Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Penyakit Menular, Sumber Air Bersih, Praktik Kebersihan, dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting: Studi Kasus Kontrol di Kabupaten Sambas: The Relation of Infectious Diseases, Water Access, Hygiene Practice, and Sanitation with the Stunting: A Case-Control Study in Sambas Regency Budiastutik, Indah; Pranaka, Resky Nanda; Amaliyah, Nurul; Hediyanti, Giska; Trisnawati, Elly
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1SP.2024.70-75

Abstract

Background: The main nutritional problem concerned by the Indonesian government is the stunting. This condition is affected by various aspects, mainly caused by infectious diseases, clean and unharmonious living behavior, the availability of drinking water, and environmental sanitation. Objectives: The purpose of this study is to determine the relation of infectious diseases, water access, hygiene practices, and sanitation towards the stunting incidence factors in Sambas Regency. Methods: This research used Ex Post Facto with a case-control design. The study population was residents of Sambas Regency with a total of 535,725 people, a total sample of 241 children aged 0-59 months comprising of 89 respondents as cases and the rest 159 respondents as controls, using inclusion and exclusion criteria both from the control group and from the case group. Data analysis used the chi-square test. Results: The results showed a relation of infectious diseases (p-value=0.000), drinking water sources (p-value=0.000), clean and healthy living behavior (p-value=0.000), and environmental conditions (p-value=0.000) with the stunting incidences. Conclusions: The study concludes that there is a significant relation of infectious disease variables, the drinking water sources, hygiene practices, and environmental conditions with the stunting. It requires control and completion of the stunting cases through environmental sanitation improvement, namely the provision of access to clean water, healthy and clean living behaviors, and good cooperation between the government and the community, in educating people through counseling and socialization of the stunting prevention and management.
Determinan Balita Stunting di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat: Studi Potong Lintang: The Stunting Determinants in Toddlers from Landak Regency, West Kalimantan: A Cross-Sectional Study Trisnawati, Elly; Widyastutik, Otik; Suryadi, Edy; Alamsyah, Dedi; Budiastutik, Indah; Ruhama', Ufi
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1SP.2024.61-69

Abstract

Background: Stunting is a nutrition problem that can slow down the growth. With prevalence at 32.5%, Landak Regency in West Kalimantan has been designated as a stunting hotspot. The lack of a maximum penalty for the stunting case in Landak Regency is not based on factors causing the stunting itself, because there is no identifiable factor causing the stunting in certain area due to narrow roads and sharp curves. Objectives: The objective of this study was to identify causes and distribution of the stunting case in Landak Regency. Methods: A total of 330 households in Meranti, Sebangki, and Senakin were included in this cross-sectional study because they were at a risk of the stunting. Toddlers, mothers, health care, and environmental factors were among the found variables. The researchers employed a basic random sampling strategy for the sampling and used the secondary health center data to find out whether or not toddlers were stunted. Researchers in this study collected data on the independent variables by observing and interviewing participants. Using the chi-square test, the data was analyzed. Results: The results showed that determinants of the stunting in Landak Regency were the history of early breastfeeding initiation (p-value=0.032), exclusive breastfeeding (p-value=0.042), frequency of exclusive breastfeeding (p-value=0.040), the continued breastfeeding (p-value=0.024), complementary feeding (p-value=0.042), immunization history (p-value=0.007), infectious disease history (p-value=0.000), maternal height (p-value=0.046), delivery assistance (p-value=0.000), access to health services (p-value=0.004), the role of health workers (p-value=0.002), and family latrine ownership (p-value=0.000). Conclusions: Several factors were found to be associated with incidence of the stunting among toddlers in Landak Regency.
Pelatihan PMBA bagi Kader Kampung Keluarga Berkualitas Desa Membangun dalam Rangka Pencegahan Stunting Indah Budiastutik; Marlenywati; Abdullah, Asrul; Karisma, Nova; Juliana Panemaan, Anita
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a disorder that attacks the growth and development of children and babies caused by chronic malnutrition which is characterized by a body length or height that is below standard. Many factors underlie the high incidence of stunting, one of which is improper Infant and Child Feeding. The growth and development of toddlers is closely related to food intake which can have a major influence on optimizing the development and growth of infants and toddlers in 1000 HPK. The Kampung KB Membangun Desa is located in the Rasau Jaya Umum Village, Kubu Raya Regency, which is the focus of accelerating stunting reduction. The stunting rate in the district reached 27.8% in 2022. The stages of community service activities begin with coordination of activities with the coordinator, then continued with counseling and training. Community service is carried out using lecture, demonstration and question and answer methods supported by PMBA module media and equipment. Evaluation of counseling activities is carried out by providing a questionnaire sheet containing 10 questions. From the results of the SPSS analysis test, the respondents knowledge during the pre-test was 66.67%. After being educated, there was an increase in respondents knowledge during the post-test of 83.3%.
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Dalam Penurunan Stunting Di Desa Mega Timur Dan Sungai Malaya Kabupaten Kubu Raya Afifah, Suci; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3416

Abstract

Edukasi gizi merupakan pendekatan strategi dalam menekan angka stunting, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi yaitu mencapai 21,5% sedangkan prevalensi stunting di Kalimantan Barat sebesar 20,6% dengan prevalensi di Kabupaten Kubu Raya tercatat sebesar 25,4%. Rendahnya pemahaman ibu balita tentang gizi anak dan pola pemberian makan yang kurang tepat menjadi faktor utama Tingginya angka stunting, sehingga intervensi edukasi gizi sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pemahaman guna memahami kebutuhan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak edukasi gizi terhadap pemahaman ibu balita tentang stunting di Desa Mega Timur dan Sungai Malaya Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Jenis analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah ibu balita yang memiliki balita usia 0-59 bulan sebanyak 30 orang yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa edukasi gizi dengan instrumen yang digunakan yaitu angket pre-test dan post-test. Periode pelaksanaan dilakukan selama tiga bulan yaitu pada bulan Juli-Oktober 2024. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Edukasi gizi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu pasca intervensi dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi gizi terbukti efektif sebagai salah satu cara penanggulangan stunting.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dan Pola Pemberian Makanan Dengan Kejadian Stunting di Daerah Tepian Sungai Wulandari, Yesi; Marlenywati, Marlenywati; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3417

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 21,5%, Kalimantan Barat sebesar 20,6% dan Kota Pontianak berada diangka 16,7% pada tahun 2023. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara pola asuh orang tua dan pola pemberian makanan dengan kejadian stunting di daerah tepian sungai di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, sampel yang diambil sebanyak 119 Ibu Balita dari 640 populasi dengan kriteria balita usia 24-59 bulan yang tinggal di tepian Sungai Kapuas. Data yang diambil diantaranya karakteristik ibu dan balita, pola makan dan pola asuh serta pengukuran tinggi dan berat badan balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua (p=0,000 dengan nilai PR = 2,159 CI 95% = 1,427-3,266) dan pola pemberian makanan (p=0,000 dengan nilai PR = 12,411 CI 95% = 4,801-32,086) dengan kejadian stunting pada balita di daerah tepian sungai. Untuk mengatasi stunting, diperlukan beberapa langkah strategis, termasuk edukasi orang tua tentang pentingnya pola asuh yang baik dan gizi seimbang, serta peningkatan akses terhadap makanan bergizi Mendorong orang tua untuk membangun kebiasaan makan teratur dan melibatkan mereka dalam memilih serta menyiapkan makanan akan meningkatkan minat anak terhadap berbagai jenis makanan.
INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KAMPUNG KB Pramono, Dimas Budi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Marlenywati
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5444

Abstract

Latar belakang: Stunting pada balita di Indonesia disebabkan oleh kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat. Perilaku hidup bersih dan tidak sehat seperti akses sanitasi dan praktik cuci tangan, penting dalam memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang tua guna meningkatkan kesehatan keluarga dan mencegah stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Kampung KB. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu 208 balita dengan sampel 69 balita berisiko stunting di Kampung KB. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas meliputi ketersediaan jamban sehat, air bersih, praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS), kondisi fisik rumah, dan riwayat penyakit infeksi. Variabel terikat yaitu kejadian stunting pada balita. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi ke rumah responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil: Ditemukan 27,5% balita mengalami stunting. 81,2% responden memiliki jamban kurang baik dan 73,9% tidak memenuhi syarat untuk sumber air MCK. Penerapan CTPS sebanyak 97,1%, sebanyak 26,1% rumah tidak memenuhi syarat dan 47,8% responden memiliki riwayat infeksi. Kesimpulan: Sanitasi buruk dan penyakit infeksi berkontribusi pada stunting di Kampung KB, meskipun ibu sudah menerapkan CTPS dengan baik. Peningkatan akses sanitasi dan pendidikan kebersihan penting untuk menurunkan stunting, dengan penelitian lanjutan untuk intervensi yang lebih spesifik
DELAPAN FUNGSI KELUARGA DAN PERILAKU CEGAH GERAKAN TUTUP MULUT DENGAN STUNTING DI DAS Oktaviana, Nur Ayu; Marlenywati Marlenywati; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5553

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak-anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar yang ditetapkan oleh lembaga yang mengawasi kesehatan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Prevalensi balita stunting di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 27,8%. Prevalensi balita stunting di Kota Pontianak sebesar 19,7%. Tujuan: menganalisis hubungan antara 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM dengan Kejadian Stunting di Daerah Aliran Sungai.. Metode: desain cross sectional dengan populasi sebanyak 640 ibu yang memiliki balita berusia 24-59 bulan yang tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Sampel penelitian sebanyak 119 ibu balita. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan kriteria inklusi. Kriteria inklusi penelitian diantaranya ibu yang memiliki balita dan tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, mulai Juni-Juli 2024 di DAS Kapuas. Variabel dalam penelitian ini yaitu 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM. Hasil: menunjukan ada hubungan signifikan antara 8 fungsi keluarga (nilai p=0,000; PR=9,115; 95% CI 4,242-19,584) dan perilaku cegah GTM (nilai p = 0,000; PR=8,478; 95% CI 4,197-17,124) dengan kejadian stunting di daerah aliran sungai. Kesimpulan:    menunjukkan 8 fungsi keluarga dan perilaku Gerakan Tutup Mulut (GTM) dengan kejadian Stunting pada Balita di daerah aliran sungai. Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting..
Pengaruh Psikoedukasi terhadap Perilaku Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Ibu pada Keluarga Berisiko Stunting Putri, Dellyta Nabila; Marlenywati, Marlenywati; Fitlya, Rizki; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.509

Abstract

Berbagai situasi dan kondisi yang dialami wanita dapat menyebabkan wanita berisiko mengalami masalah kesehatan dan gangguan psikologis. Salah satu fase dengan perubahan drastis yang dilalui oleh wanita adalah ketika mereka menjadi seorang Ibu. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian dengan memberikan psikoedukasi mengenai perilaku menjaga kesehatan fisik dan mental Ibu balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap perilaku menjaga kesehatan fisik dan mental Ibu balita dalam pencegahan stunting sebelum dan sesudah dilakukannya psikoedukasi. Populasi penelitian ini merupakan Ibu yang memiliki balita dengan rentang usia 0-59 bulan di wilayah Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan sampel sebanyak 30 responden keluarga berisiko stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Data hasil pretest dan posttest kemudian dilakukan analisis bivariat menggunakan uji t (t-test) berpasangan. Hasilnya menunjukkan bahwa metode psikoedukasi dianggap cukup efektif meningkatkan perilaku menjaga kesehatan fisik, namun kurang efektif dalam meningkatkan perilaku kesehatan mental Ibu balita pada keluarga berisiko stunting. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan metode psikoedukasi dengan berbagai teknik intervensi dan penyampaian materi lainnya (brosur, pamflet, website, aplikasi, kelas, dan lain-lain).
RIWAYAT IMUNISASI DAN KONSUMSI GIZI RUMAH TANGGA SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA MASYARAKAT PERBATASAN KOTA DI KABUPATEN KUBU RAYA Harzuna, Amanda; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 3 (2024): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v19i3.7318

Abstract

Background : Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in Kubu Raya Regency, which had the highest stunting prevalence in West Kalimantan at 40.35% in 2021. This study aimed to analyze the influence of complete basic immunization history and household nutritional consumption on stunting incidence among children under five. Method : The research employed a case-control design with a sample of 120 children under five, consisting of 60 stunted children (cases) and 60 normal children (controls) in Mega Timur and Sungai Malaya Villages, Sungai Ambawang District. Data collection used random sampling technique and data analysis used chi-square test. Results: The results showed significant relationships between complete basic immunization history (p=0.015; OR=2.704) and household nutritional consumption (p=0.040; OR=2.333) with stunting incidence. Children with incomplete immunization history had 2.7 times greater risk of experiencing stunting, while children from food-insecure households had 2.3 times greater risk of stunting. Conclusion: Basic immunization history and household nutritional consumption were identified as contributing factors to stunting incidence among under-five children. The study findings revealed significant associations between complete basic immunization history (p=0.015; OR=2.704) and household nutritional consumption (p=0.040; OR=2.333) with stunting risk in under-five children. Keywords: Food Expenditure Blood glucose, Immunization, Nutrition, Stunting.
Edukasi Menu Bergizi Terhadap Perilaku Menyuapi Aktif Ibu Balita Safira, Nadyah Noora; Budiastutik, Indah; Marlenywati; Trisnawati, Elly
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 3 (2024): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v19i3.7321

Abstract

ABSTRACT Background: Linear growth failure caused by lack of nutritional intake, infection, and inadequate parenting patterns is a stunting event. This condition has an impact on increasing mortality and morbidity rates, and inhibits children's cognitive, psychomotor, and mental development. Responsive feeding is an important step for stunted toddlers to increase food acceptance and support optimal cognitive, psychomotor, and mental growth and development. This study is needed to identify behavioral features related to stunting and the factors that influence it. Methods: This study is a quantitative descriptive study, with a Quasi-Experiment One Group without Control design, and data collection techniques are carried out through direct observation. The sample was selected by purposive sampling from a population of 379 and a sample of 30 according to the criteria of families at risk of stunting and children under five years of age. Results: The results of the study obtained a p-value = 0.000. This shows that the intervention carried out has a significant effect on increasing active feeding behavior in mothers of toddlers from the early stage to the active stage. This difference can be interpreted as the success of the intervention in improving mothers' skills or consistency in active feeding, which can have a positive impact on their children's eating behavior. Conclusion: Education about nutritious menus has a significant effect on active feeding behavior in mothers of toddlers. Increasing mothers' knowledge about the importance of balanced nutritional intake has a positive impact on their ability to choose and prepare nutritious food for children. Keywords: Nutritional Menu Education, Active Feeding Behavior, Stunting, Mother, Toddler ABSTRAK Latar Belakang : Kegagalan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, infeksi, dan pola pengasuhan yang tidak memadai merupakan kejadian stunting. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya angka mortalitas dan morbiditas, serta menghambat perkembangan kognitif, psikomotorik, dan mental anak. Pemberian makan yang responsif merupakan langkah penting untuk balita stunting guna meningkatkan penerimaan makanan dan mendukung tercapainya pertumbuhan serta perkembangan kognitif, psikomotorik, dan mental secara optimal. Penelitian ini diperlukan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku yang terkait dengan stunting dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif, dengan desain Quasi-Experiment One Group without Control, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan secara langsung. Sampel dipilih secara purposive sampling dari populasi sebanyak 379 dan sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria meliputi keluarga berisiko stunting dan anak usia di bawah lima tahun. Hasil : Hasil penelitian diperoleh p-value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan perilaku menyuapi aktif pada ibu balita dari tahap awal ke tahap aktif. Perbedaan ini dapat diartikan sebagai keberhasilan intervensi dalam meningkatkan keterampilan atau konsistensi ibu dalam menyuapi aktif, yang dapat berdampak positif pada perilaku makan anak-anak mereka. Kesimpulan : Edukasi mengenai menu bergizi memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku menyuapi aktif pada ibu balita. Peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya asupan nutrisi yang seimbang berdampak positif pada kemampuan mereka dalam memilih dan menyiapkan makanan yang bergizi bagi anak. Kata Kunci : Edukasi Menu Bergizi, Perilaku Menyuapi Aktif, Stunting, Ibu, Balita