Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Pertunjukan Tari Tor Tor Naposo Nauli Bulung dalam Acara Pesta Perkawinan di Sawah Mudik Kabupaten Pasaman Barat Seri Malini; Herlinda Mansyur
Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jdan.v2i1.788

Abstract

The purpose of this study is to reveal and describe the structure of Tor Tor Naposo Nauli Bulung dance performance at a wedding ceremony in Sawah Mudik, West Pasaman Regency. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The researcher's own research instruments and aids such as pens and cameras. Primary data and secondary data were used in this research material. Data were collected through literature study, observation, interviews and documentation. The stages of data analysis are data collection, data presentation and conclusions. The results proved that the structure of the Tor Tor Naposo Nauli Bulung Dance performance at the wedding party in Sawah Mudik consisted of movement, floor patterns, music, clothing, makeup and performance venues. Tor Tor dance consists of four movements, namely: Pangurdot movement, Pangegal movement, Pangeal movement and Pangurdot movement. The floor pattern of the Tor Tor Dance is round and straight. Musical instruments use traditional musical instruments such as gondang, flute and trumpet. Tor-tor dance clothes with the head facing outward, the outside is a typical and traditional fabric of the Batak tribe. The dominant colors of the outer fabric are red, black and white, decorated with various gold or silver threads. Tor-tor dance makeup wears beautiful makeup. The place where the tor-tor marriage contract dance performance takes place in front of the bride's house, where a special tent has been set up for the performance of the tor-tor dance, The use of Tor-tor dance in the Jorong Sawah Mudik community is as a means of entertainment, a sign of respect for elders, so that all people know that the bride and groom have been released and are not on the members of naposo nauli bulung (young men), bow down and beg for affection to the person who is le.
Analisis Gerak Tari Sekapur Sirih Sebagai Tari Kreasi Berbasis Tradisi Niro Mayelza; Herlinda Mansyur
Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual. Vol. 1 No. 2 (2024): Juni : Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/misterius.v1i2.117

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze the Sekapur Sirih dance movement as a tradition-based creation dance. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The informants of this study were dance creators, musicians, singers, dancers. This research uses independent instruments assisted by stationery and cameras. The data uses primary and secondary data. Data collection techniques are carried out through literature studies, observation, interviews and documentation. The stages of data analysis are data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that Sekapur Sirih Dance as a Tradition-Based Creation Dance in terms of space, time and energy. The spatial aspect of Sekapur Sirih Dance is dance movement. Sekapur Sirih Dance uses straight lines, diagonal lines and curved lines. Straight lines have a calm impression, diagonal lines have a dynamic impression and curved lines have a soft impression. The volume contained in this dance is large and small. The dominant facing directions in this dance are front, right, left and diagonal. Levels use low, medium, and high levels. The focus of view on this dance is fore, down, and up. The time aspect of Sekapur Sirih Dance as a Tradition-Based Creation Dance is a slow tempo at the beginning of the movement, followed by medium and fast tempos. From the rhythmic element of this Sekapur Sirih Dance.
Struktur Gerak Tari Sayak di Desa Air Batu Kecamatan Ranah Pemberap Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Putri S Mulyadi; Herlinda Mansyur
Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2024): Juni : Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/imajinasi.v1i2.157

Abstract

The purpose of this study is to explain and describe the movement structure of Sayak Dance in Air Batu Village, Ranah Pemberap District, Merangin Regency, Jambi Province. This type of research is qualitative research with descriptive methods. Research instruments are researchers themselves and assisted by supporting instruments such as stationery and cameras. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The steps of analyzing data are data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that the relationship of basic elements, Sayak Dance has basic elements related to the attitude of the movement of body parts, starting from the head, body, hands, feet. The attitudes and movements contained in the Sayak Dance consist of: 1) attitudes and movements seen in a) the attitude of the head is upright, upright motion on the head does not exist. 2) Posture and gestures are seen in: a) upright, upright and leaning forward posture b) Motion on the body is absent 3) Posture and hand gestures are seen in: a) attitude on the hand lift sambah b) motion on the hand open straight sambah, open right sambah, pat me up, pat the right side of the leaf, pat the bottom slap, pat the back 4) attitude and motion on the feet seen in: a) attitude of the right foot, squat, middle stance, right lift, lift left, and bend. The grammatical hierarchical relationship system contained in Sayak Dance consists of 15 motifs, 8 phrases, 4 sentences and 1 cluster. Sayak dance includes syntagmatic relationships, relationships that are like links that cannot be separated or exchanged between the sati and others.
Makna Tari Rangguk di Sanggar Talang Marindau Desa Talang Lindung Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh Soraya , Atika; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisis makna tari Rangguk di Sanggar Talang Marindau Desa Talang Lindung Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, Instrumen dari penilitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tari Rangguk di Sanggar Talang Marindau desa Talang Lindung mencerminkan kegiatan masyarakat di masa lalu saat menuai padi. Makna tersebut dapat dilihat dari makna gera, makna musik dan makna pola lantai. Gerak tari Rangguk memiliki makna yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat dan rasa syukur kepada Tuhan. Gerakan mengangguk-angguk merupakan simbol ucapan selamat datang, sementara lenggokan pinggul khas Rangguk melambangkan kebersamaan dan rasa syukur. Tari Rangguk juga dianggap sebagai media dakwah dan cerminan kehidupan sosial masyarakat. Musik dalam tari Rangguk memiliki makna yang kuat terkait dengan perpaduan tradisi dan agama, serta ekspresi kegembiraan atau kebahagiaan dalam sebuah acara dan musik Rangguk berfungsi sebagai iringan utama tarian, memperkuat gerak dan nuansa tarian tersebut. Sedangkan pola lantai dalam tari Rangguk bukan hanya sekadar susunan gerakan, melainkan juga cerminan dari nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang melekat pada tarian tersebut. Secara keseluruhan makna yang terkandung dalam tari Rangguk di desa Talang Lindung mencerminkan nilai-nilai sosial yang menunjukkan ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap hasil panen yang melimpah, yang ditampilkan melalui simbol-simbol hasil pertanian yang dipadukan dengan gerakan penari.
Koreografi Tari Indang Badantiang di Sanggar Lindang Urek Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh Fittry, Hasanah; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendiskripsikan Koreografi Tari Indang Badantiang di Sanggar Lindang Urek Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. Jenis penelitian ini penelitia kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi Tari Indang Badantiang di Sanggar Lindang Urek terdiri dari aspek bentuk dan aspek isi. Aspek bentuk terdiri dari gerak Tapuak Delapan, gerak Tapuak Samping, gerak Tapuak gelek, Ayun Maju Mundur, gerak Galiek, gerak Balego, gerak Tapuak Ateh, gerak Tapuak Ateh Bawah, gerak Tapuak golek Tinggi, gerak Tapuak Ampek Sisi, gerak Galatiak, gerak Tapuak Ampek, gerak Garinyiak, gerak Saayun, gerak Tusuk, gerak Puta Duduak, gerak Tuduang Aia, gerak Mantaan Indang, gerak Angko Lapan, gerak Ayun Piriang, gerak Ayun Piriang Muko Lakang, gerak Zig Zag, gerak Puta Ayun, gerak Bacamin, gerak Mamatiak, gerak Diagonal, gerak Puta Sisi Badan, gerak Tusuak Muko Lakang, gerak Ayun Duduak, gerak Tusuak Bawah, gerak Pijak Baro, gerak Ayun Piriang Duo, gerak Ayun Piriang Ateh, gerak Ayun Puta, gerak Angko Delapan, gerak Ayun Piriang Tigo, gerak Ayun Puta Tigo. Desain lantai tari Indang Badantiang menggunakan, berpola garis lurus dan garis lengkung. Penari tari Indang Badantiang dilakukan sebanyak 7 orang yang terdiri dari 4 penari laki-laki dan 3 penari perempuan. Musik iringan tari manggunakan gendang, talempong dan tassa. Kostum yang digunakan penari laki-laki adalah baju bludru, sarawa galembong dan ikat kepala batik, sedangkan kostum yang digunakan penari perempuan adalah baju beludru, tanduak, tokah, kalung, sunting tusuk dan sesamping. Tata rias menggunakan tata rias cantik. Property dari tari Indang Badantiang ini adalah indang.
Emotional Beat: Deepening Dance Expression and Creativity Mansyur, Herlinda; Elizar, Elizar; Mikaresti, Pamela
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i1.64570

Abstract

Dance as a form of cultural expression has become the primary medium for communicating human emotions in a unique and comprehensive way. The purpose of this paper is to explore the relationship between emotional expression and creativity in dance, focusing on the methods and techniques used in the literature review. This paper describes how dance artists portray and utilize emotions in their work. Through the literature review method, it explores the various approaches used by artists to express emotion authentically and move the audience. The results of this study highlight the importance of an in-depth understanding of the psychology of emotions and the dance techniques used to achieve specific expressive goals. Further developing an understanding of how the expression of emotion in dance can influence the aesthetic experience of the audience and support the creativity of the artist. Contribution to broadening the horizons of the importance of emotional beats in dance, illustrating how literature review can be an effective tool for exploring the complexities of human expression through movement and rhythm.
Pelestarian Tari Sekapur Sirih Di Sanggar Gunung Kembang Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi Annisa, Nur; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian Tari Sekapur Sirih yang dilakukan oleh Sanggar Gunung Kembang di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Tari Sekapur Sirih merupakan tari tradisional penyambutan tamu agung yang sarat akan nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Sarolangun. Namun, keberadaan tari ini menghadapi tantangan serius akibat minimnya regenerasi seniman, kurangnya minat generasi muda, serta pengaruh budaya modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Objek penelitian adalah Sanggar Gunung Kembang yang sejak 2006 berperan aktif dalam mempertahankan dan mengembangkan Tari Sekapur Sirih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu: (1) mempertahankan keberadaan tari melalui latihan rutin mingguan, (2) melakukan open recruitment guna menjaring generasi muda untuk menjadi penari, dan (3) mengembangkan tari dari segi jumlah penari dan kostum tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional. Sebelumnya, tari ini ditarikan oleh 7 penari, kini berkembang menjadi 9 penari dengan kostum yang diperbarui. Kesimpulannya, upaya pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Gunung Kembang menunjukkan dampak positif terhadap keberlangsungan Tari Sekapur Sirih di Kabupaten Sarolangun. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah agar seni tradisi ini terus hidup dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang.
Upaya Pelestarian Randai Rambun Dunia oleh Masyarakat Jorong Sungai Angek Kenagarian Simarasok Deby Deswariani; Herlinda Mansyur
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 1 No. 5 (2024): September : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/abstrak.v1i5.285

Abstract

This study aims to describe the efforts to preserve the world's rambun randai in Jorong Sungai Angek. The type of research used in this study is qualitative research with a descriptive method. The main instrument in this study is the researcher himself and is assisted by supporting instruments such as stationery and cameras. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews, documentation and literature studies. The types of data used are primary data and secondary data. The steps to analyze data are collecting data, describing the data and inferring the data. The results of the study show that efforts to preserve the world's rambun randai are carried out by increasing the number of perpetrators, which initially only 2 people remained, now the number of randai players has reached 12 people. Of the number of uses of the world's rambun randai, it only appears once a year at the Angek River alek activity, but now it is also displayed at weddings and outside the Jorong Sungai Angek area
Pewarisan Tari Sampan di Sanggar Palito Nyalo Koto Panjang Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Kota Padang Provinsi Sumatera Barat Dewi, Risna; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membahas Pewarisan Tari Sampan Di Sanggar Palito Nyalo Koto Panjang Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. instrument penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrument pendukung seperti kamera dan alat tulis. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Tehnik pengumpulan data yaitu dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah untuk menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pewarisan Tari Sampan di sanggar Palito Nyalo ini adalah sistem pewarisan terbuka dalam bentuk pelatihan yang diberikan kepada keluarga maupun masyarakat umum, yang terhimpun dalam sanggar Palito Nyalo. Kegiatan dalam bentuk pelatihan dengan proses rekrutment murid yaitu datang langsung mendaftar dan menyampaikan niat baik, serta bersungguh-sungguh untuk menjadi murid di sanggar Palito Nyalo. Adapun gerak- gerak dalam tari Sampan yaitu: (1) gerak maniliek ari, (2) gerak maangkek biduak, (3) gerak mandayuang, (4) gerak manurunan sauah/ jangkar, (5) gerak mamanciang, (6) gerak maelo panciang, (7) gerak dielo lauak, (8) gerak balik katapian/mandayuang, (9) gerak maangkek sampan ketika mau pulang. Namun demikian masih ada kendala dalam pewarisan ini dimana sang pelatih saat ini belum menemukan calon pewaris yang utuh dan sanggup untuk menjadi pewaris tari Sampan. Murid yang ada saat ini hanya tahap belajar secara fisik saja bukan sebagai penanggung jawab sebagai pewaris, yang nantinya juga diharapkan sebagai guru tari. Oleh karena itu fungsi sanggar Palito Nyalo lebih berfungsi sebagai sarana komunikasi dan ajang bergaul antara muda-mudi baik masyarakat pauh maupun masyarakat diluar pauh itu sendiri.
Koreografi Tari Turun Ku Aih Aunen di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh Indah, Rifatil; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan koreografi tari Turun Ku Aih Aunen di Kecamatan Blankeheren Kabupaten Gayo Rues Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan didukung oleh peralatan bantu seperti alat tulis, kamera, dan telepon genggam. Data dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa tari Turun Ku Aih Aunen merupakan tari kreatif baru yang terdiri dari proses koreografi, bentuk koreografi, dan pola kerja koreografi. Proses koreografi terdiri dari ideasi, penemuan tema, eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Format koreografinya terdiri dari gerak, pola lantai, struktur kelompok, penari, kostum, musik, dan alat peraga.. Pola garapan terdiri dari tunggal, duet dan kelompok. Gerak yang digarap oleh koreografer menggambarkan kegembiraan para gadis zaman dulu dalam bekerja sama mengambil air bersih ke sungai. Karya tari ini semakin terlihat merarik karena adanya pola lantai dan komposisi yang beragam sehingga dapat meraik perhatian penonton tidak bosan dalam menyaksikan pertunjukan serta penari yang menguasai gerak baik itu gerak lembut dan gerak lincah. Kostum yang digunakan kostus khas daerah gayo yaitu kerawang gayo dengan perpaduan sulaman khas gayo yang berwarna mera,kuning, hijau, dan hitam yang membuat suasana menjadi lebih hidup. Tari Turun Ku Aih Aunen mengangkat tema tentang aktivitas para gadis zaman dulu ketika hendak mandi, mencuci, dan juga mengambil air minum yang bersih semua memanfaatkan sungai. Music yang mengiringi gerak penari yaitu music yang yang tempo awalnya lambat dan semakin naik sampai ending, yang membuat gerak tari mencapai titik klimaks. Adapun properti yang digunakan Tari Turun Ku Aih Aunen ini yaitu bambu dan kendi merupakan alat yang digunakan para gadis jaman dulu untuk menimba air bersih dan tempat air tersebut.
Co-Authors Afiatri Gelurena Afifah Asriati Aisyah Mail Nexsi Almadina Putri Alya Putri Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Apriliyola, Veny Aqilla, Qorri Arif Agustakdir Rahman Arviani, Yohana Aulia R, Rindena Auliannisa Ramadhani Ayunda Sari, Nelvy Ayuning Dwi Kusrini Azizah Ilham, Vira Chintia Renata Putri Cici Aulia Sari Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati David Hernandes Deby Deswariani Dede Putri Perdani Desfiarni Desfiarni Devina Utami Dewi, Risna Dina Mutiatul Khairat Dona Evrie Dona Indriani edy susanto Elga Pratiwi Rahmadani Eliska, Putri Elizar Elizar Elizar Elizar, Elizar Endang Nuryani Etika junita Fadhilah Amalia Hasanah Fani Putri Anggraini Fara Tiurma Andrina Febiola, Rara Fernanda Putri Fitri Latifah Fitri Wahyuni Fittry, Hasanah Fuji Astuti Fuji Astuti Gemala Dewi Gusti Maharani Haryono Haryono Hasibuan, Sindi Melani Ichanur Safri, Oktry Indah Fajar Wati Indah Septiani Indah, Rifatil Indrayuda Indrayuda Izlatul Maulida Jupriyanto Jupriyanto Kamilia Maghfudzah Khairah, Wardhatul Khairunnisa, Ardina Kurnia Hidayati Laily Wulan Rahmawati Lapeni Pebria Maibur Lara Sintia Lativa Andriani Lhaxmi Nuari Maghdalena Tri Jureta Magrevi, Vira Maharani Maharani Meika Meika Meika Meizul Ofriananda Melany, Sandra Mikaresti, Pamela Muhammad Afif Nadila, Sagita Dwi Nerosti Nia Mardiani Ningsih, Lisa Wahyu Niro Mayelza Nur Annisa Nurul Fazila Ismail Pransisko Pransisko Pransisko, Pransisko Putri Oktavia, Dwi Putri S Mulyadi Putri, Chintia Renata Rafi Rafi Rafi, Rafi Rahayu Febri Armi Rahma Dianti, Rahma Rahma Sinta Rahmadani, Sury Rahmi Isdiani, Nabila Rahmi Ul Fadhilah Rahmi, Mutia Ramadhan, Adrian Raudatul Hayati Reza Septiana Rianti, Muthia Riska Fitriani Rizka Fatiha Rahmi Rizka Putri Ananda Sella Oktafira Gea Seri Malini Shindy Mutiara Dewi Sindi Melani Hasibuan Sopandi, Agus Tatang Soraya , Atika Sri Wahyuni Suci Silvia Ningsih Suci Wahyuni Sukhma Suci, Suci Silvia Ningsih Susmiarti Syinta Triagnesti Tiara Virginia Aulia Tiaranti Dwi Pradita Tri Rafika Sari Uthi Sonia Utia, Yuwaffa Wahyu Nelda, Aulya Yolanda Putri Yose Fernando Yosi Muliana Yuliasma Yuliasma Yundari, Yundari Zora Iriani Zulfika Putri