Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Manajemen Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Domas Kabupaten Pasuruan Menggunakan Metode Crashing dan Fasttrack Arya Pradamansyah Putra; Evi Nur Cahya; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.19

Abstract

Penerapan manajemen konstruksi diperlukan untuk menindaklanjuti penyimpangan yang terjadi pada proyek. Penelitian dilakukan pada proyek pemerintah Rehabilitasi Daerah Irigasi Domas, Kabupaten Pasuruan yang terindikasi mengalami adanya deviasi keterlambatan proyek. Tujuan dalam penelitian ini akan dibahas penggunaan metode Earned Value Analysis sebagai estimasi durasi akhir proyek serta analisa perecepatan proyek menggunakan metode Crashing dan Fasttrack agar dapat kembali on-track. Alternatif yang digunakan pada percepatan Crashing menggunakan penambahan jam lembur, sedangkan Fasttrack dengan memparalelkan hubungan pekerjaan. Pada perhitungan metode Earned Value Analysis, dilakukan titik pemantauan pada minggu ke-7 dan ke-11. Didapatkan hasil Schedule Performance Index (SPI) masing-masing sebesar 0,507 dan 0,751. Hal ini menandakan bahwa proyek mengalami schedule overrun atau ketidakefektifan karena hasil SPI kurang dari satu. Kemudian, dari hasil tersebut, dilakukan perhitungan Estimation Completion Date (ECD) pada titik pemantauan dengan masing-masing hasil -70,66% dan -18,95% terhadap durasi normal jika performa proyek tetap. Maka dari itu, dilakukan perhitungan percepatan dengan metode Crashing yang dimulai pada minggu ke-11 dengan hasil efektivitas durasi sebesar 23,33% dan efisiensi biaya sebesar 14,24%. Berbeda dengan percepatan metode Fasttrack yang dimulai pada minggu ke-7 didapatkan efektivitas durasi sebesar 16,03% dan efisiensi biaya sebesar 14,43%. Implementation of construction management is needed to follow up on deviations that occur in the project. The research was conducted on the government project for the Rehabilitation of the Domas Irrigation Area, Pasuruan Regency which indicated that there was a deviation from project delays. The purpose of this study will be to discuss the use of the Earned Value Analysis method as an estimate of the final project duration and analysis of project acceleration using the Crashing and Fasttrack methods so can be back on track. The alternative used in the acceleration of Crashing is to add overtime hours, whereas Fasttrack is to parallelize the task dependencies. Monitoring points are performed in the Earned Value Analysis method calculation at the 7th and 11th weeks. The Schedule Performance Index (SPI) results are 0.507 and 0.751, respectively. Because the SPI result is less than one, this indicates that the project is experiencing a schedule overrun or ineffectiveness. Hence, based on these results, an Estimation Completion Date (ECD) is calculated at the monitoring point, with results of -70,66% and -18.95%, respectively, of the normal duration if project performance remains. Accordingly, the Crashing method was calculated at week 11 with the results of duration effectiveness is 23,33% and cost-efficiency is 14,24%. In contrast to the Fasttrack method in the 7th week, the duration effectiveness is 16,03% and the cost-efficiency is 14,43%.
Economic Feasibility Analysis Based on Reservoir Storage Capacity on the Construction of the Rongkong Multipurpose Dam Elang Timur M. Patih Ragananda; Ussy Andawayanti; Evi Nur Cahya
Quantitative Economics and Management Studies Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.qems1817

Abstract

The construction of Rongkong Multipurpose Dam located in North Luwu Regency, South Sulawesi aims to provide irrigation water, water supply, and increase electricity production capacity through hydropower with 6 construction sites under consideration. Economic feasibility analysis was carried out to obtain construction sites that have the best economic feasibility objectively. In this analysis, the parameters of Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), and Benefit-Cost Ratio (BCR) were calculated by considering the reservoir storage capacity in each sites. The result from this analysis shows that Site Tandung 2 is the location that has the best economic feasibility with reservoir capacity of 23,400 million m3 and Benefit- Cost Ratio (BCR) of 2.490.
Analisa Rembesan Terhadap Terjadinya Piping pada Bendungan Cijurey Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Denny Ahmad Fauzi; Suwanto Marsudi; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.043

Abstract

Bendungan Cijurey merupakan bendungan tipe beton gravitasi atau tipe RCC dengan material beton yang memiliki nilai permeabilitas rendah. Secara struktur, tipe RCC memiliki lift joint yang rawan dilalui oleh air sehingga dapat menyebabkan rembesan. Bendungan ini terletak pada lapisan tanah yang mendominasi yaitu batulempung dan batupasir, dimana memiliki nilai permeabilitas yang berbeda dengan daya dukung yang rendah, selain itu debit rembesan yang terjadi akan memiliki pola yang berbeda. Analisa rembesan dan piping menggunakan bantuan software Geostudio SEEP/W. Hasil analisa debit rembesan yang terjadi untuk kondisi normal (El. +286 m) yaitu 0,00196 m3 /dt dan untuk kondisi banjir 0,002 m3/dt dan untuk kondisi banjir (El. +288,28 m) yaitu 0,00076 m 3 /dt. Nilai faktor keamanan terhadap piping yaitu untuk kondisi normal (El. +286 m) yaitu 10,75 > 4 dan untuk kondisi muka air banjir (El. +288,28 m) yaitu 10,33 > 4, dapat dikatakan bendungan aman terhadap terjadinya piping.
ANALISA KAPASITAS TAMPUNG SALURAN DRAINASE AKIBAT PENGARUH LIMPASAN PERMUKAAN KECAMATAN KOTA SUMENEP Eva Resmani; Ussy Andawayanti; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.615 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.7

Abstract

Perubahan alih fungsi lahan dari lahan hijau menjadi lahan pemukiman pada menyebabkan terjadinya limpasan permukaan di beberapa lokasi di Kota Sumenep. Kondisi eksisting saluran membutuhkan perubahan dimensi yang mampu menyalurkan limpasan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas saluran drainase yang ada (eksisting) terhadap curah hujan dengan debit rencana kala ulang 5 tahun dan menentukan pengendalian banjir yang dapat dilakukan di Kota Sumenep. Pemodelan dengan SWMM membandingkan kondisi jaringan drainase sebelum dan sesudah penerapan rehabilitasi saluran. Pada perhitungan kalibrasi model diperoleh nilai RMSE sebesar 0,139. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai parameter yang digunakan dalam pemodelan mendekati variasi nilai observasi. Dari hasil perhitungan diperoleh kapasitas outlet 1 = 3,53 m3/dt; outlet 2 = 2,75 m3/dt; outlet 3 = 2,52 m3/dt; outlet 4 = 1,21 m3/dt; outlet 5 = 4,65 m3/dt; outlet 6 = 6,20 m3/dt; outlet 7 = 1,47 m3/dt; outlet 8 = 0,60 m3/dt; outlet 9 = 4,49 m3/dt. Jaringan drainase sekunder outlet 3 dan 7 mampu menampung limpasan curah hujan, sedangkan untuk jaringan drainase sekunder outlet 1, 2, 4, 5, 6 dan 8 tidak mampu menampung curah hujan dengan debit rencana kala ulang 5 tahun. Untuk mengurangi genangan tersebut, dibutuhkan rencana rehabilitasi saluran drainase sekunder pada masing-masing outlet dan alternatif pengalihan debit limpasan. Berdasarkan perbandingan antara tinggi muka air Sungai Marengan dan outlet saluran, outlet 4, 5, dan 6 mengalami arus balik (backwater) dari Sungai Marengan. Dimensi saluran baru yang telah direncanakan tidak hanya mampu menampung limpasan air hujan, tapi juga mampu menampung limpasan debit akibat dari pengaruh arus balik.  
Pengendalian Erosi dan Sedimen Dengan Arahan Konservasi Lahan di Das Genting Kabupaten Ponorogo Qodriah Dianasari; Ussy Andawayanti; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.398 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2018.009.02.3

Abstract

Abstrak: Daerah Aliran Sungai (DAS) Genting terletak di Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur. Pertambahan penduduk di DAS Genting berakibat pada perubahan fungsi lahan. Analisis pengendalian erosi dan sedimen dengan arahan konservasi lahan di DAS Genting diperlukan guna meminimalkan permasalahan pada lokasi tersebut. Pendugaan laju erosi dan sedimen dihitung menggunakan model AVSWAT 2000. Hasil pada model tersebut menunjukkan besar limpasan permukaan 94.437 mm/thn, erosi sebesar 49,189 ton/ha/th  dan sedimentasi sebesar 6.525,440 ton/th. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan DAS Genting memiliki 5 kategori tingkat bahaya erosi, diantaranya tingkat bahaya erosi sangat ringan sebesar 43,346%, ringan sebesar 36,773%, sedang sebesar 5,859%, dan berat sebesar 10,638%, dan sangat berat sebesar 3,384% terhadap luas DAS Genting. Untuk mengendalikan tingkat bahaya erosi tersebut dilakukan upaya konservasi secara vegetatif dengan merubah tutupan lahan perkebunan/tegalan/semak belukar ditanami tanaman keras, sehingga yang mampu mereduksi erosi sebesar 21,634% dan secara mekanis dilakukan dengan pembuatan chekdam yang mampu mereduksi sedimen sebesar 16,67%.  
Analisis Struktur Terowongan Pengelak Pada Bendungan Kualu Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatra Utara Afan Allail Rofikha; Suwanto Marsudi; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.365 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.01.3

Abstract

Diversion structure consists of diversion tunnel and Cofferdam. These two contructions should built in the early construction of the dam, have function to divert the river flow during the period of dam construction. The plans of Kualu dam diversion tunnel designed using horseshoe shape F, upstream of the tunnel at a depth of 41.625 m and upstream elevation + 695.5 m. In this study there was flood routing with Q25th which is 709,331 m 3 /s and obtained using 9 m diameter, then a cofferdam is planned to build as high as 15 m. Based on the calculation of loading and calculated four load combinations, they are : after contruction condition, after contruction under earthquake condition, at the operation time condition, and at the operation time under earthquake condition. From the results of the load combinations, the structure was analyzed using Beggs method and Staad Pro method. These two methods were used to figure the maximum moment of the structure and to determine the needed reinforcement in the tunnel construction. After the analysis, it is noticed that there is a difference position of the maximum moment, this is caused by the support in the Beggs method assumed to be a vertical loads.
Analisis Reduksi Genangan Pada Saluran Drainase Di Pesisir Kota Palu Yang Berwawasan Lingkungan (Analysis Of Inundation Reduction In Drainage Channel At Coastal Palu City With Environmental Insight) Irenne Ismayanti Romadona; Ussy Andawayanti; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.594 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.01.4

Abstract

   Kota Palu sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ketika musim penghujan tiba pada sebagian wilayahnya timbul genangan. Genangan diakibatkan oleh pembangunan yang kian pesat, sistem drainase bersifat konvensional, tingginya sedimentasi serta kondisi topografi di bagian pesisir yang cenderung datar. Alternatif penanggulangan genangan yang ditawarkan adalah dengan merehabilitasi saluran eksisting, merencanakan pemanenan air hujan (PAH), parit berorak serta kolam tampungan sementara yang dilengkapi pintu klep otomatis. Rehabilitasi dilakukan dengan menambah kedalaman saluran, dimana volume galian tidak terlalu besar karena muka air tanah cukup dangkal. Untuk PAH, kapasitas rain barrel bervariasi mulai dari 350 liter sampai 1050 liter serta dilengkapi sumur tampungan sementara. Pengkombinasian rehabilitasi saluran dan PAH, efektivitas reduksi genangan pada DTA 1 mencapai 93,5% dan DTA 2 mencapai 99,6%. Sedangkan parit berorak, ukuran tiap rorak menyesuaikan lebar saluran drainase. Efektivitas reduksi genangannya mencapai 81% pada DTA 1 dan 98,9% pada DTA 2. Rencana anggaran biaya untuk satu buah PAH antara Rp. 1.492.505,- sampai Rp. 2.692.505,- tergantung kapasitas rain barrel. Sedangkan parit berorak antara Rp. 556.000,- sampai Rp. 808.000,- tergantung ukuran rorak. Dari kedua alternatif, pengkombinasian rehabilitasi saluran, perencanaan kolam tampungan dan pintu klep otomatis serta perencanaan PAH dipilih karena efektivitas reduksi lebih besar serta perawatan PAH lebih mudah.
Analisa Struktur Pelimpah Bendungan Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Nur Sholawatini; Evi Nur Cahya; Heri Suprijanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.098 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.02.06

Abstract

Lubuk Ambacang Dam is Roller Compact Concrete Dams and located on the Indragiri River, where the overflow spillway structure also important part of the dam. The purpose of this study is to find out the critical area in the structure when an earthquake occurs. Hydraulic analysis determine the appropriate spillway width. Stability analysis is find out that the planned structure is safe from overturning and sliding. The bearing capacity of the soil is also analyzed to determine whether the soil structure has sufficient capacity to withstand the structure load. Structure load are analyzed in normal conditions, Operating Basic Earthquake (OBE) and Maximum Design Earthquake (MDE). Planned of spillway structure based on the analysis of shell plates using STAADPro V8i application. Result of this study, spillway width is 51 meters which is safe from overturning and sliding. Bearing capacity of the soil is able to withstand the structure stress. The results of STAAD.Pro V8i show that the spillway critical area occurs in the upstream part of spillway when the reservoir water conditions are normal and when the OBE occurs. Whereas the Probable Maximum Flood (PMF) condition, critical area is in chuteway channel. For the stilling basin, the critical area occurs in the upper structure when the conditions are Q100th, 1.25Q100th normal and during an OBE.
Analisa Limpasan Berdasarkan Curah Hujan Menggunakan Model Artifical Neural Network (ANN) di Sub Das Brantas Hulu Ery Suhartanto; Evi Nur Cahya; Lu'luil Maknun
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.02.07

Abstract

Discharge data is usually less available than rainfall data, so it is necessary to find a relationship between river flows that are applied in the period available rainfall data in a watershed area. The purpose of this study is to determine the suitability of the method based on the analysis of data validation between the observed discharge and the model discharge. The method is done by modeling the discharge based on rainfall with the Artificial Neural Network (ANN) MATLAB R2014b program. The Upper Brantas Watershed is used as a case study because it often has runoff problems. Validation of the ANN method was tested with Root Mean Square Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R) and Relative Error (KR). From the results of calibration using the ANN Model, the best data is found in the five years data of epoch 500. Verification results based on the value of R have a relatively good relationship between observation discharges with model discharges. The validation results show the validity in a year data of epoch 500.
Pengaruh Posisi Kemiringan Vertikal dan Horizontal terhadap Kemampuan Infiltrasi dan Permeabilitas Beton Porous dengan Recycled Aggregate Kiki Windi Safitri; Evi Nur Cahya; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.01.03

Abstract

Peningkatan pembangunan infrastruktur mengakibatkan perubahan tata guna lahan yang meminimalkan laju infiltrasi dan meningkatkan limpasan permukaan. Dibutuhkan alternatif penanganan yang tepat dalam mengatasi genangan air yaitu dengan penggunaan beton porous sebagai tutupan lahan. Limbah beton dimanfaatkan dalam pembuatan beton porous sebagai pengganti agregat kasar, yang disebut Recycled Coarse Aggregate (RCA). Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan beton porous dalam mengatasi limpasan air pada permukaan miring terhadap kemampuan infiltrasi dan permeabilitasnya. Pengujian infiltrasi dilakukan pada kemiringan horizontal 2% dan kemiringan vertikal 0%, 10%, 20%, 30% menggunakan standar ASTM C 1701/C 1701M – 09. Dari hasil pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa kemiringan vertikal dan horizontal beton porous mempengaruhi kemampuan infiltrasinya. Laju infiltrasi pada beton porous semakin berkurang seiring dengan bertambahnya kemiringan vertikal. Jenis agregrat juga diketahui mempengaruhi kemampuan permeabilitas beton porous. Beton porous dengan recycled coarse aggregate (RCA) memiliki kemampuan permeabilitas yang lebih besar dibandingkan dengan beton porous dengan natural coarse aggregate (NCA).
Co-Authors -, Rizka Anindya Nurus Shobah Aditya Wibowo Adityastama, Risang Afan Allail Rofikha Alamsyah, Muh Arsyil Alfiko Rail Prameswara Andawayanti, Ussy Andre Primantyo Hermawan Arissaputra, Andry Sofyan Aritonang, Samuel Yosema Ariza Julian Hakim Arrosyad, Muhammad Arya Pradamansyah Putra Ashari, Syaiyidati Fitri Nur Khoiriah Assajjad, Nurrohman Adi Aulia, Nanda Daffa Muhammad Faeyza Delivean Rakha Dermawan Denny Ahmad Fauzi Devi, Agung Ayu Gayatri Dharyatiputri, Jihan Faradillah Dian Sisinggih Donny Harisuseno Effendi, Muhammad Daffa Eka Juli Dwi Mulyawati Elang Timur M. Patih Ragananda Eliana Renate Simanungkalit Emma Yuliani Ery Suhartanto Eva Arifi Eva Resmani Fakhruddin, Daffa Budi Fakhrulloh, Ahzar Febrianto, Ridwan Febriyanti Maulina Fikhoir, Yalim Firdaus, Adam Wahyu Fitriyasari, Ammy Geraldine, Monica Odelya Ghaliufar, Fathan Gunawan, Alif Ramadhani Medisia Putri Guntoro, Dani Eko Guntoro, Dani Eko Hartanto, Tomy Dwi Heri Suprijanto Hidayat, Muhammad Nurjati Hidayatulloh, Ahmad Yusuf Irenne Ismayanti Romadona Jadfan Sidqi Fidari Kiki Windi Safitri Kistanti, Ida Fitri Komala Candra, Yoggi Fracasnofa Kurniawan, Dita Cahya Linda Prasetyorini Listyana, Kurnia Ulfi Lu'luil Maknun Lufti Akbar M. Janu Ismoyo M. Latiefudin Taruna Pratama Manalu, Marchell Geovande Marsudi, Suwanto Megantoro, Chrisnada Virgiawan Misbachussudur, Mochamad Mochammad Roviq Moh. Sholichin Mohammad Bisri Muchammad Zidan Muhammad Azhar Thirafi Say Muhammad Fahmi Fawji Muhammad iqbal Muhammad, Aminulloh Muhammad, Dien Azmi Nur Sholawatini Nuretha Hevy Purwaningtyas Nurjati Hidayat, Muhammad Nurwijayanti Pangestika, Erina Riski Pitojo Tri Juwono Pitojo Tri Juwono Pramudya, Rafi Rizky Pratama, Ivan Kurnia Putra, Boy Adi Putu Hadi Setyarini Qodriah Dianasari qoidulhaq, fayyadh Rachmat, Alvian Rahman, Muhammad Adhia Rahmi, Nuri Aisyah Raya Abdullah Resmani, Eva Reza Indra Ridayani, Aline Tabina Rispiningati, Rispiningati Riyanto Haribowo Riyanto Haribowo Rosamike, Mega Okvita Karinda Runi Asmaranto Sholawatini, Nur Sholichin, Moh. Silvia Dyah Pitaloka Sisca Fajriani Sovereign, Sefaca Markchel Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulthon Arsyad Aifudin Sumiadi Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Suwanto Marsudi Suwanto Marsudi Syafiq, Gilang Ussy Andawayanti Ussy Andawayanti Very Dermawan Very Dermawan Very Dermawan Wardana, Yoga Okta Wicaksana, Chandra Yoga Wicaksono, Dadang Teguh Wijayanto, Achsin Yusron, Vidia Fitri Amalia Zakariya, Ahmad Fatah