Articles
Hubungan Antara parent attachment terhadap self disclosure pada remaja dikota Bukittinggi
Putri Ningsih;
Ningsih, Yuninda Tria
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21092
Penelitian ini mengeksplorasi sejauh mana keterikatan emosional remaja dengan orang tua mereka berperan dalam mendorong keterbukaan pribadi (self disclosure) di kalangan remaja yang berdomisili di Kota Bukittinggi. Menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis korelasional, studi ini melibatkan 385 partisipan remaja yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel insidental. Data dikumpulkan menggunakan dua alat ukur, yakni skala keterikatan emosional dengan orang tua dan skala keterbukaan diri. Temuan analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara kedua variabel tersebut (r = 0,589; p < 0,01). Artinya, remaja yang memiliki hubungan emosional yang lebih dekat dengan orang tuanya cenderung lebih terbuka dalam mengekspresikan diri.
KONTRIBUSI SELF CONTROL TERHADAP KECANDUAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA MAHASISWA TAHUN AKHIR UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Purwanda, Cory;
Tria Ningsih, Yuninda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.573-578
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana gambaran kontribusi self control  terhadap kecanduan media sosial tiktok pada mahasiswa tahun akhir di Universitas Negeri Padang. Metode dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan populasi seluruh mahasiswa tahun akhir di Universitas negeri padang. Untuk sampel penelitian sebanyak sebanyak 310 orang mahasiswa tahun akhir yang dipilih menggunakan teknik cluster  sampling. Skala yang digunakan yaitu brief self control scale oleh De Ridder (2011) dan skala kecanduan media sosial menggunakan sosial media addiction scale oleh Jamal Al-Menayes (2014). Metode analisis data menggunakan regresi liear sederhana yang bertujuan untuk melihat bagaimana self control mempengaruhi perilaku kecanduan media sosial tiktok. Hasil penelitian didapatan adanya kontribusi yang signifikan antara self control dengan kecanduan media sosial tiktok pada mahasiswa tahun akhir sebesar 30,1%. Hasil penelitian didapatkan bahwa self control  mahasiswa tahun akhir rendah dan kecanduan media sosial tiktok sangat tinggi. Penelitian memiliki hubungan negatif Yang artinya semakin tinggi self control  individu maka akan semakin rendah kecanduan media sosial tiktoknya, begitupun sebaliknya.
HUBUNGAN LONELINESS DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR DI UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Hardyani, Atika;
Tria Ningsih, Yuninda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.708-711
Kecanduan media sosial adalah ketika seseorang menunjukkan perilaku seperti memprioritaskan Tiktok dan mulai mengganggu aktivitasnya sehingga mengganggu kehidupan sosialnya. Salah satu faktor internal yang menyebabkan kecanduan media sosial Tiktok adalah loneliness yaitu perasaan subjektif yang tidak menyenangkan yang disebabkan berbagai hal seperti kesenjangan sosial dan keintiman yang diharapkan tidak terwujud. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan loneliness dengan kecanduan media sosial Tiktok pada mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Negeri Padang dan sampel sebanyak 310 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Penelitian ini menggunakan skala UCLA loneliness ver. 3 yang berjumlah 15 item dengan nilai reliabilitas 0,908 dan skala kecanduan media sosial Tiktok (SMAS) yang berjumlah 14 item dengan nilai reliabilitas 0,954. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara loneliness dengan kecanduan media sosial Tiktok pada mahasiswa semester akhir. Terbukti dari hasil uji hipotesis didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,313, p=0,000.
Hubungan Self Control dengan Toxic Online Disinhibition pada Remaja Pengguna Instagram di Sumatera Barat
Muhammad Iqbal Firmansyah;
Yuninda Tria Ningsih
JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora (JISPENDIORA)
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56910/jispendiora.v5i1.3475
The widespread use of social media has created new dynamics in adolescent social interactions, one of which is the emergence of the phenomenon of toxic online disinhibition, a psychological dynamic that causes differences in destructive behavior in the digital space. This phenomenon is found to be widespread among adolescent Instagram users in West Sumatra, most of whom are still in an unstable phase of self-control development. This study is important to examine the extent of the relationship between self-control and toxic online disinhibition in adolescent Instagram users. The research method used is a quantitative correlational approach with a sample of 400 adolescents aged 13–18 years selected using a cluster sampling technique. Data were collected using two scales: the self-control scale (Tangney et al., 2004) and the toxic online disinhibition scale (Udris, 2014 adapted by Mantara et al., 2023), and analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique. The results show a negative relationship between self-control and toxic online disinhibition, meaning that the lower the adolescent's self-control ability, the lower their tendency to display negative behavior on Instagram.
Hubungan Persepsi Terhadap Harapan Orang Tua dengan Fear of Failure Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Bukittinggi
Hervina Elsafitri;
Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i4.110665
Mahasiswa tingkat akhir di Kota Bukittinggi mengalami fear of failure yang memengaruhi kesejahteraan mental dan emosional. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah persepsi terhadap harapan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap harapan orang tua dengan fear of failure pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 223 partisipan yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa skala persepsi terhadap harapan orang tua yang disusun peneliti berdasarkan teori Sasikala & Karunanidhi (2011) serta Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Martin & Yunanto (2023). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif signifikan (r = 0,663, p < 0,05) antara persepsi terhadap harapan orang tua dengan fear of failure. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi terhadap harapan orang tua, maka semakin tinggi pula tingkat fear of failure yang dialami mahasiswa.
Problematic Internet Use pada Remaja: Siapa yang Lebih Bermasalah?
Maya Yasmin;
Yuninda Tria Ningsih;
Naila Chantika Putri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i3.108682
Perkembangan teknologi digital yang pesat menimbulkan polemik terkait penggunan internet yang bemasalah (problematic internet use) khususnya pada remaja. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan problematic internet use ditinjau dari jenis kelamin. Sampel penelitian melibatkan 370 Remaja Sumatera Barat, terdiri dari 185 laki-laki dan 185 perempuan menggunakan cluster sampling. Pengumpulan data melalui skala yang disusun merujuk pada konsep problematic internet use, Demetrovics et al (2008) terdiri dari 3 aspek : obsession, neglect dan control disorder. Hasil uji statistik independent sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan internet problematic disorder ditinjau dari jenis kelamin (p= 0.127). Implikasi penelitian perlunya eksplorasi berbagai faktor lain yang melatarbelakangi PIU pada remaja serta mengembangkan upaya preventif dan kuratif yang inklusif dan menyeluruh.
Pemberian Afirmasi Positif Untuk Meningkatkan Self Esteem Remaja LPKA Yang Memasuki Masa Pengurusan Bebas
Zuliana Wijaya;
Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i4.111153
Penelitian ini dilaksanakan untuk menilai sejauh mana pemberian afirmasi positif mampu memberikan peningkatan self esteem anak binaan di LPKA Klas II Payakumbuh, khususnya mereka yang memasuki masa pengurusan bebas. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental berdesain the randomized pretest posttest control group. Sebanyak 10 anak binaan turut menjadi subjek penelitian, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES-10), sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji U Mann Whitney. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan self esteem yang signifikan pada kelompok eksperimen pada taraf signifikansi 5%, sementara kelompok kontrol mengalami penurunan nilai. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian afirmasi positif dapat meningkatkan self esteem remaja LPKA yang memasuki masa pengurusan bebas dan mempersiapkan mereka menghadapi reintegrasi sosial. Implikasi penelitian ini mendukung perlunya program afirmasi positif sebagai bagian dari pembinaan psikologis di LPKA.
Langkah Kecil, Harapan Besar: Afirmasi Positif untuk Self-Esteem Remaja Residivis di LPKA Kelas II Payakumbuh
Kharisma Safitri;
Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i2.105389
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian afirmasi positif terhadap self-esteem pada remaja residivis di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Payakumbuh. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari empat remaja laki-laki berstatus residivis yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Afirmasi positif diberikan kepada kelompok eksperimen selama 18 hari. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan signifikan pada skor self-esteem kelompok eksperimen, yang dibuktikan melalui perbedaan gain score dan uji Mann-Whitney. Temuan ini mendukung teori self-affirmation, yang menyatakan bahwa afirmasi diri dapat meningkatkan integritas dan persepsi diri positif. Afirmasi positif terbukti efektif dengan nilai alpha 0,05 sebagai metode intervensi untuk meningkatkan self-esteem dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam program pembinaan psikologis di LPKA.
Menelusuri Grit dan Fear Of Failure: Studi pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Bukittinggi
Shinta Ayu Wulandari;
Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i3.108841
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara variabel grit dan fear of failure di kalangan mahasiswa tingkat akhir di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional, sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 377 mahasiswa. Alat pengumpulan data berupa skala Grit-S untuk mengukur grit dan Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur fear of failure. Proses analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson melalui bantuan software SPSS versi 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = -0,335 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara grit dan fear of failure pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Bukittinggi.
Pengaruh Peer Appearance Culture terhadap Body Dissatisfaction pada Remaja Akhir Perempuan di Sumatera Barat
Yuli Rahmadini;
Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i4.109885
Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh peer appearance culture terhadap body dissatisfaction pada remaja akhir perempuan di Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling dengan partisipan 398 remaja akhir perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala yang dibuat oleh peneliti yaitu skala body dissatisfaction berdasarkan teori Tariq dan Ijaz (2015) dan skala peer appearance culture berdasarkan teori Jones dan Crawford (2006). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer appearance culture berpengaruh signifikan terhadap body dissatisfaction dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan kontribusi sebesar 14,5% (r2=0,145). Artinya, semakin tinggi keterlibatan remaja dalam peer appearance culture, semakin tinggi pula tingkat body dissatisfaction pada remaja akhir perempuan di Sumatera Barat.