Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Gerak Indang Tradisional di Nagari Balah Aie Utara Korong Sungai Tareh Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman Khairunnisa, Ardina; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan analisis gerak Indang tradisional di Korong Sungai Tareh, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini termasuk dalam kategori kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Peneliti sendiri berperan sebagai instrumen utama, didukung oleh alat bantu seperti alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melibatkan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis gerak Indang Sungai Tareh meliputi sikap tubuh dan bagian tubuh yang aktif bergerak, tipe transisi gerak, dimensi gerak, aksi, dan juga usaha. Pada bagian sikap tubuh dan bagian tubuh yang aktif bergerak hampir semua anggota tubuh bergerak yaitu seperti badan, tangan, kepala, tetapi kaki tetap dengan posisi bersila dari awal hingga akhir, masing-masing gerak terdapat sikap tubuh yang sama dan ada juga yang berbeda. Dalam penyajian Indang Sungai Tareh terdapat gerak dominan dan transisi gerak. Transisi gerak dilakukan setiap perpindahan bagian gerak 1 ke bagian gerak 2, bagian 2 ke 3, bagian 3 ke 4. Dalam Kesenian Indang ini tidak menggunakan pola melingkar dan yang lainnya, pola Indang Sungai Tareh hanya lurus satu bersaf saja. Aksi adalah bentuk gerak atau wujud keseluruhan dalam kesenian ini sangat ditentukan oleh bentuk gerak yang dinamis oleh sejajar dan satu bersaf dalam tempo yang agak cepat dan sedang sehingga terkesan dinamis, tentu usaha atau tenaga yang digunakan sangat terfosir. Oleh karena itu aksi atau usaha dalam setiap gerak dominan lincah, dinamik dan bertenaga.
Proses Penciptaan Tari Pasambahan di Sanggar Sikambang Group Kabupaten Pesisir Selatan Rahmadani, Sury; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Proses Penciptaan Tari Pasambahan di Sanggar Sikambang Group Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Narasumber dalam penelitian ini adalah koreografer, penari, pemilik sanggar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Pasambahan merupakan tari kreasi baru di Sanggar Sikambang Group Kabupaten Pesisir Selatan dengan melihat proses penciptaan, yang ditata oleh Hendra. Proses Penciptaan tari terbagi tiga tahap: 1) tahap eksplorasi, 2) tahap Improvisasi, 3) tahap Pembentukan. Pada tahap eksplorasi, koreografer melakukan penjajakan gerak, untuk menghasilkan ragam gerak, kemudian disalurkan ke dalam bentuk gerak tari baru. Pada Tahap improvisasi, koreografer mencoba atau mencari kemungkinan ragam gerak yang telah diperoleh dari hasil eksplorasi dan kemudian diberikan kepada penari. Tahap pembentukan yaitu suatu proses koreografi melalui penyeleksian yang merupakan proses pembentukan atau penyatuan materi tari yang telah ditentukan melalui pengalaman pada tahap eksplorasi, improvisasi, pembentukan menjadi kebutuhan dalam koreografi. Tema yang diangkat dari Tari Pasambahan tentang penyambutan tamu. Tarian ini memiliki Ragam gerak 18 macam dimana : gerak Sambah Awal, gerak Mamulai, gerak Cakak, gerak Salam, gerak Mananti, gerak Sambah Pembuka 1, gerak Sambah Pembuka 2, gerak Selamat Datang 1, gerak Selamat Datang 2, gerak Memberikan Sirih, gerak kreasi 1, gerak Kreasi 2, Gerak Kreasi 3, gerak Kreasi 4, gerak Lenggang, gerak Ayun Ateh Bawah, gerak Penutup 1, gerak Penutup 2.
Koreografi Tari Bajawek di Sanggar Seni Kajang Lako Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Ayunda Sari, Nelvy; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Koreografi Tari Bajawek di Sanggar Seni Kajang Lako Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung, seperti alat tulis, kamera, alat perekam. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi Tari Bajawek di Sanggar Seni Kajang Lako dimulai dengan proses koreografi yaitu tema, eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Tari Bajawek memiliki 2 macam aspek pokok, aspek bentuk yaitu: gerak (16 ragam gerak), dengan desain lantai garis lurus dan lengkung, desain atas terdiri dari desain horizontal, lengkung, bersudut, tinggi, rendah, kontras. Komposisi kelompok yang serempak dan terpecah, dengan jumlah penari 7 orang penari (3 penari perempuan, 4 penari laki-laki). Musik menggunakan musik MP3 yang alat musiknya terdiri dari serunai, saluang, tambua, talempong, canang, bass, keyboard dan dendang. Kostum yang digunakan yaitu bagi penari perempuan baju bundo kanduang dengan rok celana yang telah dikreasikan dan menggunakan rias cantik. Kostum yang dipakai penari laki-laki yaitu Baju Lapang Minang dengan celana galembong. Properti yang digunakan yaitu Tandu, dulang, sisampek, dan kain panjang. Aspek isi ada : ide, di dalam tari Bajawek ini menggunakan ide yaitu baralek gadang dengan syarat memakai tanduak ameh dan membantai kerbau dengan gambaran suasana kebersamaan, rasa syukur dan kegembiraan. Maka dapat disimpulkan bahwa di dalam tari Bajawek memiliki aspek–aspek koreografer sehingga dapat diteliti menggunakan ilmu koreografer.
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMA Negeri 1 siak Dianti, Rahma; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengungkapkan minat siswa terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari di SMA N 1 Siak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian ini adalah guru bidang studi seni budaya dan peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Siak. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti foto, alat perekam, dan alat tulis. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat peserta didik terhadap seni tari di dalam kegiatan ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Siak secara keseluruhan tergolong baik, dapat dilihat dari faktor lingkungan sekolah dan faktor kepribadian. Faktor lingkungan sekolah, karena di SMA Negeri 1 Siak ini sering dan cukup aktif mengikuti acara di luar dan sarana prasarana yang lengkap membuat peserta didik sangat tertarik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari dan faktor kepribadian, karena memang dari diri mereka sendiri memilih kegiatan ekstrakurikuler tari dan memang memiliki hoby dan bakat yang mereka miliki. Kegiatan ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Siak dapat berjalan dengan baik karena guru pelatih sudah mempunyai pedoman untuk kegiatan yang akan dilaksanakan pada tiap pertemuannya serta menyuruh peserta didik yang kurang cepat daya tangkapnya terhadap gerakan yang diberikan oleh guru.
Sinkronisasi Gerak, Musik dan Pantun pada Tari Senjang di Sanggar Seni Sinergi Kota lubuklinggau Apriliyola, Veny; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Sinkronisasi Gerak, Musik dan Pantun pada Tari Senjang di Sanggar Seni Sinergi Kota Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis, kamera dan handphone. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Tari Senjang di Sanggar Seni Sinergi merupakan tari tradisional Kota Lubuklinggau yang dikembangkan secara turun temurun sehingga bisa sampai ke Sanggar Seni Sinergi yaitu melalui pembina dan pelatih tari, karena baik pembina maupun pelatih sudah mengetahui tentang Tari Senjang. Tari Senjang adalah suatu tarian yang menggunakan pantun dan musik yang tidak saling bertemu, maka dari itu masyarakat Kota Lubuklinggau menyebutnya “Senjang”. Karena jika pantun dibacakan maka penari akan bergerak secara sinkron tanpa iringan musik mengikuti nada dan irama pantun tersebut, begitu juga sebaliknya jika musik berbunyi maka pantun berhenti. Akan tetapi walaupun musik dan pantun tidak saling bertemu, maka penari terus bergerak menari. Gerak pada Tari Senjang ini menggunakan gerak dasar melayu karena gerak nya lembut dan gemulai, dipadukan dengan kostum yang mendukung tarian tersebut. Pantun pada Tari Senjang menggunakan bahasa daerah Kota Lubuklinggau.
Bentuk Penyajian Tari Pedang Dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu Rahmi Isdiani, Nabila; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Bentuk Penyajian Tari Pedang dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan instrumen pendukung seperti alat tulis, kamera, dan telepon genggam. Data dikumpulkan dengan carastudi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pada Upacara Perkawinan Tari Pedang ditampilkan pada saat kedua mempelai akan naik ke atas pelaminan untuk menyambut kedua mempelai. Tari Pedang adalah tari tradisional Kota bengkulu yang diturunkan secara turun temurun dan diturunkan dengan cara terbuka. Tipe tari dari Tari Pedang ini adalah dramatik dengan tema tarian yaitu heroik. Gerak Tari Pedang berasal dari gerakan silat, gerakan Tari Pedang ini terdiri dari 11 yaitu gerak Sembah Mulo, Buka Langkah Pertama, Masang Gerak, Ngibas, Masang Gerak 2, Ambik Pedang, Buka Langkah Tigo, Buang Makan, Ancang-ancang, Narok Pedang, Sembah Ujung. Penari Tari Pedang disebut Hulu Balang. Musik pada Tari Pedang ini adalah musik Gendang Serunai. Kostum yang digunakan adalah Baju Teluk Belango, celana panjang hitam, kain setengah tiang, dan destar. Dramatik Tari Pedang ini terdapat pada gerakan Buang Makan yaitu gerak mengelak dan menusuk. Dinamika gerakan teri pedang dari level rendah ke level tinggi dengan gerakan yang tegas. Tari Pedang merupakan tarian yang menggunakan pedang sebagai properti tariannya.
Oh Zubaidah Febiola, Rara; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini bertujuan untuk pengembangan kreativitas ide-ide dan gagasan yang dituangkan melalui gerak-gerak yang menjadi suatu karya tentang fenomena alam dan kehidupan yang bisa dinikmati dan dipelajari, Menciptakan karya tari tari sebagai wadah menuangkan ide gagasan serta mengekspresikan imajinasi kedalam tari dan merangsang para pelaku seni untuk meningkatkan kreatifitas dalam berkesenian. Karya “Oh Zubaidah” ini merupakan sebuah ekspresi diri penata dengan bentuk yang diwujudkan kedalam tiga alur bagian, digarap berdasarkan dari kisah Zubaidah yang ada di daerah Riau. Yang mana Zubaidah merupakan penari kerajaan yang diperintah oleh Raja Datuk Laksamana Perkasa Alim pada masa pembuatan kapal lancang kuning. Karya ini digarap berdasarkan dari kisah percintaan, haru, sedih sampai dengan kematian zubaidah yang dijadikan tumbal dalam peluncuran kapal lancang kuning, dengan mengembangkan beberapa gerak tari melayu yang ada di Riau. Dalam Karya tari “Oh Zubaidah” secara keseluruhan menggambarkan aktivitas didalam maupun diluar Kerajaan yang diawali dengan suatu dengan Zubaidah menjadi penari Kerajaan sampai dengan dendam kematian Zubaidah. Di garapan ini penata memakai gerak-gerak yang mempunyai makna atau arti serta gerak murni yang sudah didistilirisasikan dengan teknik gerak yang disesuaikan dengan tema sehingga berbentuk desain-desain gerak yang memiliki kekuatan-kekuatan yang dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam penggarapan, yang paling diutamakan dalam garapan ini adalah estetika gerak, gerak sepenuh jiwa dan artistik.
Analisis Gerak Tari Rantak Tungga di Sanggar San Alida Kabupaten Pesisir Selatan Putri Oktavia, Dwi; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Analisis Gerak Tari Rantak Tungga di Sanggar San Alida Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian ini adalah Tari Rantak Tungga di Sanggar San Alida Kabupaten Pesisir Selatan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan menggunakan alat tulis dan handphone. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah- langkah teknik analisis data ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Rantak Tungga di Sanggar San Alida memiliki 13 ragam gerak yaitu : (1) gerak tapuak pambukak (laki-laki), (2) gerak sambah (laki-laki), (3) gerak tapuak tingkah (laki-laki), (4) gerak transisi manyambuik padusi (laki-laki dan perempuan), (5) gerak masuak padusi (laki-laki dan perempuan), (6) gerak galombang pambukak (laki-laki dan perempuan), (7) gerak nandi-nandi (perempuan), (8) gerak maelo pukek (perempuan), (9) gerak garak batingkah (perempuan), (10) gerak tapuak elo (perempuan), (11) gerak rantak cupu (perempuan), (12) gerak lenggang karaiah (perempuan), dan (13) gerak rantak tungga (perempuan). Keseluruhan gerak Tari Rantak Tungga dapat ditinjau dari aspek ruang, aspek waktu, dan aspek tenaga. Pada aspek ruang penari menggunakan garis lurus, garis lengkung, dan garis diagonal. Volume yang terdapat pada gerak Tari Rantak Tungga adalah volume besar dan kecil. Arah hadap pada Tari Rantak Tungga adalah depan, serong kanan, serong kiri, samping kanan, samping kiri, belakang. Level yang digunakan dalam Tari Rantak Tungga adalah rendah, sedang, dan tinggi. Fokus pandang pada Tari Rantak Tungga adalah depan, bawah, atas, belakang, samping kanan dan samping kiri, serong kanan dan serong kiri. Pada aspek waktu Tari Rantak Tungga terdapat tempo dan ritme yaitu lambat, sedang, dan cepat. Pada aspek tenaga Tari Rantak Tungga terdapat kualitas yaitu keseluruhan gerak terus-menerus bergerak dengan tenaga semakin lama semakin kuat kemudian intensitas dan tekanan yaitu sedikit, sedang, dan banyak.
Koreografi Tari Piring Bayang di Sanggar San Alida Nagari Painan Wahyu Nelda, Aulya; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan koreografi Tari Piring Bayang di Sanggar San Alida Nagari Painan. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis dan handphone. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi Tari Piring Bayang melalui prosers penciptaan diantaranya tema yang diambil dari aktivitas masyarakat seperti menanam padi, eksplorasi dilihat dari masyarakat yang bercocok tanam beramai-ramai yang dijadikan sebagai ide atau gagasan koreografer, improvisasi pada Tari Piring Bayang terdapat pada gerak pijak kaco, komposisi pada Tari Piring Bayang terdapat 20 ragam gerak, pola lantai yang dipakai yaitu bentuk trapezium, segittiga dan lingkaran, property yang dipakai yaitu piring, kostum yang dipakai yaitu baju beludru modifikasi. Elemen komposisi Tari Piring Bayang etrdapat beberapa elemen diantaranya gerak, desain atas, desain lantai, komposisi kelompok, penari, iringan tari, kostum, serta properti. Dalam Tari Piring Bayang juga memakai pola lantai dan komposisi kelompok yang beragam, sehingga tarian ini terlihat menarik dipertunjukkan. Semua penari juga menguasai gerak, kostum yang digunakan dalam Tari Piring Bayang merupakan kostum tradisional yang telah dimodifikasi diantaranya baju kuruang beludru, sarawa( celana), kain sampiang, tokah, salendang kapalo, ikek pinggang. Musik yang digunakan pada Tari Piring Bayang awalnya menggunakan tempo sedang dan tempo semakin naik hingga ending serta diiringi nyanyian dendang. Adapun properti yang digunakan dalam Tari Piring Bayang yaitu piring kecil berwarna putih dan pecahan piring. Piring Bayang diciptakan berdasarkan ide-ide yang telah dikembangkan menjadi sebuah karya tari sebagai suatu pertunjukan dan juga mempertahankan ciri khas penduduk Bayang, Pesisir Selatan yang hidup bergotong royong dalam kehidupann bertani, berladang, dan juga menggambarkan kehidupan masyarakat tepi pasir yaitu sebagai nelayan.
Makna Tari Galombang pada Pesta Perkawinan di Nagari Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan Rahmi, Mutia; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna Tari Galombang dalam penyambutan tamu pada pesta perkawinan di Sanggar Padi Sabatang Nagari Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis, handphone dan flashdisk. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tari Galombang dapat dilihat secara teks dan konteks. Secara teks menggambarkan suasana keindahan dan kelincahan gerakan para penari. Ini dapat menjadi bentuk penghormatan kepada tamu atau pasangan kedua pengantin yang menjadi pusat perhatian. Berisi doa-doa untuk kesejahteraan, kebahagiaan, kelanggengan. Sedangkan secara konteks seperti upacara pesta perkawinan, Tari Galombang dapat mengandung doa dan harapan agar acara tersebut berjalan lancar dan diberkahi. Tari Galombang seringkali menjadi simbol keramahan dan sambutan hangat kepada tamu atau pengantin baru. Gerakan yang mengalir dan penuh semangat mencerminkan kegembiraan dan sukacita masyarakat. Tari Galombang dapat menjadi bentuk hiburan yang menarik dan menghibur bagi penonton. Seiring berjalannya waktu, Tari Galombang mengalami adaptasi dan inovasi untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Co-Authors Afiatri Gelurena Afifah Asriati Aisyah Mail Nexsi Almadina Putri Alya Putri Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Apriliyola, Veny Aqilla, Qorri Arif Agustakdir Rahman Arviani, Yohana Aulia R, Rindena Auliannisa Ramadhani Ayunda Sari, Nelvy Ayuning Dwi Kusrini Azizah Ilham, Vira Chintia Renata Putri Cici Aulia Sari Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati David Hernandes Deby Deswariani Dede Putri Perdani Desfiarni Desfiarni Devina Utami Dewi, Risna Dina Mutiatul Khairat Dona Evrie Dona Indriani edy susanto Elga Pratiwi Rahmadani Eliska, Putri Elizar Elizar Elizar Elizar, Elizar Endang Nuryani Etika junita Fadhilah Amalia Hasanah Fani Putri Anggraini Fara Tiurma Andrina Febiola, Rara Fernanda Putri Fitri Latifah Fitri Wahyuni Fittry, Hasanah Fuji Astuti Fuji Astuti Gemala Dewi Gusti Maharani Haryono Haryono Hasibuan, Sindi Melani Ichanur Safri, Oktry Indah Fajar Wati Indah Septiani Indah, Rifatil Indrayuda Indrayuda Izlatul Maulida Jupriyanto Jupriyanto Kamilia Maghfudzah Khairah, Wardhatul Khairunnisa, Ardina Kurnia Hidayati Laily Wulan Rahmawati Lapeni Pebria Maibur Lara Sintia Lativa Andriani Lhaxmi Nuari Maghdalena Tri Jureta Magrevi, Vira Maharani Maharani Meika Meika Meika Meizul Ofriananda Melany, Sandra Mikaresti, Pamela Muhammad Afif Nadila, Sagita Dwi Nerosti Nia Mardiani Ningsih, Lisa Wahyu Niro Mayelza Nur Annisa Nurul Fazila Ismail Pransisko Pransisko Pransisko, Pransisko Putri Oktavia, Dwi Putri S Mulyadi Putri, Chintia Renata Rafi Rafi Rafi, Rafi Rahayu Febri Armi Rahma Dianti, Rahma Rahma Sinta Rahmadani, Sury Rahmi Isdiani, Nabila Rahmi Ul Fadhilah Rahmi, Mutia Ramadhan, Adrian Raudatul Hayati Reza Septiana Rianti, Muthia Riska Fitriani Rizka Fatiha Rahmi Rizka Putri Ananda Sella Oktafira Gea Seri Malini Shindy Mutiara Dewi Sindi Melani Hasibuan Sopandi, Agus Tatang Soraya , Atika Sri Wahyuni Suci Silvia Ningsih Suci Wahyuni Sukhma Suci, Suci Silvia Ningsih Susmiarti Syinta Triagnesti Tiara Virginia Aulia Tiaranti Dwi Pradita Tri Rafika Sari Uthi Sonia Utia, Yuwaffa Wahyu Nelda, Aulya Yolanda Putri Yose Fernando Yosi Muliana Yuliasma Yuliasma Yundari, Yundari Zora Iriani Zulfika Putri