Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pembuatan Instrumen Evaluasi Online Menggunakan Aplikasi Quizizz Jahring Jahring; Sufri Mashuri; Marniati Marniati; Nasruddin Nasruddin
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4163

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat dan mengembangkan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari 17 orang guru SMP dan 5 orang guru SMA/SMK yang berada di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Peserta diberikan soal pre-test untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan awal peserta sebelum kegiatan. Selanjutnya, peserta diberikan materi pelatihan pembuatan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Setelah materi selesai diberikan, dilanjutkan dengan evaluasi (posttest) untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkah bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta terhadap penyusunan instrumen online menggunakan Quizizz tergolong baik (78.18%). Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah pendampingan melalui WhatsApp group terhadap guru-guru dalam menghasilkan produk instrumen evaluasi yang siap digunakan.
Pendampingan Pembelajaran Berbasis ICT Bagi Guru SMP/MTs di Kecamatan Samaturu Nasruddin Nasruddin; Jahring Jahring; Nisa Miftachurohmah
Abdi Reksa Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/abdi reksa.1.1.40-45

Abstract

Tujuan serta target khusus yang direncanakan dalam kegitan pengabdian masyarakat ini meliputi empat hal sebagai berikut: (1) Teridentifikasinya konsep-konsep matematika yang esensial yang bisa diajarkan dengan lebih mudah yaitu menggunakan media pembelajaran matematika berbasis ICT. Sebagai kriterianya adalah minimal 50% materi matematika SMP/MTs dapat diajarkan dengan media pembelajaran berbaisis ICT. (2) Terbentuknya Kelompok Kerja Guru (KKG) matematika dengan kemampuan dan pengetahuan yang memadai dalam pemanfaatan media pembelajaran berbaisis ICT. Sebagai kriterianya adalah minimal 75% dari guru mitra memiliki pengetahuan yang baik dalam pemanfaatan media pembelajaran berbaisis ICT dalam proses pembelajaran matematika. (3) Adanya produk media pembelajaran matematika yang inovatif dan eksploratif dengan target minimal 90% dari guru mitra menguasai materi yang ada dalam modul petunjuk pengaplikasian media pembelajaran berbaisis ICT. (4) Adanya peluang untuk mengembangkan jiwa kewirahusahaan, dengan memproduksi media pembelajaran matematika inovatif berbasis ICT yang memiliki nilai jual. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut adalah (1) Pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG) matematika dengan penekanan pembinaan yaitu penguasaan terhadap media pembelajaran berbaisis ICT yang memadai, diharapkan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran matematika dan mampu menjadi wahana dalam memfasilitasi pengembangan profesionalisme para guru. (2) Memberikan pelatihan kepada para guru untuk merancang media pembelajaran matematika berbasis ICT dan mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran.
Profile of Junior High School Students' Creative Thinking Ability and Numerical Literacy in Solving Mathematical Problems Nasruddin Nasruddin; Jahring Jahring
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 12, No 1: January 2024
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v12i1.8577

Abstract

This study aimed to describe the profile of creative thinking abilities and mathematical numeracy literacy of junior high school students in solving mathematical problems. Students' creative thinking abilities in this study refer to aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. Meanwhile, students' mathematical numeracy literacy refers to indicators of formulating problems systematically, reasoning, and solving problems. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects of this study were class VIII students of SMP Negeri 1 Latambaga. The research instrument used was non-routine test questions given to students, and data processing was carried out qualitatively. The results showed that descriptively, the students' mathematical creative thinking abilities were in the quite creative category, whereas 40 students were in the quite creative category with an average score of 51.43. Meanwhile, from the numeracy literacy data, students are in the good category, where students who are in the good category are 40 students with an average score of 63.47. Based on these data, it can be concluded that students' mathematical numeracy literacy skills are more likely than the mathematical creative thinking abilities of class VIII students of SMP Negeri 1 Latambaga.
Joyful Learning Berbasis Ice Breaking Guna Meningkatkan Minat dan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Haidar, Irajuana; Sari, Dian Ulfa; Jahring, Jahring; Nurwahida, Nurwahida
SAINTIFIK Vol 10 No 2 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v10i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kosentrasi belajar mahasiswa pada matakuliah kalkulus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan data yang disajikan dengan deskriptif. Instrument dalam PTK ini adalah berupa lembar observasi minat belajar mahasiswa dan lembaran angket kosentrasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 tahapan siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan di masing-masing siklus. Sebelum di terpakan PTK ini, terlebih dahulu telah diperoleh data pra siklus, yang menunjukkan bahwa pada indikator minat dan kosentrasi belajar mahasiswa tidak ada satupun indikator yang berada 75% serta rataanya sebesar 55% dan 47%. Sehingga dilaksanakanlah tindakan pada Siklus I dan diperoleh hasil rataan sebesar 76% yang telah memenuhi ketuntasan minimal, namun syarat ketentuan indikator belum terpenuhi yaitu 5 indikator belum mencapai 76%. Sedangkan pada hasil analisis angket kosentrasi belajar mahasiswa pada Siklus I dengan nilai rataan sebesar 66% yang belum memenuhi syarat ketuntasan minimal sebesar 76% dan belum ada indikator kosntrasi yang memenuhi syarat ketuntasan. Sehingga berdasarkan hal-hal yang diperoleh pada Siklus I maka perlu ada perbaikan pada Siklus II. Pada pelaksanaan tindakan di Siklus II menujukkan hasil yang meningkat. Hasil observasi minat belajar diperoleh rataan sebesar 87% dan seluruh indikatornya menujukkan memenuhi syarat ketuntasan minimal. Begitupun pada hasil analisis angket kosentrasi belajar mengalami peningktan dengan rataan sebesar 83% dan 8 dari 10 indikator telah memenuhi syarat ketuntasan 76%.
Penerapan Model Pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) Terhadap Aktivitas Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Jahring, Jahring; Nasruddin, Nasruddin; Mashuri, Sufri; Aisah, Nur
SAINTIFIK Vol 10 No 2 (2024): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v10i2.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran POE dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Metode quasi-eksperimen dengan desain posttest only control group digunakan dalam penelitian ini. Aktivitas siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil observasi, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematis dianalisis melalui hasil tes dan dilanjutkan dengan uji perbedaan menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dengan model pembelajaran POE lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan pembelajaran POE juga lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Perbedaan ini ditunjukkan oleh tingginya aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah pada model pembelajaran POE.
PENGARUH KEPERCAAAN DIRI DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Nasruddin; Jahring; Rendy Prakasa; Lutfiana Tarida
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan, September 2022
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.429 KB) | DOI: 10.58738/jkp.v1i1.76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh yang positif signifikan kepercayaan diri dan gaya belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah: seluruh kelas VII pada semester genap SMP Negeri  1 Wundulako yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah 225 siswa. Pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: (1) Kepercayaan Diri siswa tergolong sedang dengan skor terendah 51, skor terbesar 75, rata-rata 62,2 dan standar deviasi 5,7; (2) Gaya belajar siswa tergolong sedang dengan skor terendah 58, skor terbesar 70, rata-rata 63,7 dan standar deviasi 3,4; (3) Hasil belajar matematika siswa kelas tergolong sedang dengan skor terendah 60, skor terbesar 85, rata-rata 73 dan standar deviasi 5,7; (4) Terdapat pengaruh positif secara simultan antara kepercayaan diri  dan gaya belajar terhadap hasil belajar matematika siswa dimana FhitungFtabel(3,22). Jadi dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi linear ganda, antara kepercayaan diri dan gaya belajar secara simultan berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa; (5) Terdapat pengaruh positif yang signifikan kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas dimana FhitungFtabel(2,018); (6) Terdapat pengaruh positif  gaya belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wundulako dimana FhitungFtabel(2,018)
Exploring Grade VIII Students' Procedural Skills in Solving Pythagorean Problems Sanjani, Ade Riska; Salido, Achmad; Nasrum, Akbar; Chairuddin, Chairuddin; Jahring, Jahring; Sari, Dian Ulfa
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v13i2.18719

Abstract

This study explores the procedural skills of grade VIII students in solving Pythagorean Theorem problems, focusing on the diversity of problem-solving steps and error patterns that emerge. A descriptive qualitative method was used in this study, with three students selected as subjects based on high, medium, and low levels of mathematical ability. Data were collected through problem-solving tasks and semi-structured interviews to comprehensively understand the students' approaches and strategies. The results showed that students with high procedural skills implemented problem-solving steps in a structured manner, while those with moderate skills often needed to be more consistent in recording critical steps. Students with low skills tended to bypass procedural structures and proceed directly to solutions, leading to a higher rate of errors. Error patterns varied by students' mathematical ability levels: high-ability students made no errors, medium-ability students exhibited errors in illustrations and procedural consistency, and low-ability students struggled with writing expressions and fully implementing steps. These findings emphasize the need for instructional approaches tailored to students' skill levels, such as structured learning and scaffolding, to strengthen procedural skills. A follow-up study with a broader sample is recommended to validate these findings and assess the effectiveness of instructional strategies for enhancing students' procedural skills across various mathematical topics.
Pelatihan Literasi Numerasi untuk Mendukung Pembelajaran Matematika Kontekstual pada Siswa Nasruddin, Nasruddin; Miftachurohmah, Nisa; Jahring, Jahring; Sari, Dian Ulfa
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i1.44

Abstract

The contextually-based numeracy literacy instruction aimed to improve students' capacity to comprehend and utilize mathematical ideas pertinent to everyday life. Numeracy literacy is a crucial competency in contemporary society; nevertheless, polls reveal that pupils' numeracy abilities in Indonesia are still comparatively inadequate. This program offered training for educators and learners to adopt a contextually-based learning methodology. The understanding test results indicated a rise in students' average scores from 51.18 in the pre-test to 81 in the post-test, so validating the efficacy of this method. Furthermore, educators acquired novel perspectives on contextual teaching methodologies, enhancing the engagement and relevance of mathematics education. Periodic assessments indicated that students instructed by this strategy attained superior learning outcomes relative to traditional methods. The documentation of best practices functions as a reference for other schools to implement analogous strategies. This program markedly enhances the quality of mathematics education.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Bangun Datar Ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis Nasruddin, Nasruddin; Hl, Nur Ihsan; Mashuri, Sufri; Jahring, Jahring; Risaldi, Aldi; Haidar, Irajuana
SAINTIFIK Vol 11 No 1 (2025): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v11i1.580

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan kecerdasan logis matematikanya. Penelitian ini dilakukan di MTs Nurul Mujtahidin Wolulu yang melibatkan 10 orang siswa sebagai subjek penelitian. Selanjutnya dipilih 5 siswa untuk diwawancarai yang terdiri dari 1 siswa dengan kecerdasan logis matematika sangat tinggi, 1 siswa dengan kecerdasan logis matematika tinggi, dan 1 siswa dengan kecerdasan logis sedang, 1 Siswa dengan keceerdasan Logis Matematis Kurang dan 1 Siswa dengan Kecerdasan Logis Matematis Sangat Rendah. Hasil yang diperoleh (1) Terdapat siswa dengan kecerdasan logis matematika sangat tinggi memiliki rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis kategori sangat Baik yaitu dengan rata-rata nilai 83,33 (2) Terdapat siswa dengan kecerdasan Logis matematika Tinggi memiliki rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis kategori Baik yaitu dengan rata-rata nilai 75,00 dan (3) Terdapat siswa dengan kecerdasan Logis matematika Sedang memiliki rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis kategori Cukup yaitu dengan rata-rata nilai 65,27. (4) Terdapat siswa dengan kecerdassan Logis matematis rendah memiliki kemampuan pemecahan matematis kurang yaitu dengan rata rata nilai 58,33. (5) Terdapat siswa dengan kecerdassan Logis matematis sangat rendah memiliki kemampuan pemecahan matematis sangat kurang yaitu dengan rata rata nilai 37,50. Dari 10 siswa kelas VIII MTs Nurul Mujtahidin Wolulu diperoleh bahwa rata-rata kecerdasan logis matematisnya yaitu 65,00 yang berada pada kategori sedang. Serta dari 10 siswa kelas VIII MTs Nurul Mujtahidin Wolulu diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berada pada kategori cukup dengan rata-rata nilai 64,20.
Student Learning Style Classification Using Naive Bayes Classifier Method Ramadandi, S; Jahring, Jahring
Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jati.v10i2.3096

Abstract

Every student has their own habits in absorbing and processing lecture material provided. This habit is called learning style. Knowing student learning styles is very important for a lecturer because by knowing students' learning styles in one class, lecturers can apply learning methods that can accommodate all student learning styles. In the Computer course in the Indonesian Language Education Study Program and the English Language Education Study Program, there are still some students who have difficulty understanding lecture material because the learning methods given by the lecturer are only fixated on certain learning styles. For this reason, this research will help lecturers to determine student learning styles based on previous data using the Naïve Bayes Classifier method in Data Mining. Some studies suggest that the Naïve Bayes Classifier method is better than other classification methods. In this study, researchers used Rapid Miner as a tool for classification. After testing the test data, an accuracy value of 90% is obtained. This proves that the classification model formed from training data can provide a good classification of learning styles and this model can be applied by lecturers to determine student learning styles.