Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi perjuangan diri perempuan dalam lirik lagu “Jangan Ditelan” karya Nadin Amizahdengan menggunakan perspektif feminisme bell hooks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat terhadap lirik lagu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan menitikberatkan pada konsep interseksionalitas yang dikemukakan oleh bell hooks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu “Jangan Ditelan” merepresentasikan perjuangan perempuan melalui tiga elemen utama, yaitu gender, kelas sosial, dan budaya. Aspek gender tampak dalam representasi objektifikasi dan pembungkaman suara perempuan, aspek kelas sosial tercermin melalui pelabelan negatif yang mendisiplinkan perempuan yang dianggap menyimpang, sementara aspek budaya terlihat dalam norma patriarki yang menormalisasi kontrol terhadap tubuh dan identitas perempuan. Lagu ini tidak hanya menggambarkan pengalaman penindasan, tetapi juga memperlihatkan kesadaran kritis dan perlawanan simbolik perempuan terhadap struktur sosial yang menindas. Dengan demikian, karya ini menjadi medium penting dalam menghadirkan wacana feminisme dan perjuangan perempuan dalam konteks budaya populer Indonesia.