Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Kanisius Mandur; Fransiskus Nendi; Fulgensius Efrem Men; Silfanus Jelatu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v14i2.1170

Abstract

The goal of this study was to ascertain how students in mathematics education reacted to online instruction. This study employs a quantitative evaluation framework. The Systematic Random Sampling approach was used to choose the 120 respondents, all of whom are students in mathematics. Through an online survey completed utilizing a Google form, the study's data collection process involves gathering student feedback on online learning. Quantitative descriptive analysis was used to examine the data. The findings revealed that the first category, student motivation for online learning, was in the poor range, followed by the poor range for the Moodle-provided teaching materials, the fairly good range for the implementation of online learning, the fairly good range for the evaluation, and the good range for the challenges encountered during online learning. Therefore, in general, students studying mathematics education do not favor online learning.
DAMPAK PBL BERMUATAN TUTOR SEBAYA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Apolonia Hendrice Ramda; Melania Delima; Fransiskus Nendi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v14i2.1283

Abstract

Mathematical problem solving ability is an ability that must be possessed by students. Therefore, every student must have this ability. One way to improve mathematical problem solving skills is to use the Problem Base Learning model with peer tutors. This study aims to determine the improvement of students' mathematical problem solving abilities using the Problem Based Learning (PBL) model with peer tutors compared to the improvement of students' mathematical problem solving abilities using conventional learning models. This research is a quasi-experimental research. The population in this study was class VIII of SMP Negeri 11 Ruteng for the Academic Year 2021/2022 which was divided into five classes. Before determining the experimental and control classes, a class equivalence test was first carried out and the five equivalent classes were obtained. Two classes were randomly selected to be the experimental class and the control class from all five classes using the class equivalence test. Both classes received pretest and posttest by working on mathematical problem-solving ability test questions that had been tested for validity and reliability before. From the data obtained, the hypothesis t test was then carried out. The results of the hypothesis test showed that it was rejected and accepted. Based on the results of the t test on the gain score data using the independent sample t test, the value obtained is > , and the average gain in the experimental class is 0.63 which is higher than the average gain in the control class, which is 0.45. The results of this study indicate that the increase in mathematical problem solving abilities of students who use the Problem Based Learning (PBL) model with Peer Tutors is higher than that of students who take conventional learning. Based on the results of this study, teachers can use the Problem Based Learning model of peer tutoring to improve the mathematical problem solving abilities of junior high school students
Dampingan Pengembangan Media Pembelajaran Bagi Guru SMP Menggunakan Aplikasi Videoscribe Ricardus Jundu; Silfanus Jelatu; Fransiskus Nendi; Alberta P. Makur; Polikarpus Raga
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.438

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran. Fokus kegiatan peningkatan keterampilan ini pada inovasi guru mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis video pembelajaran. Peserta kegiatan yaitu 21 orang guru di SMP Negeri 6 Langke Rembong. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi videoscribe. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yakni perencanaan (observasi), pelaksanaan (dampingan), dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pelatihan ini yaitu adanya peningkatan keterampilan guru SMP dalam mengembangkan video pembelajaran. Pada kegiatan pelatihan ini, 23,81% guru berhasil membuat video pembelajaran dengan kategori sangat baik, 61,90% guru berhasil membuat video pembelajaran dengan kategori baik, dan 14,29% guru berhasil membuat video pembelajaran dengan kategori cukup baik. Guru termotivasi dalam pelatihan pembuatan media pembelajaran karena kegiatan ini menjadi pengalaman baru dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. The goal of this service project is to enhance teachers' ability to teach. This activity focuses on the creativity of teachers in creating and implementing video-based learning materials. There were 21 teachers from SMP Negeri 6 Langke Rembong who took part in the activity. This service's activities include of instruction in creating instructional films with the video scribe program. The implementation method consists of three stages: planning (observation), implementation (assistance), and evaluation. As a result of this training exercise, junior high school instructors now possess greater expertise in creating instructional movies. The findings of this training activity are that 23.81% of instructors can make learning films in the excellent category, 61.90% of teachers in the satisfactory, and 14.29% of teachers in the deficient. Making learning media is an activity that teachers are motivated to learn since it is novel and greatly enhances the standard of instruction in the classroom.
PENDAMPINGAN BERBASIS HOTS: STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU Darong, Hieronimus Canggung; Erna Mena Niman; Fransiskus Nendi
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v10i2.13539

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Februari hingga Juni 2023 dengan tujuan untuk mengatasi masalah kemampuan guru SMP Satap Wae Nunung dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun soal HOTS yang mendorong siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Berlokasi di SMP Satap Wae Nunung, kegiatan ini menggunakan metode pendampingan yang melibatkan wawancara, observasi, ceramah, pendampingan langsung, praktek lapangan, evaluasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun soal HOTS, meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi dalam implementasi HOTS di kelas. Evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi berpikir tingkat tinggi siswa, menegaskan efektivitas pendampingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Satap Wae Nunung.
The Differentiated Teaching Module Development to Realize Pancasila Student Profile on the Sekolah Penggerak Curriculum Ndiung, Sabina; Jediut, Mariana; Nendi, Fransiskus
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v11i1.48005

Abstract

The aims of this research is to develop teaching modules that promote critical and creative thinking profile. This study involved six principals and 18 teachers from East Manggarai Regency. A questionnaire technique was used to obtain data. Expert validation on content, grammar, and design. The findings revealed that 83.33 % of principals and instructors at sekolah penggerak required differentiated teaching modules, with 91.7 %. Meanwhile, the HOTS-oriented assessment aspect, 83.33 %, and the level of development urgency, 95.83 %. It is concluded that the development of differentiated teaching modules is required in assisting elementary teachers for managing student-centered learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP Maria Serlina Vemi; Fransiskus Nendi; Palikarpus Raga
JOURNAL OF SONGKE MATH Vol. 7 No. 1 (2024): June
Publisher : UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jsm.v7i1.2295

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diajarkan dengan modelpembelajaran matematika realistik (PMR) berbasis etnomatematika dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitianyang menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain Randomized Two Group Design Post-test Only ini dilakukan diSMPN 2 Langke Rembong Manggarai NTT-Indonesia pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Melalui tehnik acak kelas dari 10 kelas dengan populasi 300 siswa, diperoleh 2 kelas sebagai subyek penelitian dimana kelas J sebagai kelompok eksperimen (n=30), dan kelas C sebai kelompok pembanding atau kontrol (n=30). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar adalah soal posttest berupa 15 soal pilihan ganda. Uji perbedaan rerata menggunakan uji-t setelah memenuhi uji asumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran matematikarealistik berbasis etnomatematika lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran langsung. Hasil ini memastikan pentingnya integrasi etnomatematika sebagai konteks pembelajaran matematika. Temuan ini menjadi rekomendasi bagi para guru dan praktisi untuk mengenbangkan kerangka didaktis pembelajaran matematika realistik terintegrasi etnomatematika dengan menambahkan unsur budaya unik yang ada disekitar siswa.
Realistic Mathematics Education (RME) Kombinasi Flipped Classroom Ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah dan Representasi Matematis Ningsi, Gabariela Purnama; Nendi, Fransiskus; Sugiarti, Lana; Jeramat, Eufrasia; Gahung, Antonius
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2024): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v6i1.3293

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis merupakan dua kemampuan matematis yang wajib dimiliki oleh siswa agar siswa tersebut dapat dengan mudah mengambil keputusan, merumuskan konsep, dan mengembangkan ide yang dimilikinya untuk memecahkan masalah matematika. Namun, tidak semua siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis yang memadai. Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis matematis siswa, dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Realistic Mathematics Education (RME) yang dikombinasikan dengan Flipped Classroom dalam kegiatan pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Peneliti mengambil secara acak 2 kelas yang setara untuk dijadikan sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subyek penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa kelas X SMK Santo Aloysius Ruteng yang berjumlah 59 orang. Pengambilan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis  siswa yang menerapkan RME yang dikombinasikan dengan flipped classroom lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran langsung. Hasil ini diperoleh berdasarkan hasil analisis data dalam uji hipotesis dengan menggunakan uji t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances dengan α=0,05 berbantuan Ms. Excel, dimana telah ditemukan bahwa nilai peluang (P(T<=t)) yang diperoleh baik untuk one-tail maupun two-tail kurang dari nilai α yaitu 0,000<0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan RME yang dikombinasikan dengan flipped classroom dalam kegiatan pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa. Selain itu, penerapan pendekatan dan strategi pembelajaran ini juga dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan.
SPEKTRUM RESPONS MAHASISWA PADA MASALAH PERSAMAAN DIFERENSIAL Nendi, Fransiskus; Tamur, Maximus; Jehadus, Emilianus; Pantaleon, Kristianus Viktor; Murni, Viviana
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i1.3688

Abstract

Mahasiswa pada umumnya memiliki respons bervariasi terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien konstan non homogen. Spektrum respons diperlukan untuk mengetahui level pemahaman mahasiswa pada suatu masalah PD non homogen. Dalam literatur telah dijelaskan bahwa spektrum respon siswa dapat dipahami dengan berbagai cara. Meski demikian, penggunaan Taksonomi SOLO untuk memahami spektrum respon mahasiswa belum banyak dijelajahi. Sebagai upaya mengisi kesenjangan ini maka kami melakukan penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mendeskripsikan spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika yang memprogramkan mata kuliah persamaan diferensial (PD) tahun akademik 2020/2021. Seluruh subjek penelitian ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan yang setara pada mata kuliah ini. Masalah PD yang diberikan kepada subyek penelitian tentang PD non homogeny yang diselesaikan menggunakan metode koefisien tak tentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO, antara lain: mahasiswa menjelaskan masalah menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah arti, menggunakan beberapa informasi yang didapat melalui pembentuk solusi partikular, kemudian informasi tersebut untuk menyelesaikan masalah, memadukan penggalan-penggalan informasi yang terpisah untuk menghasilkan penyelesaian dari suatu masalah, memecahkan masalah secara bertahap, dan memberikan solusi masalah dengan benar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respons mahasiswa  terhadap masalah PD koefisien kontan non homogen berada pada tingkat relational
Pendampingan Penelitian Tindakan Kelas PTK Bagi Guru SMAN 2 Rahong 2 Utara, Manggarai, Flores, NTT Darong, Hieronimus Canggung; Niman, Erna Mena; Nendi, Fransiskus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.6826

Abstract

Guru memainkan peran penting dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa. Namun, guru sering menghadapi kesulitan dalam menangani kompleksitas pembelajaran, khususnya terkait pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat. Hasil  wawancara dengan seorang guru di SMAN 2 Rahong Utara, Manggarai, NTT, menunjukkan bahwa guru menghadapi banyak masalah dalam metode pembelajaran. Tantangan ini dapat berdampak pada kualitas pendidikan secara keseluruhan, terutama kualitas output sekolah tersebut. Berpijak pada masalah tersebut, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan bentuk refleksi proses pembelajaran harus dilakukan. Guru dapat menjalankan PTK untuk menganalisis masalah secara sistematis, membuat eksperimen untuk menguji alternatif strategi pembelajaran yang lebih baik. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan guru guru di SMAN 2 Rahong Utara, Manggarai, NTT, terkait PTK. Hasil dari kegiatan ini membantu guru dalam penggunaan metode pembelajaran, dan proses penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, pendampingan ini meningkatan kemampuan guru untuk mengatasi masalah dan kompleksitas pembelajaran di kelas. Jadi, pendampingan guru-guru dalam PTK mampu mengatasi kesulitan proses pembelajaran.
IMPLEMENTATION OF TPCK IN DEVELOPING LEARNING TOOLS: A CASE STUDY OF HIGH SCHOOL BIOLOGY TEACHERS IN KUWUS SUB-DISTRICT Jeramat, Eufrasia; Ramda, Apolonia Hendrice; Nendi, Fransiskus; Jundu, Richardus; Mengeng, Elfrida Lastriana
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v11i2.23251

Abstract

TPCK is knowledge that can be used by teachers in integrating technology appropriately in the learning process based on the description of material character and pedagogical aspects. This study aims to describe the ability of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPCK) Teachers. The method used is descriptive with a qualitative approach. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique. Therefore, the schools used as samples in this study were SMAN I Kuwus, SMAN 2 Kuwus (Hawe) and SMAN 1 About. Data were collected by observation, interview, and documentation. Data analysis techniques used in this study include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Teachers' TPACK ability can be seen through the six TPACK indicators that have been previously determined. Nevertheless, there are still obstacles in implementation such as the lack of sequential application of learning model strategies and the number of devices owned by the school. This constraint is utilised by teachers to remain more creative in the teaching process.