Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GAMBARAN PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT METODE HEMATOLOGI ANALYZER DAN MIKROSKOPIK LARUTAN GOWER Febriyanto, Tedy; Sahidan, Sahidan; Windy Juny Elzy, Afdel
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 2 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i2.558

Abstract

Pemeriksaan hitung jumlah eritrosit merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk menentukan jumlah eritrosit dalam 1uL darah. Cara menghitung eritrosit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan metode manual dan juga otomatismetode manual ini dilakukan dengan mengencerkan darah dengan larutan isotonik yaitu salah satunya larutan Gower yang kemudian dihitung menggunakan kamar hitung dibawah mikroskop. Sedangkan dengan metode otomatis eritrosit dihitung menggunakan alat Hematology AnalyzerUntuk mengetahui larutan Gower ini apakah memiliki hasil pemeriksaan yang mendekati dengan Gold Standar atau alat Hematologi Analyzer.
GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA MAHASISWA YANG OBESITAS SEBELUM DAN SESUDAH MENGONSUMSI JUS NANAS DI JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES BENGKULU Syafrimar, Windi; Febriyanto, Tedy
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 1 (2024): Bakteriologi Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i1.618

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Jika sering mengonsumsi makanan yang mengandung purin yang tinggi, maka kadar asam urat akan meningkat. Banyak faktor yang mempengaruhi asam urat diantarannya mengonsumsi makanan yang tinggi purin, alkohol dan obesitas. Orang yang mempunyai berat badan berlebih cenrung mengalami peningkatan kadar asam urat. Hal ini terjadi karena orang yang mempunyai berat berlebih umumnya mengonsumsi protein yang berlebihan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada mahasiswa yang obesitas sebelum dan sesudah mengonsumsi jus nanas di Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis metode pra eksperimen dengan design one group pre post test design. Teknik pengambilan sampel dengan purpovise sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Responden dilakukan pengecekan kadar asam urat sebelum dan sesudah diberikan jus nanas dengan menggunakan alat Easy Touch GCU digital untuk mengetahui kadar asam urat. Hasil : Sebanyak 21 responden mengalami penurunan kadar asam urat setelah mengonsumsi jus nanas dan sebanyak 12 responden mengalami peningkatan kadar asam urat setelah mengonsumsi jus nanas sehingga dapat disimpulkan adalah sebagian besar (63,63%) responden mengalami penurunan kadar asam urat dan sebagian kecil (36,36%) responden mengalami peningkatan kadar asam urat sesudah mengonsumsi jus nanas
UPAYA PENANGGULANGAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI DESA SRI KUNCORO KECAMATAN PONDOK KELAPA BENGKULU TENGAH TAHUN 2024 Sahidan, Sahidan; Sulistyasmi, Wiwit; Halimah, Halimah; Febriyanto, Tedy
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3605

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan nasional yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bengkulu Tengah. Berdasarkan data Puskesmas Srikuncoro, terdapat 12 balita stunting pada tahun 2024. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan remaja putri tentang pentingnya persiapan kesehatan sebagai calon ibu dalam mencegah stunting. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu penyuluhan kepada kader dan remaja, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta pemberian sepasang ayam kampung kepada balita stunting. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat pengetahuan kader akan pemahaman tentang pencegahan stunting kepada remaja, terdapat 1 remaja memiliki kadar Hb di bawah normal. Pemberian sepasang ayam kepada balita stunting diterima dengan pemeliharaan hingga ayam bertelur sebagai upaya asupan protein hewani jangka panjang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan anak stunting dalam penurunan angka stunting melalui edukasi dan intervensi gizi yang tepat.
GAMBARAN KADAR ALBUMIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKULU TAHUN 2024 Febriyanto, Tedy; Baruara, Guntur; Mirza Hanum, Dilah
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 2 (2024): Pentingnya pemeriksaan diri
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i2.909

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik mena-hun yang diakibatkan oleh pankreas tidak dapat memproduksi cukupnya insulin, penderita diabetes melitus ini terjadi karena penurunan kadar albumin serum atau hipoalbuminemia. Efek Albumin yang rendah akan berhubungan dengan fungsi mempertahankan sel dalam sirkulasi darah dan jika kondisinya ekstrem akan ber-pengaruh pada fungsi pengantaran zat gizi ke dalam jaringan dan akan menyebab-kan (Edema) penumpukan cairan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gam-baran kadar albumin serum pada penderita Diabetes Melitus di Pukesmas Pasar Ikan di Kota Bengkulu tahun 2024. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran kadar Albumin Normal Abnormal Pada penderita Diabetes Melitus Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan analisis univariat. Sampel penelitian ini berjumlah sebanyak 33 responden Diabetes Meli-tus. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode spektrofotometri dengan sampel serum darah yang dilakukan pengambilan pada bagian median cubiti. Hasil : hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan dari 33 responden didapatkan 17 orang responden dengan kadar albumin normal, dan 16 orang dengan kadar albumin abnormal. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar memiliki kadar albumin normal sebanyak (51,5%) dan hampir sebagian memiliki kadar albumin abnormal sebanyak (48,5).
GAMBARAN HITUNG JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU Tedy Febriyanto; Halimah, Halimah; Muhammad Geo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or resistance. One common complication includes hematological abnormalities, such as changes in platelet count and function. This study aimed to describe the platelet count in T2DM patients as an early detection of complications. Methods: This descriptive quantitative study involved 39 T2DM patients from the Puskesmas Jembatan Kecil, Bengkulu City, selected through accidental sampling. Venous blood samples were analyzed using the Rayto RT-7600 Hematology Analyzer, and data were processed using univariate analysis. Results: The majority of respondents (89.7%) had platelet counts within the normal range (150,000–400,000/mcL), 2.5% had thrombocytopenia, and 7.6% had thrombocytosis. Most respondents were over 35 years old (97.5%), 66.6% had been diagnosed for less than five years, 46.1% had other complications, and 56.4% were female.Conclusion: Most T2DM patients had normal platelet counts, but a small proportion showed abnormalities. Routine laboratory evaluation is essential for early detection and prevention of complications, and platelet function assessment is recommended even when counts are within normal range
PEMBERDAYAAN KADER DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN DINI MALARIA DI WILAYAH KERJA PKM SRI KUNCORO KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH TAHUN 2024 Tedy Febriyanto; Jon Farizal; Putri Widelia W; Evi Fitriyani; Yunita, Yunita
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria is an infectious disease that is still a public health problem in Indonesia. Malaria is caused by protozoa of the Plasmodium group, which is transmitted through mosquito bites. Anopheles sp mosquitoes carry the spinfective Plasmodium parasite which enters the human body through the bite of female mosquitoes. The Plasmodium sp parasites found in humans consist of Plasmodium malariae, Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium ovale and the most recently discovered plasmodium is Plasmodium Knowles. This community service aims to move people to live healthy lives and actively prevent malaria through efforts to increase knowledge and socialize malaria prevention in the PKM Sri Kuncoro Working Area, Central Bengkulu Regency. Method: There are three steps in this community service, namely preparation, implementation, evaluation and monitoring. It is hoped that this activity can increase public knowledge about malaria prevention and move people to live healthy lives. Results: This community service provides insight and knowledge to the community in recognizing clinical symptoms of malaria and forming groups. Conclusion: A team has been formed that has been given knowledge about malaria, information on malaria prevention and information about laboratory examinations that support malaria examinations consisting of cadres in each village and posyandu to carry out information on malaria prevention and health awareness community movements in the Sri Kuncoro Community Health Center Working Area Pondok Kelapa District, Central Bengkulu Regency
ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PESERTA SENAM OCE DIABETES MILITUS Suryani, Desri; RS, Sunita; Febriyanto, Tedy; Halimatussa'diah, Halimatussa'diah; Fitriani, Evi; Baruara, Guntur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32491

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik memerlukan pendekatan penatalaksanaan komprehensif, pengaturan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik seperti senam diabetes. Ketidakseimbangan asupan mempengaruhi kontrol glikemik, senam diabetes teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Tujuan kegiatan untuk mengetahui asupan zat gizi makro penderita senam Oce Diabetes Melitus (OceDM). Metode yang digunakan adalah sosialisasi, praktek, partisipasi, ceramah, diskusi dan wawancara terstruktur. Mitra kegiatan adalah pihak puskesmas dan kader posbindu berjumlah 12 orang Peserta senam berjumlah 41 orang. Kegiatan 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dilakukan terhadap proses dan efektifitas. Hasil diperoleh asupan karbohidrat kategori kurang 35 orang (85,4%), asupan protein kategori kurang 28 orang (68,3%), asupan lemak kategori tinggi 21 orang (51,2%) dan asupan serat kategori kurang 38 orang (92,6%). Terbentuk kader senam OceDM Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sekitar 70% tentang diit DM yang diberikan. Disarankan pemangku kebijakan dan mitra kegiatan memotivasi peserta melaksanakan diit DM.Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder that requires a comprehensive management approach, regulating macronutrient intake and physical activity such as diabetes exercise. Intake imbalance affects glycemic control, regular diabetes exercise can improve insulin sensitivity. The purpose of this activity is to determine the macronutrient intake of Oce Diabetes Mellitus (OceDM) exercise patients. The methods used are socialization, practice, participation, lectures, discussions, and structured interviews. The activity partners are the community health center and 12 Posbindu cadres. The exercise participants numbered 41 people. The 3-stage activity, namely preparation, implementation, and evaluation, was carried out on the process and effectiveness. The results obtained were categorized as insufficient carbohydrate intake in 35 people (85.4%), insufficient protein intake in 28 people (68.3%), high fat intake in 21 people (51.2%), and insufficient fiber intake in 38 people (92.6%). OceDM exercise cadres were formed. There was an increase in participants' knowledge of the DM diet provided by around 70%. It is recommended that policy makers and activity partners motivate participants to implement the DM diet.
SOSIALISASI KONSUMSI DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L) UNTUK PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA KANDANG KEC. KAMPUNG MELAYU Tedy Febriyanto; Susiwati, Susiwati; Jon Farizal; Elva Miryani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i1.7958

Abstract

Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit kronik yang membutuhkan penggunaan obat jangka panjang hingga seumur hidup. Sehingga tidak jarang penderita diabetes mellitus mengalami komplikasi pada ginjal dan hati, karena obat-obatan diabetes mellitus menyerap kadar gula di dalam hati dan ginjal yang berlebihan. Selain mengkonsumsi obat, pemberian suntikan insulin juga merupakan alternatif pengobatan apabila obat-obat tidak mampu lagi menurunkan kadar gula. Suntik insulin memiliki efek samping seperti hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) hal ini disebabkan banyaknya zat buatan insulin di dalam tubuh (Roihatul & Musriana, 2016). Pengobatan dari terapi obat oral maupun suntikan yaitu harganya yang tidak murah dan memiliki efek samping. Oleh karena itu, banyak digunakan obat tradisional untuk mengobat diabetes mellitus. Obat tradisional adalah obat yang dibuat dengan bahan-bahan alami seperti tumbuhan sebagai bahan dasar obat. Biasanya obat tradisional diolah dengan cara direbus, ditumbuk, atau dicampur dengan sesama bahan tradisional dengan komposisi tertentu. Obat tradisional banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam pengobatan, contohnya yaitu air rebusan daun kersen yang digunakan untuk mengobati diabetes mellitus (Stevani et al., 2016). Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat dijadikan obat tradisional untuk penderita diabetes mellitus (Stevani et al., 2016). Metode Pelaksanaan :Terdapat tiga langkah dalam pengabdian masyarakat ini yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring. Luaran dan Target Capaian : Kegiatan pengabmas ini dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya manfaat rebusan daun kersen. Menambah pengetahuan dan informasi pada masyarakat tentang adanya obat alternatif untuk penderita diabetes mellitus tipe 2
Gambaran Kadar Trigliserida Pada Pasien Stroke Yang Di Rawat Inap RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu Febriyanto, Tedy; Asa Dudin, Gani; Puspitasari , Della
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 1 (2025): Otomatisasi Laboratorium
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i1.1014

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang turut berkontribusi terhadap kejadian stroke adalah kadar trigliserida yang tinggi atau hipertrigliseridemia. Pemeriksaan kadar trigliserida menjadi penting sebagai bentuk pencegahan terhadap perburukan kondisi pasca-stroke. Mengetahui gambaran kadar trigliserida pada pasien stroke yang dirawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan jumlah 30 pasien stroke menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode GPO-PAP dengan alat Indiko Plus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan jumlah 30 pasien stroke menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode GPO-PAP dengan alat Indiko Plus. Sebagian besar pasien stroke yang di rawat inap memiliki kadar trigliserida dalam batas normal. Meski demikian pemeriksaan kadar trigliserida tetap penting untuk dilakukan guna untuk dilakukan guna mengurangi resiko komplikasi dan serangan stroke berulang
Gambaran Laju Endap Darah (Led) Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren Di Wilayah Kerja Puskemas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025 Febriyanto, Tedy; Sulistyasmi, Wiwit; Andriana, Kezia
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 2 (2025): Hematologi Klinik
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i2.1199

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah peradangan sistemik, yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). LED merupakan pemeriksaan hematologi non-spesifik yang dapat mencerminkan adanya inflamasi pada tubuh penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 39 pasien DM yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pemeriksaan LED dilakukan menggunakan metode Westergren dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien Diabetes Melitus (61,54%) memiliki nilai LED yang tinggi. Peningkatan LED berhubungan dengan adanya proses inflamasi atau komplikasi akibat Diabetes Melitus. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian tentang Gambaran Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden 61,54% memiliki nilai Laju Endap Darah (LED) yang tinggi.