Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Frekwensi Baby Spa Dengan Perkembangan Bayi Usia 3-6 Bulan Di Puskesmas Deket Kustini Kustini; Ida Susila; Adelya Bella Amanda
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i1.15348

Abstract

Perkembangan motorik merupakan sesuatu proses kemasakan atau gerak yang langsung melibatkan otot-otot untuk bergerak dan proses pensyarafan yang menjadi seseorang mampu menggerakkan tubuhnya. WHO menyatakan 20-40% bayi mengalami keterlambatan, sedangkan Indonesia mencapai angka 16%. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada perkembangan motorik adalah dengan melakukan baby spa. Tujuan penelitian ini untuk melihat bahwa treatment yang dilakukan dapat meningkatkan perkembangan motorik bayi usia 3-6 bulan di Puskesmas Deket Lamongan.Desain penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimen Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi dengan usia 3-6 bulan dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling yang dipilih secara Perposive Sampling yang terdiri dari 30 responden. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah perkembangan motorik bayi. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test (a<0,05).Hasil penelitian menunjukkan perkembangan bayi sesudah dilakukan baby spa lebih tinggi dari pada sebelum baby spa. dengan nilai p=0,003. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Hipotesa diterima berarti ada pengaruh baby spa terhadap perkembangan motorik bayi.Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengembangkan promosi dan edukasi tentang baby spa kepada masyarakat khususnya pada orang tua untuk meningkatkan perkembangan motorik bayi.
The Application of Pregnancy Exercise to the Sleep Quality of Pregnant Women Khusnul Nikmah; Ida Susila; Rosika Ardhana Apriliari Elsandi
Healthy-Mu Journal Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of sleep in pregnant women is very important for pregnant women because it is included in the physiological needs that must be met. Changes in the stomach that are getting bigger make it difficult for pregnant women to rest and sleep. Pregnancy exercise is one of the recommended sports during pregnancy because it has the benefit of training breathing and strengthening the pelvic muscles. The purpose of this study was to determine the effect of pregnancy exercise on the sleep quality of pregnant women. This research method is a quantitative study with a Cross Sectional design using a sample of 30 people using the Chi Square test. Obtained a significant value of 0.002 (ρ = <0.005) which means there is an effect of pregnancy exercise on the sleep quality of pregnant women. So it can be concluded that pregnancy exercise activity can be one of the efforts that can be made to improve the quality of sleep in pregnant women.
EDUKASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN PADA MAHASISWI KEBIDANAN UNTUK MENGURANGI ANGKA PERCERAIAN Ida Susila; Khusnul Nikmah; Asyaul Wasiah; Maulidia Maulidia; Siti Mudlikah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2580-2585

Abstract

Ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan dilaksanakan bila keduanya telah memiliki kematangan  baik fisik, psikologi maupun ekonomi, agar tidak mudah terjadi perceraian. sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberi pemahaman tentang pentingnya pernikahan yang disertai dengan kesiapan dari berbagai aspek seperti fisik, ekonomi, dan pengetahuan mengenai kehidupan rumah tangga. Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswi kebidanan. Kegiatan dilakukan menggunakan metode pretest pada peserta memberikan edukasi leaflet dilanjutkan tanya jawab diskusi seputar materi secara bergantian dan diakhiri dengan evaluasi berupa posttest. Dari hasil pengukuran 50 anak yang awalnya pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan rendah, setelah dilakukan edukasi dan dievaluasi dengan pretest hasilnya sangat memuaskan. Sehingga diharapakan kegiatan ini dapat dijadikan bahan ketika lulus dari bangku kuliah untuk dapat menerapkan kegiatan tersebut sebagai bidan profesional.
KUTAI LOTION LIMBAH KULIT PETAI (Parkia specio SEBAGAI PRODUK LOSION KULIT (Skin Lotion ) Fitriana Ikhtiarinawati Fajrin; Ida Susila
Journal of Research and Technology Vol. 4 No. 2 (2018): JRT Volume 4 No 2 Des 2018
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.25 KB) | DOI: 10.55732/jrt.v4i2.196

Abstract

The skin is an organ of the human body that functions to protect from outside influences. Damage to the skin will interfere with human health so that the skin needs to be protected and maintained its health. One of the things that causes skin damage is freeradicals. To prevent skin damage from free radicals, an antidote is needed, namely antioxidant compounds. One source of natural antioxidants is petai bark extract (Parkia speciosa). In this study, petai bark extraction was carried out by using ethanol solvent.The dried petai powder was macerated with ethanol solvent for 24 hours, then solvent separation was carried out by using a rotary evaporator so that the extraction was concentrated green. The antioxidant activity in petai bark extract was observed through qualitative tests using DPPH reagent. The test results showed that the positive petai bark extract had antioxidant activity. The final stage of this study was to mix petai bark extract with skin lotion preparations. Based on the results of this study, petai bark waste which was originally of non economic value can be optimized to be an unique product and has high benefits. Keywords: Antioxidants, Ethanol Extract, Lotion, Petai Bark (Parkia speciosa).
Persepsi Pelayanan KB dengan Tingginya Drop out Akseptor KB Injeksi 1 Bulan Ida Susila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i04.893

Abstract

Negara Indonesia dalam gerakan keluarga berencana telah menjadi contoh wanita usia subur bahwa Negara dengan jumlah penduduk terbesar urutan ke lima ini dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Pencegahan terjadinya kehamilan salah satu metodenya dengan melalui suntikan hormonal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik responden berdasarkan umur, pekerjaan, persepsi pelayanan KB dan hubungan persepsi terhadap jumlah akseptor yang drop out. Metode penelitian kuantitatif dengan cross sectional. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah total populasi sejumlah 50 ibu yang mengalami drop out akseptor KB suntik 1 bulan di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas berusia ≥35 tahun, pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga, dan setengah dari responden berpersepsi negatif terhadap pelayanan KB. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square menujukkan nilai Pv=0,001yang artinya ada hubungan persepsi pelayanan KB yang negatif dan angka drop out pada peserta KB suntik 1 bulan. Dibutuhkan konseling untuk memantapkan akseptor agar memahami efek samping kontrasepsi.
Studi Komparatif Pengetahuan Remaja tentang Penyimpangan Perilaku Seks di Desa dan di Kota Ida Susila
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2018): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v7i1.156

Abstract

Era globalisasi membuka wacana sendiri bagi negara ini, termasuk pergeseran nilai dalam cara bergaul para remaja yang bebas dan cenderung tanap batas, selain ada dampak baik dan buruk dalam globalisasi dan pengaruhnya pada remaja, hal ini disebabkan dorongan seksual yang sedang berkembang pada masa remaja, perilaku seks pada remaja yang tidak sehat dapat berakibat buruk bagi remaja sendiri, misalnya: kehamilan diluar nikah, aborsi, terjadinya PMS, kematian AKI dan AKB, serta gangguan psikologi. Dalam penelitian ini variabelnya adalah pengetahuan penyimpangan perilaku seks, penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi perbandingan (comparatif study), sampel penelitian ini 103 siswa SMA Yapita Surabaya dan 67 siswa MA Roudlotul Muta’abidin Lamongan, pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2017. Dari hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan tentang penyimpangan perilaku seks khususnya variabel pelecehan seksual, di SMA Yapita Surabaya sebesar 54 (52,4%) dengan kriteria cukup dan di MA Roudlotul Muta’abidin Lamongan sebesar 36 (53, 7%) dengan kriteria kurang. sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan penyimpangan perilaku seks baik di SMA Yapita Surabaya dan di MA Roudlotul Muta’abidin Lamongan. Sehingga perlu diadakan pendidikan seks khusus untuk remaja. Penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk penelitian selanjutnya, dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan meneliti gambaran mengenai kejadian penyimpangan perilaku seks pada variabel yang lain.
Knowledge Of Princess Adoles About Personal Hygiene When Does The Princess Junior High School Students Know Ida Susila; Armenia Kastar
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.401

Abstract

Self-care for adolescents during vaginal discharge needs to be taught so that young women can avoid infectious diseases due to poor hygiene during vaginal discharge. The purpose of this study was to determine the personal hygiene knowledge of young women with vaginal discharge cases. Researchers used 50 respondents and all met the inclusion criteria. Sampling using total sampling. All variables were measured using a closed questionnaire and analyzed using descriptive analysis. The results of the research were that the age characteristics of the respondents were mostly 13 years old. The results of research on personal hygiene knowledge, most of the young women had poor knowledge of 23 respondents (46%) about personal hygiene. For cases of vaginal discharge experienced, most of the vaginal discharge experienced was abnormal vaginal discharge, namely 27 respondents (54%). Knowledge is not good due to limited access to information and facilitators at the educational institution.
Siaga Village which is able to Provide Baby SPA Services as an Effort to Overcome Toddler Health Problems Without Medication in Order to Increase Health Independence in Karangwedoro Village, Turi District, Lamongan Regency Kustini; Ida Susila; Eka Sarofah Ningsih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i1.595

Abstract

Self-medication is an effort made by the community to treat symptoms of illness or disease using medication without a doctor's prescription. Nowadays, people more often practice self-medication by buying chemical medicines at pharmacies for health problems experienced by their toddlers without knowing the side effects that can be caused. In society, so far, baby spas have only focused on children's growth and development to fulfill the rights of children with special needs and monitor children's development according to age. In the midst of the many people who want services to overcome the health problems of toddlers (sick toddlers), we hope to be able to develop services to meet these needs by adhering to the principle of complementary services with the existence of Baby Spa training which is one of the efforts to handle toddler health problems comprehensively. Complement before using chemical drugs, the samples used were 40, with a total sampling technique. From the results of this training and counseling, it is hoped that it can increase the knowledge of mothers of toddlers regarding baby spas as an effort to handle toddler health problems before seeking treatment at a health facility, research analysis using qualitative analysis techniques.
Hand Washing Training for Posyandu Cadres Ida Susila; Asyaul Wasiah; Siti Sholikha; Eylen Krisna Sari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i1.606

Abstract

Washing Hands with Soap (CTPS) is a form of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) to prevent and control diarrhea and typhoid infections, especially in children. The incidence of diarrhea and typhoid infections in children is still high. Hand hygiene is one factor in preventing the transmission of diarrhea and typhoid infections through food handled with dirty hands. The healthy behavior of washing hands with soap, which is one of the Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), has now become a global concern, this is because the problem of lack of practice of hand washing behavior does not only occur in developing countries, but also in other countries. Therefore, hand washing training is needed for posyandu cadres as an intermediary for achieving PHBS through washing hands with soap.
Antioxidant Potential In Petai Peel (Parkia Speciosa) Fajrin, Fitriana Ikhtiarinawati; Susila, Ida
Jurnal Midpro Vol. 11 No. 2 (2019): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v11i2.123

Abstract

ABSTRAK Bagian kulit petai (Parkia speciosa) yang tidak dimanfaatkan biasanya dibuang sehingga menjadi limbah. Padahal limbah kulit petai (Parkia speciosa) ini diketahui memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis potensi kulit petai (Parkia speciosa)sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur yang mengkaji mengenai senyawa bioaktif antioksidan yang terdapat pada limbah kulit petai (Parkia speciosa). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi ilmiah seperti jurnal, buku maupun media internet. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis secara dengan cara memaparkan dan membandingkan hasil-hasil penelitian eksternal terkait pemanfaatan limbah kulit petai (Parkia speciosa) sebagai antioksidan. Hasil penelitian membuktikan bahwa bagian kulit petai (Parkia speciosa) diketahui memiliki manfaat sebagai antioksidan karena di dalam kulit petai (Parkia speciosa) mengandung senyawa fenol dan flavonoid. Kulit petai (Parkia speciosa) berpotensi sebagai senyawa antioksidan alami karena memiliki aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH dan ABTS. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa kulit petai (Parkia speciosa) memiliki potensi sebagai sumber antioksidan. Kata kunci: Kulit petai, Parkia speciose, antioksidan