Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Menggunakan Aplikasi Heyzine untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Tia, Elis; Jahring, Jahring; Chairuddin, Chairuddin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3927

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan dan menciptakan media pembelajaran flipbook menggunakan aplikasi heyzine yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Implementasi media yang dikembangkan dilakukan di SMA Negeri 01 Bombana dengan melibatkan 19 orang siswa kelas X. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, penyebaran angket, dan pemberian tes, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas ahli materi sebesar 97,64% dengan kategori sangat valid dan ahli media sebesar 88,82% dengan kategori sangat valid. Semenstara itu, tingkat kepraktisan berdasarkan angket respon siswa sebesar 85% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika  siswa, yang ditinjau dari nilai rata-rata N-gain sebesar 0,61 pada kategori sedang serta peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal dari 0% pada pretest menjadi 68,42% pada posttest. Menindaklanjuti  temuan tersebut, media pembelajaran flipbook menggunakan aplikasi heyzine dinyatakan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa.
ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL LINEAR ORDE SATU DAN PERAN ADVERSITY QUOTIENT DIKALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Jahring, Jahring; Hl, Nur Ihsan; Mashuri, Sufri; Nasruddin, Nasruddin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.14202

Abstract

Persamaan diferensial linear orde satu merupakan salah satu materi fundamental dalam kurikulum pendidikan matematika yang menuntut penguasaan konsep, prosedur, serta kemampuan penalaran matematis yang baik. Namun, dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi, mahasiswa pendidikan matematika masih sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal persamaan diferensial linear orde satu. Kesulitan tersebut tercermin dari munculnya berbagai kesalahan, baik kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, maupun kesalahan teknis dalam proses penyelesaian. Selain aspek kognitif, faktor afektif seperti Adversity Quotient (AQ) diduga turut berperan dalam munculnya kesalahan tersebut, yaitu kemampuan individu dalam menghadapi kesulitan, bertahan terhadap tantangan, dan bangkit dari kegagalan. Mahasiswa dengan AQ rendah cenderung mudah putus asa, kurang gigih, dan tidak berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan, sehingga kesalahan dalam penyelesaian soal matematika menjadi berulang. Penelitian ini mengkaji kesalahan yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Matematika dalam memecahkan masalah persamaan diferensial linier orde satu serta meneliti peran Adversity Quotient (AQ) terhadap proses pemecahan masalah. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi jenis‑jenis kesalahan mahasiswa berdasarkan empat tahapan Polya (memahami masalah, merencanakan solusi, melaksanakan rencana, mengevaluasi hasil) dan (2) membandingkan pola kesalahan antar tiga tipe AQ (quiters, campers, climbers). Metode yang digunakan merupakan analisis deskriptif dengan prosedur pengumpulan data melalui angket AQ, tes tertulis persamaan diferensial, serta wawancara mendalam; subjek terdiri dari enam mahasiswa (dua per tipe AQ) yang dipilih dari 15 responden. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tipe AQ climbers berhasil memenuhi semua indikator pemecahan masalah secara lengkap, sementara mahasiswa tipe campers mengalami kesalahan signifikan pada tahap pemahaman masalah dan perencanaan solusi, dan mahasiswa tipe quiterscenderung menyerah sehingga menghasilkan kesalahan pada setiap tahapan. Penarikan kesimpulan mempertegas bahwa tingkat AQ berpengaruh positif terhadap ketahanan dan keberhasilan penyelesaian soal matematis. Implikasinya adalah perlunya integrasi pengembangan AQ dalam kurikulum untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa
Exploring Grade VIII Students' Procedural Skills in Solving Pythagorean Problems Ade Riska Sanjani; Achmad Salido; Akbar Nasrum; Chairuddin Chairuddin; Jahring Jahring; Dian Ulfa Sari
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v13i2.18719

Abstract

This study explores the procedural skills of grade VIII students in solving Pythagorean Theorem problems, focusing on the diversity of problem-solving steps and error patterns that emerge. A descriptive qualitative method was used in this study, with three students selected as subjects based on high, medium, and low levels of mathematical ability. Data were collected through problem-solving tasks and semi-structured interviews to comprehensively understand the students' approaches and strategies. The results showed that students with high procedural skills implemented problem-solving steps in a structured manner, while those with moderate skills often needed to be more consistent in recording critical steps. Students with low skills tended to bypass procedural structures and proceed directly to solutions, leading to a higher rate of errors. Error patterns varied by students' mathematical ability levels: high-ability students made no errors, medium-ability students exhibited errors in illustrations and procedural consistency, and low-ability students struggled with writing expressions and fully implementing steps. These findings emphasize the need for instructional approaches tailored to students' skill levels, such as structured learning and scaffolding, to strengthen procedural skills. A follow-up study with a broader sample is recommended to validate these findings and assess the effectiveness of instructional strategies for enhancing students' procedural skills across various mathematical topics.
DI BALIK ANGKA: MENGGALI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS Jahring Jahring; Wilda Purnamasari; Nasruddin Nasruddin
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 12 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.12.2.2025.123-128

Abstract

This study aims to describe the creative thinking abilities of high school students, both overall and based on indicators of creative thinking abilities. The research subjects were 25 students from class XI at SMA Negeri 1 Wundulako, Kolaka, Southeast Sulawesi, Indonesia. This study is a descriptive study using totally sampling technique. The research instrument used a creative thinking ability test. The indicators of creative thinking ability measured included fluency, flexibility, originality, and elaboration. The results showed that: (1) overall, the creative thinking ability of students, with a percentage score of 65.63%, was in the good category; and (2) creative thinking ability based on indicators, namely student fluency was 58.67% (sufficient), student flexibility was 79.33% (good), student originality was 82% (very good), and student elaboration was 42.5% (sufficient). This indicates that students' creative thinking skills are quite optimal because they have successfully applied student-centered learning and are accustomed to working on open-ended and non-routine problems that are complex in nature.