Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Prediksi Perubahan Area Pertambangan Batubara Di Kabupaten Muara Enim dan Sekitarnya Menggunakan Cellular Automata Putra Putra
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i2.42

Abstract

Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam sektor pertambangan batubara. Aktivitas pertambangan yang intensif dapat menyebabkan perubahan luas area tambang dari waktu ke waktu, yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan tata ruang wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan area pertambangan batubara di Kabupaten Muara Enim dan sekitarnya dengan menggunakan metode Cellular Automata (CA). Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam memodelkan pola spasial dan dinamika perubahan lahan secara efektif. Data spasial dan peta penggunaan lahan historis digunakan sebagai input utama untuk memprediksi ekspansi area tambang di masa mendatang. Hasil prediksi menunjukkan bahwa metode Cellular Automata mampu menggambarkan pola perubahan lahan pertambangan dengan tingkat akurasi yang baik. Hasil prediksi dari pemodelan menggunakan Cellular Automata ini adalah aera pertambangan di Kabupaten Muara Enim mengalami perubahan luasan, tetapi prediksi perubahan luasan tersebut tidak mungkin tepat 100%, karena masih perlu dilakukan kajian secara ilmiah yang didasarkan pada data lapangan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelolaan tata ruang wilayah serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan pertambangan yang berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim.
Penentuan Nilai Kuat Tekan Batulempung Dan Batupasir Menggunakan Metode Unconfined Compression Strength Pada Titik Bor SYNC X05 Astrid Fadhilah; Suryandi Suryandi; Muhammad Abdul Ghony; Putra Putra
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i2.43

Abstract

Batulempung dan batupasir berkontribusi secara berbeda dalam proses pertambangan, khususnya dalam hal stabilitas lereng, kapasitas daya dukung struktur, serta metode penambangan yang digunakan. Batulempung dengan kandungan lempung yang tinggi, cenderung lebih rentan terhadap deformasi sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menjaga stabilitas. Sebaliknya, batupasir yang lebih keras dan kaku membutuhkan pendekatan penggalian yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai kuat tekan batulempung dan batupasir sangatlah penting untuk perencanaan dan pelaksanaan operasi tambang yang aman dan efisien. Dapat diketahui bahwa hasil pengujian kuat tekan metode Unconfined Compression Strenght (UCS) pada batulempung di titik bor SYNC X05 dengan nomor sampel 16 dan 18 memiliki tegangan puncak masing-masing 1081,03 kPa (regangan 0,72%) dan 1291,80 kPa (regangan 0,40%). Sedangkan batupasir dengan nomor sampel 17 dan 20 menunjukkan tegangan puncak 929,40 kPa (regangan 0,40%) dan 3340,39 kPa (regangan 0,92%). Dari nilai diatas perbandingan retakan antar sampel batulempung dan batupasir yang memiliki perbedaan yaitu Sample batulempung dari titik bor SYNC X05 dengan kedalaman 65,90 m dan 71,45 m pada sampel nomor 16 dan 18 menunjukkan banyak retakan dengan tipe pecahan kombinasi belahan aksial dan geser, yang berarti sampel mengalami pecahan gabungan dua variasi. Sedangkan, sample batupasir pada kedalaman 68,92 m dan 79,60 m dari sampel nomor 17 dan 20 mengalami sedikit retakan. Retakan pada sampel nomor 17 menunjukkan tipe pecahan kerucut dengan keruntuhan satu arah, sedangkan sampel nomor 20 memperlihatkan pecahan axial yang memanjang searah beban tekan.
Pemodelan Spasial Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Lokasi Kawasan Industri di Kabupaten Muara Enim Putra Putra; Freddy Sapta Wirandha
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.67

Abstract

Pertumbuhan sektor industri di Indonesia mendorong kebutuhan akan penyediaan kawasan industri yang terencana dan berkelanjutan. Penentuan lokasi kawasan industri harus memperhatikan berbagai parameter fisik, lingkungan, dan aksesibilitas agar tidak menimbulkan konflik pemanfaatan ruang maupun kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam penentuan lokasi kawasan industri di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Data yang digunakan terdiri dari peta jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, jaringan jalan, daerah aliran sungai, pola ruang, serta batas administrasi. Metode analisis dilakukan melalui klasifikasi, pembobotan, buffering, dan overlay untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kawasan industri terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu sangat sesuai, sesuai, dan tidak sesuai. Kecamatan Ujan Mas, Rambang Dangku, Gunung Megang, Gelumbang, Belimbing, dan Muara Enim teridentifikasi sebagai wilayah dengan kesesuaian sangat tinggi untuk kawasan industri, sedangkan kecamatan seperti Sungai Rotan, Muara Belida, Kelekar, Lubai, dan wilayah Semende Darat tidak memiliki lokasi yang sesuai. Penelitian ini menegaskan bahwa SIG mampu memberikan informasi spasial yang objektif dan akurat, sehingga dapat mendukung pemerintah daerah, pemangku kebijakan, maupun investor dalam merencanakan pembangunan kawasan industri yang efisien, tepat guna, dan berkelanjutan
Spatial Mapping of Facilities and Infrastructure Using GIS in Pasar Tanjung Enim Village, Muara Enim Regency Putra, Putra; Fadhilah, Astrid
Jurnal Mantik Vol. 9 No. 2 (2025): August: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v8i6.6473

Abstract

Geospatial information and community participation in regional development at various levels, including villages/subdistricts, are currently required to support economic growth and community empowerment. Good planning (based on digital and spatial information) and community participation in community management are presently needed. By utilizing digital and spatial information presented in maps and resource information, geographical locations can be easily identified. This study aims to map resources and infrastructure in Pasar Tanjung Enim Village based on geospatial information and community participation. Specifically, this research aims to provide a database and base maps of high-resolution satellite imagery and thematic maps of resources and infrastructure at the village level (large-scale and detailed), both in digital and hardcopy formats, with the involvement of community participation, and compiled into a village potential map album. Data was collected using spatial data from the Muara Enim Public Works and Spatial Planning Agency, infrastructure surveys with handheld GPS devices, and ESRI satellite imagery as base maps. Spatial data collection and field validation resulted in 148 attribute data. The results of this study are 11 thematic maps at a scale of 1:15,000, namely administrative village maps containing information on area size and boundaries, land cover, and infrastructure (road networks, telecommunications networks, government offices, places of worship, health facilities, commercial facilities, educational facilities, and public facilities). The success of this mapping supports replication in other regions. It aligns with the one map policy, emphasising spatial integration and community participation in data-driven village development.
Perbandingan Perbandingan Produktivitas dan Biaya Operasional Pompa Tambang Engine dan Listrik Di Tambang Air Laya PT. Bukit Asam, Tbk. Indra Nuryanneti; Putra Putra; Sarmidi Sarmidi; Randy Dinata
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.68

Abstract

Dewatering merupakan kegiatan penting dalam pertambangan terbuka untuk menjaga kestabilan lereng, mencegah genangan air, serta memastikan keselamatan kerja. Salah satu metode dewatering yang umum digunakan adalah penggunaan pompa untuk mengalirkan air dari sump menuju kolam pengendapan. Penelitian ini dilakukan di Tambang Air Laya PT Bukit Asam Tbk dan bertujuan untuk membandingkan produktivitas serta biaya operasional dua jenis pompa, yaitu pompa listrik (Sulzer A55-200) dan pompa engine (Wilo FD 150). Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi langsung di lapangan, dokumentasi operasional, serta analisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pompa listrik memiliki kapasitas 1.000 m³/jam atau 22.000 m³/hari, sedangkan pompa engine hanya mampu mengalirkan 600 m³/jam atau 13.200 m³/hari. Dari segi biaya operasional, pompa listrik memerlukan Rp 5.160.256 per hari, lebih hemat dibandingkan pompa engine yang mencapai Rp 6.366.800 per hari. Selain itu, pompa listrik juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penggunaan pompa listrik sebagai alat utama dalam proses dewatering, sementara pompa engine dapat dijadikan sebagai pompa cadangan.
Proses Desain Sistem Informasi Pelayanan Izin Mendirikan Bangungan (IMB) Berbasis GIS Putra Putra; Riya Nur Azizah; Freddy Sapta Wirandha
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i1.1

Abstract

Building Permit or commonly known as IMB is a permit granted by the Regional Head to building owners in changing, expanding, reducing, or maintaining buildings by applicable administration and technical requirement. IMB is one of legal products which has purpose to create security and safety in building spatial as well as legal certainty. Before building a system, the first step in creating an application is to design and to arrange the design process. The process is carried out on the application or information system concerned. There are 2 methods used in this study, namely direct observation to the field by observing directly the process of storing existing data and observing the transaction process. The second method is a library study which is looking for references and understanding the concept of applying the method to the system created. The IMB service information system design process is arranged based on user needs in using the existing IMB application for information system design process. This information system design process can be developed and implemented in an integrated GIS form. In another word, information system can provide benefits for agencies
Pengolahan Citra Digital Untuk Penentuan Jenis Batubara Di PT Bukit Asam, Tbk. Dengan Menggunakan Metode Algoritma K-Nearest Neighbor Putra Putra; Muhammad Irzan Ramadhan Army; Mirza Adiwarman; Farouki Dinda Rassarandi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i1.2

Abstract

Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Muara Enim memiliki wilayah yang cukup luas dan mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Secara umum potensi unggulan daerah Kabupaten Muara Enim lebih didominasi sektor primer yaitu sektor pertanian, kehutanan, pertambangan dan Energi. Salah satu perusahaan tambang terbesar di Kabupaten Muara Enim adalah PT Bukit Asam, Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan jenis batubara yang ada di PT Bukit Asam, Tbk. dengan menggunakan teknologi komputasi yang berbasis pengolahan citra digital. Data penelitian ini diperoleh dari Laboratorium Satuan Kerja yang ada di PT Bukit Asam, Tbk. Data tersebut di olah dengan menggunakan perangkat lunak matlab yang didalamnya ditambahkan dengan algoritma K-Nearest Neighbor. Penelitian ini dilakukan dengan menggolongkan jenis batubara ke dalam tiga kelas, yaitu high, medium, dan low. Data yang digunakan berjumlah 60 data citra digital, yang terdiri dari 30 data latih dan 30 data uji. Dari hasil pengujian data citra digital, sistem yang dirancang dapat digunakan dalam penentuan jenis batubara dengan nilai akurasi 76,67% dari data citra digital yang dilakukan pengujian
Analisis Perbandingan Berat Jenis Tanah Sampel Batulempung dan Batupasir Pada Titik Bor MHY 52A Putra Putra; Pausan Elpani; Astrid Fadhilah; Muhammad Abdul Ghony
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.14

Abstract

Tanah dapat diartikan sebagai partikel mineral yang dipadatkan atau dilepaskan melalui pelapukan batuan, dengan ruang pori di antara partikel-partikel tersebut terisi udara dan/atau air. Nilai berat jenis (specific gravity) dari sampel tanah yang di uji dengan No titik BOR MHY 52A adalah Gs rata - rata = 2.61 - 2,66 gram dengan jenis batuan Batulempung (Claystone), sedangkan untuk Gs rata - rata 2,61 - 2,74 gram dengan jenis batuan Batupasir (Sandstone) dengan kemungkinan untuk sampel Claystone termasuk ke dalam jenis tanah lempung organik dan lanau tak organik karena untuk presentase akhir pengujian tanah lanau lebih dominan dibandingkan dengan tanah lempung (presentase tanah lempung 95,3 % sedangkan untuk presentase tanah lanau 104,6 %), sedangkan untuk sampel sandstone termasuk termasuk ke dalam jenis tanah pasir dengan sedikit campuran tanah lanau (presentase tanah pasir 75,2 % sedangkan untuk tanah lanau memiliki presentase 361,6 %). Hasil pengujian spesific gravity pada sampel claystone dan sandstone memiliki nilai yang berbeda. Pada sampel sandstone diketahui berat jenis rata – ratanya lebih besar daripada berat jenis rata – rata claystone. Hal ini disebabkan karena ada 2 faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah yaitu tekstur dan bahan organik tanah. Pada tekstur, jika partikel tanahnya kasar, maka nilai berat jenis nya menjadi besar
Optimalisasi Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan Penambahan Proses Biofilter Anaerob Aerob pada PLTU Tanjung Enim 3 X 10 MW PT. BEST Abdul Ghony, Muhammad; Ario Sandy; Putra Putra; Asful Hariyadi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.16

Abstract

Air merupakan salah satu bagian penting dalam proses penunjang dunia industri, salah satunya adalah industri pembangkit listrik dimana air digunakan dalam rumah tangga seperti mushola, toilet, dan lain-lain. PLTU mempunyai instalasi pengolahan air yang disebut Water Treatment Plant (WTP). Air yang dihasilkan dari WTP digunakan sebagai air proses, domestik dan hidrant dalam proses kerja PLTU. Limbah cair PLTU TE 3X10 MW (PT. BEST) operasional berasal dari proses blowdown boiler, seluruh peralatan WTP dan pencucian atau backwashing (dengan atau tanpa bahan kimia). Sedangkan limbah domestik berasal dari hasil aktivitas manusia contohnya adalah air tinja, air sabun, dan lain lain. Limbah PLTU dan air industri mengandung sejumlah padatan dan partikel, baik yang terlarut maupun yang mengendap. PLTU TE 3X10 MW, limbah industri dan domestik kini ditampung di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium WTP PLTU TE 3X10 MW menunjukkan bahwa limbah operasional dan domestik yang dihasilkan PLTU mengandung bahan pencemar yang melebihi baku mutu yaitu fosfat (PO4). Metode pada penelitian penurunan bahan pencemar ini adalah Biofilter Aerob dan anaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar pencemar keseluruhan dari indikator dengan efisiensi dampak paling jelas terlihat pada kadar fosfat sebesar 68%.
Analisis Perbandingan Volume Overburden Berdasarkan Data Survey Menggunakan Software Surpac 6.5.1 Dengan Data Truck Count Pada Pit Pandu PT Putra Muba Coal Sepriadi Sepriadi; Mirza Adiwarman; Rizky Perdana; Putra Putra
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.18

Abstract

PT Putra Muba Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang terletak di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan penambangan dilakukan dengan metode tambang terbuka dimana lokasi penambangan berhubungan langsung dengan udara luar. Tujuan dari penelitian tugas akhir yang dilakukan di perusahaan ini adalah, mengetahui jumlah volume overburden, menganalisis perbandingan jumlah volume overburden dengan menggunakan software Surpac 6.5.1 dari data survey dengan data truck count, mengetaui faktor penyebab terjadinya deviasi dari perhitungan volume overburden dari data survey menggunakan software Surpac 6.5.1 dengan metode truck count di PT Putra Muba Coal. Dari data survey pada area penambangan di PT Putra Muba Coal di dapatkan hasil volume overburden akhir dengan metode survey pada bulan April 2023 sebesar 566.343,73 BCM sedangkan dapatkan hasil volume overburden akhir dengan metode truck count telah dikumulatifkan + sidecast sebesar 550.743,43 BCM. data survey dan data truck count didapatkan deviasi perbandingan antara kedua metode sebelum koreksi sebesar 6.274,45 BCM dan hasil persentase selisih sebesar 1,11% dan setelah koreksi sebesar 15.600,30 BCM dan hasil persentase selisih sebesar 2,75%. Faktor yang mempengaruhi deviasi dari hasil tersebut, terdapat hasil rata-rata yang berbeda diperoleh dari dumping muatan overburden dari hasil uji petik, terdapat keberadaan material overburden yang lengket pada vessel dump truck, dan terdapat keberadaan muatan material overburden pada vessel dump truck yang kurang maksimal disebabkan oleh sisa material yang belum di scrap oleh alat support