Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Gambaran Kadar Trigliserida Pada Pasien Stroke Yang Di Rawat Inap RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu Febriyanto, Tedy; Asa Dudin, Gani; Puspitasari , Della
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 1 (2025): Otomatisasi Laboratorium
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i1.1014

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang turut berkontribusi terhadap kejadian stroke adalah kadar trigliserida yang tinggi atau hipertrigliseridemia. Pemeriksaan kadar trigliserida menjadi penting sebagai bentuk pencegahan terhadap perburukan kondisi pasca-stroke. Mengetahui gambaran kadar trigliserida pada pasien stroke yang dirawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan jumlah 30 pasien stroke menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode GPO-PAP dengan alat Indiko Plus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan jumlah 30 pasien stroke menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode GPO-PAP dengan alat Indiko Plus. Sebagian besar pasien stroke yang di rawat inap memiliki kadar trigliserida dalam batas normal. Meski demikian pemeriksaan kadar trigliserida tetap penting untuk dilakukan guna untuk dilakukan guna mengurangi resiko komplikasi dan serangan stroke berulang
Gambaran Laju Endap Darah (Led) Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren Di Wilayah Kerja Puskemas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025 Febriyanto, Tedy; Sulistyasmi, Wiwit; Andriana, Kezia
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 2 (2025): Hematologi Klinik
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i2.1199

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah peradangan sistemik, yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). LED merupakan pemeriksaan hematologi non-spesifik yang dapat mencerminkan adanya inflamasi pada tubuh penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 39 pasien DM yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pemeriksaan LED dilakukan menggunakan metode Westergren dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien Diabetes Melitus (61,54%) memiliki nilai LED yang tinggi. Peningkatan LED berhubungan dengan adanya proses inflamasi atau komplikasi akibat Diabetes Melitus. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian tentang Gambaran Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden 61,54% memiliki nilai Laju Endap Darah (LED) yang tinggi.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN RISIKO STUNTING DI DESA SRI KUNCORO DAN DESA PANCA MUKTI KECAMATAN PONDOK KELAPA BENGKULU TENGAH Sahidan, Sahidan; Putri Widelia Welkriana; Jon Farizal; Tedy Febriyanto; Heru Laksono; Zamharira Muslim
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah pada tahun 2024 terdata 3,1 % pada tahun 2024 masih jauh dibawah standar yang ditetapkan Kementrian Kesehatan yakni 20% dalam angka normal. Data diperoleh dari puskesmas Sri Kuncoro terdapat 16 orang balita stunting. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan kader tentang stunting, diketahuinya kadar Hb ibu hamil, Remaja, di desa Sri Kuncoro dan desa Pancamukti Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, pemberian makan tambahan dengan analisis situasi anak stunting di Sri Kuncoro., pemberdayaan kader kesehatan, evaluasi untuk mengukur keberhasilan program.Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam 3 tahap meliputi tahap 1 penyuluhan tentang stunting kader posyandu, tahap 2 pemberian makanan tambahan berupa susu kepada balita stunting yang berjumlah 16 balita, tahap ke 3 yaitu pemeriksaan Hb ibu hamil dan diakhir pengabdian dilakukan evaluasi keberhasilan program. Hasil : Pada saat penyuluhan kader terjadi peningkatan pengetahuan kader sebesar 25% setelah di evaluasi dengan memberkan pre dan post test. Terjadiya kenaikan tinggi badan balita stunting yang telah diberikan susu 2 kotak selama 2 bulan. Ditemukan kadar Hb ibu hamil rendah (rata-rata 10,4gr/dl) sebesar 69%. Terlihat pengabdian Masyarakat ini terjadi kenaikan pengetahuan kader dan kenaikan tinggi badan balita stunting dengan rentang 4 bulan pengukuran. Berdasarkan hasil yang didapat maka perlu dilanjutkan berupa monitoring dan evaluasi secara teratur untuk berlanjutnya kegiatan dalam pencegahan resiko stunting. Dirasakan perlu adanya kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dan program yang spesifik dimulai dari ibu hamil dalam persiapan kelahiran guna mencegah terjadinya stunting pada calon balitanya nanti.
Gambaran Kadar HbA1c Pada Penderita Diabetes Mellitus dengan Luka Diabetikum di Kota Bengkulu Dwi Ananta, Aufa Yori; Laksono, Heru; Febriyanto, Tedy
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1284

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya luka diabetikum. Kadar HbA1c yaitu indikator penting dalam menilai kontrol glukosa jangka panjang pada penderita DM. Kadar HbA1c yang tidak dikontrol dapat memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai gambaran kadar HbA1c pada penderita diabetes mellitus dengan luka diabetikum di Praktek Keperawatan Medikal Bedah Alfacare Centre Kota Bengkulu Tahun 2025. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif, teknik total sampling digunakan sebagai metode pemilihan sampel terhadap 30 penderita DM dengan luka diabetikum. Data diperoleh melalui pemeriksaan HbA1c dan wawancara terkait karakteristik responden seperti usia, lama menderita dan kepatuhan minum obat DM. Data dianalisis secara deskriptif menggunanakan distribusi frekuensi, persentase serta penyajian data dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebagian besar responden (80%) memiliki kadar HbA1c ≥ 7% (tidak terkontrol). Sebagian besar responden berusia ≥ 50 tahun (93,3%), menderita DM selama ≥ 5 tahun (73,3%), dan patuh minum obat (80%). Kesimpulan: Sebagian besar penderita diabetes mellitus dengan luka diabetikum memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol (≥7%).