Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemenuhan Kebutuhan Dasar Psikologis dan Engagement Siswa Pada Pelajaran Matematika Putri Sukma Deri; Surya Cahyadi; Erna Susiati
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.703 KB) | DOI: 10.25077/jip.3.1.32-47.2019

Abstract

Abstract. Engagement in learning activities is important to get the knowledge and skills provided at school. Previous studies on engagement prove that engagement is a predictor of student learning, learning outcomes, student retention and graduation. Therefore, to be able to make students more engaged with learning activities, it is necessary to know the factors that can influence the engagement. In this study, we will examine the effect of fulfilling need for autonomy, competence and relatedness on behavioral and emotional engagement. Measurements were made by distributing questionnaires in the form of self-reports to respondents. Respondents from this study were 291 students of class VII and VIII MTs Jatinangor. The data analysis technique used is PLS-SEM, path analysis. The results showed that behavioral and emotional engagement were positively and significantly influenced by meeting the needs of competence and relatedness. Then it was also found that this engagement was influenced negatively and significantly by autonomy needs.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PERSPEKTIF GURU SEKOLAH DASAR Noorfazly Oktaviani; Fitri Ariyanti Abidin; Rasni Adha Yuanita; Surya Cahyadi
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 7 No. 2 (2021): Vol. 7 No. 2 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v7n2.p86-93

Abstract

This study aims to present information related to the perspective of elementary school teachers regarding the implementation of online learning. Information was obtained through distributing open questionnaires online to 88 elementary school teachers in Indonesia. The method used in this research is descriptive method with quantitative and qualitative approaches. The results of this study indicate that the majority of teachers (84%) rated the implementation of online learning at the elementary school level as less effective. Aspects that play a role in supporting and inhibiting the effectiveness of online learning in the pre-instruction phase are determining learning objectives, providing facilities and teacher characteristics. The phase during instruction is the selection and use of teaching methods, applying ways to motivate students, parental participation, teacher behavior, and availability of facilities. Meanwhile, the post-instruction phase is the learning output.Keywords: implementation, teacher, online learning, elementary schoolABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan informasi terkait perspektif guru Sekolah Dasar mengenai implementasi pembelajaran daring. Informasi diperoleh melalui penyebaran kuesioner terbuka secara online kepada 88 guru Sekolah Dasar di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru (84%) menilai implementasi pembelajaran daring di jenjang Sekolah Dasar kurang efektif. Aspek-aspek yang berperan dalam menunjang dan menghambat efektivitas pembelajaran daring pada fase sebelum instruksi adalah penentuan tujuan pembelajaran, penyediaaan fasilitas dan karakteristik guru. Pada fase selama instruksi adalah pemilihan dan penggunaan metode mengajar, penerapan cara memotivasi siswa, partisipasi orang tua, perilaku guru, dan ketersediaan fasilitas. Sementara, pada fase setelah instruksi adalah output pembelajaran.Kata Kunci: implementasi, guru, pembelajaran daring, sekolah dasar
Relationship between parental autonomy support and academic motivation among junior high students Syipa Husni Fadilah; Afra Hafny Noer; Surya Cahyadi; Laila Qodariah; Langgersari Elsari Novianti
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling Volume 5 Number 2 December 2019
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.338 KB) | DOI: 10.26858/jppk.v5i2.11129

Abstract

This study aims to observe the relationship between parental autonomy support and academic motivation among junior high students. This correlational study collected data from 124 students and their mothers. Convenience sampling was used. The instruments employed were Perceived Parental Autonomy Support Scale and Academic Self-Regulation Questionnaire translated into Indonesian. The Spearman’s Rank was used for correlation analysis. The results revealed that parental autonomy support and maternal autonomy support has a positive correlation with students’ autonomous motivation. The more frequently students receive support from parents and the more frequently mothers give support to their children, the higher motivation students have to perform activities they desire. Maternal autonomy support also associates positively with students’ controlled motivation. The more often mothers give freedom, the higher motivation students have to do activities coming from internal and external pressures. Parental control perceived by students and maternal control have no link with overall motivation.
Peran Dukungan Orang Tua, Guru & Teman Sebaya terhadap Keterlibatan Siswa SMK dalam Pembelajaran Daring Kayisa Zariayufa; Surya Cahyadi; Witriani Witriani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 3 (2022): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i3.3018

Abstract

Kurangnya keterlibatan siswa menjadi masalah yang sering muncul dalam pembelajaran daring. Dalam pembelajaran daring, adanya konteks sosial yang dapat mendukung siswa  menjadi hal yang penting karena siswa lebih rentan dengan perasaan terisolasi dan kurangnya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana peran dukungan dari orang tua, guru dan teman sebaya terhadap keterlibatan siswa SMK dalam pembelajaran daring. Penelitian ini juga mencari tahu bagaimana peran tipe-tipe dukungan terhadap keterlibatan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang menggunakan pendekatan prediktif. Partisipan penelitian ini adalah 512 siswa SMK di Kota Tanjungpinang. Partisipan diberikan kuesioner yang diadaptasi dari School Engagement Measure (SEM)-MacArthur Network dan Child and Adolescent Social Support Scale-Academic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua dan guru berhubungan positif dengan ketiga dimensi keterlibatan siswa. Sedangkan dukungan teman sebaya hanya memiliki hubungan positif dengan keterlibatan kognisi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa di antara empat tipe dukungan, terdapat tiga tipe dukungan yang berhubungan positif dengan keterlibatan siswa, yaitu dukungan emosional, dukungan penilaian dan dukungan informasi. Hasil ini menunjukkan pentingnya peran dukungan dari orang tua, guru dan teman sebaya untuk dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring.
PERAN ACADEMIC SELF-EFFICACY TERHADAP ACADEMIC ADJUSTMENT PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA PROGRAM MBKM Resti Arsanti; Fitriani Yustikasari Lubis; Surya Cahyadi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v6i3.38432

Abstract

Mahasiswa tahun pertama seringkali dihadapkan dengan berbagai perubahan, salah satunya tuntutan akademik. Beberapa tahun terakhir, kebijakan MBKM mulai direalisasikan oleh seluruh perguruan tinggi, sehingga mahasiswa baru akan mengalami perubahan yang berbeda dengan mahasiswa sebelumnya Oleh karenanya, penyesuaian diri yang memadai dalam menghadapi tuntutan dan kebutuhan akademik diperlukan agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan dengan optimal. Salah satu aspek yang mendorong pengembangan penyesuaian akademik pada mahasiswa adalah keyakinan mereka akan kemampuan dalam menghadapi tantangan akademik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran academic self-efficacy terhadap academic adjustment pada mahasiswa tahun pertama di program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Partisipan merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2021 yang ditentukan dengan secara acak dengan proses simple random sampling (N=109). Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian noneksperimental. Pengukuran menggunakan alat ukur penyesuaian akademik yang dikembangkan berdasarkan konsep academic adjustment menurut Schneider (1964) dan alat ukur academic adjustment oleh Budiman et al. (2017). Analisis uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda dilakukan dengan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 23. Hasil menunjukan bahwa academic self-efficacy secara signifikan berperan terhadap academic adjustment pada mahasiswa tahun pertama program MBKM Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mahasiswa mencapai penyesuaian akademik di antaranya adalah memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan keyakinan yang kuat terhadap potensi diri, komitmen untuk menyelesaikan tugas serta pandangan positif kemampuan dalam bertindak secara efektif.
How Teacher Support Affects Students Engagement in Learning Math? Putri Sukma Deri; Surya Cahyadi; Erna Susiati
Jurnal Neo Konseling Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00713kons2023

Abstract

Keterlibatan siswa dalam aktivitas belajar secara teoretis disebut dengan engagement. Banyak penelitian yang menemukan bahwa engagement ini dapat memprediksi proses belajar sampai pada hasil belajar siswa. Skinner dan Pitzer mengatakan salah satu fasilitator dari engagemet adalah hubungan interpersonal individu dengan konteks sosialnya, seperti guru. Guru dapat memengaruhi engagement siswa dengan menerapkan autonomy support, structure dan involvement kepada siswanya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana dukungan guru memengaruhi behavioral engagement, khususnya pada pelajaran matematika. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 291 orang siswa MTs X Jatinangor. Pengukuran dilakukan dengan meminta penilaian siswa terhadap guru dengan alat ukur Teacher As Social Context (Short-Form) dan self-report dengan skala engegement vs disaffection with learning measure. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan autonomy support, involvement dan structure memiliki pengaruh signifikan secara bersama-sama dalam memprediksi behavioral engagement siswa, dengan tingkat determinansinya sebesar 21.8%. Selain itu, structure dan involvement memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap behavioral engagement.
Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa dimasa Pandemi Covid-19 Kamaliya, Naila; Setyowibowo, Hari; Cahyadi, Surya
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i2.1949

Abstract

Pemberlakuan jaga jarak fisik untuk mengurangi penyebaran Covid-19 telah berdampak pada seluruh lapisan masyarakat termasuk mahasiswa. Pemerintah Indonesia menghentikan aktivitas pembelajaran tatap muka dan diganti dengan pembelajaran daring pada perguruan tinggi yang terdampak Covid-19. Perubahan aktivitas secara tiba-tiba memungkinkan untuk berdampak pada kondisi mahasiswa pula, seperti keadaan kesejahteraan subjektif mahasiswa. Penelitian ini membahas mengenai gambaran atau keadaan kesejahteraan subjektif mahasiswa dimasa pandemi Covid-19 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Partisipan penelitian ini melibatkan 112 mahasiswa yang tersebar pada delapan pulau di Indonesia, dan diambil melalui teknik accidental sampling.  Instrumen penelitian menggunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Positive and Negative Affect Scale (PANAS). Analisis data menggunakan analisis kuantitaif deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  responden dalam penelitian ini (N = 112) paling banyak memiliki skor kesejahteraan subjektif pada kategori sedang (53,6%), rendah (17.9%), dan tinggi (28.6%). Hasil ini menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang mengevaluasi kehidupannya cukup positif, yaitu merasa cukup puas dengan kehidupannya serta seimbang dalam merasakan emosi positif dan negatif. Selain itu, mayoritas mahasiswa berada dikategori sedang pada dimensi life satisfaction (53,6%), kategori tinggi pada dimensi domain satisfaction (64,3%), kategori tinggi pada dimensi positive affect (54,5%), pada dimensi negative affect mayoritas berada pada kategori sedang dan rendah dengan prosentase yang sama (36,6%). Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi ilmiah sebagai landasan untuk program pemberdayaan mahasiswa agar lebih tangguh dan adaptif selama dan pasca pandemi Covid-19.
Perspektif Guru Mengenai Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Di SMA Saat Awal Pandemi Covid-19 Putri, Betania Arinda; Witriani, Witriani; Cahyadi, Surya
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i3.2094

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 terjadi perubahan proses pembelajaran dari pembelajaran tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Perubahan proses pembelajaran tersebut menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pembelajaran. Pelaksanaan PJJ perlu diperhatikan efektivitasnya karena guru diharapkan dapat membantu siswa untuk melanjutkan jenjang kariernya dan dapat hidup mandiri di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif guru SMA mengenai efektivitas PJJ selama pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden pada penelitian ini adalah 101 guru SMA yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner online. Hasil penelitian ini menunjukkan 71,29% % guru menilai PJJ kurang efektif dan 28,71% guru menilai PJJ cukup efektif. Alasan guru yang menilai bahwa PJJ kurang efektif adalah guru kurang memahami penggunaan teknologi, kemampuan dan motivasi siswa rendah, guru kesulitan memantau siswa, guru kesulitan mengevaluasi siswa, siswa kurang berpartisipasi aktif, siswa tidak kondusif (melakukan hal lain di luar yang seharusnya), interaksi guru dan siswa kurang terbangun, kompetensi pembelajaran siswa tidak tercapai, hasil belajar tidak maksimal, materi pembelajaran tidak tersampaikan, keluarga tidak berpartisipasi dan keterbatasan fasilitas. Di sisi lain, alasan guru yang menilai bahwa PJJ efektif adalah guru dapat menggunakan teknologi dalam pembelajaran, guru dapat mengatur waktu, siswa memiliki karakteristik mandiri, guru dapat menyampaikan materi dengan menarik, siswa berpartisipasi aktif, siswa mengerjakan tugas serta ujian, guru membangun interaksi dengan orang tua dan siswa, nilai ulangan tercapai, materi pembelajaran tersampaikan, keluarga berpartisipasi dan fasilitas menunjang. Implikasi penelitian ini dijelaskan pada bagian pembahasan.
Adaptation of Impostor-Profile 30 Scale into Indonesian: Evidence of content validity and response process Yantu, Ramaway Rojiah Juybe M.; Cahyadi, Surya; Fitriana, Efi
Jurnal Psikologi Vol 24, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.24.1.31-46

Abstract

Background: Academic success is often perceived as a source of pride, but for some students, it can lead to increased pressure. These individuals tend to attribute their success to external factors rather than their own abilities, a phenomenon known as impostor phenomenon. Purpose: This study aims to translate the Impostor-Profile 30 for measuring the impostor phenomenon, into Indonesian using a double translation procedure, as well as to collect content validity evidence and response process validity through expert evaluation and cognitive interviews. Method: The adaptation process of the measurement tool of the IPP30 followed the guidelines of the International Test Commission up to the development stage, which is the second phase after the pre-condition. The development stage included: 1) translation using the forward-backward translation method, 2) collection of content validity evidence through expert evaluations, and 3) collection of response process validity evidence through cognitive interviews with eligible participants. Findings: The results demonstrated that the Indonesian version of IPP30 possesses both content validity and response process validity, supporting its use to measure the impostor phenomenon in Indonesia. The validity evidence obtained serves as an initial foundation for testing this scale on a larger sample to verify its psychometric properties. Implication: This study represents an initial validation step to provide a measurement tool that can be used to assess the impostor phenomenon, which can be beneficial for related research in Indonesia.
Jenis Persepsi Dukungan Sosial sebagai Prediktor Coping Strategy Atlet Binaan Menghadapi Fase Junior-to-Senior Transition Govinda, Putu Satwika Arya; Cahyadi, Surya; Dalimunthe, Karolina L.
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i2.62030

Abstract

Junior-to-senior transition (JST) merupakan transisi dalam perkembangan karier olahraga yang paling kompleks dan sulit. Keberhasilan melalui JST ditentukan oleh seberapa efektif coping strategy atlet dalam menghadapi tuntutan transisi. Persepsi dukungan sosial diketahui merupakan sumber daya yang dapat memfasilitasi coping strategy yang membantu melewati JST. Studi ini dilakukan untuk mengetahui peran jenis-jenis persepsi dukungan sosial sebagai prediktor penggunaan coping strategy atlet binaan yang menghadapi JST. Studi dilakukan kepada 78 atlet PPLP Jawa Barat. Data diperoleh menggunakan alat ukur PASS-Q dan Brief-COPE versi Indonesia. Analisis data dilakukan dengan uji regresi berganda. Hasil menunjukkan persepsi dukungan sosial memprediksi penggunaan coping strategy adaptif (F = 5.134; p < .05) namun tidak dengan penggunaan coping strategy maladaptif (F = .663; p > .05). Lebih lanjut, ditemukan bahwa informational (β= .299, p < .05) dan emotional support (β = .303, p < .05) memprediksi penggunaan coping strategy adaptif. Esteem (β = -.036; p > .05) dan tangible support (β = -.057; p > .05) ditemukan tidak memprediksi penggunaan coping strategy adaptif. Dukungan informasi serta dukungan emosional dapat diberikan untuk memperkuat coping strategy adaptif pada atlet binaan guna melalui tuntutan JST.