Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMISASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING PADA ARRAY PHOTOVOLTAIC SAAT KONDISI SHADING PARSIAL MENGGUNAKAN ALGORITMA CUCKOO SEARCH Hafidh Fadhlir Rahman; Hadi Suyono; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang menyebabkan sulitnya mendapatkan daya maksimum dari photovoltaic (PV), salah satunya adalah shading parsial. Perbedaan nilai iradiasi pada setiap modul PV akan menyebabkan timbulnya lebih dari satu puncak pada kurva karakteristik PV. Kegagalan metode MPPT dalam melacak titik daya maksimum biasanya dikarenakan kegagalan dari algoritma dalam mendapatkan puncak global karena terjebak pada puncak lokal. Pada penelitian ini algoritma Cuckoo Search digunakan untuk mengatasi permasalahan shading parsial. Sebagai pembanding penelitian ini menggunakan algoritma Hill Climbing. Untuk mensimulasikan kondisi shading parsial, penelitian ini menggunakan 5 modul PV yang dihubungkan secara seri dengan 6 skenario pengujian. Pada penelitian ini pengujian simulasi menggunakan software MATLAB. Hasil simulasi MPPT menunjukkan bahwa dari percobaan pada 6 skenario pengujian, efisiensi rata-rata algoritma Cuckoo Search sebesar 98,8306%. Sedangkan efisiensi rata-rata algoritma Hill Climbing sebesar 63,0046%. Sehingga diperoleh persentase keunggulan algoritma Cuckoo Search terhadap algoritma Hill Climbing sebesar 35,8260%.   Kata Kunci – Photovoltaic (PV), array PV, shading parsial, Maximum Power Point Tracking (MPPT), puncak lokal, puncak global, Cuckoo Search, Hill Climbing ABSTRACT Many factors has cause difficulty in getting maximum PV power, one of them is partial shading. The difference in irradiation value in each PV module will cause more than one peak on the characteristic curve of PV. The failure of the MPPT method in tracking the maximum power point is usually due to the failure of the algorithm to get a global peak because it is trapped at a local peak. This research will use Cuckoo Search algorithm to solve the problem of partial shading. As a comparison this study uses the Hill Climbing algorithm. To simulate partial shading conditions, this study uses 5 PV modules that are connected in series with 6 test scenarios. In this research, simulation testing uses MATLAB. The MPPT simulation results showed that from 6 test scenarios, the average efficiency of the Cuckoo Search algorithm is 98,8306%. While the average efficiency of the Hill Climbing algorithm is 63,0046%. Thus, there is a percentage of excellence of Cuckoo Search algorithm against Hill Climbing algorithm of 35,8260%.   Keywords - Photovoltaic (PV), PV array, partial shading, Maximum Power Point Tracking (MPPT), local peak, global peak, Cuckoo Search, Hill Climbing
SKEMA PERTAHANAN SISTEM 500KV JAWA-BALI DALAM KONDISI KONTINGENSI N-2 SALURAN PEMALANG-UNGARAN DAN DEPOK-TASIKMALAYA Kevin Rachman Firdaus; Hadi Suyono; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok di kehidupan masyarakat saat ini. Oleh karena itu dibutuhkan suplai energi listrik dengan jumlah yang mencukupi. Setelah listrik dibangkitkan, listrik harus terlebih dahulu disalurkan melewati saluran trasmisi kemudian menuju saluran distribusi, mengingat letak pembangkit listrik dan letak beban listrik yang berjauhan. Disini dapat dilihat bahwa saluran transmisi memiliki peran yang sangat besar dalam proses penyaluran energi listrik, dimana apabila terdapat gangguan pada saluran transmisi maka dapat memberikan dampak yang sangat besar salah satunya yang pernah terjadi pada bulan Agustus tahun 2019 yaitu pemadaman listrik (partial blackout) pada sistem kelistrikan Jawa-Bali akibat terjadinya kontingensii saluran transmisi 500 kV Pemalang-Ungaran dan Depok-Tasikmalaya. Guna mencegah kembali terjadinya pemadaman skala besar seperti itu maka diperlukan suatu skema pertahanan yang dapat mengompensasi dampak dari peristriwa kontingensi tersebut. Skema pertahanan dapat dilakukan dengan melakukan load sheding dan generator tripping, kedua metode tersebut dipilih karena mampu mengevakuasi daya dengan jumlah yang besar dalam waktu yang relatif cepat sehingga dapat memperbaiki nilai frekuensi dalam waktu singkat. Dapat dilihat bahwa respon frekuensi sistem mengalami pemulihan dengan kenaikan frekuensi pada island Jawa bagian Barat dan penurunan frekuensi pada island Jawa bagian Timur dan hasil dari load sheding berupa pemutusan 6 bus beban dalam 5 tahap utama dari sistem dan hasil dari generator tripping berupa pemutusan 2 unit pembangkit dalam 2 tahap dari sistem. Kata Kunci: Transmisi, Skema Pertahanan, Load Shedding, Generator tripping. ABSTRACT Electrical energy has become a primary need in today's society life. Therefore, so it is necessary to generate enough supply of electrical energy. Once electricity is generated, it has to be transmitted over the transmission line, and then to the distribution line, reckoning the power plants is generally located relatively far from the consumer. Here it can be seen that the transmission line has a very important role in the process of transmitting electricity, and a fault in the transmission line can cause a very large impact on the system. Like one that was occurred in August 2019, where a partial blackout happens in the Java-Bali power system due to the contingencies of 500 kV transmission lines of Pemalang-Ungaran and Depok-Tasikmalaya. To prevent the re-occurrence of such large-scaled outages, a defense scheme may be required to compensate for the impact of such contingency. Defense schemes can be done by doing load shedding and generator tripping, both methods are chosen because it can evacuate a large amount of power in a relatively fast time to improve the frequency value in a short time. It can be seen that the system frequency response was recovering with the increase of frequencies on the West Java island and the decrease of frequency on East Java island as the result of load Shedding of 6 busloads in 5 main stage and the generator tripping of 2 units of the power plant in 2 stages. Keywords: Transmission Line, Defense Scheme, Load Shedding, Generator Tripping
ANALISIS RUGI-RUGI DAYA SISTEM DISTRIBUSI DENGAN PENINGKATAN INJEKSI JUMLAH PEMBANGKIT TERSEBAR Rizki Tirta Nugraha; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.312 KB)

Abstract

Faktor-faktor seperti krisis energi dan resiko teknis yang juga mempengaruhi tarif dasar listrik (TDL) telah memaksa kita untuk mencari solusi baru terkait diversifikasi energi. Salah satu Upaya teknis untuk mengurangi penurunan tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem, yaitu dengan membangun pembangkit tersebar (Distributed Generation) bersifat renewable energy di titik-titik yang jauh dari pusat pembangkitan dan dekat dengan pusat pembebanan.Dari hasil analisis dan pembahasan mengenai injeksi pembangkit tersebar dengan lima (5) skenario pada penyulang dampit kabupaten Malang menunjukkan dampak yang signifikan terhadap naiknya profil tegangan untuk semua bus dan mengurangi rugi-rugi daya yang terjadi pada penyulang Dampit. Dampak pada level tegangan; Skenario injeksi Pembangkit Tersebar yang diterapkan menunjukkan hasil terbaik pada skenario-5 yaitu level tegangan naik dari -10% menjadi -1% atau dari 0.90 p.u menjadi 0.99 p.u. Dampak pada rugi-rugi daya; Skenario injeksi Pembangkit Tersebar yang diterapkan menunjukkan hasil terbaik pada skenario-2 yaitu besarnya rugi-rugi daya menurun dari 0.040 + j0.078 MVA atau dari 4.37% menjadi 1.05% untuk daya aktif (P) dan 10.98% menjadi 1.98% untuk daya reaktif (Q).Kata kunci: Distributed Generations, analisis rugi daya, photovoltaic, PLTMH.
KAJIAN PENINGKATAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI DENGAN RELOKASI SECTIONALIZER PADA PENYULANG PUJON DENGAN PEMBANGKIT TERDISTRIBUSI Syamsu Dhuha; Hadi Suyono; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyulang Pujon merupakan penyulang tipe radial yang mendapat suplai daya energi listrik dari Gardu Induk Sengkaling, Malang. Penambahan pembangkit terdistribusi menyebabkan arus hubung singkat semakin besar, sehingga diperlukan respon sistem proteksi yang semakin cepat dalam menetralisir gangguan. Penelitian ini mengkaji nilai keandalan dan perubahan setelan recloser dan sectionalizer penyulang pujon dengan penambahan pembangkit terdistribusi. Metode analisis pendekatan dampak kegagalan suatu peralatan kepada seluruh sistem penyulang digunakan untuk perencanaan relokasi sectionalizer. Simulasi gangguan hubung singkat dua fasa dan tiga fasa pada kondisi eksisting dan kondisi penambahan pembangkit terdistribusi yang disertai perencanaan relokasi sectionalizer dilakukan dengan software ETAP 12.6.0 untuk mengetahui besar arus hubung singkat, waktu yang dibutuhkan recloser dan sectionalizer untuk menetralisir gangguan, serta jumlah pelanggan padam. Nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI dan CAIDI) pada kondisi eksisting adalah 0,685200041, 0,008119295 dan 0,011849525, sedangkan setelah dilakukan perencanaan relokasi sectionalizer turun menjadi 0,47489553, 0,005482114 dan 0,011544949. Arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa terkecil pada kondisi eksisting adalah 669A dan 772A, sedangkan pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 670A dan 774A. Nilai arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa terbesar pada kondisi eksisting adalah 7.832A dan 9.044A, sedangkan pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 7.837A dan 9.049A. Waktu yang dibutuhkan recloser dan sectionalizer untuk menetralisir gangguan (fault clearing time / FCT) pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi lebih cepat dari kondisi eksisting. Jumlah pelanggan padam ketika terjadi gangguan pada kondisi perencanaan relokasi sectionalizer lebih sedikit dari kondisi eksisting. Kata kunci - pembangkit terdistribusi, indeks keandalan, recloser, sectionalizer
PENGARUH FILTERISASI MINYAK TRAFO TERHADAP KINERJA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA DI GARDU INDUK SENGKALING Rendy Hari Widodo., Hari Widodo; n/a Soemarwanto; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.157 KB)

Abstract

Transformator daya dilakukan untuk menjagaefektivitas dan daya tahan peralatan sistem tenagalistrik, khususnya transformator daya agar dapatbekerja sebagaimana mestinya sehingga kontinuitaspenyaluran tetap terjaga dengan baik.Proses filterisasi dilakukan untuk mengurangikandungan gas - gas yang dapat mengakibatkankerusakan pada transformator. Dari hasil perhitungankinerja transformator diketahui kandungan TDCG padakondisi III dan setelah dilakukan filterisasi kandunganTDCG berada pada kondisi I. Dalam kaitannya umurminyak trafo hasil perhitungan menunjukan sisa usiaefektif minyak sebelum filterisasi sebesar 2 tahun 2 bulan12 hari, sedangkan pada minyak sesudah filterisasisebesar 39 tahun 7 bulan 21 hari.Rekomendasi dilakukan penggantian minyak trafodan dilakukan perhitungan menggunakan metodemarkov untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.Kata kunci-filterisasi, minyak trafo, TDCG.
ANALISIS PENGARUH PENYAMBUNGAN DISTRIBUTED GENERATION PADA RUGI – RUGI DAYA SALURAN DISTRIBUSI Septian Kevin Aditama; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini telah dikembangkan sistem pembangkitan energi mandiri yang dapat dikoneksian pada jaringan distribusi. Pembangkit tersebut adalah pembangkit tersebar atau Distributed Generation (DG). Pembangkit tersebut diantaranya adalah mikrohidro, wind turbine dan sel surya. Beberapa pembangkit tersebut akan disambungkan pada saluran sistem distribusi 20 kV penyulang pujon untuk mengurangi rugi-rugi daya pada saluran tersebut. Rugi daya pada saluran distribusi 20 kV pada penyulang pujon sebelumnya adalah 0,3122 MW dan 0,3752 MVar pada saat beban maksimum dan pada saat beban minimum rugi dayanya adalah sebesar 0,0239 MW dan 0,0286 MVar. Setelah penyambungan tiga pembangkit tadi rugi daya pada penyulang pujon berkurang menjadi 0,31 MW dan 0,3725 MVar saat beban maksimum dan ketika beban minimum rugi dayanya berkurang menjadi 0,0232 MW dan 0,0279 MVar. Penyambungan tiga pembangkit tersebut juga menaikkan nilai tegangan di ujung salurandistribusi 20 kV penyulang pujon, dimana sebelum DG disambungkan nilai tegangan di ujung saluran saat beban maksimum adalah 17,8108 kV dan setelah DG disambungkan tegangan di ujung saluran naik menjadi 17,8344 kV.Kata Kunci—distributed generation, rugi daya, saluran distribusi.
ANALISIS ECONOMIC DISPATCH PADA PEMBANGKIT TERMAL SISTEM 500 kV JAWA BALI MENGGUNAKAN METODE FIREFLY ALGORITHM Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan utama manusia terutama masyarakat di Indonesia. Energi listrik berperan penting di berbagi bidang usaha dan kegiatan manusia, hampir seluruh kebutuhan manusia tidak dapat dipisahkan dari energi listrik. Total biaya produksi dapat diminimalisir dengan adanya kombinasi pada pembebanan daya pada unit-unit pembangkit yang ada sehingga didapatkan suatu pembebanan yang optimal atau lebih ekonomis. Salah satu solusi untuk meminimalisir biaya produksi listrik dan efesiensi bahan bakar adalah dengan melakukan optimasi biaya bahan bakar pembangkit pada proses produksi listrik atau yang biasa disebut Economic Dispatch. Pada artikel ini, dilakukan analisis Economic Dispatch pada sistem 500kV Jawa-Bali. Perrmasalahan Economic Dispatch akan diselesaikan menggunakan metode optimisasi Firefly Algorithm. Firefly Algorithm sendiri memiliki tiga strategi yang mampu bekerja secara serempak dengan sensitifitas tinggi yang dapat membantu proses pengoptimasian. Strategi tersebut adalah ketertarikan, jarak antar kunang-kunang dan pergerakan kunang-kunang.Metode ini akan digunakan untuk menghitung kombinasi daya output masing-masing unit pembangkit sehingga diperoleh biaya pembangkitan yang minimum untuk nantinya menentukan harga pokok listrik. Dari hasil simulasi menggunakan Firefly Algortihm pada jaringan 500 kV Jawa-Bali dengan beban harian per jam berdasarkan data yang diperoleh dari Sunaryatiningsih (2016) menggunakan metode Firefly Algorithm berturut dari hari Kamis, Sabtu dan Minggu sebesar Rp. 16.979254.759,-, Rp. 15.459.428.926,- ,Rp. 14.505.474.175.-. Kata kunci: Economic Dipatch, Firefly Algortihm, jaringan 500 kV Jawa-Bali, total biaya pembangkitan   ABSTRACT         Electrical energy is one of the main needs of people, especially people in Indonesia. Electrical energy plays an important role in the sharing of business and human activities, almost all human needs can not be separated from electrical energy. Total cost of production can be minimized by the combination of power loading on existing generating units so as to obtain an optimal loading or more economical. One solution to minimize the cost of electricity production and fuel efficiency is to optimize the cost of fuel generation in the electricity production process or so-called Economic Dispatch. In this article, an Economic Dispatch analysis was conducted on the Java-Bali 500kV system. Economic Dispatch issues will be resolved using the Firefly Algorithm optimization method. Firefly Algorithm alone has three strategies that can work simultaneously with high sensitivity that can help the optimization process. The strategy is the interest, the distance between the fireflies and the fireflies movement. This method will be used to calculate the combination of output power of each generating unit so as to obtain a minimum cost of generation to later determine the cost of electricity. From the simulation result using Firefly Algortihm on 500 kV Java-Bali network with daily load per hour based on data obtained from Sunaryatiningsih (2016) using Firefly Algorithm method successively from Thursday, Saturday and Sunday Rp. 16.979254.759, -, Rp. 15.459.428.926, -, Rp. 14.505.474.175.-. Keywords: Economic Dipatch, Firefly Algortihm, 500 kV Java-Bali network, total cost of generation 
Studi Analisis Konsumsi dan Penghematan Energi di PT. P.G. Krebet Baru I Budi Agung Raharjo; Unggul Wibawa; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.65 KB)

Abstract

Industri merupakan salah satu pengguna energi listrik yang besar. Oleh karena itu perlu adanya audit energi dan penghematan energi pada suatu industri. PT. P.G. Krebet Baru I adalah salah satu industri besar dan diperlukan adanya audit dan penghematan karena Konsumsi Energi Spesifiknya (KES) pada tahun 2013 adalah 0,92 GJ/ton produksi.Usaha audit energi dan penghematan energi pada industri ini dilakukan pada beban motor, penerangan dan AC. Dari hasil analisis ditemukan penghematan pada motor listrik sebesar 26,84 % atau 6.038.628,14 kWh/giling, pada penerangan adalah 75% atau 261.152,67 kWh/giling, dan pada AC adalah 28% atau 11.203,03 kWh/giling.Rekomendasi penghematan pada motor dilakukan dengan pemasangan frekuensi inverter, pada lampu dengan mengganti lampu hemat energi atau LED dan pada AC dengan AC berteknologi inverter.Kata Kunci—Audit energi, Penghematan Energi, Konsumsi Energi Spesifik (KES), motor , lampu, AC.
ANALISIS UNJUK KERJA GENERATOR INDUKSI SATU FASA PENGUAT SENDIRI Fairuz Milkiy Kuswa; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin induksi satu fasa rotor sangkar dua belitan yang dioperasikan sebagai generator sering digunakan untuk membangkitkan listrik skala kecil di pedesaan. Dibutuhkan simulasi dan analisis yang digunakan untuk memprediksi unjuk kerja dari generator induksi satu fasa, karena dalam penerapannya untuk membangkitkan tegangan dibutuhukan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari perubahan kapasitansi eksitasi, kecepatan rotor, pembebanan, dan kurva pemagnetan terhadap keluaran tegangan dan arus yang dihasilkan generator induksi satu fasa penguat sendiri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fasilitas simulink yang disediakan oleh matlab dengan menyederhanakan persamaan dinamis dari mesin induksi satu fasa yang sudah dibawa ke kerangka referensi agar pemodelan mudah untuk diimplementasikan pada diagram blok simulink. Dari hasil percobaan simulasi perubahan nilai kapasitansi mulai dari 100µF hingga 400µF, didapatkan hasil bahwa semakin besar kapasitansi belitan utama Cq maka tegangan dan arus stator semakin besar, sedangkan semakin besar kapasitansi Cd maka tegangan dan arus stator akan semakin kecil. Percobaan simulasi juga dilakukan dengan mengubah nilai kecepatan rotor dari 1600 rpm hingga 1800 rpm dan didapatkan hasil berupa kenaikan tegangan dan arus pada belitan stator. Penambahan beban dilakukan dengan memasang beban resistif sebesar 1kΩ pada belitan utama dengan nilai Cq 350µF, Cd 250µF, dan kecepatan rotor 1700 rpm dan didapatkan perubahan tegangan pada belitan utama dari 230.1 V menjadi 223.6 V. Percobaan simulasi juga dilakukan dengan melihat perubahan tegangan dan arus pada kurva pemagnetan yang berbeda.
PERAMALAN BEBAN LISTRIK DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2015-2025 DENGAN METODE EKONOMETRIK Liza Putri Dafroni; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

D.I Yogyakarta merupakan daerah pariwisata terbesar di Indonesia setelah Pulau Bali, sehingga dengan banyaknya wisatawan mendesak para pengembang usaha dan pemerintah untuk menjaga kontinuitas pasokan energi listrik. Energi listrik tidak dapat disimpan dalam jumlah besar, maka kemungkinan terjadinya over capacity maupun under capacity dapat terjadi. Oleh karena itu, dalam upaya menyesuaikan pembangkiatan daya listrik dengan kebutuhan konsumen PT PLN (Persero) melakukan peramalan beban listrik untuk memperkirakan dan merencanakan kebutuhan daya listrik yang harus disalurkan. Berdasarkan data PT PLN (Persero) Area D.I Yogyakarta, total konsumsi energi listrik tahun 2014 mencapai 2370,3 GWh.Dengan menggunakan metode ekonometrik yang memperhitungkan pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, jumlah pelanggan, rasio elektrifikasi, dan tarif tenaga listrik dapat diketahui jumlah konsumsi energi listrik pada tahun yang akan datang. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan beban listrik pada tahun 2025, jumlah konsumsi energi listrik telah mencapai 4260,142 GWh yang meningkat 79,8% dari tahun 2014 yang berasal dari empat jenis pelanggan, yaitu rumah tangga, komersial, publik dan industri.Kata Kunci – Over capacity, Under capacity, Metode Ekonometrik, Konsumsi Energi Listrik.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abraham Latumahina Abraham Lomi Achmad Yahya Chasanuddin Adharul Muttaqin Adhi Purbo Putranto Agam Rido Priawan Ahmad Fadly Irawan Ahmad Faisol Ahmad Fajar Robiyanto Ahmad Hadid Muntaha Ahmad Reza Yahya Aji Rizky Hakim Alan Stevrie Balantimuhe Alfian Nur Ferdianzah Alfian Sakti Pamungkas Amrizal Karim Amrulloh Anargya Widyatma Anthony Wijoyo Anthony Wijoyo Ardiyallah Akbar Arnold J. Kastanja Aswin, Muhammad Aulia, Fitrah Bambang Siswojo Boby Satriya Nugraha Budi Agung Raharjo Chandra Wiharya Cita Rahiim Tama Dheo Kristianto Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Dikma Hartanjung Dimas Mudya Permadi Dimas Nofiantoro Dinda Oki Prabawanti Dwi Cahya Ramadhan Dwi Indra Kusumah Eko Kuncoro Engga Kusumayoga Erlangga Dinda Permana Erwin Hery Setiyawan Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fajariyah Mulyani Fauzan, Vito Faza Azmi Hidayat Fitriana Suhartati Gahara, Ahda Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Hafidh Fadhlir Rahman Hakim, Luqman Halomoan Marthin Muskita Hari Santoso HARRY SOEKOTJO DACHLAN Harry Soekotjo Dachlan Hasanah, Rini Nur Hasmaini Mohamad Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Helmy Mukti Himawan Hendra Sumitro Sinurat Hery Purnomo I Kadek Adi Satya Putra Ibadi Mulyatama Iksan , Santoso Ilham Ramadhan Maulana Imam Suwandi Indah Permata Sari Safti Indratama, Dicky Indri Kusuma Dewi Ismail Musirin Ismail Musirin Ismail Musirin Jasri Kariadi Ginting Johanis Tupalessy Kevin Rachman Firdaus Khusnul Hidayat Kosa Shantia Laksono, Mico Norman Lilik J. Awalin Liza Putri Dafroni Lukman Hakim Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Aziz Muslim M. Fauzan Edy Purnomo M. Rif’an Mahdin Rohmatillah Mahfudz Shidiq Mahfudz Shidiq Malinda Dinna Auliya Mamdouh Abdel-Akher Marcelino Dendy Ramadhani Markus D. Letik Mas Ahmad Baihaqi Maulana, Eka Moch Fahrulrozi Moch. Dhofir Moch. Dofir Moechammad Sarosa Mohamad Khairuzzaman Mohamad Zamani Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mu'ammar Faris L. Muammar Zainuddin Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Arsyad Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghufron Auliya Rahman Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syaiful Arifin Muhammad Syarifuddin Anshor Mujib Ridwan Muslimin Muslimin n/a Soemarwanto n/a Soeprapto n/a Wijono Nadila Adza Savira Yaniar Nico Gautama Ginting Nur Vidya Ramadhani Nur Zahirah Mohd Ali Nurwati, Tri Olivia Ferlita Onny Setyawati Pristian, Candra Adha Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz R. A. Setyawan Raden Arief Setyawan Radian Hepta Martha Hardaka Rahmadwati, n/a Rendy Hari Widodo., Hari Widodo Riko Nur Akbar Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Rini Nur Hassanah Rizki Chandra Maulana Rizki Tirta Nugraha Rizky Adhiputra Wallad Rudy Yuwono S. Irawan, Yudy Saiful Firdaus Abd Shukor Saiful Izwan Suliman Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Sharifah Azma Syed Mustafa Sholeh Hadi Pramono Sigi Syah Wibowo Soleman Sesa Subekti, Elditya Suci Imani Putri Surya Adi Purwanto Syaiful Amri Syamsu Dhuha Tasnim Tasnim Tay Lea Tien Teguh Utomo Thoriq Kamal Septianhasri Triyudha Yusticea Sulaksono Tumpak Samosir Uliyani, Septi Unggul Wibawa Usman Nurhasan Wardana, ING Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Widyatama, Anargya Wijono Wijono Wijono Wijono Wilda Faradina Wildan Alfi Syahri Wira R. A., Imantaka Wisnu Adi Suryo Yakin Gabrielsa Yamadika Okto Ahiro Yanuar Alfa Tri Susanto Yoga Candra Setyawan Yoga Prasetya Yuniar Adi Setiawan Zainuri, Akhmad Zulkifli Abd Hamid