Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

A Kontribusi Geofisika dalam Eksplorasi Hidrogen Geologis (Geologic Hydrogen) di Bawah Permukaan Handoyo, Handoyo
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi energi ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan sangat penting untuk mengurangi emisi karbon di atmosfer bumi. Di antara jenis energi baru yang ramah lingkungan, terdapat peningkatan kesadaran akan potensi hidrogen (H2) geologis yang terbentuk secara alami sebagai sumber energi primer yang dapat dimasukkan ke dalam pasokan energi pada masa depan. Geofisika diperkirakan akan memainkan peran penting dalam upaya tersebut. Ada dua jenis H2 geologis yang berbeda yaitu H2 alami (gold H2) yang secara konsep terakumulasi secara alami di reservoir dalam kondisi geologi tertentu. Selanjutnya adalah H2 terstimulasi (orange H2) yang diproduksi secara artifisial dari batuan sumber melalui stimulasi kimia dan fisika. Pada paper ini, kami akan membahas peranan geofisika dalam eksplorasi H2 geologis sebagai perbandingan yang kontras dengan skenario H2 biru dan hijau (blue and green H2). Kemudian, akan dibahas pentingnya metode geofisika pada eksplorasi H2 alami dan H2 terstimulasi baik dalam hal teknik eksplorasi dan pemantauan (monitoring). Dengan memberdayakan berbagai instrumen dan metode-metode geofisika terintegrasi dalam eksplorasi dan produksi hidrokarbon yang sudah ada, diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai peranan geofisika dalam eksplorasi H2 secara efektif. Secara umum, strategi eksplorasi H2 akan melibatkan peralihan sudut pandang dari pendekatan yang berpusat pada reservoir ke pendekatan yang berpusat pada batuan sumber. Terakhir, kami yakin bahwa metode geofisika yang melibatkan integrasi multi-geofisika, akuisisi data yang efisien, dan pembelajaran mesin dalam H2 geologis berpotensi memberikan pemahaman baru dan peluang signifikan untuk melanjutkan penelitian dalam beberapa mendatang.
Aplikasi Teknik Poro-Acoustic Impedance untuk Meningkatkan Korelasi Pengikatan Data Sumur dan Penampang Seismik Handoyo, Handoyo; Samuel, Brian; Samosir, Sondang
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.519

Abstract

Pada tahap interpretasi seismik refleksi, pengikatan data sumur dengan data seismik (well seismic tie) merupakan tahapan krusial untuk memastikan lokasi target eksplorasi sudah tepat. Secara konvensional, proses ini melibatkan parameter-parameter fisis seperti densitas, kecepatan gelombang -P, impedansi akustik atau Acoustic Impedance (AI), dan koefisien refleksi. Hasil dari konvolusi koefisien refleksi dengan suatu wavelet, menghasilkan seismogram sintetik yang digunakan untuk mengikat data seismik. Pada penelitian ini, kami menerapkan teknologi baru dalam tahapan interpretasi seismic refleksi yang disebut Poro-Acoustic Impedance (PAI). Metode PAI menggunakan konsep porositas yang seharusnya terlibat dalam perumusan nilai Acoustic Impedance sehingga dapat merepresentasikan kondisi batuan secara aktual. Pada penelitian ini, kami menggunakan data seismik 2D dari lapangan migas di Laut Utara disertai dengan satu data sumur (well) yang digunakan sebagai marker dan analisis PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan korelasi pengikatan data sumur dengan data seismik dari 0.789 ketika menggunakan metode AI menjadi 0.834 ketika menggunakan metode PAI. Peningkatan ini berimplikasi pada proses picking yang lebih efektif dan akurat. Dengan demikian, metode PAI dapat menjadi metode baru yang simpel dan efektif untuk mengurangi ketidakppastian pada proses pengikatan data sumur dengan data seismik, sehingga batas-batas formasi batuan dapat tercitrakan dengan lebih baik.
Penerapan Metode Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk Interpretasi Bawah Permukaan sebagai Kontribusi Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) Handoyo, Handoyo; Alfatih, Zhilan Zhalilla Puti; Ruchimat, Acep; Wiyono, Wiyono; Akin, Özgenç; Andika, Putu Pradnya
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1187

Abstract

Ibu Kota Nusantara (IKN), yang akan ditetapkan sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia di Kalimantan Timur, saat ini berada dalam tahap awal pengembangan infrastruktur yang mencakup kebutuhan mendasar seperti transportasi, utilitas publik, dan fasilitas penunjang lainnya. Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kajian geoteknik yang komprehensif untuk menjamin daya dukung tanah dan stabilitas struktur jalan tol. Untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan konstruksi secara aman dan efisien, pemahaman mengenai karakteristik geoteknik lapisan bawah permukaan menjadi sangat penting. Metode Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) merupakan salah satu pendekatan geofisika non-destruktif yang efektif dalam mengidentifikasi distribusi kecepatan gelombang geser (Vs). Prosedur MASW mencakup akuisisi data seismik, transformasi Fourier, pembentukan kurva dispersi frekuensi-kecepatan, serta inversi untuk menghasilkan distribusi Vs secara vertikal dan lateral. Berdasarkan distribusi nilai Vs, hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan gelombang geser di lokasi penelitian terdiri dari 4 lapisan utama, yaitu clay atau tanah lempung lunak (140-150 m/s), silty clay (150-200 m/s), medium to dense sands (200-400 m/s) dan gravels (>400 m/s). Analisis Vs yang dihasilkan memberikan informasi kritis untuk menentukan fondasi dapat dibangun sekiranya pada kedalaman >10 m. Dengan demikian, penerapan MASW diproyeksikan mampu menjembatani kesenjangan data geoteknik dan mendukung perencanaan konstruksi jalan tol di IKN secara lebih efektif dan efisien.
Kecelakaan Kapal Tanker: Risiko Tumpahan Minyak/Kimia (Bahan Berbahaya) yang Memengaruhi Lingkungan Laut, Tantangan Penanggulangan, Regulasi Desain Keselamatan Kapal Tanker Handoyo, Handoyo; Gosal, Grace Anna Belle; Naru, Margareth Trisya Adefinola; Mandry, Febrayen Faldo; Khasanah, Andi Khuswatun; Butarbutar, Chievo; Sudiro, Amad
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4619

Abstract

Tujuan dari analisis ini adalah: Menganalisis langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kapal tanker sehingga dapat meminimalkan risiko tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut. Menganalisis tahapan dan cara penanganan serta penanggulangan yang efektif bila terjadi tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut akibat kecelakaan kapal tanker untuk meminimalkan dampak lingkungan. Menganalisis apakah regulasi desain keselamatan kapal tanker saat ini sudah memadai atau belum untuk mencegah kecelakaan dan risiko tumpahan ke laut. Menganalisis upaya dan cara penegakan peraturan terkait keselamatan kapal tanker agar dapat mencegah risiko tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut. Menganalisis cara melibatkan partisipasi berbagai pihak seperti perusahaan, pemerintah, dan masyarakat internasional dalam penanggulangan risiko tumpahan akibat kecelakaan kapal tanker. Hasil penelitian menunjukan bahwa Risiko terjadinya kecelakaan kapal tanker yang menyebabkan tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut merupakan ancaman serius bagi lingkungan laut. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, seperti peningkatan standar keselamatan kapal, kompetensi awak kapal, sistem bantuan navigasi, dan pengawasan pelaksanaan peraturan. Bila terjadi tumpahan, penanganan dan penanggulangannya harus dilakukan secara efektif untuk meminimalkan dampak lingkungan, melalui dekontaminasi, pembersihan, penangkaran biota laut, serta pemantauan daerah terdampak. Regulasi desain keselamatan kapal tanker telah mengalami perkembangan, namun masih perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi tantangan seperti faktor manusia, cuaca ekstrem, teknologi baru, serta tekanan efisiensi. Penegakan peraturan perlu didukung dengan peraturan pelaksanaan yang tegas, peningkatan pengawasan, kesiapan tanggap darurat, serta kerja sama antar instansi terkait. Partisipasi perusahaan shipping, pemerintah, dan masyarakat internasional sangat diperlukan dalam pencegahan maupun penanggulangan tumpahan, melalui regulasi, investasi, tim tanggap darurat, serta kerja sama antarnegara.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Kesehatan Hipertensi pada Lanjut Usia Budiono, Budiono; Hartati, Hartati; Handoyo, Handoyo; Saraswati, Rina
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkm.v14i1.12821

Abstract

Background: Diseases or health disorders in old age are generally chronic and degenerative, such as hypertension. Hypertension is greatly influenced by many factors. One of the factors that influences the occurrence of hypertension is physical activity. Regular exercise can stimulate the release of endorphins, which cause euphoria and muscle relaxation effects, so that blood pressure does not increase. Objective: This research aims to identify the relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency. Method: This study uses a descriptive analytical method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 54 elderly residents who were taken purposively. The data were analyzed descriptively and correlatively using Chi Square. Results: Based on the research conducted, it was found that most respondents (50.0%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency were in the moderate physical activity category. Most respondents (57.4%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency had normal blood pressure. Conclusion: There is a positive relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency (p =0.013).
KARAKTERISASI BATUAN INDUK HIDROKARBON DAN RESERVOAR NONKONVENSIONAL DI CEKUNGAN JAWA TIMUR BAGIAN UTARA: CHARACTERIZATION OF HYDROCARBON SOURCE ROCKS AND UNCONVENTIONAL RESERVOIR IN THE NORTHERN EAST JAVA BASIN Airlangga, Feby; Irawati, Selvi Misnia; Wibowo, Andy Setyo; Handoyo, Handoyo
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 19 No 3 (2024): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v19i3.435

Abstract

The northern East Java Basin is one of the hydrocarbon producing basins in Indonesia with a thick source rock layer and is interesting to study as a potential unconventional reservoir in the future. In this research, integration of well data analysis and seismic inversion is used to identify the characteristics of the source rock in the studied area. Well data analysis can provide lithological information from the source rocks bearing formations, namely shale of the Prupuh Formation, dominant shale of the Kranji Formation, and limestone of the Ngimbang Formation. In addition, log data can provide information on predicting Brittleness Index (BI) and Total Organic Carbon (TOC) values ​​in the target zone. The linear regression is used to propagate BI, porosity, and TOC on the seismic data. To assist the process of distributing TOC and BI values ​​on seismic parameters, Acoustic Impedance (AI) inversion was carried out by using a model based hard constraint method to predict the AI ​​distribution. The results of this study show that the target zone is a potential zone with a medium to potential category with a TOC distribution of 1.5%-2.2%, BI of 0.2-0.46, and porosity of 0.03-0.15. Moreover, seismic inversion data also helps the distribution of petrophysical parameters in good lateral conditions following the distribution of shale source rock horizons.
How to Interpret Categorical Data in Health Research? Nugroho, Heru Santoso Wahito; Polnok, Sanglar; Acob, Joel Rey Ugsang; Mamun, Abdullah Al; Hapsari, Rafif Naufi Waskitha; Aji, Rozan Asyrofi Rakyan Risang; Bahtiar, Bahtiar; Budiono, Arief; Handoyo, Handoyo; Koesmantoro, Hery; Sunarto, Sunarto; Rahayu, Teta Puji; Melati, Nimsi; Intening, Retno Vivi; Suparji, Suparji; Surtinah, N.; Ismoyowati, Tri Wahyuni; Auta, Tanko Titus
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 6, No 8 (2023): August
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha60805

Abstract

In health research, many categorical variables are found that must be analyzed using descriptive statistical methods, then interpreted. Currently, there are still many health researchers who interpret categorical variable data in the health sector in the same way as social research in general, namely focusing on the categories with the largest proportions. In fact, for health research, researchers should focus on the expression of unexpected categories. Therefore, this should be a concern for the health research community, especially in the campus environment as the first place for students and health researchers to study and apply various types of health research. This is an urgency, so that the quality of health research can be immediately improved, especially in terms of data interpretation. It was concluded that there were many errors in interpreting categorical variable data in the health sector, so this had to be anticipated from the time of education on campus. Keywords: health research; categorical variables; data interpretation; unexpected category
Rekonstruksi Kebijakan Terhadap Regulasi Zakat Pada Masa Kolonial Belanda di Indonesia Handoyo, Handoyo
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 9 No 2 (2023): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v9i2.5867

Abstract

Artikel ini berupaya merekonstruksi bentuk kebijakan pemerintah kolonial Belanda terhadap regulasi di Indonesia dengan mengkaji beberapa sumber yang relevan dengan kajian ini. Zakat merupakan suatu kewajiban yang melekat bagi ke-Islam-an seseorang dan telah dijalankan dengan baik jauh sebelum kedatangan kolonialisme. Satu hal menarik adalah sejak awal Pemerintah Kolonial Belanda tidak mau mengurusi zakat karena tidak paham Islam yang ada di Indonesia dan tidak mau dianggap mencapuri urusan umat Islam. Sebelum kedatang kolonial Belanda, dana zakat yang diperoleh digunakan untuk menopang perjalanan pemerintahan yang ada di kesultanan-kesultanan Islam sebagai sebuah kewajiban keagamaan dan juga sebagai penguatan ekonomi masyarakat. Setelah Kehadiran Christian Snouck Hurgronje di Nusantara, ia mengarahkan agar zakat sebagai ibadah tetap berlangsung dengan batas-batas tertentu yang selaras dengan aturan pemerintah Kolonial Belanda. Ibadah zakat dalam bentuk ekspresi Islam politik dilarang secara tegas oleh pemerintah pada waktu itu. Meski demikian, sikap pemerintah Kolonial Belanda terhadap zakat justru mendua. Di satu sisi pemerintah tidak mau campur tangan, tapi di sisi lain pemerintah melantik penghulu yang salah satu tugasnya adalah mengurusi zakat dan dana kas masjid.
Metode Penetapan Mustahiq Zakat Pada Mustahiq Center Baznas Kabupaten Wonosobo Anwar, Choerul; Handoyo, Handoyo
At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam Vol 2 No 1 (2023): At-Ta'awun: Jurnal Mu'amalah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/atw.v2i1.4619

Abstract

This paper will analyze the method of determining mustahiq zakat through the mustahiq center at BAZNAS Wonosobo Regency. In this study the writer will use a qualitative approach with descriptive methods. The data source used is the method of determining mustahiq zakat through the mestahiq center used by the Wonosobo National Amil Zakat Agency (BAZNAS). The results of this study can be concluded that the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of Wonosobo Regency in determining mustahiq zakat by developing an integrated national Mustahiq database system (Mustahiq Data Center). This system is presented in an effort to sharpen the target of zakat recipients by utilizing existing poverty data in Wonosobo district.
Hubungan Anemia dengan Kejang Demam Pertama: Studi Kasus Kontrol Handoyo, Handoyo
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.68.4-2018-81

Abstract

Introduction: Febrile seizure is the most frequent neurological disorder in children below five years old. The direct cause is unknown. Some studies report association between anemia and febrile seizure. Even though anemia is highly prevalent in Indonesia, only one study assessed this association. Objective: To compare the hemoglobin level in children with febrile seizure and febrile children without seizure, and to assess the relationship between anemia and febrile seizure. Method: This retrospective case control study used medical record of febrile children aged 6 months to 3 years old hospitalized at Landak General Hospital between May 2016 to April Hemoglobin level from first laboratory examination then compared between fifty children with first-time febrile seizure (case group) and a hundred febrile children without seizure (control group). Results: Hemoglobin level was lower in case group compared to control group (p less than 0,001). Children with febrile seizure were more likely to be anemic compared to febrile children without seizure [OR 6,73; 95% CI 3,18 to 14,26]. Conclusion: There is a significantmean difference between hemoglobin level of children with febrile seizure compared to febrile children without seizure. Children with febrile seizure were six times more likely to have anemia.