Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Agrokompleks

Identifikasi spesies mangrove menggunakan perangkat Unmanned Aerical Vehicle (UAV) di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung Musdalifah, Musdalifah; Fathuddin, Fathuddin; Tamti, Hartati; Noor, Rahmat Januar; Rizal, Muhammad
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i1.663

Abstract

Ekosistem magrove berperan penting menjaga kestabilan ekologi wilayah pesisir. Selain fungsi ekologi, ekosistem mangrove juga berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi utamanya bagi masyarakat nelayan. Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung merupakan satu-satunya lokasi green belt di pesisir Kota Makassar sehingga pembaharuan informasi terkait kondisi mangrove di kawasan perlu senantiasa dipantau. Keberadaan teknologi Unmanned Aerical Vehicle (UAV) atau lebih dikenal drone memudahkan kegiatan pemantauan kondisi lingkungan suatu kawasan dari udara. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi spesies mangrove beserta luasannya masing-masing yang terdapat di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan menggunakan teknologi UAV yang digerakkan secara melintang mengikuti pola bentangan mangrove. Berdasarkan citra UAV diperoleh 2 spesies mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung diantaranya Rhizophora sp dan Avicennia sp dengan luasan masing-masing Rhizophora sp (5,156 Ha), Avicennia sp (11,728 Ha) dan total luasan tutupan kanopi mangrove adalah 16, 884 Ha.
Prevalensi penyakit pada karang di kawasan transplantasi coral tree nursery, Pulau Barrang Lompo Fathuddin, Fathuddin; Noor, Rahmat Januar; Zulkarnain, Muh; Lapong, Muhammad Imran; Nursyahran, Nursyahran; Megawanto, Rony; Alanshar, Toufik
Agrokompleks Vol 25 No 1 (2025): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i1.916

Abstract

Upaya pelestarian karang perlu dilakukan secara berkelanjutan termasuk dalam penyediaan bibit karang menggunakan berbagai metode salah satunya coral tree nursery (CTN). Untuk memperoleh bibit karang berkualitas maka perlu dilakukan pemantauan utamanya terhadap prevalensi penyakit serta gangguan yang berpotensi timbul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gangguan hama dan jenis penyakit yang terdapat pada fragmen karang di media coral tree nursery. Metode penelitian menggunakan eksperimen lapangan dengan menempatkan 3 modul coral tree nursery yang dipasangi fragmen di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Pengamatan menggunakan kamera macro-underwater camera selama 1 bulan dan disertai pengukuran parameter oseanografi. Hasil pengamatan kemudian dianalisis secara deskriptif. Data parameter oseanografi menunjukkan kondisi yang sesuai untuk biota karang yaitu pH 8,01, suhu 30oC, salinitas 27,67 ppt, arus 0,07 m/s, kecerahan 100%, dan kedalaman 7 m. Spesies karang yang teramati yaitu Acropora cervicornis, Monitipora digitata, Pocilopora demicornis, Porites compressa, dan Echinopora horrida. Gangguan hama yang peneliti identifikasi yaitu alga, sponge, teritip, bekas gigitan ikan, bleaching, kerang, dan cacing kipas (Sabellidae). Jenis penyakit yang peneliti temukan yaitu White Band Disease (WBD) pada karang jenis Acropora cervicornis dengan frekuensi 6 koloni. Keberadaan hama dan penyakit pada fragmen karang yang dibudidayakan perlu memperoleh perhatian sebab secara jangka panjang akan berdampak pada tingkat kelulusan hidup dan pertumbuhan karang.
Estimasi kesesuaian perairan untuk marikultur berbasis kualitas air dan pendekatan spasial-temporal di Pulau Karampuang, Sulawesi Barat Mahfud, Chairul Rusyd; Noor, Rahmat Januar; Nur, Fauzia; Ihsan, Muhammad Nur; Nur, Rahmi; Darsiani, Darsiani; Lestari, Dian; Surianti, Surianti
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.953

Abstract

Mariculture activities play a significant role in contributing to the country's foreign exchange, as many of its products are exported abroad. Mamuju Regency, situated in West Sulawesi Province, is part of the eastern region of Indonesia and boasts vast potential for mariculture due to its abundant natural resources. However, farmers face several challenges, particularly oceanographic factors such as large waves, variations in freshwater input, and nutrient concentrations from land-based activities. These factors can negatively impact aquaculture media and alter oceanographic conditions, potentially threatening cultivation. The goal of this study was to examine the spatial and temporal dynamics of oceanographic conditions and assess the feasibility of waters for mariculture activities. The research was conducted in the waters around Karampuang Island in Mamuju Regency, using a descriptive quantitative approach. This involved determining sampling stations, measuring water quality both in situ and ex situ, analyzing data to assess the suitability of the waters for mariculture, and creating a GIS-based land suitability map. The results show that the water conditions in Karampuang Island are pretty dynamic, with varying water quality parameters observed, indicating diverse suitability for mariculture. For seaweed cultivation, station 3 was categorized as quite suitable, while stations 1 and 2 were considered appropriate. However, for KJA system cultivation, only station 1 consistently supports cultivation. Further studies are needed to monitor the water quality periodically and conduct cultivation trials to optimize farming activities.