Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Study of Perceived Value Instrument in Thesis Writing Using CFA Reswara, Ilham Phalosa; Yudiana, Whisnu; Cahyadi, Surya
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2021): JP3I
Publisher : FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v10i1.18583

Abstract

Perceived value had a major role in an academic activity, including in thesis writing. Unfortunately, there was no study that validated perceived value inventory in the thesis writing setting using empirical evaluation. Thesis writing has specific characteristics that make it unique compared to the general academic activity. Therefore, specific measurement is needed to accurately measure it. The present study aimed to validate the perceived value scale using construct validity approach. The research participants (N = 219) were university students from several faculties. Confirmatory Factor Analysis (CFA) was used to validate the construct. Reliability was also estimated in this study. The result showed that the modified model was fit. The goodness of fit was estimated using Comparative Fit Index (CFI), Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA), Goodness-of-Fit Index (GFI), Normed Fit Index (NFI), and Non-Normed Fit Index (NNFI). The factor loading of each item was in range of .58 - .87, the Construct Reliability (CR) of each dimension were .81 and .77, and the Average Variance Extracted (AVE) of each dimension were .52 and .54. The reliability of the whole construct and its factors were satisfying (>.70). This result indicated that this scale was satisfying in overall structure and its convergence.
Penerapan Sistem CDC Berbasis Web Untuk Proses Penerimaan Tenaga Kerja Lulusan Politeknik Piksi Ganesha Putri, Ika Imelia; Wulandari, Rosida; Cahyadi, Surya
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v13i4.3632

Abstract

Tingginya jumlah pencari kerja di Indonesia saat ini mengakibatkan masih banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia. Hal ini terjadi karena sulitnya mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Melihat hal ini maka diperlukan sebuah sistem informasi lowongan kerja yang dapat mempermudah pihak pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Penelitian ini digunakan untuk membantu para alumni untuk memaksimalkan pencarian pekerjaan sesuai dengan skill yang dimiliki. Perancangan Career Development Center (CDC) di Politeknik Piksi Ganesha Bandung dikembangkan menggunakan beberapa software yakni PHP dengan framework PHP menggunakan Laravel atau Code Igniter dengan framework CSS Bootsrap. Aplikasi ini nantinya digunakan untuk memantau sebaran alumni dan membantu CDC dalam menyebarkan informasi. Hasil dari website yang dibuat nantinya berupa informasi perusahaan penyedia lowongan pekerjaan serta kualifikasi apa saja yang dibutuhkan oleh penyedia lowongan pekerjaan dengan harapan dapat membantu pengembangan karir para alumni di Politeknik Piksi Ganesha.Kata kunci                           : Sistem Informasi, Lowongan Kerja, Website, Pusat Pengembangan Karir
Efektifitas Career Decision-Making Course dalam Upaya Menanggulangi Kesulitan Siswa untuk Mengambil Keputusan Karier Yudiana, Whisnu; Dewanti, Annisa Laksmi; Suherik, Ocha Ananda; Cahyadi, Surya
Mediapsi Vol 7 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.02.2

Abstract

Entering the transition period from early adolescence to late adolescence, senior high school students oftentimes experience uncertainty in determining what they should do after completing their education. This research aimed to examine the effectiveness of the Career Decision-Making Course (CDMC) as an intervention to deal with senior high school students' career decision-making difficulties. The three main categories of career decision-making difficulties investigated in this research included lack of readiness, lack of information, and inconsistency of information. Participants were 35 private high school students in the city of Bandung. The effectiveness of CDMC was tested through a pretest-posttest only design experiment. The results revealed that CDMC was effective in helping students deal with career decision-making difficulties, especially those related to lack of readiness and lack of information. However, CDMC did not significantly reduce the difficulty originating from the problem of inconsistency of information. The findings in this research imply that senior high school students should be provided with adequate information about various alternative careers that they can choose so that they are ready to determine the next step after finishing their education. Memasuki masa transisi dari remaja awal ke remaja akhir, siswa sekolah menengah atas seringkali mengalami kebimbangan dalam menentukan apa yang harus mereka lakukan setelah menyelesaikan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengujikan efektivitas dari Career Decision-Making Course (CDMC) sebagai sebuah interventi untuk menangani kesulitan penentuan karier tersebut. Tiga kategori utama dalam kesulitan karier yang diteliti adalah kurangnya kesiapan, kurangnya informasi, dan inkonsistensi informasi. Partisipan adalah 35 siswa menengah atas swasta di kota Bandung. Efektivitas CDMC diuji melalui eksperimentasi pretest-posttest only design. Hasil menunjukkan bahwa CDMC efektif menangani kesulitan siswa untuk mengambil keputusan karier, terutama yang berkaitan dengan kesulitan pengambilan keputusan karena kurangnya kesiapan dan kurangnya informasi. Sementara itu, CDMC tidak berpengaruh signifikan dalam menurunkan kesulitan karena permasalahan inkonsistensi informasi. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa siswa sekolah menengah atas perlu dibekali informasi yang memadai mengenai berbagai macam alternatif karier yang bisa mereka pilih agar mereka siap menentukan langkah ke depan setelah menyelesaikan pendidikan.
Motivasi sebagai Prediktor Engagement Peserta MOOC Anastasia, Lois; Cahyadi, Surya; Witriani, Witriani
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i3.63920

Abstract

Massive Open Online Courses (MOOC) merupakan suatu bentuk inovasi pendidikan jarak jauh yang telah memperluas akses belajar. Akan tetapi, banyak peserta yang mengikuti online course sering kali tidak menyelesaikannya. Keterlibatan (engagement) peserta dalam menyelesaikan online course merupakan aspek penting dalam keberhasilan pembelajaran MOOC. Salah satu faktor yang diyakini berperan dalam meningkatkan engagement adalah motivasi peserta dalam menjalani proses belajar. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengkaji peran motivasi sebagai prediktor engagement pada peserta MOOC dalam menyelesaikan online course. Melalui convenience sampling, 250 orang peserta MOOC di Indonesia turut berpartisipasi. Pengukuran dilakukan menggunakan Learning Self-Regulation Questionnaire (SRQ-L) dan MOOC Engagement Scale (MES), yang dianalisis dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik autonomous motivation maupun controlled motivation sama-sama berkontribusi dalam meningkatkan student engagement. Namun, terdapat salah satu dimensi yang tidak dipengaruhi oleh controlled motivation yakni cognitive engagement. Dengan demikian, pada dasarnya kedua jenis motivasi tersebut penting dalam mendorong engagement peserta untuk menyelesaikan online course. Hanya saja, autonomous motivation memberikan pengaruh yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas engagement peserta secara keseluruhan.
Keterlibatan Siswa SMK dalam Pembelajaran Jarak Jauh dan Dukungan Akademik: Sudut Pandang Guru Zariayufa, Kayisa; Cahyadi, Surya; Witriani, Witriani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i3.5376

Abstract

Kurangnya keterlibatan siswa sering menjadi permasalahan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam situasi tersebut, siswa membutuhkan adanya dukungan akademik. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perspektif guru terkait keterlibatan siswa dalam PJJ serta melihat dukungan seperti apa yang diberikan guru kepada siswa dalam PJJ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan 23 guru SMK yang melaksanakan PJJ. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan terbuka mengenai pengalaman guru selama pelaksanaan PJJ. Data kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melihat siswa kurang terlibat dalam PJJ. Selain itu, dalam PJJ ini diketahui bahwa guru masih dapat memberikan dukungan-dukungan walaupun secara fisik terpisah dengan siswa. Dukungan yang diberikan dapat berupa dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan instrumental maupun dukungan penghargaan. The lack of student engagement often becomes the problem of distance learning. Amid this situation, students need academic supports. This research aims to investigate the perspective of teachers on student engagement and to investigate supports that the teachers give to students.  This research employed a qualitative approach and thematic analysis method. Participants of this research were 23 Vocational High School teachers who implemented distance learning. Data was gathered by means of a questionnaire containing open-ended questions. Research results revealed that students have low behavioral engagement. For emotional engagement, some students showed negative feelings, but other students showed positive feelings. The same case with cognitive engagement. Although some students had low motivation, other students showed their efforts in distance learning.  In addition, results showed teachers provide supports to students such as emotional support, informational support, instrumental support, and appraisal supports.
The Role of Family and Peer Support in Promoting Students’ School-Related Well-Being during Crisis: A Mediation Model of Basic Psychological Needs Kamaliya, Naila; Cahyadi, Surya; Setyowobowo, Hari
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.9686

Abstract

The enforcement of physical distancing measures to mitigate the transmission of COVID-19 led the Indonesian government to implement remote learning. This situation created challenges for students’ academic well-being due to changes in their social environments. Grounded in Basic Psychological Needs Theory (BPNT; Deci & Ryan, 2000, 2017), the present study examined a model linking social support (from family, friends, and significant others) to school-related subjective well-being through the satisfaction of basic psychological needs (autonomy, relatedness, and competence) during the COVID-19 pandemic. A cross-sectional survey was conducted with 665 Indonesian students who participated in home-based learning. Data were analyzed using structural equation modeling to test the proposed hypotheses. The single-level model analysis indicated that social support was strongly associated with school-related subjective well-being, and this relationship was mediated by basic psychological needs. Further multiple-mediator analyses revealed that satisfaction of autonomy, competence, and relatedness needs mediated the relationship between family and friend support and school-related subjective well-being. However, basic psychological needs did not mediate the effect of significant others’ support on subjective well-being. These findings contribute to the literature on psychological well-being by highlighting the mediating role of basic psychological needs in the relationship between different sources of social support and students’ school-related subjective well-being.