Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Program Parenting Di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya Fadila Rahmah; Putri Chaerunnisa; Rahma Sukmara Putri; Purwati Purwati; Tasya Nur Ramdhani; Heri Yusuf Muslihin
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v8i2.9369

Abstract

Early age is a golden period where all activities that children carry out at that time can affect the future, one of which is the parenting style applied by parents and the environment which will affect children’s development. Therefore, parents must instill good parenting styles for their children. Not only parents, PAUD institutions also need to carry out learning and parenting programs for parents so that the parenting style applied by parents and teachers is the same so that children’s development will be more optimal. The purpose of this research is to find out how the parenting program is implemented at TKN Pembina Tasikmalaya. The method used is qualitative which is carried out with in-depth interviews, so that researchers obtain clearer data. From the results of the interviews, it can be concluded that the Tasikmalaya TKN Pembina can be said to be quite good at implementing parenting programs.
Kesantunan Berbahasa di Era Digital: Tinjauan Analisis Moral Pada Komentar Berita Sepakbola di Akun Instagram Pengamat sepak bola Purwati Purwati; Indra Gunawan
Indonesian Journal of Arabic Studies Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ijas.v1i1.4908

Abstract

Social media is a new space for the public to interact in the digital era. This crowded means of interaction raises new problems in social relations that is the number of netizens who use abusive language in comments. As a result, social media becomes a tool to insult people, fight and spread hatred. Therefore, this study has the aim to describe the use of impolite language of netizens in the social media comment column and the factors that influence it. This study uses a qualitative descriptive approach, note taking techniques, theory triangulation, and analysis techniques based on a moral’s point of view. The subject is netizens, while the object is politeness in language on social media. The results of this study are: a) netizens' language in commenting is categorized as impolite because it is contrary to the maxim of wisdom, generosity, appreciation, simplicity, consensus, and sympathy; b) factors that influence netizens in commenting are moral knowledge, recognized needs, mental readiness to accept new public spaces, cyberspace character, equality and a sense of friendship. Based on this research, it is needed material for digital society in using social media.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER EMPATI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PGRI HANDAYANI Arwa Azzahra; Purwati Purwati; Aini Loita
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6210

Abstract

Latarbelakang: Karakter empati merupakan salah satu aspek perkembangan sosial emosional yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berperan dalam membentuk kemampuan berbagi, menolong, bekerja sama, dan memahami perasaan orang lain. Namun, pengembangan empati memerlukan dukungan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Tujuan: untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran dalam pengembangan karakter empati anak usia 5–6 tahun di TK PGRI Handayani. Metode: menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Partisipan penelitian terdiri atas seorang guru kelas dan seorang kepala sekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil: menunjukkan bahwa karakter empati anak telah mulai berkembang, ditandai dengan perilaku berbagi, membantu teman, dan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Namun, perkembangan tersebut belum optimal dan belum merata pada seluruh anak karena masih ditemukan perilaku egosentris, kurangnya inisiatif membantu teman, serta kesulitan memahami perasaan orang lain. Kesimpulan: Pengembangan empati telah dilakukan melalui kegiatan bercerita, penggunaan video, pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman sosial langsung. Akan tetapi, media pembelajaran yang tersedia masih terbatas, kurang variatif, kurang interaktif, dan belum dirancang secara khusus untuk mengembangkan empati. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik, konkret, dan interaktif untuk mendukung pengembangan karakter empati anak usia dini secara lebih optimal.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK PENGENALAN KARAKTER JUJUR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Silvi Pebrianti Senjawiani; Taopik Rahman; Purwati Purwati
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6298

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kondisi perkembangan moral anak usia 5–6 tahun, mengevaluasi strategi penanaman nilai kejujuran konvensional, serta mengidentifikasi spesifikasi kebutuhan media instruksional berbasis teknologi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi guna mendalami potret fenomena sosial secara komprehensif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam bersama guru serta diperkuat dengan teknik analisis dokumen sebagai pembanding objektif. Teknik analisis data menerapkan teknik analisis tema untuk mengorganisasikan pola data secara teliti, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber untuk memverifikasi konsistensi informasi hasil wawancara dan catatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dasar nilai benar dan salah pada anak sudah terbentuk, tetapi konsistensi perilakunya belum stabil dan rentan melakukan kebohongan refleks akibat faktor rasa takut terhadap hukuman. Evaluasi strategi eksisting mengindikasikan bahwa metode ceramah verbal memicu kejenuhan anak, sehingga memunculkan urgensi tinggi terhadap pengembangan inovasi video animasi interaktif bermuatan alur cerita harian, visual cerah, durasi pendek, serta fitur kuis interaksi dua arah. Kesimpulannya, pengadaan media video animasi interaktif yang mudah dioperasikan dan dapat diakses luring menjadi solusi instruksional adaptif untuk mendukung optimalisasi tugas pendidik, sekaligus berimplikasi nyata bagi pengabdian masyarakat dalam mentransformasi metode internalisasi karakter integritas anak secara efektif.
Pendidikan Karakter Religius Melalui Pembiasaan Salat Duha Untuk Anak Usia Dini Di TK An-Nur Kabupaten Ciamis Shanti Nuroktaviani Lestari; Elan Elan; Purwati Purwati
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8538

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter religius dan akhlak anak-anak. Pendidikan karakter religius di sekolah sangat penting sebagai salah satu upaya sekolah untuk membina karakter anak agar memiliki akhlak dan moral yang sesuai dengan norma serta agama yang dianutnya. Pendidikan karakter religius di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembiasaan sehari-hari, seperti pembiasaan salat duha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun partisipan dalam penelitian ini terdiri atas anak usia 5–6 tahun di TK An-Nur, kepala sekolah, dan guru kelas TK An-Nur. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter religius melalui pembiasaan salat duha di TK An-Nur dapat dijadikan salah satu metode untuk membina karakter religius anak. Melalui pembiasaan salat duha, anak mengalami banyak perubahan, mulai dari mengetahui gerakan dan bacaan salat, menghafal doa dan surat-surat pendek, berlatih bersabar dan menaati aturan, hingga mengenal agama serta ajaran agama yang dianutnya.
Penanaman Karakter Pada Anak Usia Dini Melalui Salat Jenazah Di TK Aisyiyah 5 Tasikmalaya Nurul Lathifah; Purwati Purwati; Anggi Maulana Rizki
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8545

Abstract

Sebagai generasi penerus, anak harus dipersiapkan sejak dini untuk menjadi pribadi yang berkarakter dan berkualitas. Pada usia dini, pendampingan orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan karena untuk menjadi manusia yang berkualitas, anak tidak hanya perlu memiliki kecerdasan, tetapi juga keterampilan sosial dan karakter yang baik. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern, pelaksanaan salat jenazah pada anak usia dini di TK Aisyiyah 5 Kota Tasikmalaya menjadi fokus yang menarik untuk dianalisis. TK Aisyiyah 5 dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus agar lebih fokus dan sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini juga didukung oleh pendekatan kepustakaan (library research) yang berfokus pada pengumpulan data dari berbagai sumber bacaan. Anak usia dini merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penanaman karakter pada anak usia dini melalui praktik salat jenazah menjadi hal yang perlu diperhatikan secara seksama. Pemberian stimulasi dan fasilitas yang sesuai pada tahap ini akan memberikan pengaruh besar terhadap proses tumbuh kembang anak pada tahap selanjutnya.