Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Variasi Nutrisi dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Selada (Lactuca sativa L.) dalam Budidaya Hidroponik Metode Deep Flow Technique (DFT) Faridatul Munawaroh; Iskandar Umarie; Insan Wijaya
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v10i4.2229

Abstract

Vegetables provide various essential nutrients, such as vitamins, fiber, calcium, iron, and carotene, which are very important for human health. Lettuce (Lactuca sativa L.) is a high-value commodity among many types of vegetables due to its exceptional nutritional content, especially vitamins A, B, C, and calcium. Because it uses less land and produces high-quality products, hydroponic lettuce cultivation is a good alternative. DFT (Deep Flow Technique) is one of the most widely used hydroponic cultivation methods. It allows for shorter harvest times and optimal yields, but requires careful management of nutrients and energy. This study focused on the impact of media and nutrient solution composition combinations on the growth dynamics and production of lettuce cultivated using the Deep Flow Technique (DFT) hydroponic approach. For this project, a Completely Randomized Design (CRD) was used, which had a split-plot design consisting of two factors and three replications. Nutrient type (N) was the first factor, and growing medium (M) was the subplot factor. Analysis of variance (ANOVA) was used to analyze the data, and this study used plant height, plant leaves (number, width, and length), root length, stem diameter, and fresh plant weight as observation parameters. Based on the experimental results, it was found that, compared to NPK application, the use of AB Mix significantly increased all growth parameters, including fresh weight. However, cocopeat and charcoal husk growing media produced the highest lettuce biomass, followed by rockwool. Conversely, rice husk and sawdust media produced the lowest growth results.
APLIKASI KECERDASAN BUATAN DAN PEMAHAMAN MESIN DALAM PERTANIAN URBAN: TINJAUAN SISTEMATIS DAN PERSPEKTIF MASA DEPAN Iskandar Umarie; Muhammad Hazmi; Oktarina; Fiana Podesta
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v23i2.5311

Abstract

This study aims to conduct a systematic and comprehensive literature review on the applications of artificial intelligence and machine learning in vertical farming, focusing on technology optimization, economic aspects, and environmental sustainability. The method used is a systematic literature review (SLR) of open-access academic publications from reputable international databases such as Scopus, Web of Science, and Google Scholar, with a publication timeframe spanning the last five years (2018-2023). The review results indicate that the most widely applied soilless cultivation technologies are hydroponics, aeroponics, and aquaponics, with aeroponics demonstrating the highest water use efficiency. The integration of IoT, smart sensors, and AI can increase crop productivity; however, the carbon footprint of these systems is highly dependent on the energy source used. The main barriers to adoption are high initial investment and operational energy costs. This article contributes to updating and expanding the understanding of the applications of artificial intelligence and machine learning in vertical farming, as well as identifying research gaps and proposing directions for technology and policy development oriented towards sustainability and profitability
Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogaea) Ari Dwi Prasmono; Iskandar Umarie; Insan Wijaya
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan diIndonesia setelah kedelai dan kacang hijau. Kacang tanah dapat menjadi sumber protein nabati, bahan baku industri  makanan,  kebutuhan  rumah  tangga,  dan  diolah   langsung. Penggunaan media tanam yang baik juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang tanah.Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan pengaruhnya terhadap produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea). Melalui penelitian ini diharapkan dapat mengatahui komposisi yang terbaik untuk pertumbuhan kacang tanah (Arachis hypogaea). Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini di laksanakan pada di desa Jatimulyo kecamatan Jenggawah kabupaten Jember pada bulan April 2022- bulan juni 2022 dengan ketinggian tempat ± 89 meter di atas permukaan laut (mdpl). Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan sidik ragam (uji F). Jika basil sidik ragam menunjukkan perbedaan yang nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  komposisi media tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang terdiri dari Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Cabang, dan Jumlah daun (helaian). Komposisi media tanam tidak berpengaruh terhadap hasil produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang terdiri dari Jumlah bunga, Jumlah polong per sampel, Jumlah polong per plot, Jumlah polong berisi (polong), Berat biji per plot, Berat biji per sampel, dan Jumlah Bintil akar. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa media tanam berpengaruh terhadap produksi dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perlu dilakukan penelitian lanjutan yaitu dengan pemilihan atau takaran komposisi dihitung jumlahnya
Pengaruh Pemotongan Umbi Bibit Dan Perendaman Zpt Ekstrak Tauge Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonium L) Varietas Biru Lancor Moh. Roni Wijaya; Iskandar Umarie; Wiwit Widiarti
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i4.3830

Abstract

Salah satu upaya peningkatan bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan melakukan pemotongan. fungsi dari pemotongan adalah mempercepat pertumbuhan tunas dan tergantung kondisi lingkungan disekitar dan fungsi dari perendaman ZPT ekstrak tauge adalah mempercepat pembelahan sel karena mengandung auksin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemotongan umbi bibit dan perendaman ZPT ekstrak tauge terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas biru lancor. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dua pelakuan yang disusun secara faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama adalah pemotongan umbi bibit pelakuan kedua perendaman ZPT ekstrak tauge. Dilaksanakan di dusun berrek, deasa mojolegi, kec. gading, kab. Probolinggo. Hasil penelitian ini menunjukkan pemotongan umbi bibit berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 28 dan 49 hst, berat kering pertanaman dan berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 14, 21, 35 dan 42 hst. Perlakuan perendaman ZPT ekstrak tauge berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 35 dan 42 hst, jumlah daun umur 49 hst dan berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 21 hst, panjang akar, berat basah pertanaman, berat basah perplot, berat kering pertanaman. Perlakuan interaksi berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun umur 49 hst, berat kering pertanaman dan berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 21, 35, 42 dan 49 hst, panjang akar. Temuan ini menunjukan bahwa perendaman ZPT ektrak tauge dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk meningkatkan hasil tanaman bawang merah.  
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bunga Kol (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.) Terhadap Konsentrasi Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Dan Komposisi Media Tanam Figo Fubdi Alif; Iskandar Umarie; Bejo Suroso
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) merupakan jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat sepeti mengatasi gangguan pencernaan, mencegah efek radiasi ultraviolet, diabetes, radang usus, degenerasi makula, obesitas dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol terhadap konsentrasi PGPR dan komposisi media tanam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan dan terdiri 2 faktor. Faktor pertama konsentrasi PGPR P0 (Tanpa PGPR), (K1 (50ml/L), K2 (75 ml/L), K3 (100ml/L) dan faktor kedua komposisi media tanam K0 (Tanah), K1 (Pupuk kandang kambing 1 : 1 Tanah), K2 (Pupuk kandang kambing 1 : 2 Tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian konsentrasi PGPR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur , Diameter batang, berat bunga, diameter bunga, berat berangkasan, dan panjang akar. Pemberian komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, Jumlah daun, Diameter batang, umur berbunga, umur panen, berat bunga, diameter bunga, berat berangkasan dan panjang akar. Perlakuan interaksi antara konsentrasi PGPR dan komposisi media tanam berpengaruh terhadap diameter batang, berat bunga, diameter bunga, dan panjang akar. Perlakuan interaksi P2K1 (PGPR 75 ml/L dan pupuk kandang 1 : 1 tanah) merupakan interaksi yang menghasilkan diameter bunga terbesar dan akar terpanjang.
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Dan Pupuk Organik Cair (POC) Guano Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pare Rafif Jauhar Tanjung; Iskandar Umarie; Oktarina Oktarina
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk anorganik NPK dan pupuk organik cair (POC) guano terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare (Momordica charantia L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (0, 10, 15, dan 20 g/tanaman) serta dosis POC guano (0, 100, 150, dan 200 ml/liter per tanaman) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, umur berbunga, persentase bunga menjadi buah, panjang buah, berat basah dan kering buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan produksi, terutama pada perlakuan N3 (20 g/tanaman) yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik. Pemberian POC guano juga berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan perlakuan G3 (200 ml/liter) memberikan hasil terbaik. Interaksi antara pupuk NPK dan POC guano tidak berpengaruh nyata pada sebagian besar parameter, namun kombinasi perlakuan N3G3 menghasilkan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare. Dengan demikian, penggunaan pupuk NPK dosis 20 g/tanaman dan POC guano 200 ml/liter merupakan kombinasi yang direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pare.