Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK KEMAMPUAN VISUAL THINKING MATEMATIS DAN SELF EFFICACY SISWA KELAS VII SMP SWASTA RAJA GARUDA MAS BESITANG Meli Rama Yunita; Edy Surya; Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v13i3.22913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana: 1) validitas, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran berbasis yang dikembangkan dan 2) peningkatan kemampuan visual thinking matematis dan self efficacy siswa terhadap matematika dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Thiagarajan  yang terdiri atas 4 tahapan. Penelitian ini menghasilkan produk yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajarn (RPP), Buku Guru (BG), Buku Siswa (BS), Lembar Aktivitas Siswa (LAS), Tes Kemampuan Visual Thinking Matematis dan angket self efficacy siswa terhadap matematika. Uji coba 1 dilakukan di kelas VII-1 dan uji coba 2 dilakukan di kelas VII-2 SMP Swasta RGM Besitang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perangkat pembelajaran valid, baik dari validitas isi maupun validtas konstruk, 2) perangkat pembelajaran praktis digunakan, dilihat dari penilaian validator dan respon positif siswa terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 3) perangkat pembelajaran efektif, dilihat dari ketuntasan belajar dan aktivitas siswa, 4) peningkatan kemampuan visual thinking  siswa berada pada kategori sedang dan 5) adanya peningkatan kemampuan self efficacy siswa terhadap matematika dari uji coba 1 ke uji coba 2.Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah, Visual Thinking dan Self Efficacy
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN AUTOGRAPH TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 MEDAN Yuli Ragelia Sinaga; Edi Syahputra; Faiz Ahyaningsih
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap kemampuan representasi matematis siswa, (2) pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap self-efficacy siswa, (3) interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika terhadap kemampuan representasi matematis siswa, dan (4) interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika terhadap self-efficacy siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Medan. Sampel penelitian ini adalah Kelas XI-MIPA 5 sebagai kelas eksperimen I (36 siswa) dan kelas XI-MIPA 6 sebagai kelas eksperimen II (36 siswa). Instrumen yang digunakan terdiri dari tes KAM, tes kemampuan representasi matematis dan angket self-efficacy siswa. Analisis yang dilakukan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap kemampuan representasi matematis siswa, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap self-efficacy siswa, (3) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemampuan representasi matematis siswa, dan (4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan KAM terhadap self-efficacy siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share, Autograph, Kemampuan Representasi Matematis, dan Self-Efficacy
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA MODEL PISA PADA KONTEN SPACE AND SHAPE UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS Riski Sahrida Nasution; KMS. M. Amin Fauzi; Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 1 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v13i1.22942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika model PISA konten Space and Shape yang valid dan praktis melihat prosedur pengembangan soal dan  mengukur kemampuan penalaran matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Penelitian ini memerlukan dua tahap yaitu preliminary dan tahap formative evaluation yang meliputi self evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, dan field test. Teknik pengumpulan data yang digunakan berdasarkan walktrough, dokumen, tes dan angket. Setelah melalui tahap one-to-one, small group, dan validasi secara deskriptif, soal diujicobakan pada tahap field test di kelas VIII SMP N 1 Padangsidimpuan. Hasil tes secara keseluruhan dengan nilai rata-rata kemapuan penalaran matematis 56,07, termasuk pada kategori kemampuan penalaran matematis yang cukup, walaupun masih ada siswa yang masuk pada kategori kemampuan penalaran kurang. Dari hasil ini juga dapat dikatakan bahwa soal serupa PISA yang dikembangkan dikategorikan dalam kriteria valid dan praktis serta memiliki efek potensial terhadap kemampuan penalaran matematis siswa.Kata Kunci: Kemampuan Penalaran Matematis, Soal Matematika Model PISA, Space and Shape.
PERBEDAAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN PENEMUAN TERBIMBING BERORIENTASI BUDAYA MANDAILING Rahmadeni Harahap; Edy Surya; Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v11i1.22881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis perbedaan kemampuan spasial matematis siswa melalui model pembelajaran kontekstual dan penemuan terbimbing berorientasi budaya Batak Mandailing, (2) menganalisis perbedaan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran kontekstual dan penemuan terbimbing berorientasi budaya Batak Mandailing, (3) mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM siswa terhadap kemampuan spasial siswa, (4) mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM siswa  terhadap motivasi belajar siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari : (1) tes kemampuan spasial, (2) angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANAVA) dua jalur . Hasil penelitiaan menunjukkan: (1) terdapat perbedaan kemampuan spasial siswa melalui melalui model pembelajaran kontekstual dan penemuan terbimbing berorientasi budaya Batak Mandailing, (2) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran kontekstual dan penemuan terbimbing berorientasi budaya Batak Mandailing, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM siswa terhadap kemampuan spasial siswa, (4) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM siswa  terhadap motivasi belajar siswa.Kata Kunci: Pembelajaran kontekstual, Pembelajaran penemuan terbimbing, Spasial, Motivasi Belajar
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-CONFIDENCE SISWA Wirdayahni Siregar; Hasratuddin Siregar; Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v13i3.22914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan berbasis pendekatan realistik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa; 2) Keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan melalui pendekatan realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis; dan 3) Peningkatan self-confidence siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan realistik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan  4-D. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yakni tahap pertama validasi perangkat pembelajaran kepada 5 orang validator, dan tahap kedua mengujicobakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan pendekatan realistik di kelas VIII-3 dan VIII-4 Mts. YAPNI Lubuk Pakam. Dari hasil uji coba I dan uji coba II diperoleh: (1) Terjadi peningkatan nilai rata-rata pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan berbasis pendekatan realistik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa, yaitu sebesar 13,89. (2) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan realistik efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis; dan (3) Terjadi peningkatan self-confidence siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan realistik.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Self -Confidence, Model Pengembangan 4-D. Pendekatan Realistik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS KONTEKS BUDAYA BATAK TOBA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA Syuhada Sitompul; Edi Syahputra; Kms. M. Amin Fauzi
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.23718

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (2) pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap disposisi matematis siswa, (3) pengaruh kemampuan awal matematis  terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (4) pengaruh kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa, (5) apakah terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) apakah terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran  dan kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swasta Parulian 2 Medan Tahun Ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 yang diajarkan dengan model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba dan VII-2 yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional yang masing-masing berjumlah 40 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi dan angket disposisi matematis siswa. Analisis yang digunakan adalah ANAVA Dua Jalur dan dari hasil uji coba diperoleh: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap disposisi matematis siswa, (3) terdapat pengaruh kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (3) terdapat pengaruh kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa, (5) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba, Kemampuan komunikasi, Disposisi matematis
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN ADOBE FLASH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DI MTS NEGERI 1 MODEL MEDAN Minda Uba Manora Siregar; Edi Syahputra; Sriadhi Sriadhi
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v13i2.23716

Abstract

Dalam pembelajaran inovatif guru harus menggunakan media pembelajaran, sebab media merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Melalui media yang dikombinasikan dengan model pembelajaran akan mempermudah proses pembelajaran yang kondusif, kreatif dan meningkatkan efesiensi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan dari Penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis STAD menggunakan program aplikasi adobe flash untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah prosedur 4-D. Peneliti menetapkan subjek penelitian yaitu kelas VIII-11 MTs Negeri 1 Model Medan. Penelitian ini menghasilkan sebuah media pembelajaran matematika yang telah dinyatakan valid dan layak digunakan secara keseluruhan sebagai media pembelajaran. Hasil dari uji kelayakan produk adalah hasil dari penilaian ahli media,ahli materi dan siswa. Hasil yang didapatkan skor persentase kelayakan media sebesar 84,34% dengan kategori “Sangat Layak”. Penilaian media pembelajaran oleh ahli materi didapatkan persentase kelayakan akhir sebesar 70,5% dengan kategori “Layak”. Hasil penilaian oleh siswa didapatkan persentase akhir sebesar 92,9% dengan kategori “Sangat Layak”. Sedangkan uji kemampuan spasial siswa diketahui jumlah persentase siswa yang memenuhi nilai ketuntasan pada saat pre-test sebesar 34%, sedangkan pada saat post-test sebesar 86%. Sehingga dapat disimpulkan pengembagan media pembelajaran berbasis STAD yang dihasilkan dinyatakan layak dan meningkatkan kemampuan spasial siswa.Kata Kunci: Adobe flash; Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD; Kemampuan Spasial
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBASIS BUDAYA MINANGKABAU TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA SMP NEGERI 1 PANTI Novia Eka Putri; Edi Syahputra; Mulyono Mulyono
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v11i3.22924

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) berbasis budaya Minangkabau terhadap Self Efficacy, (2) menganalisis interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) berbasis budaya Minangkabau dan kemampuan awal matematis terhadap Self Efficacy siswa. Instrumen yang digunakan Angket Self Efficacy. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANAVA) dua jalur. Hasil penelitiaan menunjukkan : (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) berbasis budaya Minangkabau terhadap Self Efficacy, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) berbasis budaya Minangkabau dan kemampuan awal matematis terhadap Self Efficacy siswa.Kata Kunci: TPS, Think Pair Share, Self Efficacy Siswa, KAM.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH Rismalyah Manalu; Elvis Napitupulu; Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 1 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v13i1.22943

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) Menguji dan menganalisis ada atau tidak perbedaan nyata mengenai efek dari pendekatan scientific berbantuan software Autograph dan pendekatan scientific terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, 2) Menguji dan menganalisis ada atau tidak perbedaan nyata mengenai efek dari pendekatan scientific berbantuan software Autograph dan pendekatan scientific terhadap kemandirian belajar siswa, (3) Menguji dan menganalisis ada atau tidak efek interaksi antara pendekatan pembelajaran (scientific berbantuan software Autograph, scientific) dan kemampuan awal matematis (KAM) terhadap kemampuan pemecahan  masalah matematis siswa, (4) Menguji dan menganalisis ada atau tidak efek interaksi antara pendekatan pembelajaran (scientific berbantuan software Autograph, scientific) dan kemampuan awal matematis (KAM) terhadap kemandirian belajar siswa. Adapun analisis data dilakukan dengan uji Analisis Varian Dua Jalur (ANAVA) dengan hasil penelitian yaitu: (1) Terdapat perbedaan nyata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi pendekatan scientific berbantuan software Autograph dan pendekatan scientific dengan efek pengaruhnya sebesar 0,4023. Adapun perolehan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajarkan dengan pendekatan scientific berbantuan software Autograph adalah 79,78 sedangkan rata-rata kelompok yang diajarkan dengan pendekatan scientific adalah sebesar 78,31 artinya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan pendekatan scientific berbantuan software Autograph lebih tinggi dari pendekatan scientific, (2) Terdapat perbedaan nyata antara kemandirian belajar siswa yang memperoleh pendekatan scientific berbantuan software Autograph dengan siswa yang memperoleh pendekatan scientific. Adapun besar efek pengaruh pendekatan pembelajaran = 0,0674 berarti pendekatan pembelajaran dapat menjelaskan 6,74% variansi skor kemandirian belajar siswa, (3) Tidak terdapat interaksi faktor pendekatan pembelajaran dan faktor KAM terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Adapun besar pengaruh tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan KAM =0,0587, yang berarti tidak terdapat interaksi pendekatan pembelajaran dan KAM dapat menjelaskan 5,87% variasi skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, (4) Tidak terdapat interaksi faktor pendekatan pembelajaran dan faktor KAM terhadap kemandirian belajar siswa. Adapun besar pengaruh tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan KAM = 0,0457 berarti tidak terdapat interaksi pendekatan pembelajaran dan KAM dapat menjelaskan 4,57% variasi skor kemandirian belajar siswa.Kata Kunci: Pendekatan Scientific, Pendekatan Scientific Berbantuan Software Autograph, Pemecahan Masalah Matematis, Kemandirian Belajar Siswa
ANALISIS KESULITAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA PADA PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) Diana Sister; Edi Syahputra; Bornok Sinaga
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v11i1.22882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa pada penerapan model problem based learning. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Swasta Al – Hikmah Medan. Objek penelitian ini adalah tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa pada penerapan model problem based learning dari 32 orang siswa dengan kemampuan berpikir kreatif ‘sangat rendah’ sebanyak 13%, kemampuan berpikir kreatif ‘rendah’ sebanyak 6%, kemampuan berpikir kreatif ‘sedang’ sebanyak 44%, kemampuan berpikir kreatif ‘tinggi’ sebanyak 5%, dan kemampuan berpikir kreatif ‘sangat tinggi’ sebanyak 3%.Kata Kunci: Analisis, Berpikir Kreatif, Problem Based Learning