Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : FOUNDASIA

PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI KEARIFAN LOKAL PARA BURUH MIGRAN DI HONG KONG Rukiyati, Rukiyati; Hajaroh, Mami; Purwastuti, Lusila Andriani
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26162

Abstract

Para buruh migran yang bekerja di Hong Kong perlu diberi motivasi dan wawasan keindonesiaan dan rasa nasionalisme agar mereka bekerja dengan tekun tetapi mempunyai target yang jelas untuk kembali ke tanah air. Pemberian motivasi dan wawasan dilakukan dengan media kearifan lokal Indonesia berupa pengenalan kembali dan menyanyikan lagu-lagu tradisional, dan  lagu wajib serta memasak makanan tradisional Indonesia. Peserta pelatihan ini adalah para buruh migran yang tergabung dalam organisasi nirlaba TCKLC Hong Kong sebanyak 25 orang, kesemuanya perempuan. Metode PPM yang digunakan adalah ceramah singkat, diskusi, penugasan, praktik, dan bernyanyi. Hasil kegiatan PPM menunjukkan para buruh migran sangat senang menerima pelatihan penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui kearifan lokal. Diperoleh kesadaran dari para buruh migran bahwa walaupun di Hong Kong mereka mendapatkan penghasilan yang cukup besar, tetapi tetap merasa sebagai kurang bermartabat, kurang terhormat. Setelah pelatihan,para buruh migran merasa sangat termotivasi untuk pulang ke tanah air dengan  rencana yang jelas untuk pekerjaan dan kegiatannya masing-masing. Bekal dari Hong Kong berupa uang akan dimanfaatkan untuk usaha dan sekolah,  sedangkan bekal ilmu akan digunakan untuk bekerja menjadi guru di daerahnya masing-masing. Lima bulan setelah pelatihan, diperoleh informasi sebagian buruh migran yang telah selesai masa kontraknya benar-benar telah kembali ke tanah air dan bekerja sesuai rencana ketika pelatihan. Ada yang menjadi guru PAUD, guru bahasa Inggris, melanjutkan pendidikan, dan ada pula yang berwirausaha. Kata kunci: Nilai nasionalisme, buruh migran, kearifan lokal
POHON TEORI EVALUASI KEBIJAKAN DAN PROGRAM (Metode, Nilai dan Menilai, Penggunaan) Hajaroh, Mami
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26149

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan filosofi keilmuan evaluasi kebijakan dan program. Evaluasi sebagai bagian dari proses kebijakan merupakan tahap penting, yakni sebagai tahap penyediaan informasi tentang kebijakan dan program yang berjalan. Dalam prakteknya, evaluasi memerlukan teori-teori evaluasi. Teori yang dimaksudkan oleh para theorist identik dengan pendekatan atau model teori yang bersifat preskriptif, bukan tentang teori deskriptif atau empiris. Pohon teori evaluasi sebagai ilmu terapan dibangun oleh tiga akar ilmu yakni epistemology, social inqury dan social accountability yang membangun tiga cabang ilmu evaluasi. Ketiga cabang ilmu evaluasi meliputi cabang metode (method), cabang menilai (valuing), dan cabang penggunaan (use). Ketiga cabang pohon ilmu evaluasi dilihat sebagai sesuatu yang saling berhubungan satu sama lain. Bila pohon ilmu evaluasi  itu berada dalam ruang tiga dimensi maka ujung kanan adalah cabang penilaian akan berhubungan dengan sisi paling kiri yakni cabang penggunaan. Para ahli ilmu evaluasi ditempatkan pada setiap cabang dengan melihat kecenderungan utama dan khusus dari pendekatan ilmu yang mereka kembangkan. Kata Kunci: Evaluasi, Pohon Teori, Pendekatan Evaluasi, Evaluasi Kebijakan
RESPECT: PENDIDIKAN UNTUK MENCEGAH KEKERASAN DI SKOTLANDIA HAJAROH, MAMI
FOUNDASIA Vol. 1 No. 9 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v1i9.5870

Abstract

Strategi Nasional Untuk Kekerasan dalam Keluarga di Scotlandia mengimplementasikan Strategi Pencegahan (Prevention Strategy), baik secara lokal maupun nasional Elemen-elemen kunci dari Prevention Strategy adalah: 1) Meningkatkan kesadaran publik (Public Awareness Raising); 2) Pendidikan (Education). 3) Pelatihan (Training); 4) Layanan untuk perempuan, anak-anak dan pemuda (Service,for women, children and young people); 5) Legislasi (legislation); 6) Strategi Tempat Kerja (workplace strategies); 7) Bekerja dengan Iaki-laki yang menggunakan kekerasan (Work with men who use violence). Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan 'Respect" bagi guru. Pelatihan ini tentang cara bagaimana mengajarkan kesetaraan pada anak. Target curriculum dalam pelatihan antara lain: 1) Komitmen untuk belajar; 2) menghargai dan menjaga diri; 3) menghargai dan menjaga orang lain; dan 4) tanggung jawab social. Konsep dari Skotlandia ini dapat diambil nilai-nilai dan prinsip pendidikannya untuk diimplemantasikan di Indonesia. Pelatihan terhadap guru dan calon guru tentang "pcmbclajaran yang menghargai" (respect) dapat diberikan agar guru dan calon guru memiliki "sense of respect" yang menjadi bagian dari diri yang tercermin dalam setiap perilaku guru baik di kelas maupun di dalam kelas. Selanjutnya, guru melatih dan membiasakan perilaku anak didiknya untuk memiliki "sense of respect" terhadap teman-teman dan lingkungan sehingga generasi kita menjadi generasi yang sanggup mengubah kekerasan menjadi perdamaian.