Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 0-7 BULAN DI BPS NY. AIDA HARTATIK DESA DLANGGU KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN Ida Susila
Jurnal MIDPRO Vol 9, No 2 (2017): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.228 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v9i2.22

Abstract

Sebenarnya terapi pijat ini dipraktekkan hampir diseluruh dunia termasuk Indonesia. Salah satu terapi pijat yang ditemukan adalah terapi pijat pada bayi. Sensasi sentuh dan raba ini merupakan indera yang aktif berfungsi sejak dini karena bayi telah merasakan sejak masa janin. Secara ilmiah telah dapat dibuktikan bahwa terapi sentuh pada bayi memeng bermanfaat baik secara biokimia maupun fisik. Tujuan penelitian ini adalah mencari pengaruh teknik pijat bayi terhadap kenaikan berat badan. Desain penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimen (One Group Pretest Design).Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 bayi. Sample yang diambil 31 bayi.Variabel yang digunakandalam penelitian ini adalah variabel independent yaitu pijat bayi, sedangkan dependent yaitu kenaikan berat badan bayi. Uji analisis dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi dengan signifikasi sebesar 0,000. Dengan hasil t tabel sebesar 0,0 dan p sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan nilai p<0,05 dan nilai z sebesar -3,793 maka H1 diterima.Penelitian ini memberikan kesempatan pada peneliti lain untuk melakukan perbandingan lain yang dapat menaikkan berat badan bayi, sehingga dapat ditemukan cara lain yang lebih efektif untuk penanggulangan kenaikan berat badan bayi. Maka diharapkan ibu untuk melakukan pijat bayi.Keywords: Pijat Bayi, Kenaikan Berat Badan Bayi
HUBUNGAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR (Studi Di BPS Dwenti K.R. Desa Sumberejo Kabupaten Lamongan 2015) Ida Susila; Triana Riski Oktaviani
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.227 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.27

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah obat pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan menyuntikan obat tersebut pada wanita subur. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi KB suntik, mengidentifikasi Berat badan pada akseptor KB suntik, dengan tujuan menganalisis hubungan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor.Desain penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik di BPS Dwenti Krudia. Variable dalam penelitian ini adalah hubungan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor. Tehnik pengambilan sampel dengan probability sampling dengan tehnik simpel random sampling.Sampel sebanyak 28 responden.Dari hasil penelitian bahwa sebagian besar akseptor KB suntik mengalami peningkatan berat badan. Data yang diperoleh dianalisa analitik menggunakan uji koefisien phi menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan. Dari hasil uji koefisien phi dengan SPSS didapatkan nilai rø=0,372 T hitung (3,877). Dan  p: 0,049 dimana <0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor.Dengan penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat dan menjadi masukan bagi lahan praktek dalam memberikan pelayanan KB suntik dan mengobservasi berat badan akseptor setiap kali kunjungan.Keywords : Peningkatan Berat Badan, Aseptor KB Suntik
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE (Studi di SD Negeri Wanar Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan Tahun 2015) Ida Susila
Jurnal MIDPRO Vol 8, No 1 (2016): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.81 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v8i1.5

Abstract

Menarche merupakan puncak proses perubahan fisiologis reproduksi yang harus dilalui perempuan pada masa pubertas sebelum perempuan tersebut memperoleh siklus menstruasi yang teratur. Hasil survey pendahuluan ditemukan bahwa sebagian gadis remaja mempersepsikan sebagai suatu keadaan sakit atau kelainan, sehingga sikap yang mereka munculkan adalah bingung, takut, sedih. Kondisi emosi ini akan menunjukkan pada prilaku depresi dimana gadis remaja akan mengurung diri, menarik diri dari pergaulan dan perubahan sikap yang membuat bingung orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan remaja putri tentang menarche pada siswi SD Wanar, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi seluruh remaja putri kelas V dan VI yang bersekolah di SD Negeri Wanar Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, yang berjumlah 30 anak, teknik yang digunakan yaitu “non probability sampling”. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui kuisioner, data disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi yang terdiri dari data umum dan data khusus.Hasil penelitian pengetahuan remaja putri tentang menarche menunjukkan bahwa responden yang mempunyai pengetahuan baik sebanya 13 responden (43%) cukup 14 responden (47%) kurang 3 responden (10%).Simpulan dari penelitian ini adalah hampir sebagian yaitu 14 responden (47%). Saran dari peneliti bagi remaja putri adalah untuk lebih banyak menambah wawasan tentang kesehatan reproduksi dengan cara membaca buku kesehatan, terutama kesehatan repoduksi atau mengunjungi klinik kesehatan remaja.Keywords: Pengetahuan, Remaja, Menarche
Hubungan Penggunaan Popok Instan terhadap Kejadian Ruam Popok pada Balita Usia 0-3 Tahun di PMB Ani Mahmudah SST Kab. Lamongan Asyaul Wasiah; Ida Susila; Salma Nabila
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2021): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v13i2.4044

Abstract

Diaper rash is a skin problem in the genital area of ​​infants and toddlers, which is characterized by the appearance of red patches on the skin. Baby's skin is still sensitive because its functions are still developing, especially in the epidermis or the outermost layer of the skin which provides natural protection for the skin from the surrounding environment. Continuous use of diapers for too long will increase the sensitivity of the baby's skin so that it can cause skin irritation. That's why baby's skin is more sensitive and prone to skin disorders. Disorders that usually arise in the form of a skin rash known as diaper rash or diaper rash. The purpose of this study was to determine the relationship between the use of instant diapers and the incidence of diaper rash in toddlers aged 0-3 years at PMB Ani Maheasy SST, Kab. Lamongan Year 2021. The design in this research is an observational analytic with a cross sectional design. The population in this study were all toddlers aged 0-3 years at PMB Ani Maheasy, SST Lamongan from January to February 2021. A sample of 29 people was obtained using the Simple Random Sampling technique. The independent variable is diaper use and the dependent variable is the incidence of skin irritation. The instrument used was a questionnaire sheet in the form of a checklist regarding the variables of diaper use and the incidence of skin irritation compiled by researchers who had conducted validity and reliability tests, then the results were analyzed using the chi square test with a significant level of = 0.05. Based on the results of statistical tests using the Chi-square value, the results of p value: 0.000 < α:0.05 indicate that there is a relationship between the use of instant diapers and the incidence of diaper rash in toddlers aged 0-3 years at PMB Ani Maheasy SST, Kab. Lamongan Year 2021. p value: 0.000 < α:0.05. The solution for using diapers with skin irritation in toddlers is by washing their hands with regular soap before touching the baby's genitals, and the mother's behavior in playing an important role in caring for the little one should check the baby's diaper as often, if skin irritation occurs, apply a cream/ointment to prevent irritation. It is expected that existing health workers such as posyandu cadres can provide information about how to use instant diapers properly, such as information about when is the right time to change diapers and the right type of diaper to use on babies to avoid rashes in babies as a result of using instant diapers.
Persepsi Pelayanan KB dengan Tingginya Drop out Akseptor KB Injeksi 1 Bulan Ida Susila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i04.893

Abstract

Negara Indonesia dalam gerakan keluarga berencana telah menjadi contoh wanita usia subur bahwa Negara dengan jumlah penduduk terbesar urutan ke lima ini dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Pencegahan terjadinya kehamilan salah satu metodenya dengan melalui suntikan hormonal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik responden berdasarkan umur, pekerjaan, persepsi pelayanan KB dan hubungan persepsi terhadap jumlah akseptor yang drop out. Metode penelitian kuantitatif dengan cross sectional. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah total populasi sejumlah 50 ibu yang mengalami drop out akseptor KB suntik 1 bulan di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas berusia ≥35 tahun, pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga, dan setengah dari responden berpersepsi negatif terhadap pelayanan KB. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square menujukkan nilai Pv=0,001yang artinya ada hubungan persepsi pelayanan KB yang negatif dan angka drop out pada peserta KB suntik 1 bulan. Dibutuhkan konseling untuk memantapkan akseptor agar memahami efek samping kontrasepsi.
PENGARUH CREAM BIJI LADA HITAM (Piper nigrum L.) TERHADAP PENYAKIT VITILIGO ida - susila; Ida - Susila
Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan - Juni 2019
Publisher : Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.073 KB)

Abstract

Biji  lada hitam banyak digunakan sebagai bahan baku bumbu dapur dan bahan dasar masakan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bahwa kandungan piperine yang terdapat dalam biji lada hitam selain memberikan rasa pedas, hasil sintesisnya bisa membantu menstimulasi pigmentasi akan tetapi penelitian dan pengaplikasian terutama dalam bidang kesehatan masih terbatas sehingga perlu dilakukan banyak penelitian lebih lanjut.Penelitian ini untuk menguji biji lada hitam sebagai obat penyakit vitiligo dalam bentuk cream serta proporsi yang tepat untuk mendapatkan produk cream yang baik. Variasi perbandingan (1:1) lada hitam dengan basis cream yang berbeda yakni vaselin, adeps lanae, emulgade dan aleum sesame&cera flava. Pengujian yang dilakukan meliputi uji pH, uji organoleptik, uji efektivitas cream lada hitam dan uji mikrobiologi.Hasil pengujian pH diperoleh hasil bahwa pH cream 7.5, merupakan pH normal untuk kulit. Pengujian organoleptik dengan analisis menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi penambahan lada hitam signifikan pada warna, tekstur, kepadatan dan kesukaan panelis. Pengujian efektivitas cream lada hitam menggunakan Uji T Paired diperoleh nilai T hitung sebesar 7.646 sedangkan T tabel adalah 1.74588 sehingga nilai T hitung > T tabel, artinya terdapat perbedaan signifikan luas paparan vitiligo sebelum dan sesudah diberi cream lada hitam. Uji Mikrobiologi yakni pengujian Angka Lempeng Total menunjukkan jumlah mikroba pada sampel sebesar 2.5 x 103 Cfu/gram. Tingginya nilai Angka Lempeng Total tersebut masih memenuhi persyaratan cemaran mikroba oleh BPOM yakni sebesar 104.
PENGARUH CREAM BIJI LADA HITAM (Piper nigrum L.) TERHADAP PENYAKIT VITILIGO ida - susila; Ida - Susila
Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan - Juni 2019
Publisher : Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.073 KB)

Abstract

Biji  lada hitam banyak digunakan sebagai bahan baku bumbu dapur dan bahan dasar masakan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bahwa kandungan piperine yang terdapat dalam biji lada hitam selain memberikan rasa pedas, hasil sintesisnya bisa membantu menstimulasi pigmentasi akan tetapi penelitian dan pengaplikasian terutama dalam bidang kesehatan masih terbatas sehingga perlu dilakukan banyak penelitian lebih lanjut.Penelitian ini untuk menguji biji lada hitam sebagai obat penyakit vitiligo dalam bentuk cream serta proporsi yang tepat untuk mendapatkan produk cream yang baik. Variasi perbandingan (1:1) lada hitam dengan basis cream yang berbeda yakni vaselin, adeps lanae, emulgade dan aleum sesame&cera flava. Pengujian yang dilakukan meliputi uji pH, uji organoleptik, uji efektivitas cream lada hitam dan uji mikrobiologi.Hasil pengujian pH diperoleh hasil bahwa pH cream 7.5, merupakan pH normal untuk kulit. Pengujian organoleptik dengan analisis menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi penambahan lada hitam signifikan pada warna, tekstur, kepadatan dan kesukaan panelis. Pengujian efektivitas cream lada hitam menggunakan Uji T Paired diperoleh nilai T hitung sebesar 7.646 sedangkan T tabel adalah 1.74588 sehingga nilai T hitung > T tabel, artinya terdapat perbedaan signifikan luas paparan vitiligo sebelum dan sesudah diberi cream lada hitam. Uji Mikrobiologi yakni pengujian Angka Lempeng Total menunjukkan jumlah mikroba pada sampel sebesar 2.5 x 103 Cfu/gram. Tingginya nilai Angka Lempeng Total tersebut masih memenuhi persyaratan cemaran mikroba oleh BPOM yakni sebesar 104.
A PENGARUH FAKTOR USIA IBU TERHADAP PENGETAHUAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA 6-12 Ida Susila
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 5 No 2 (2018): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Based on Household Health Survey (SKRT) states that under 6 months of age has been given complementary feeding of milk, so it can lead to various health problems in infants, such as diseases of the digestive system. the purpose of this study is to know the description of mother's knowledge about the provision of complementary feeding of milk in infants aged 6-12 months. Method: This research is descriptive research. The population in this study were mothers who had infants aged 6-12 months in RW 02 Village Sidokepung Buduran District Sidoarjo District. A total of 45 respondents. The sample size was 40 respondents. Data were collected using questionnaires. Sampling using probability sampling technique with simple random sampling technique, data analysis in the form of tables and cross tabulation. Result: The results showed that mothers aged > 35 years are well knowledgeable (16.7%). Discussion: After processed in percentage, it can be concluded that mother's knowledge about complementary feeding of baby at age 6-12 months is less. Suggestions for health workers to further improve counseling about the purpose of complementary feeding, and timing for complementary feeding, so that mothers understand the risks of complementary feeding when not on time. Keywords : Knowledge, age, Breastfeeding Companion
Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Kesehatan terhadap Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Ekslusif Ida Susila
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.231 KB) | DOI: 10.31101/jkk.741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan fasilitas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Penelitian  dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian 86 ibu yang  memenuhi kriteria inklusi. Analisis yang digunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 0,05, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0,4060,05 sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ketersediaan fasilitas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif.  Analisis multivariat menunjukkan peran penolong persalinan (Exp B=42,871),dukungan keluarga (Exp B=38,707) dan sikap terhadap tradisi pemberian ASI dan makanan tambahan (Exp B=12,079).
Sosialisasi Konsumsi Telur Fungsional Untuk Penderita Stunting Di Desa Deket Kulon Kabupaten Lamongan Anik Fadlilah; Edy Susanto; Husnul Muthoharoh; Wahyuni; Ida Susila; Muhammad Fahrur Rozi; Ikfina Nur Afiyah; Imroatul Mahfudhoh
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.1 Desember (2022): SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.879 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim pengabdi memiliki tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Deket Kulon, Lamongan pentingnya konsumsi makanan bergizi dan seimbang khususnya penderita stunting. Kegiatan dilaksanakan di Balaidesa Deket Kulon kabupaten Lamongan. Pengabdian diawali dengan survey dan analisa lokasi sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi dengan pendekatan ceramah dan penyuluhan tentang konsumsi telur fungsional guna mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Lamongan. Telur fungsional mengandung kaya asam amino dan asam lemak yang sesuai dengan kebutuhan penderita stunting. Telur fungsional memiliki fungsi untuk menghasilkan histamin, neurotransmitter yang penting untuk respons imun, pencernaan, menjaga kesehatan jantung dan hati, serta meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf pusat, selain itu untuk memproduksi protein di dalam tubuh. Protein ini yang akan bekerja untuk membangun berbagai jaringan yang penting bagi tubuh, seperti otak, otot, darah, dan organ-organ lainnya. Asam lemak berfungsi untuk Menjaga kesehatan, fungsi otak, jantung, mata, tulang sendi Menurunkan risiko kanker serta meningkatkan fungsi kognitif serta pembentukan otak secara menyeluruh pada otak anak. Fungsi dari kandungan nutrisi yang ada telur fungsional dapat memenuhi kebutuhan penderita stunting