Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF STUDENTS CREATIVE THINKING ABILITY IN SOLVING HOTS PROBLEMS BASED ON GENDER DIFFERENCES Reza, Muhammad; Jahring, Jahring; Chairuddin, Chairuddin
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 10, No 1 (2025): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v10i1.2712

Abstract

This study aims to describe the differences in creative thinking skills ofSMA Negeri 1 Wundulako students in the 2024/2025 academic year tocompare male and female students performance in solving HOTSquestions. This research employed a qualitative approach. The subjects inthis study were class XI students at SMA Negeri 1 Wundulako, using atest developed based on HOTS (High Order Thinking Skill) and creativethinking indicators. Furthermore, based on the test results, six studentswere selected, consisting of three boys and three girls representing high,medium, and low levels of creative thinking, to be further investigated byinterviews. The results showed that, Female students performed better influency, flexibility, and elaboration, while male students excelled only inoriginality. Based on these results, it can be concluded that female studentsdemonstrated greater ability in analyzing information and elaboratingproblem solving
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Menggunakan Aplikasi Heyzine untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Tia, Elis; Jahring, Jahring; Chairuddin, Chairuddin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3927

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan dan menciptakan media pembelajaran flipbook menggunakan aplikasi heyzine yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Implementasi media yang dikembangkan dilakukan di SMA Negeri 01 Bombana dengan melibatkan 19 orang siswa kelas X. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, penyebaran angket, dan pemberian tes, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas ahli materi sebesar 97,64% dengan kategori sangat valid dan ahli media sebesar 88,82% dengan kategori sangat valid. Semenstara itu, tingkat kepraktisan berdasarkan angket respon siswa sebesar 85% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika  siswa, yang ditinjau dari nilai rata-rata N-gain sebesar 0,61 pada kategori sedang serta peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal dari 0% pada pretest menjadi 68,42% pada posttest. Menindaklanjuti  temuan tersebut, media pembelajaran flipbook menggunakan aplikasi heyzine dinyatakan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa.
ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL LINEAR ORDE SATU DAN PERAN ADVERSITY QUOTIENT DIKALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Jahring, Jahring; Hl, Nur Ihsan; Mashuri, Sufri; Nasruddin, Nasruddin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.14202

Abstract

Persamaan diferensial linear orde satu merupakan salah satu materi fundamental dalam kurikulum pendidikan matematika yang menuntut penguasaan konsep, prosedur, serta kemampuan penalaran matematis yang baik. Namun, dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi, mahasiswa pendidikan matematika masih sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal persamaan diferensial linear orde satu. Kesulitan tersebut tercermin dari munculnya berbagai kesalahan, baik kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, maupun kesalahan teknis dalam proses penyelesaian. Selain aspek kognitif, faktor afektif seperti Adversity Quotient (AQ) diduga turut berperan dalam munculnya kesalahan tersebut, yaitu kemampuan individu dalam menghadapi kesulitan, bertahan terhadap tantangan, dan bangkit dari kegagalan. Mahasiswa dengan AQ rendah cenderung mudah putus asa, kurang gigih, dan tidak berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan, sehingga kesalahan dalam penyelesaian soal matematika menjadi berulang. Penelitian ini mengkaji kesalahan yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Matematika dalam memecahkan masalah persamaan diferensial linier orde satu serta meneliti peran Adversity Quotient (AQ) terhadap proses pemecahan masalah. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi jenis‑jenis kesalahan mahasiswa berdasarkan empat tahapan Polya (memahami masalah, merencanakan solusi, melaksanakan rencana, mengevaluasi hasil) dan (2) membandingkan pola kesalahan antar tiga tipe AQ (quiters, campers, climbers). Metode yang digunakan merupakan analisis deskriptif dengan prosedur pengumpulan data melalui angket AQ, tes tertulis persamaan diferensial, serta wawancara mendalam; subjek terdiri dari enam mahasiswa (dua per tipe AQ) yang dipilih dari 15 responden. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tipe AQ climbers berhasil memenuhi semua indikator pemecahan masalah secara lengkap, sementara mahasiswa tipe campers mengalami kesalahan signifikan pada tahap pemahaman masalah dan perencanaan solusi, dan mahasiswa tipe quiterscenderung menyerah sehingga menghasilkan kesalahan pada setiap tahapan. Penarikan kesimpulan mempertegas bahwa tingkat AQ berpengaruh positif terhadap ketahanan dan keberhasilan penyelesaian soal matematis. Implikasinya adalah perlunya integrasi pengembangan AQ dalam kurikulum untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa