Claim Missing Document
Check
Articles

SEKOLAH SEHAT ANTI ROKOK: PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PENDEKATAN PEER-BASED LEARNING Hubaybah, Hubaybah; Azhary, Muhammad Rifqi; Simatupang, Nanda Agustian; Herwansyah, Herwansyah; Amir, Andy; Rahmat, Andree Aulia
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i5.1367

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui Program Sekolah Sehat Anti Rokok di MTs N 5 Kenali Besar Kota Jambi. Metode Kegiatan dilaksanakan dari Agustus hingga Oktober 2024 dengan tahapan advokasi, sosialisasi, dan survei terhadap 31 siswa. Penilaian dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebelum dan setelah sosialisasi serta praktik alat peraga mengenai dampak merokok. Analisis data dilakukan menggunakan Uji T Dependen untuk mengukur perbedaan skor pengetahuan. Hasil kegiatan bahwa Rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 79,67 pada pre-test menjadi 89,03 pada post-test. Uji T Dependen menunjukkan p=<0,0001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Sosialisasi, praktik alat peraga, dan edukasi teman sebaya terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Simpulan, Program ini berhasil membentuk siswa sebagai duta anti-rokok yang aktif dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pencegahan perilaku merokok. Disarankan agar kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk terus mendorong generasi yang lebih sehat dan bebas dari rokok. Kata Kunci: Merokok, Peer-Based Learning, Remaja, Sekolah
Kepuasan Tenaga Kesehatan dalam Penggunaan Aplikasi E-Puskesmas dengan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di Puskesmas Siulak Mukai Salshabila, Azahra; Amir, Andy; Noerjoedianto, Dwi; Guspianto, Guspianto; Mekarisce, Arnild Augina
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v3i4.798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan tenaga kesehatan terhadap penggunaan aplikasi e-Puskesmas di Puskesmas Siulak Mukai, dengan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). e-Puskesmas merupakan bagian dari transformasi digital dalam sektor kesehatan di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional dan melibatkan 54 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner yang terdiri dari 30 pertanyaan yang mengacu pada lima variabel EUCS: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, dan Timeliness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa puas terhadap penggunaan sistem e-Puskesmas, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna dan menawarkan rekomendasi untuk perbaikan sistem e-Puskesmas di masa depan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan kesehatan di puskesmas.
DETERMINAN PERILAKU IBU YANG TIDAK MEMBERIKAN VITAMIN A PADA ANAK USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENALI BESAR KOTA JAMBI TAHUN 2024 cahnia, Mutiara rezky; Guspianto, Guspianto; Sari, Rumita Ena; Amir, Andy; Perdana, Silvia Mawarti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43813

Abstract

Vitamin A adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kurangnya vitamin A pada tubuh meningkatkan masalah penglihatan serius seperti rabun senja, kerusakan pada kornea mata, bahkan kebutaan. Puskesmas Kenali Besar merupakan salah satu puskesmas yang cakupan pemberian vitamin A nya ditahun 2024 belum mencapai target indikator cakupan pemberian Vitamin A pada balita, adapun kelurahan yang belum mencapai target yaitu Kenali Besar dan Pinang Merah Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada anak usia 6-59 bulan di Kelurahan Kenali Besar dan Pinang Merah Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain case control, dengan sampel sebanyak 111 responden yang dipilih melalui Teknik purposive proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, dan analisis data menggunakan uji chi square dan ukuran asosiasi odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan (p-value <0,05) antara pengetahuan, sikap, peran tenaga kesehatan, dan peran kader, tidak terdapat hubungan antara jarak (p-value 0.946) dan pendidikan (p-value 0.785). Kesimpulan dari penelitian ini ialah Pengetahuan, Sikap, Peran Tenaga Kesehatan dan Peran Kader memiliki hubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian vitamin A pada anak usia 6-59 bulan di Kelurahan Kenali Besar dan Pinang Merah wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi.
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI TENAGA KERJA BUKAN PENERIMA UPAH DI BPJS KETENAGAKERJAAN KOTA JAMBI 2024 Simamora, Mutiara; Noerjoedianto, Dwi; Hubaybah, Hubaybah; Amir, Andy; Solida, Adila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43907

Abstract

BPJS Ketenagakerjaan berperan dalam menjamin hak dan kesejahteraan masyarakat. Di Kota Jambi, kasus kecelakaan kerja meningkat 20,64% dari 1.119 kasus (2022) menjadi 1.350 kasus (2023). Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja Bukan Penerima Upah (BPU) di Kota Jambi untuk memberikan rekomendasi peningkatan efektivitas layanan. Penelitian kualitatif deskriptif dengan informan dari BPJS dan peserta BPU. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan NVivo dengan triangulasi data dan sumber. Hasil menunjukan dari aspek komunikasi masih ada beberapa tantangan yang perlu diperbaiki. Perubahan informasi yang kurang konsisten, serta ketergantungan peserta pada pihak BPJS untuk administrasi menunjukkan bahwa komunikasi belum sepenuhnya optimal. Jumlah SDM dan fasilitas dinilai cukup, tetapi masih ada keluhan terkait keterbatasan petugas pelayanan dan fasilitas meja pelayanan. Disposisi Sudah baik dilihat dengan keramah, kesopan, dan empati petugas dalam melaksanakan program. Struktur birokrasi telah berjalan sesuai prosedur namun kompleksitas administrasi sering menjadi hambatan bagi peserta, terutama dalam proses klaim yang memerlukan berbagai formulir serta keterlambatan penyelesaian akibat kendala teknis dan verifikasi dokumen. Implementasi program di BPJS Ketenagakerjaan Kota Jambi berjalan baik, terutama dalam aspek disposisi. Namun, tantangan muncul dalam aspek komunikasi, seperti perubahan informasi yang belum konsisten, dan ketergantungan peserta pada BPJS dalam administrasi. Meskipun SDM dan fasilitas cukup, keluhan terkait keterbatasan petugas dan fasilitas masih ada. Struktur birokrasi sesuai prosedur, namun kompleksitas administrasi dan kendala teknis dalam klaim perlu diperbaiki.
TINJAUAN PELAKSANAAN PROaTINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI TETANUS DIFTERI PADA CALON PENGANTIN DI PUSKESMAS PAAL MERAH II KOTA JAMBIGRAM IMUNISASI TETANUS DIFTERI (TD) PADA CALON PENGANTIN DI PUSKESMAS PAAL MERAH II KOTA JAMBI Huzaifah, Elza; Wardiah, Rizalia; Solida, Adila; Amir, Andy; Hubaybah, Hubaybah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43988

Abstract

Pada tahun 2023, terdapat 374 pasangan yang menikah di Kelurahan Lingkar Selatan, Kota Jambi. Namun, berdasarkan data Puskesmas Paal Merah II, hanya 98 calon pengantin yang melakukan imunisasi tetanus difteri (Td), menunjukkan lebih dari 50% tidak divaksinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program imunisasi Td di Puskesmas Paal Merah II dengan metode kualitatif deskriptif, melibatkan 4 informan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia dan sarana prasarana di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi sudah sesuai standar baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dana yang diperuntukkan untuk program imunisasi tetanus difteri bersumber dari dana BOK Puskesmas. Sasaran program ditentukan berdasarkan data proyeksi dan pelaksanaannya mencakup pemeriksaan kesehatan pra-nikah, edukasi, serta pemberian imunisasi. Pencapaian program imunisasi Td pada wanita usia subur (calon pengantin dan ibu hamil) hingga status Td2+ di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi belum mencapai target yang ditetapkan pemerintah yaitu 80%. Program imunisasi Td bagi calon pengantin di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi telah berjalan dengan baik. Meskipun demikian, masih ada sebagian sasaran program yang kurang memiliki pengetahuan dan motivasi terkait imunisasi ini. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi Td sehingga dapat meningkatkan efektivitas program.  
Inisiasi Posyandu Remaja Melalui Pembentukan Duta APD (Anti Penyakit Degeneratif): Initiation of Youth Posyandu Through the Formation of APD Ambassadors (Anti Degenerative Disease) Solida, Adila; Amir, Andy; Wisudariani, Evy; Hidayati, Fajrina; Wardiah, Rizalia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kejadian penyakit degeneratif yang merupakan bagian dari Penyakit Tidak Menular (PTM), masih menjadi penyebab utama kematian di dunia dan banyak wilayah Indonesia. Sementara itu, upaya pencegahan penyakit degeneratif yang bersentuhan dengan kelompok umur remaja masih jarang dilakukan seperti pembentukan Posyandu Remaja, termasuk di Desa Sungai Duren. Belum terdapat pos kesehatan yang memberikan pelayanan peduli remaja di Desa Sungai Duren, sementara terdapat banyak remaja bermukim (mahasiswa usia di bawah 21 tahun) dengan beragam gaya hidup yang berisiko terhadap penyakit degeneratif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September tahun 2024 di Desa Sungai Duren melalui 3 pertemuan pada minggu pertama, minggu kedua dan minggu ketiga. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan menginisiasi pos pelayanan terpadu yang peduli kesehatan remaja (posyandu remaja) untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan serta kemampuan remaja dalam mencegah terjadinya penyakit degeneratif serta menyebarluaskan kemampuan yang mereka miliki kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal sebagai upaya menekan pertambahan kasus penyakit degeneratif melalui pembentukan Duta Anti Penyakit Degeneratif (Duta APD) di Desa Sungai Duren. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi, pengembangan keterampilan mempraktikkan gaya hidup CERDIK serta pendampingan menjadi Duta APD. Hasil kegiatan terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada peserta antara sebelum dan sesudah kegiatan PPM (p=0,000). Sebanyak 80% peserta PPM merasakan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit degenerative dan menyatakan sikap siap menjadi Duta APD di lingkungan tempat tinggal. Abstract: The incidence of degenerative diseases, which are part of Non-Communicable Diseases (PTM), is still the main cause of death in the world and in many parts of Indonesia. Meanwhile, efforts to prevent degenerative diseases in contact with the adolescent age group are still rarely carried out, such as the establishment of Youth Posyandu, including in Sungai Duren Village. There is no health post that provides youth care services in Sungai Duren Village, while there are many residential teenagers (students under 21 years of age) with various lifestyles who are at risk of degenerative diseases. This community service activity aims to initiate an integrated service post that cares about adolescent health (adolescent posyandu) to increase the understanding, skills and abilities of adolescents in preventing the occurrence of degenerative diseases and to disseminate their abilities to the community in their living environment in an effort to suppress the increase in cases of degenerative diseases. through the formation of Anti-Degenerative Disease Ambassadors (APD Ambassadors) in Sungai Duren Village. Activities carried out include providing education, developing skills to practice the CERDIK lifestyle and mentoring to become APD Ambassadors. The results of the activity showed a significant difference in knowledge among participants between before and after the PPM activity (p=0.000). As many as 80% of PPM participants felt an increase in knowledge and understanding about degenerative diseases and expressed an attitude of being ready to become APD Ambassadors in their living environment.  
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI PUSKESMAS PAAL MERAH II KOTA JAMBI Latifah, Yuli Syafira Syaibabul; Amir, Andy; Noerjoedianto, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46336

Abstract

Menurut data dari Profil Dinas Kesehatan Kota Jambi terdapat peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi pada tahun 2021 sebanyak 6.947 naik menjadi 18.129 di tahun 2022. Peningkatan kunjungan pasien secara langsung berdampak pada manajemen logistik obat, terutama dalam hal perencanaan, pengadaan, dan pendistribusian. Semakin banyak pasien yang datang, kebutuhan akan obat-obatan akan meningkat, sehingga puskesmas harus memastikan stok obat tetap mencukupi dan terkelola dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana proses manajemen logistik obat di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Informan penelitian adalah pegawai di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi dengan purposive sampling. asil : Dari hasil wawancara mendalam perencanaan obat di Puskesmas Paal Merah II menggunakan metode konsumsi pihak yang terlibat yaitu apoteker, kepala puaskesmas, dan dokter. Anggaran setiap tahunnya berbeda jumlahnya untuk tahun ini sekitar dua puluh juta. Pengadaan obat menggunakan sistem e-katalog. Penerimaan obat dilakukan oleh penanggung jawab gudang pemeriksaan kadaluarsa, fisisk obat, dan kemasan. Pengecekan mutu obat dilakukan sebulan sekali di ruang penyimpanan obat. Pendistribusian ke sub unit dilakukan secara manual menggunakan buku permintaan obat. Penghapusan obat dilakukan setahun sekali melalui pihak ke tiga. Manajemen logistik obat di Puskesmas Paal Merah II sudah cukup baik namun masih terdapat kendala didalamnya pada proses perencanaan berupa terdapat item obat yang ternyata dibutuhkan namun tidak terdapat dalam perencanaan. Proses pengadaan obat berupa ketidaksesuaian jumlah obat yang diterima dari Instalasi Farmasi Kota dengan permintaan yang diajukan oleh Puskesmas. Pada proses penyimpanan berupa ruang penyimpanan obat yang sempit dan rak penyimpanan obat yang terbatas.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN MASYARAKAT BAGI SISWA MADRASAH DI MTS NEGERI 4 KOTA JAMBI Amir, Andy; Noerjoedianto, Dwi; Puspita Sari; Mekarisce, Arnild Augina; Herwansyah Herwansyah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of health literacy among madrasah students plays a crucial role in shaping their thought patterns and behaviors from an early age. As teenagers, these students are at a pivotal stage of development where the knowledge and habits they acquire will significantly impact their future health. Strong health literacy enables students to comprehend health information accurately, make informed decisions regarding their health, and adopt a healthy lifestyle in their daily lives. To enhance the understanding of madrasah students at MTsN 4 Municipality of Jambi, a group of lecturers and students from the Public Health Science Study Program at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Jambi, conducted community service activities. These activities involved delivering lectures and engaging in interactive discussions to help participants grasp the fundamental concepts of public health, with a focus on adolescent health components. The objective of this community service endeavor is to raise public health literacy among madrasah students and to encourage the school's ongoing commitment to providing sustainable and pertinent health education for its students.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG KAWAT KOTA JAMBI Permatasari, Nadia Dwi; Guspianto, Guspianto; Amir, Andy; Noerjoedianto, Dwi; Herwansyah, Herwansyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47612

Abstract

HIV IV/AIDS merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Di Kota Jambi, kasus HIV/AIDS terus mengalami kenaikan setiap tahun, dengan Puskesmas Simpang Kawat mencatat jumlah tertinggi selama dua tahun berturut-turut sebanyak 222 kasus pada 2022 dan meningkat menjadi 251 kasus pada 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan selama Januari Februari 2025. Analisis data dilakukan dengan software Nvivo 12 menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek Context masih terdapat stigma social serta sebagian informan belum memahami tujuan program. Pada aspek Input, SDM belum memadai karena tidak adanya kader HIV di lapangan, pelatihan tim belum merata, dana penyuluhan terbatas, dan belum tersedia fasilitas komputer. Pada aspek Process, perencanaan sudah dilaksanakan dengan baik namun pelaksanaan kegiatan belum optimal dan masih terkendala, monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Kepala Puskesmas dan pihak Dinas Kesehatan. Pada aspek Product, capaian layanan mencapai 117% dari target, namun tingginya capaian berasal dari pasien luar wilayah kerja puskesmas Simpang Kawat. Pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat sudah terlaksana cukup baik namun masih terdapat kendala pada aspek context, input dan proses pelaksanaanya.
The Effect of Management Practices on Improving the Quality of Services Through Integrated Infrastructure Practices of EFQM and Six Sigma Public Health Center in Jambi Province Dwi Noerjoedianto; Andy Amir; Andi Subandi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.754 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.782

Abstract

This study aims to analyze the effect of management practices on improving service quality through the practice of integrated infrastructure EFQM and Six Sigma Public Health Center (PHC) in Jambi Province. This research is a quantitative research using a cross sectional design approach through two stages of research. The research data was obtained using a questionnaire from a sample of 560 civil servant employees in 24 PHCs that were randomly selected and analyzed by second order using Smart-PLS 3.0. The results of the study found that the implementation of management practices, infrastructure practices had a fairly good average by employees and each had a direct effect on the quality of PHC services. The practice of core infrastructure is able to partially mediate between management practices and the quality of PHC services. However, in practice, not all PHCs have implemented quality management practices.