Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi Pilkada 2024 melalui pertunjukan Kesenian Irama Minang Putri Diana; Hasrul, Hasrul; Rafni, Al; Hamdi, Irwan
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 3 (2025): Thirteenth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat partisipasi pemilih pada pilkada tahun 2015-2024 di kabupaten Lima Puluh Kota, yang menjadi perhatian serius bagi Komisi Pemilihan Umum setempat. Untuk mengatasi permasalahan ini, KPU Kabupaten Lima Puluh Kota mengembangkan strategi sosialisasi dengan pendekatan budaya kearifan lokal, yaitu melalui pertunjukan Kesenian Irama Minang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling, yang terdiri dari Ketua KPU, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, staf lapangan, pendendang KIM dan masyarakat yang menghadiri kegiatan sosialisasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi, sementara uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPU Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan program sosialisasi pilkada melalui Pertunjukan KIM dimanfaatkan sebagai media penyampaian pesan-pesan politik secara komunikatif dan budaya. Nilai-nilai sosialisasi politik mencakup aspek edukasi, aspek partisipasi, dan aspek penguatan budaya lokal. Meski masih terdapat beberapa kendala teknis seperti terbatasnya fasilitas dan cuaca, KPU melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efektivitas kegiatan ini, seperti evaluasi berkala, digitalisasi media, dan penambahan kuota peserta. KIM menjadi pendekatan alternatif yang mampu menjangkau masyarakat secara kultural dan emosional dalam meningkatkan kesadaran politik pada Pilkada 2024.
STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) DAN KUNYIT (CURCUMA LONGA) SEBAGAI TANAMAN OBAT DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT SUKU KARO Findi Septiani; Cicik Suriani; Geovany Panjaitan; Cindi Santika Ramadina; Sakinah Warohmah; Putri Diana; Annisa Ridha Riyani; Maylani Magdalena Br Malau; Sopi Yanti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan etnobotani masyarakat Suku Karo dalam memanfaatkan sirih merah (Piper crocatum) dan kunyit (Curcuma longa) sebagai tanaman obat diabetes mellitus serta mengidentifikasi kandungan bioaktif yang mendukung khasiatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnobotani deskriptif melalui observasi dan wawancara terhadap sepuluh responden di Medan, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih memanfaatkan ramuan tradisional berupa rebusan daun sirih merah dan parutan atau rebusan kunyit, bahkan sebagian mengombinasikan keduanya karena diyakini lebih efektif. Responden merasakan manfaat ramuan ini dalam menurunkan kadar gula darah dengan efek samping minimal seperti mual ringan jika dikonsumsi berlebihan. Temuan ini diperkuat oleh kajian ilmiah bahwa sirih merah mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid, sedangkan kunyit kaya kurkumin yang berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki metabolisme glukosa, serta melindungi sel β pankreas. Kesimpulannya, pemanfaatan sirih merah dan kunyit tidak hanya menjadi alternatif pengobatan diabetes, tetapi juga bagian dari kearifan lokal yang bernilai kesehatan, ekonomi, dan budaya, sehingga penting untuk dilestarikan serta dikembangkan melalui penelitian farmakologis agar dapat menjadi obat herbal terstandar.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Milenial Melalui Media Sosial Amanda Selviana; Emilia Susanti; Julia Elvina; Iis Sholehah; Layyana Syarifah Pane; Putri Diana
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v2i3.3075

Abstract

The acceptance of Pancasila values by the millennial generation on social media has an impact on Indonesian national identity, as this essay explores. The millennial generation makes a substantial contribution to strengthening national identity through volunteering on social and environmental concerns, creating online communities, and using social media. The principles of Pancasila, which include justice, democracy, unity, divinity, and humanity, serve as the foundation for this approach. Social media can have bad effects like addiction and overconsumption, but it can also be a helpful tool for promoting causes like environmental sustainability and gender equality. Thus, the millennial generation should embrace Pancasila ideals on social media in order to raise awareness of the richness and diversity of Indonesian culture.
GAMBARAN PERSEPSI PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA DENGAN LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI DAN FATHERLESS Putri Diana; Agustina
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.181

Abstract

Setiap anak perempuan membutuhkan keluarga yang utuh untuk tahap perkembangannya, namun dalam kehidupan tidak semua anak perempuan dapat memiliki dan tumbuh di dalam keluarga yang utuh di dalam hidupnya, hal ini salah satunya disebabkan karena perceraian orang tuanya. Perceraian orang tuanya terkadang menyebabkan tidak hanya anak perempuan harus tumbuh tanpa keluarga secara utuh di dalam hidupnya tetapi juga harus tumbuh tanpa sosok ayah yang aktif secara fisik maupun psikologis. Hal inilah yang biasanya disebut dengan fatherless atau father absence. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri mengenai bagaimana persepsi pernikahan pada perempuan dewasa muda yang memiliki latar belakang orang tua bercerai dan fatherless. Responden penelitian merupakan empat perempuan dewasa muda dengan rentang usia 20-35 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang akan mengeksplor dua kasus. Kasus pertama merupakan orang tua bercerai, dan kasus kedua merupakan fatherless. Teknik pengumpulan data diperoleh dari wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara yang sesuai dengan teori tiga aspek persepsi pernikahan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perempuan dewasa muda dengan kondisi fatherless karena perceraian orang tua menunjukkan persepsi pernikahan yang memiliki kesimpulan aspek pengetahuan dan aspek penilaian yang negative, dan pada sedangkan untuk aspek harapan terbagi antara positif dan negative. Faktor yang memengaruhi persepsi pernikahan pada empat subjek berasal dari pengalaman atau informasi masa lalu yang dirasakan oleh ke-empat subjek.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL Geovany Panjaitan; Nadilla Putri; Sakinah Warohmah; Putri Diana; Puspita Sari Br Tarigan; Vina salya; Priska Br Kaban; M. Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan alat utama dalam komunikasi sosial dan memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi jual beli di pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi tindak tutur yang digunakan dalam transaksi antara penjual dan pembeli, serta memahami bagaimana nilai-nilai budaya dan sosial tercermin melalui tuturan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, simak bebas libat cakap, dan dokumentasi. Data diambil dari tiga lokasi pasar tradisional: Pasar Stabat, Pasar Horas Siantar, dan Pasar MMTC Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam percakapan jual beli ditemukan berbagai jenis tindak tutur, seperti representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Tindak tutur ini digunakan untuk menyatakan harga dan kualitas barang, menawar, menawarkan, serta menunjukkan rasa terima kasih atau kepuasan. Kesimpulannya, interaksi di pasar tradisional tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai sosial dan budaya yang tercermin dalam strategi berbahasa para pelaku jual beli.