Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Role of School Field Introduction Program (PLP) in Developing Teaching Skills of Pre-Service Teachers at SD Negeri 231 Palembang Liza Murniviyanti; Arizona Karno; Dodi Irawan; Nyi Ayu Anatasya; Dini Zaharani; Dwi Novi Fitrianingsih; Ria Aprianti; Sindi Sapitri; Reyhan Teska Anugrah
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9548

Abstract

The School Field Introduction Program (PLP) is an integral component in pre-service teacher education that aims to provide authentic experience in school environments. This study aims to analyze the role of the PLP program in developing the teaching skills of pre-service teachers at SD Negeri 231 Palembang, covering aspects of lesson planning, implementation, classroom management, use of instructional methods and media, and evaluation. The research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. Research subjects consisted of PLP participants, cooperating teachers, and students. Results indicated that the PLP program plays a significant role in holistically improving students' pedagogical competencies. Participants demonstrated improvement in both technical and non-technical skills, such as confidence, communication ability, and adaptation to school environments. Challenges encountered included limited experience, class heterogeneity, and relatively short program duration. The PLP program is proven to be an effective vehicle for producing professional, competent pre-service teachers ready to face the dynamics of learning in elementary schools.Peran Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam Membentuk Keterampilan Mengajar Mahasiswa di SD Negeri 231 PalembangABSTRAKProgram Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan komponen integral dalam pendidikan calon guru yang bertujuan memberikan pengalaman nyata di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program PLP dalam membentuk keterampilan mengajar mahasiswa di SD Negeri 231 Palembang, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kelas, penggunaan metode dan media pembelajaran, serta evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa peserta PLP, guru pamong, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PLP berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa secara menyeluruh. Mahasiswa mengalami peningkatan keterampilan teknis maupun non-teknis, seperti kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan adaptasi terhadap lingkungan sekolah. Kendala yang ditemui antara lain keterbatasan pengalaman, heterogenitas kelas, dan waktu pelaksanaan yang relatif singkat. Program PLP terbukti menjadi wahana efektif dalam mencetak calon guru yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi dinamika pembelajaran di sekolah dasar.Kata Kunci :PLP; keterampilan mengajar; mahasiswa calon guru; sekolah dasar; kompetensi pedagogik 
Fenomenologis tentang Stigma Sosial terhadap Fujoshi pada Mahasiswa Universitas di Palembang Isti Dwi Cahyani; Arizona Arizona; Endang Surtiyoni
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswi fujoshi dalam menghadapi stigma sosial di lingkungan sosial maupun media digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri dari tiga mahasiswi berusia 19–21 tahun yang aktif mengonsumsi konten Boy’s Love. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memaknai konten BL sebagai bentuk hiburan dan preferensi pribadi, bukan sebagai penyimpangan identitas seksual. Meskipun demikian, partisipan mengalami stigma berupa stereotip, komentar negatif, ejekan, dan penilaian moral dari lingkungan sosial maupun media digital. Dampak yang dirasakan meliputi rasa takut, malu, cemas, serta kecenderungan menyembunyikan identitas sebagai fujoshi. Strategi coping yang dilakukan yaitu membatasi keterbukaan diri dan mencari dukungan melalui komunitas daring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial terhadap fujoshi berkaitan dengan penerimaan diri, identitas sosial, dan kesehatan mental individu.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN SISWA KORBAN BULLYING VERBAL Zacky Dero Saputra; Edi Harapan; Arizona Arizona
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12734

Abstract

ABSTRACT Verbal bullying experiences can leave psychological distress that carries over into students’ interactions at school. This study aimed to examine changes in the anxiety levels of students who had experienced verbal bullying after participating in group counseling using the cognitive restructuring technique at SMA PGRI 1 Palembang. Ten students who met the research criteria participated in the study using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. Anxiety levels were assessed using a five-point Likert-scale questionnaire before the intervention, followed by three group counseling sessions and a subsequent assessment after the entire counseling process had been completed. Changes in scores between the two measurement points were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The mean anxiety score decreased from 132.10 before the intervention to 37.70 afterward. The statistical test yielded a Z value of -2.814 with a significance level of 0.005, which was lower than 0.05, indicating a significant difference in students’ anxiety levels between the initial and final measurements. These findings suggest that group counseling using the cognitive restructuring technique may serve as an alternative approach to helping students manage anxiety associated with experiences of verbal bullying. The findings also broaden the scope of guidance and counseling services aimed at supporting the psychological recovery of bullying victims. ABSTRAK Pengalaman bullying verbal dapat meninggalkan tekanan psikologis yang terbawa ke dalam interaksi siswa di sekolah. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui perubahan tingkat kecemasan siswa korban bullying verbal setelah mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring di SMA PGRI 1 Palembang. Sepuluh siswa yang memenuhi kriteria penelitian mengikuti rangkaian kegiatan dengan rancangan pre-experimental one-group pretest–posttest design. Kondisi kecemasan dipotret melalui angket Likert lima poin sebelum layanan diberikan, kemudian peserta mengikuti konseling kelompok selama tiga pertemuan dan kembali menjalani pengukuran setelah seluruh layanan selesai. Perubahan skor pada kedua waktu pengukuran dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 132,10 sebelum layanan menjadi 37,70 setelah layanan. Pengujian menghasilkan nilai Z sebesar -2,814 dengan signifikansi 0,005, lebih kecil daripada 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan antara pengukuran awal dan akhir. Temuan ini memberikan gambaran bahwa konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dapat menjadi alternatif dalam membantu siswa mengelola kecemasan yang berkaitan dengan pengalaman bullying verbal. Hasil tersebut sekaligus memperkuat ruang layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi pada pemulihan kondisi psikologis korban.
Co-Authors Ahmad Rofi Suryahadikusumah Aji Dwi Nugraha Alda Permatasari Alya Samsida An-Nur Pasha Ramadhan Ana Swita Anna Carolina Annasriyah Masfufah Dea Amalia Rahayu Desi Rismayanti Dewi Puspita Sari Dewi Sartika Dhaifina Rasyiqa Diah Kartika Iqti Dini Zaharani Dodi Irawan Dwi Novi Fitrianingsih Dwi Purwanti Emiliah Emiliah Endang Surtiyoni Endang Surtiyoni Evia Darmawani Evia Darmawani Faizatul Ulya Fauzi, Taty Harapan, Edi I Putu Pande Suwenda Ica Efilia Natasya Indi Arisandi Indriani Indriani Intan Nur Azizah Ira Ristanti Irma Fitriyanti Isti Dwi Cahyani Kurniasari Kurniasari Leni Febriani Livia Arista Liza Murniviyanti Liza Murniviyanti Liza Murniviyanty Lusi Agustin M. D. Hardianto M. Ferdiansyah Mareta Silaturi Margaretha Herlin Pratiwi Martini Martini Masnonah Masnonah Melinda Anggia Sari Miftahul Marhamah Monica Ika Saputri Muhammad Ferdiansyah Muhammad Ferdiansyah Muhammad Zulkarnain Muslih Hidayat Nefi Afila Ni Luh Idayanti Novi Lestari Nurlela Nurlela Nyayu Sofiah Nyi Ayu Anatasya Okta Zahratul Jannah Oktaviani Oktaviani Putri Ivo Putri Maulidina Putri Widya Wati Putri, Ramtia Darma Rahma Moutia Asmini Rahmi Rahmi Rahmi Sri Rahayu Ramadhani, Erfan Ramaidah Ramaidah Resi Sapitri Reyhan Teska Anugrah Ria Aprianti Richo Andrian Riska Diana Rizki Jamali Selly Noverina Sindi Sapitri Sri Lestari Sri Yuli Astantri Syska Purna Sari Syska Purnama Sari, Syska Purnama Tia Adelia Tiara Munggarani Tiurida Intika Uswatun Hasanah Widya Septia Wardani Yuliana Yuliana Yulita Devi Utami Zacky Dero Saputra Zhila Jannati Zilla Jannati