal Masyarakat Suku Mentawai dalam Upaya Mitigasi Bencana: Sistematik Review Surya Eka Putra; Indang Dewata; Eri Barlian; Nurhasan Syah; Siti Fatimah; Erianjoni Erianjoni; Iswandi U; Muhamad Sholichin
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/dli.10.2.p.88-96

Abstract

The disaster that occurred in the Mentawai Islands district has become a cultural shaping factor. Thus, this forms local wisdom to survive and adapt to natural disasters that often occur. This study aims to determine the role of local wisdom in the Mentawai people in disaster mitigation efforts. This type of research is research that uses a systematic review method (Systematic Review). The stages of literature collection refer to the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) guidelines. This study shows that there are several local pearls of wisdom in the form of disaster mitigation that are owned by the Mentawai people, including the arat sabulungan belief that teaches humans to treat nature, plants, water, and animals like him. In addition, there is an Umma (Mentawai Tribe Community House) which was built in a collaborative manner made from natural materials obtained from the forest with the building construction being strong and flexible enough so that it can withstand earthquake shocks. Apart from that, there is the Mentawai Folklore (Sitakkigagailau and Pagetasabbau) which is a picture of their cosmology towards the harmony of life with the natural, social and cultural environment. Based on the results of the study found, it can be concluded that the local wisdom of the Mentawai people plays an important role in mitigating disasters that occur in the Mentawai archipelago district.
Co-Authors Abdul Harits Ritonga Adek Putri Latipa Adri Febrianto Afdal Aqzami Afrolanda Afrolanda Agustina Agustina Ahmad Rivauzi Aldri Frinaldi Alfurkon Adli Amliansyah Amliansyah Aprihatin, Yessy Armaita, Armaita Aulia Asman Aulia Ramolan Azwar Ananda Bambang Aditio Bismihayati Bismihayati Buchari Nurdin Cyindi Noviani Dedi Agustanto Dedi Hermon Desy Mardiah Dewi Ramadhan Dian Febrianti Diana Agustina dion, nofrion Elsa Syafriani Elsa Yuniarti Emon Azriadi Erda Fitriani Erda Fitriani Eri Barlian Erianjoni Erianjoni Erna M.Si Juita S.Pd Ernovela Ernovela Erpita Yanti Evelynd, Evelynd Fatmariza Fatmariza Fatmawati Fatmawati Finni Fajri Mulyani Firza Firza Fitrisia, Azmi Frinsis Warmansyah Hastuti, Hera Hayati Otari heldi heldi Hendra Naldi Ika Mar Isla Indang Dewata Indra Catri Indriana Indriana Intan Prameswari Irda Suryani Iswandi U Jefri Naldi Jefri Naldi Kosasih, Ahmad Lia Amelia Linda Marni Lionar, Uun Lismomon Nata Meliza Agustin Mila Sari Mona Gusfira Muchtar, Bustari Muhamad Sholichin Muhammad Hidayat Murniyeeti, Murniyetti Niva Sabilah Nurhasan Syah Ofianto, Ofianto Patra, Haldi Pebri Karisma Pudia M. Indika Rahmi Putri Wirman Randa Randa ranny . Ratna Wilis Ray Silva Razet Eka Putra Rengga Satria Resnawati Resnawati Rizal Ikhsan Romi Mesra Selinaswati, Selinaswati Serli Agustina Serli Agustina Serly Mutia Sari Silvani Silvani Siska Wardeni SITI FATIMAH Siti Rohani Sovia Nelisia Sri Mariya Sri Rahayu Monica Surya Eka Putra Syafrijon Syafrijon Wira Satria Wirdati, Wirdati Wulandari Dwianty yola magrisya Yondri Fernando Zafri Zafri Zakky Stany