Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perancangan Desain Karakter dan Asset Animasi Live2D untuk Video Musik Original Song Kataomoi No Smile oleh Pirrou Sophie Syampuri YZ, Sae Riskina; Pahlevi, Andreas Syah
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i122024p1277-1294

Abstract

Pirrou Sophie, seorang VTuber asal Indonesia, meluncurkan lagu orisinal pertamanya yang berjudul "Kataomoi no Smile" pada tahun 2023. Lagu ini menggambarkan perasaan terpendam seorang gadis yang dilatari melodi ceria khas lagu idol Jepang, memberikan sentuhan emosional yang kuat melalui lirik yang menggugah hati. Dengan tujuan menyampaikan cerita dari lagu tersebut secara lebih visual, Pirrou Sophie memilih video musik sebagai media promosinya. Video musik ini dibuat menggunakan teknik animasi Live2D, yang memungkinkan ilustrasi 2D bergerak seolah-olah memiliki dimensi 3D. Teknik ini menjadi pilihan karena kemampuannya untuk memberikan nuansa dinamis pada karakter yang digambarkan, sehingga semakin memperkuat perasaan dan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu. Desain karakter dan asset animasi Live2D terinspirasi dari gaya anime/manga Jepang, yang tidak hanya memberikan kesan otentik pada penggemar genre tersebut, tetapi juga menciptakan karakteristik yang mendalam yang selaras dengan cerita dalam lagu. Untuk mendukung pengalaman visual yang lebih imersif, video musik ini juga dilengkapi dengan elemen-elemen tambahan seperti latar belakang dan ilustrasi pendukung lainnya yang memperkaya suasana cerita. Latar belakang yang dirancang dengan cermat berfungsi untuk memperkuat tema dari lagu dan menciptakan atmosfer yang sesuai dengan perasaan terpendam yang diungkapkan oleh sang protagonis. Sebagai sarana promosi, video musik ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengenalkan lagu "Kataomoi no Smile" kepada publik, tetapi juga diharapkan dapat menarik minat penggemar baru serta memperkuat loyalitas penggemar lama. Kehadiran video musik ini memberikan dimensi visual yang memperkaya pengalaman mendengarkan, serta menjadi platform yang memperlihatkan kreativitas Pirrou Sophie sebagai seorang VTuber yang tidak hanya berbakat dalam bernyanyi, tetapi juga dalam merancang pengalaman visual yang unik dan menarik.
Inovasi Perancangan Motif Batik Kembang Kopi Menggunakan Teknologi Digital Rini, Denik Ristya; Pahlevi, Andreas Syah; Sutrisno, Andika Agung; Silah, Sumardianshah Bin
MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 7 No 01 (2025): Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/mavis.v7i01.1791

Abstract

Innovation in Batik motif design using digital technology is driven by the rapid advancement of technology that must be adjusted to simplify the process of making Batik designs. The use of digital techniques in motif design not only facilitates motif duplication but also helps in determining the color palette for Batik patterns. In addition, Batik designs can be implemented into clothing mock-ups or other products. This study uses a creative creation method, where the process begins with an observational study of objects as a source of inspiration for Batik motifs. Furthermore, design development is carried out using CorelDraw software, followed by color simulation, and the final stage is the creation of a mock-up of the Batik motif design on the finished product. The results of the development show that the use of digital techniques significantly streamlines and accelerates the process of developing Batik motifs, offering greater efficiency and flexibility in design implementation.
Buku Edukatif Berbasis Ilustrasi sebagai Referensi Antisipasi Overthink Wati, Anni Paras; Rohman, Moch. Abdul; Pahlevi, Andreas Syah
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v1i22023p62-71

Abstract

Manusia tidak jauh dari aktivitas berpikir, karena pikiran merupakan anugerah dari yang maha kuasa. Seiring berjalannya waktu, cara berpikir manusia dari generasi ke generasi semakin maju. Ditambah dengan berkembangnya teknologi informasi menjadikan tuntutan tidak langsung kepada manusia untuk dapat menerima dan mengerti berbagai informasi dalam satu waktu. Hal ini menye­babkan menampung terlalu banyak informasi yang dapat menyebabkan kebingungan seperti pikiran berlebihan atau overthink. Overthink adalah istilah lain dari pikiran berlebihan. Overthink dialami oleh semua orang salah satunya mahasiswa DKV dengan pikiran berlebihan dengan konteks dalam DKV. Oleh karena itu perlunya kiat-kiat yang sedikitnya dapat membantu mereka dalam memilah pikiran ketika dihadapkan dengan pikiran berlebihan. Kiat-kiat ini dibungkus dalam bentuk buku ilustrasi yang dirancang menggunakan metode Bruce Archer dengan langkah-langkah Programming, Pengumpulan Data, Analisis dan Sintesis, Development, Communication. Mengguna­kan pendekatan kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif tertulis. Kata kunci: buku edukatif; ilustrasi; overthink The Educational Book Based on Illustrations as a Reference for Anticipating Overthinking Humans are not far from the activity of thinking, because the mind is a gift from the Almighty. As time goes by, the way of thinking of humans from generation to generation is getting more advanced. Coupled with the development of information technology makes indirect demands on humans to be able to receive and understand various information at one time. This leads to holding too much information which can lead to confusion such as overthinking or overthinking. Overthink is another term for overthinking. Overthink is experienced by everyone, one of them is the Visual Com­munication Design student with excessive thoughts in the context of Visual Communication Design. Therefore, the need for tips that can at least help them in sorting out their thoughts when faced with excessive thoughts. These tips are packaged in the form of an illustrated book designed using the Bruce Archer method with the steps of Programming, Data Collection, Analysis and Synthesis, Development, Communication. Using a qualitative approach that will produce written descriptive data. Keywords: educative book; illustration; overthink
Penerapan RACE Model Pada Media Promosi Ekowisata Mangrove Hijau Daun Pulau Bawean sebagai upaya Integrasi Pemasaran Digital Pahlevi, Andreas Syah
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 8 No 02 (2024): Jeskovsia 8.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v8i02.1031

Abstract

Mangrove Hijau Daun, hutan mangrove satu-satunya yang menjadi ekowisata di pulau Bawean dengan luas 60,9 hektar dan menyimpan 21 jenis mangrove endemik pulau Bawean. Mangrove Hijau Daun memberikan pengalaman wisata konservasi dengan target audiens minat khusus dan menjadi potensi bagi keberlanjutan pariwisata pulau Bawean. Namun, masyarakat pengelola wisata belum dapat secara masif dan memaksimalkan teknologi digital untuk mengembangkan potensi wisata dengan melakukan pemasaran secara luas sehingga dapat menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pulau Bawean yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengaktivasi secara efektif dan optimal pengelolaan media promosi pariwisata melalui media digital sebagai kunci utama untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan mengembangkan industri pariwisata. Peran penting pemasaran dengan menggunakan strategi digital dapat menjangkau audiens yang sangat luas melalui internet, dan media digital dapat memberikan analisis mendalam tentang kinerja promosi dan dengan cepat merespon dan mengadaptasi strategi lain berdasarkan data. Model RACE (React, Act, Convert, Engage) menyediakan kerangka kerja terstruktur untuk kegiatan pemasaran digital. Model RACE dapat diintegrasikan pada pariwisata untuk membantu pemasaran dalam perencanaan dan pengelolaan pada media digital yang terorganisir, dan memastikan pendekatan yang komprehensif untuk melibatkan pelanggan potensial dan mengubah mereka menjadi pendukung yang loyal. Dalam konteks promosi di Ekowisata Mangrove Hijau Daun, penerapan ini penting untuk meningkatkan kesadaran, menarik pengunjung, dan memastikan keberlanjutan lokasi ekowisata. Proses utama dari model RACE diawali dengan React, yaitu menjangkau khalayak luas untuk membangun kesadaran dan visibilitas merek, dalam hal ini mencakup menghasilkan trafik website atau interaksi di sosial media, kemudian Act tahap untuk mendorong audiens untuk melakukan tindakan yang diharapkan, seperti mengunjungi website, atau mengikuti media sosial, tahap selanjutnya Convert proses mengubah audiens menjadi konsumen yang menggunakan produk atau mengunjungi destinasi secara nyata, dan terakhir yaitu Engage, tahap yang berfokus untuk menjalin hubungan baik dengan konsumen agar mereka menjadi pelanggan yang loyal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Subjek penelitian adalah masyarakat dan pengelola Ekowisata Mangrove Hijau Daun. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan praktik baik bagi Ekowisata Mangrove Hijau Daun dan dapat diterapkan pada Pariwisata lain yang berpotensi.
Pelatihan Digital Marketing sebagai Optimasi Media Sosial Instagram Artenspace Cendekia, Dhara Alim; Hermanto, Yon Ade Lose; Pahlevi, Andreas Syah; Firmansyah, Novian Wahyu
Indonesian Journal for Social Responsibility Vol. 7 No. 02 (2025): December 2025
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v7i02.338

Abstract

Artenspace is a community-based co-working space that features a gallery, meeting room, and programs aimed at helping artists showcase their work to the general public. Despite Artenspace's programs being supported by adequate facilities, the advantages of Artenspace's programs are not well-publicized through its social media accounts. Therefore, community service activities are needed to provide digital marketing training to Artenspace crew. The digital marketing training is designed to last for one month, encompassing research, training, and evaluation phases. This training is intended for Artenspace's social media account manager as the main participant. As a strategic step in training implementation, initial research was conducted by the service team in the first week. Subsequently, training was conducted through offline and online methods. Offline training was delivered through lectures, workshops, and face-to-face discussions in one day, covering content creation training and photography-videography workshops. Online training was conducted for 3 weeks post-offline, covering content production mentoring, copywriting training, and digital marketing research. Meanwhile, evaluation and monitoring were held weekly during online training. The results of digital marketing training for Artenspace crew produced 12 Instagram social media content pieces with a 69% increase in reach. It is hoped that with the improvement in both quality and quantity of Artenspace's social media content, Artenspace programs can better reach a wider target audience and be more effectively communicated to the targeted consumers.
Perancangan Identitas Visual Zecasatudio Sebagai Creativepreneur di Pulau Belitung Alla, Gabriel Yisreel Sampe; Pujiyanto; Pahlevi, Andreas Syah; Sutrisno, Andika Agung
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.462

Abstract

Pulau Belitung memiliki potensi besar dalam industri event, namun belum terdapat studio branding lokal yang fokus pada identitas visual acara. Zecastudio didirikan untuk menjawab kebutuhan tersebut, tetapi menghadapi tantangan karena belum memiliki identitas visual yang kuat. Penelitian ini bertujuan merancang identitas visual Zecastudio yang profesional dan representatif untuk meningkatkan brand awareness. Metode perancangan menggunakan model Alina Wheeler yang mencakup lima tahapan: conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints, dan managing assets. Hasil penelitian berupa identitas visual lengkap meliputi logo, tipografi, warna, dan sistem grafis yang diimplementasikan ke berbagai media komunikasi. Identitas ini memperkuat citra Zecastudio sebagai studio branding event lokal yang modern dan berdaya saing. Kesimpulannya, identitas visual yang dirancang mampu membentuk persepsi positif, meningkatkan daya saing, serta menjadi solusi strategis dalam mendukung eksistensi Zecastudio di industri kreatif Pulau Belitung.