Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Produktivitas Alat Angkut Pada Kegiatan Pengangkutan Batubara Dari Temporary Stockpile Menuju Dump Hopper Di PT Rifansi Dwi Putra Site Banko Barat PT Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan Aprilliana Aprilliana; Mirza Adiwarman; Ilham Agung Ramadhon; Putra Putra
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.20

Abstract

PT Rifansi Dwi Putra adalah salah satu perusahaan jasa pertambangan yang beroperasi di Site Banko Barat PT Bukit Asam. PT Rifansi Dwi Putra melakukan kegiatan pengangkutan batubara dari temporary stockpile menuju dump hopper menggunakan dump truck Quester 280CWE. Dalam kegiatan operasi penambangan dan pencapaiaan target produksi, operasi pengangkutan memegang peranan yang sangat penting. Pada bulan Februari 2023 PT Rifansi Dwi Putra ditargetkan untuk dapat memenuhi produksi batubara sebesar 300.000 ton/bulan, tetapi pada realisasinya hanya dapat memenuhi sebesar 289.049,458 ton/bulan atau sebesar 96,34 %. Penelitian ini dilakukan guna mengamati apa saja faktor yang menyebabkan target produksi tidak tercapai seperti cycle time, efisiensi kerja dan kondisi area kerja. Berdasarkan hasil penelitian nilai produktivitas alat angkut sudah memenuhi target yaitu 441,748 ton/ hari dengan target 370,37 ton/hari, namun nilai MF masih belum optimal dibawah 1 yaitu: 0,599. Adapun faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi pada bulan Februari 2023 adalah karena jam hujan yang turun pada bulan tersebut mencapai 6,57 jam/hari dan karena hari kerja pada bulan Februari hanya 28 hari. Kondisi jalan masuk menuju temporary stockpile yang sempit, adanya undulating di beberapa segmen jalan juga mempengaruhi nilai cycle time alat angkut
Perbandingan Metode Uji Analisa ASTM dan BS ISO Dalam Monitoring Pengiriman Batubara Ke PLTU Bukit Asam Triana Prihatin; Putra Putra; Rizki Daffa Mulia
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.21

Abstract

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri tambang batubara memerlukan kendali mutu pada produk mereka agar dapat menjaga kualitas dan mendapat kepercayaan konsumen dengan menjaga parameter didalamnya meliputi kadar air, kelembapan, zat terbang, kadar abu, karbon tertambat, total sulpur, dan kalori dalam batubara. Penelitian ini dilakukan di PT. Bukit Asam Tbk. dengan membandingkan metode uji Analisa dari dua standar pengujian yang berbeda, Pengujian pertama menggunakan American Society for Testing Materials (ASTM) lalu pengujian kedua menggunakan British Standard (BS) dengan perbandingan suhu, waktu, dan ukuran. Hasil dari penelitian ini menunjukan perbandingan dari kedua metode didapatkan selisih terbesar pada tiga parameter berturut-turut adalah nilai kadar abu 1,66%, Volatile Matter 0,9%, Karbon Tertambat 0,9%. Dan didapatkan perbandingan pada cara persiapan sampel sebelum diuji. Dengan demikian, hasil dari penelitian menunjukan perbandingan dalam kedua metode yang dapat digunakan dalam Analisa batubara, ASTM lebih cocok untuk digunakan dalam normal test karena dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dalam Analisa
Penerapan Standar dan Teknologi IDS untuk Tukarguna Data Geospasial dalam Perencanaan Pelebaran Jalan Utama di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Putra Putra; Freddy Sapta Wirandha
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.56

Abstract

Kabupaten Muara Enim, salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan ibu kota di Muara Enim, memiliki luas wilayah sebesar 7.300,50 km² serta penduduk melebihi 550.000 jiwa. Secara geografis, wilayah ini berada antara 4° hingga 6° Lintang Selatan dan 104° hingga 106° Bujur Timur. Penelitian ini mengkaji penerapan standar dan teknologi dalam Infrastruktur Data Spasial (IDS) untuk optimalisasi tukarguna data geospasial guna mendukung perencanaan pelebaran jalan utama di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini mengintegrasikan data spasial yang diperoleh dari berbagai instansi, yaitu Dinas PU, BAPPEDA, dan BPN, serta mengaplikasikan perangkat lunak Geoserver, QGIS, dan ArcGIS untuk melakukan analisis dampak pelebaran jalan melalui metode buffering. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan IDS mampu meningkatkan efisiensi tukarguna data antar instansi, mempercepat proses analisis spasial, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data. Temuan ini menyoroti pentingnya standarisasi data dalam mengatasi perbedaan format dan memperkuat koordinasi antar lembaga
Penguatan Kemandirian Ekonomi Melalui “Program Bara Agro Sirkular” pada Perkebunan Kabupaten Muara Enim untuk Mendukung Kesehatan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat Nurbaiti Nurbaiti; Sarmidi Sarmidi; Putra Putra; M. Syaiful
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/15k9jm25

Abstract

The Bara Agro Circular Program is an initiative of PT Bukit Asam Tbk – Tanjung Enim Mining Site (PTBA-TEMS) designed to empower communities surrounding the company’s operational areas through a circular economy approach, specifically within the plantation subsector. This program aims to enhance community welfare by integrating sustainable and efficient plantation practices. This study analyzes the social, economic, and environmental impacts of the implementation of the Bara Agro Circular Program with a focus on plantation activities. Data collection methods included surveys of plantation farmers, observation of agricultural practices, and in-depth interviews with key stakeholders. The collected data comprised information on productivity improvements, technology adoption, changes in income, and environmental impacts resulting from the implemented plantation practices. The findings indicate a significant increase in farmers’ knowledge of modern and sustainable plantation techniques, improved crop yields, and rising income levels. The utilization of plantation waste as compost also contributed to improving soil quality and reducing the use of chemical fertilizers. Furthermore, the program encouraged crop diversification, strengthened community economic resilience, and created new employment opportunities. Therefore, the Bara Agro Circular Program can serve as an effective model for sustainable plantation development and community empowerment in mining regions.
Peningkatan Kualitas Briket melalui Pemanfaatan Limbah Fine Coal dan Biomassa: Studi di Pabrik Briket Tanjung Enim PT. Bukit Asam, Tbk. Indra Nuryanneti; Siti Amina; Putra Putra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4075

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah fine coal sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket dengan campuran biomassa di Pabrik Briket Tanjung Enim PT. Bukit Asam Tbk. Fine coal merupakan hasil sampling dari proses pengecilan ukuran batubara yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan nilai guna fine coal dengan mencampurkannya bersama biomassa berupa arang bambu (Schizostachyum brachycladum) dan serbuk kayu jati (Tectona Grandis) untuk menghasilkan briket dengan kualitas fisik dan nilai kalor yang baik serta emisi rendah. Penelitian menggunakan empat variasi komposisi bahan, kemudian dilakukan proses karbonisasi, penggilingan, pencampuran dengan perekat tapioka dan clay, pencetakan, pengeringan, serta pengujian laboratorium meliputi analisis proksimat, kadar sulfur, nilai kalor, uji suhu, dan uji tekan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan biomassa mampu menurunkan kadar sulfur, meningkatkan nilai kalor, serta memperbaiki karakteristik pembakaran dibandingkan fine coal murni. Pemanfaatan biomassa dalam pembuatan briket tidak hanya meningkatkan kualitas bahan bakar alternatif, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi limbah dan mendukung transisi energi bersih.
Optimalisasi Manajemen Alat Penunjang Tambang Terhadap Produktivitas PC 3000 Menggunakan Metode Ripping dan Blasting Di PIT 2 Swakelola PT. Bukit Asam, Tbk Nurbaiti Nurbaiti; Sarmidi Sarmidi; Putra Putra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4408

Abstract

Kegiatan penambangan terbuka membutuhkan sinergi antara alat utama dan alat penunjang di Pit 2 Swakelola, PT Bukit Asam Tbk, ditemukan beberapa kendala seperti rendahnya efektivitas kerja, downtime tinggi, dan ketidaksesuaian antara alat dan kebutuhan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode ripping dan blasting dalam mendukung produktivitas Excavator PC3000, serta mengevaluasi kontribusi optimalisasi alat penunjang seperti bulldozer, water truck, dan excavator PC210. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi langsung, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi berbasis kondisi aktual dan sistematis mampu meningkatkan produktivitas PC 3000 sebesar lebih dari 20%. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk peningkatan efisiensi operasional di sektor pertambangan batubara, alat penunjang tambang yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga mencakup efisiensi waktu, biaya operasional, Efektivitas dalam penelitian ini bertujuan untuk mendukung peningkatan efisiensi operasi tambang secara keseluruhan, dengan meminimalkan waktu henti operasional serta mempercepat pencapaian target produksi. Penelitian difokuskan pada kondisi aktual di PIT 2 Swakelola Tambang Banko Barat PT Bukit Asam, sehingga hasilnya diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis terhadap perumusan kebijakan operasional yang lebih adaptif, efektif, dan produktif.
Pemodelan Spasial Bahaya Lahar Gunung Api Seulawah Agam Menggunakan Laharz Berbasis Data SRTM dan QGIS Freddy Sapta Wirandha; Putra Putra; Irwandi Irwandi; Khairun Nazli
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.64

Abstract

Gunung Api Seulawah Agam merupakan gunung api aktif yang memiliki potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama pada musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model spasial bahaya lahar menggunakan perangkat lunak Laharz yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (QGIS) berbasis data Shuttle Radar Topography Mission (SRTM). Metode yang digunakan meliputi pengolahan data Digital Elevation Model (DEM), penentuan parameter pemodelan seperti rasio H/L, volume lahar, dan ambang batas aliran, serta simulasi aliran lahar untuk menghasilkan peta zona bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Laharz mampu merepresentasikan jalur aliran lahar yang mengikuti jaringan sungai utama dan menghasilkan zona bahaya yang konsisten dengan kondisi morfologi wilayah. Integrasi dengan QGIS memungkinkan visualisasi spasial yang informatif dalam bentuk peta distribusi aliran dan zona genangan. Meskipun memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan dinamika fluida secara detail, model ini efektif sebagai pendekatan awal dalam pemetaan bahaya lahar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pemodelan bahaya vulkanik berbasis data topografi yang sederhana namun aplikatif untuk mendukung kajian mitigasi bencana
Transformasi Limbah Jadi Kekuatan: Potensi Fine Coal dan Abu Sekam Padi dalam Pengembangan Beton Geopolimer Indra Nuryanneti; Ni Wayan Desi Purwantini; Putra Putra; Dinda Zahrah
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.114

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah industri pertambangan dan pertanian berupa fine coal (FC) dan abu sekam padi (ASP) sebagai material pengganti semen dalam pembuatan beton geopolimer yang diaktivasi menggunakan larutan alkali berupa natrium silikat dan natrium hidroksida (caustic soda). Akumulasi limbah industri yang tidak termanfaatkan secara optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, sementara di sisi lain industri konstruksi masih sangat bergantung pada semen konvensional yang berkontribusi signifikan terhadap emisi CO₂. Oleh karena itu, pendekatan berbasis geopolimer menjadi alternatif yang relevan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, studi mengenai pengaruh variasi kadar air pada sistem berbasis fine coal murni juga masih terbatas. Penelitian ini menawarkan novelty berupa pemanfaatan kombinasi FC dan ASP dengan variasi komposisi yang spesifik, yaitu A (70% FC : 30% ASP), B (30% FC : 70% ASP), serta evaluasi sistem berbasis FC murni dengan variasi penambahan air (C: 7–10 ml; D: 25 ml). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari untuk menilai performa mekanik beton geopolimer yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi material berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan, di mana sampel A menghasilkan nilai tertinggi dengan rata-rata kuat tekan sebesar 35 fc. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi optimal antara fine coal dan abu sekam padi mampu meningkatkan kinerja beton geopolimer, sehingga berpotensi diaplikasikan dalam konstruksi sesuai dengan mutu yang disyaratkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah FC dan ASP tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan limbah industri, tetapi juga mendukung pengembangan material konstruksi ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti semen konvensional.
Karakterisasi Plastisitas Batulempung dan Batupasir Berdasarkan Batas Atterberg pada Titik Bor AKB-52A Astrid Fadhilah; Putra Putra; Luliana Luliana; Tria Rahmawati
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.119

Abstract

Karakterisasi batas Atterberg diperlukan untuk mengidentifikasi perubahan konsistensi material berbutir halus dan mendukung interpretasi awal sifat geoteknik. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) pada sampel batulempung dan batupasir dari titik bor AKB 52A, serta membandingkan kecenderungan nilai antarsampel. Data diperoleh dari pengujian laboratorium mekanika tanah, kemudian dihitung PI sebagai selisih LL dan PL serta ditafsirkan secara deskriptif dengan bantuan diagram plastisitas dan kriteria AASHTO. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel batulempung memiliki LL 51,07-67,20%, PL 29,06-40,67%, dan PI 13,77-30,58%. Sampel batupasir memiliki LL 41,92-48,51%, PL 25,02-29,38%, dan PI 16,38-22,14%. Secara umum, batulempung menunjukkan batas cair dan indeks plastisitas yang lebih tinggi dibandingkan batupasir, terutama pada sampel 11 AKB 52A, sehingga mengindikasikan pengaruh fraksi halus atau mineral lempung yang lebih dominan. Batupasir tetap memperlihatkan plastisitas sedang, yang menunjukkan adanya komponen halus berplastisitas pada matriks batuan. Hasil ini dapat menjadi data awal untuk evaluasi kestabilan subgrade, jalan tambang, dan pengelolaan material di area penelitian. Klasifikasi final perlu dilengkapi data gradasi, kadar organik, dan mineralogi.