Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Implementasi Program Kampus Mengajar Terhadap Penguatan Civic Engagement Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa FIS Unimed Peserta Kampus Mengajar) Fenny Simamora; Surya Dharma
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Kampus Mengajar terhadap  penguatan civic engagement mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (FIS UNIMED) yang terlibat sebagai peserta program. Civic engagement merupakan konsep penting dalam pendidikan tinggi yang menekankan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari mahasiswa peserta Kampus Mengajar di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unimed yang terdiri dari mahasiswa jurusan PPKn, Sejarah, Antropologi dan Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Kampus Mengajar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan civic engagement mahasiswa FIS UNIMED. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian, mahasiswa tidak hanya membantu memecahkan masalah sosial di masyarakat, tetapi juga mengalami pertumbuhan pribadi terkait kesadaran sosial dan keterampilan interaksi. Program ini juga membantu mahasiswa memahami lebih dalam realitas sosial dan budaya di lingkungan sekitar, sehingga membentuk karakter yang peduli, responsif, dan berempati terhadap kebutuhan masyarakat. Kesimpulannya, implementasi program Kampus Mengajar di FIS UNIMED merupakan langkah yang positif dalam memperkuat civic engagement mahasiswa dan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat lokal. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam memperluas dan meningkatkan efektivitas program ini untuk memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.
Contextual Approach Analysis In Improving Civics Learning Outcomes In Elementary Schools Br. Ginting, Susanna; Simanullang, Reno Francius; Yunita, Sri; Dharma, Surya
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i3.5674

Abstract

The purpose of this study was to examine students' civics learning outcomes using contextual methods. From the results of the study, it can be concluded that the contextual learning approach is suitable for use in civics learning in schools. By relying on previously existing ideas and understandings to be interpreted based on works that trigger discussion, the author of this study used descriptive-critical research with a greater focus on the strength of the analysis of existing sources and data. The results of the study showed that students were more confident, teachers were more responsive to students' needs, and student learning outcomes in class increased. The increasing seriousness and enthusiasm of students, the decreasing gap in knowledge between them, their increasing desire to learn outside of school, the emergence of innovative ideas from students and teachers to improve the quality of education in their respective schools, and the growing sense of unity and synergy between students and teachers are contributing factors. As a result, students actively participate in the learning process, so that learning becomes more meaningful. The results of observations during civics learning showed that students began to actively ask questions to build their understanding of Pancasila values. Students were able to share thoughts about other students' experiences of Pancasila values during group learning activities. Thus, it can be said that students' PPKn learning outcomes can be improved by using contextual learning strategies
Pengembangan Media Pembelajaran PKn dengan Pendekatan Dilema Moral Berbasis Android Berbantuan Augmented Reality Hodriani, Hodriani; Halking, Halking; Dharma, Surya; Nainggolan, Mangido; Junaidi, Junaidi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11832

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya literasi budaya dan kewargaan mahasiswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam memahami dilema moral dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis dilema moral dengan bantuan teknologi Augmented Reality (AR) guna memperkuat literasi budaya dan kewargaan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall berupa analysis design, development, implementation, and evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata 4,5 dari ahli materi dan 4,45 dari ahli media, yang keduanya termasuk kategori “Sangat Baik.” Penilaian dari praktisi pembelajaran juga menunjukkan hasil positif. Keseluruhan data membuktikan bahwa media pembelajaran ini layak untuk diujicobakan lebih lanjut sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang kontekstual dan berbasis dilema moral untuk meningkatkan literasi budaya dan kewargaan.
Pendampingan Kader Bunga Labu Melalui Pengembangan Kewirausahaan Sebagai Upaya Meningkatkan Profesional Vokasional di Desa Kelambir Nababan, Ramsul; Dharma, Surya; Ibrahim, Maulana; Darma, Jufri; Indah, Novita; Junaidi, Junaidi
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i1.5059

Abstract

Desa Kelambir termasuk wilayah dengan jumlah lansia yang cukup tinggi, mencapai 25% dari total populasi. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya beban ekonomi keluarga, karena banyak lansia yang sudah tidak produktif dan memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit. Situasi ini turut memengaruhi kesejahteraan generasi sandwich, yakni mereka yang harus menopang kehidupan orang tua dan anak sekaligus. Untuk mengatasi persoalan ini, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) diinisiasi sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi. Fokus program adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis pangan lokal yang memanfaatkan potensi sumber daya desa. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap pelaksanaan. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilaksanakan secara intensif kepada Kader Bunga Labu, yang kemudian dilatih mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti bakso. Kolaborasi dengan praktisi kuliner membantu meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Program ini tidak hanya berhasil mengembangkan potensi ekonomi, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pemberdayaan lansia secara produktif. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan program serupa di desa-desa lain.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS VII SMP NEGERI 26 MEDAN Agnes Sitanggang; Surya Dharma; Sri Hadiningrum; Oksari Sihaloho; Fazli Rachman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36374

Abstract

This study aims to determine the effect of differentiated learning on student learning outcomes in Pancasila Education in grade VII at SMP Negeri 26 Medan. This study was conducted based on the low learning outcomes of students, as indicated by the large number of students who did not meet the minimum passing grade (KKM), as well as the learning process that was still dominated by conventional methods without considering differences in learning styles, interests, and readiness of students. This study used a quasi-experimental method with a Pre-test-Post-test Control Group Design, involving 64 students consisting of class VII-E as the experimental class and class VII-H as the control class. The experimental class was given treatment in the form of differentiated learning that accommodated the readiness, interests, and learning profiles of students, while the control class was taught using conventional learning. The research instrument was a learning outcome test administered before and after the treatment. The data were analyzed using normality, homogeneity, Paired Sample T-Test, and Independent Sample T-Test tests with the help of the SPSS 25 program. The results showed a significant increase in the learning outcomes of the experimental class, with the average score increasing from 70.72 to 84.91 after the implementation of differentiated learning. Meanwhile, the control class only experienced a small increase from 69.38 to 70.03, or 0.65 points. The Paired Sample T-Test results showed Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between the pretest and posttest scores in the experimental class. The Independent Sample T-Test also produced a Sig. value of 0.000 < 0.05, with a posttest average difference of 14.88 points between the two classes, proving that differentiated learning has a significant effect on student learning outcomes. It can be concluded that the application of differentiated learning is ffective in improving Pancasila Education learning outcomes while creating an adaptive and student-centered learning process.
Penguatan Civic Engagement Mahasiswa melalui Gerakan Sumut Mengajar di Pedesaan Sumatera Utara Delila Maya Sari Siregar; Surya Dharma; Halking; Fazli Rachman; Hapni Laila Siregar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5664

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang civic engagement mahasiswa sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya mengatasi masalah pendidikan dan mendukung SDGs-4 melalui Gerakan Sumut Mengajar (GSM) di pedesaan Sumatera Utara. GSM berdampak dalam membentuk enam komponen keterlibatan warga: 1) kesadaran diri, 2) pemahaman komunitas dan keberagaman budaya, 3) pengetahuan sipil, 4) keterampilan sipil, 5) nilai demokratis, dan 6) partisipasi dalam aksi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan responden melibatkan pengurus, mahasiswa relawan, dan masyarakat penerima dampak dari GSM di desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, display, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan penguatan civic engagement berlangsung sistematis melalui seleksi, rekrutmen, pembekalan, dan pengabdian 14 hari yang menanamkan nilai kerelawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran ketimpangan pendidikan, kemampuan memahami keberagaman budaya, penguatan pengetahuan kontekstual, pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, internalisasi nilai demokratis, serta partisipasi berkelanjutan dalam kerelawanan yang dibuktikan dengan triagulasi dari pengurus. Masyarakat penerima dampak juga merasakan peningkatan motivasi belajar anak dan kesadaran pentingnya pendidikan. Meskipun terdapat tantangan yang dihadapi selama pengabdian di desa, tantangan mampu diatasi sehingga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk ketangguhan, fleksibilitas, dan komitmen mahasiswa sebagai warga negara aktif dan bertanggung jawab dalam berkontribusi menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat.
Problematika Dan Upaya Pembentukan Kepribadian Nasional Siswa Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Hanna Putri Syahkira; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif problematika pembentukan kepribadian nasional siswa sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila serta merumuskan upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah nasional terakreditasi, buku referensi, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang meliputi tahap reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kepribadian nasional siswa sekolah dasar masih menghadapi berbagai problematika yang kompleks, di antaranya dominasi pembelajaran pada aspek kognitif, keterbatasan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis nilai, kurang optimalnya penerapan pembelajaran kontekstual, lemahnya sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta minimnya pembiasaan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara pemahaman nilai Pancasila dengan implementasinya dalam perilaku nyata siswa. Upaya yang dapat dilakukan meliputi pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan pembiasaan, penerapan model pembelajaran kontekstual seperti problem-based learning dan project-based learning, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, penguatan budaya sekolah, serta optimalisasi kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang holistik dan berkesinambungan, nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat terinternalisasi secara optimal sehingga mampu membentuk kepribadian nasional siswa secara utuh, konsisten, dan berkelanjutan.  
Problematika Implementasi Paradigma Baru Pendidikan Pancasila SDN 060926 Medan Natasya Sihombing; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika implementasi paradigma baru Pendidikan Pancasila di SDN 060926 Medan dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research), yaitu mengkaji berbagai sumber ilmiah relevan yang mencakup jurnal penelitian, buku akademik, regulasi pemerintah, dan dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi paradigma baru Pendidikan Pancasila di SDN 060926 Medan masih menghadapi berbagai problematika signifikan, meliputi: dominasi metode ceramah dan hafalan yang belum bergeser menuju pembelajaran kontekstual dan berbasis nilai; rendahnya partisipasi aktif peserta didik dalam proses internalisasi nilai-nilai Pancasila; keterbatasan kompetensi pedagogik guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang inovatif sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka; serta minimnya ketersediaan perangkat ajar yang mendukung paradigma baru. Problematika tersebut berdampak pada belum optimalnya pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai Pancasila pada peserta didik kelas rendah. Solusi yang dapat diterapkan meliputi penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berbasis praktik, penerapan model pembelajaran aktif dan kontekstual, serta pemanfaatan Profil Pelajar Pancasila sebagai kerangka pengembangan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan transformasi menyeluruh dalam praktik pembelajaran Pendidikan Pancasila agar selaras dengan spirit paradigma baru Kurikulum Merdeka.
Peran Penegakan Hukum Dalam Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman Dan Nyaman Anggun Agia Arditha; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.996

Abstract

Sekolah idealnya menjadi ruang paling aman kedua bagi anak setelah keluarga, namun data empiris memperlihatkan realitas yang jauh dari ideal. Berdasarkan data gabungan KPAI dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), pada tahun 2023 tercatat 285 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, dan angkanya melonjak menjadi 573 kasus pada 2024 naik lebih dari dua kali lipat, dengan 31 persen di antaranya berkaitan dengan perundungan (Pusiknas Polri, 2025). Artikel ini mengkaji secara kritis peran penegakan hukum dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan analisis kritis-sosiologis melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, dan jurnal-jurnal akademis terindeks. Pembahasan mencakup tiga pokok persoalan utama: pertama, kerangka normatif perlindungan anak di satuan pendidikan, khususnya Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023; kedua, faktor-faktor struktural yang menghambat efektivitas penegakan hukum; dan ketiga, model penegakan hukum yang responsif dan humanis sebagai alternatif solusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum yang ada sudah relatif komprehensif, efektivitasnya masih sangat lemah akibat rendahnya kapasitas institusi sekolah dalam menjalankan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), absennya mekanisme sanksi administratif yang tegas, budaya normalisasi kekerasan yang mengakar, serta rendahnya kesadaran hukum di semua lapisan warga satuan pendidikan. Artikel ini berargumen bahwa penegakan hukum yang efektif tidak cukup bertumpu pada pendekatan represif-punitif semata, melainkan harus diintegrasikan dengan pendekatan restoratif, preventif berbasis pendidikan karakter, dan partisipatif yang melibatkan seluruh ekosistem satuan pendidikan. Reformasi kelembagaan, penguatan kesadaran hukum, dan transformasi budaya sekolah secara fundamental menjadi tiga pilar utama yang harus dibangun secara simultan.
DEVELOPMENT OF OASE KASIH-BASED PANCASILA EDUCATION TEACHING MATERIALS TO FOSTER BROTHERHOOD AND SOCIAL SOLIDARITY AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Paskaria Simbolon; Yakobus Ndona; Surya Dharma; Daulat Saragi; Samsidar Tanjung; Yusnadi
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 8 (2026): JULY
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to develop, validate, and evaluate the effectiveness of OASE KASIH-based Pancasila Education teaching materials in fostering brotherhood and social solidarity among elementary school students. The study was motivated by the limited availability of character-oriented teaching materials that systematically integrate values of brotherhood, empathy, cooperation, and social responsibility into Pancasila Education learning. A Research and Development (R&D) approach employing the ADDIE model was adopted, encompassing the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research was conducted at St. Francis of Assisi Elementary School, Binjai, involving Grade V students. Data were collected through expert validation sheets, observation guides, interviews, student response questionnaires, and learning achievement tests. The developed teaching materials integrated the OASE KASIH approach, which emphasizes observation, sensitivity, authentic understanding, affection, attitude selection, action, and spiritual reflection. The validation results demonstrated a high level of feasibility, with scores of 91.6% from content experts, 91.1% from media experts, and 93.5% from language experts. Practicality testing showed positive responses, achieving 89.95% in individual trials and 86.81% in small-group trials. The effectiveness test revealed a significant improvement in students’ social character, with the mean pretest score increasing from 58.47 to a posttest score of 89.12. The average N-Gain score was 0.7423, indicating a high level of improvement, while the paired-samples t-test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), confirming statistically significant differences between pretest and posttest scores. These findings indicate that the OASE KASIH-based teaching materials are valid, practical, and effective in strengthening students’ brotherhood and social solidarity. The study contributes an innovative character-based instructional resource for enhancing value-oriented Pancasila Education in elementary schools.