Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KARAKTERISTIK KUANTITATIF KAMBING LOKAL DI KECAMATAN PAGUAT KABUPATEN POHUWATO PROVINSI GORONTALO Rani Cahyani Mokodompit; Sri Yenny Pateda; Fahrul Ilham
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga bobot tubuh kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dengan kambing kacang dengan menggunakan ukuran-ukuran tubuh yang dihitung dari panjang badan dan lingkar dada. Penelitian dilaksanakn di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato. Metode yang digunakan adalah metode survey dan wawancara peternak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengukur dan menimbang tubuh kambing dengan kriteria kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing kacang berumur 2 – 4 tahun. Hasil data kemudian di analisi menggunakan persamaan korelasi dan regresi untuk melihat hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot tubuh dengan memanfaatkan program R untuk menguji hubungan antara variabel Independen dan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai korelasi antara panjang badan dan lingkar dada terhadap bobot badan adalah 0,80 dan 0,75. Sedangkan persamaan regresi linier antara panjang badan dan lingkar dada masing-masing yaitu BT= -6,132 + 0,588.PB dengan koefisien determinisasi  adalah 0,653 dan BT= 0,218 + 0,408.LD dengan koefisien determinisasi adalah 0,568. Persamaan regresi berganda antara panjang badan, lingkar dada dengan bobot tubuh adalah BT= -13,081 + 0,417.PB + 0,250.LD dengan nilai koefisien determinisasi sebesar 0,812 yang berarti lebih tinggi dari uji persamaan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran tubuh seperti panjang badan dan lingkar dada dapat digunakan sebagai parameter dalam memperkirakan bobot tubuh kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing kacang
Morphology and morphometric diversity of three local goats in Gorontalo, Indonesia FAHRUL ILHAM; GATOT CIPTADI; TRI EKO SUSILORINI; WIDYA PINTAKA BAYU PUTRA; SUYADI SUYADI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d240305

Abstract

Abstract. Ilham F, Ciptadi G, Susilorini TE, Putra WPB, Suyadi S. 2023. Morphology and morphometric diversity of three local goats in Gorontalo, Indonesia. Biodiversitas 24: 1366-1375. This research aimedto identify morphology and morphometric, as well as body indices and measurements markers, for use inlocal goats selection program in Gorontalo, Indonesia. The samples consisted of 37 Etawah Crossbreed, 96 Local Gorontalo, and 40 Kacang goats raised by traditional semi-intensive breeders. The morphological variables observed included feather color, color combination pattern, nose, ear shape, horn, beard, tail direction, and morphometric variables observed were withers height, hip height, hip width, body length, chest width, chest depth, chest girth, ear length, and ear width. The qualitative morphology was analyzed with descriptive method with Chi-squared test. While, the morphometrics of goat was used for calculating the body indices and principal component analysis.The results of the chi-square analysis showed significant differences in qualitative morphology among the three observed breeds (p<0.05), except for the presence of horns, beards, and the direction of the tail. The body measurements of Local Gorontalo goats were significantly different from those of Kacang goats except for chest depth. The only difference between the Etawah Crossbreed and the other two breeds included body weight,wither height, hip height, body length, ear length,and ear width (p<0.05). The three local goats had a long body length and legs, with a waist higher than the shoulders. Meanwhile,the medigline classification was only for Local Gorontalo and Kacang goats that had good thoracic development. The conformation index of the three local goat breeds had a significant correlation with body weight. The variables with the best contribution from the first component that can be considered sequentially in the selection program for Etawah Crossbreed goats, Local Gorontalo, and Kacang goats were body length, chest girth, and wither high. For the second component, the variables included ear length and chest width, while that of the third component in Kacang goats wasear length.
HUBUNGAN MANAJEMEN PAKAN DAN PERSENTASE KELAHIRAN KAMBING LOKAL DI KECAMATAN KABILA BONE Rahmat Ismail Tudja; Fahrul Ilham; Siswatiana Rahim Taha
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pakan ternak kambing lokal serta hubungan manajemen pakan terhadap persentase kelahiran ternak kambing lokal di Kecamatan Kabila Bone, Gorontalo. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan, mulai Desember 2025 sampai April 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara snowball sampling. Sampel penelitian terdiri atas 30 peternak kambing lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Variabel yang diamati meliputi sistem pemeliharaan (x1), metode pemberian pakan (x2), jenis pakan (x3), jumlah pakan yang diberikan (x4), serta persentase kelahiran ternak kambing (y). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar peternak menerapkan sistem pemeliharaan semi intensif dengan persentase sebesar 53,3%. Jenis pakan yang dominan diberikan adalah daun-daunan sebesar 90,0%, sedangkan frekuensi pemberian pakan umumnya dilakukan 2–3 kali per hari. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa jenis pakan memiliki hubungan positif tertinggi terhadap tingkat kelahiran dengan nilai korelasi sebesar 0,197, sedangkan jumlah pakan memiliki hubungan negatif sangat rendah sebesar -0,016. Secara umum, manajemen pakan memiliki hubungan terhadap persentase kelahiran ternak kambing lokal meskipun tingkat hubungannya tergolong rendah. Oleh karena itu, perbaikan kualitas dan keseimbangan nutrisi pakan perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas reproduksi ternak kambing lokal.Kata Kunci : Manajemen Pakan, Kelahiran, Kambing Lokal.