Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kecelakaan Kapal Tanker: Risiko Tumpahan Minyak/Kimia (Bahan Berbahaya) yang Memengaruhi Lingkungan Laut, Tantangan Penanggulangan, Regulasi Desain Keselamatan Kapal Tanker Handoyo, Handoyo; Gosal, Grace Anna Belle; Naru, Margareth Trisya Adefinola; Mandry, Febrayen Faldo; Khasanah, Andi Khuswatun; Butarbutar, Chievo; Sudiro, Amad
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4619

Abstract

Tujuan dari analisis ini adalah: Menganalisis langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kapal tanker sehingga dapat meminimalkan risiko tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut. Menganalisis tahapan dan cara penanganan serta penanggulangan yang efektif bila terjadi tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut akibat kecelakaan kapal tanker untuk meminimalkan dampak lingkungan. Menganalisis apakah regulasi desain keselamatan kapal tanker saat ini sudah memadai atau belum untuk mencegah kecelakaan dan risiko tumpahan ke laut. Menganalisis upaya dan cara penegakan peraturan terkait keselamatan kapal tanker agar dapat mencegah risiko tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut. Menganalisis cara melibatkan partisipasi berbagai pihak seperti perusahaan, pemerintah, dan masyarakat internasional dalam penanggulangan risiko tumpahan akibat kecelakaan kapal tanker. Hasil penelitian menunjukan bahwa Risiko terjadinya kecelakaan kapal tanker yang menyebabkan tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut merupakan ancaman serius bagi lingkungan laut. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, seperti peningkatan standar keselamatan kapal, kompetensi awak kapal, sistem bantuan navigasi, dan pengawasan pelaksanaan peraturan. Bila terjadi tumpahan, penanganan dan penanggulangannya harus dilakukan secara efektif untuk meminimalkan dampak lingkungan, melalui dekontaminasi, pembersihan, penangkaran biota laut, serta pemantauan daerah terdampak. Regulasi desain keselamatan kapal tanker telah mengalami perkembangan, namun masih perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi tantangan seperti faktor manusia, cuaca ekstrem, teknologi baru, serta tekanan efisiensi. Penegakan peraturan perlu didukung dengan peraturan pelaksanaan yang tegas, peningkatan pengawasan, kesiapan tanggap darurat, serta kerja sama antar instansi terkait. Partisipasi perusahaan shipping, pemerintah, dan masyarakat internasional sangat diperlukan dalam pencegahan maupun penanggulangan tumpahan, melalui regulasi, investasi, tim tanggap darurat, serta kerja sama antarnegara.
Rekonstruksi Kebijakan Terhadap Regulasi Zakat Pada Masa Kolonial Belanda di Indonesia Handoyo, Handoyo
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 9 No 2 (2023): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v9i2.5867

Abstract

Artikel ini berupaya merekonstruksi bentuk kebijakan pemerintah kolonial Belanda terhadap regulasi di Indonesia dengan mengkaji beberapa sumber yang relevan dengan kajian ini. Zakat merupakan suatu kewajiban yang melekat bagi ke-Islam-an seseorang dan telah dijalankan dengan baik jauh sebelum kedatangan kolonialisme. Satu hal menarik adalah sejak awal Pemerintah Kolonial Belanda tidak mau mengurusi zakat karena tidak paham Islam yang ada di Indonesia dan tidak mau dianggap mencapuri urusan umat Islam. Sebelum kedatang kolonial Belanda, dana zakat yang diperoleh digunakan untuk menopang perjalanan pemerintahan yang ada di kesultanan-kesultanan Islam sebagai sebuah kewajiban keagamaan dan juga sebagai penguatan ekonomi masyarakat. Setelah Kehadiran Christian Snouck Hurgronje di Nusantara, ia mengarahkan agar zakat sebagai ibadah tetap berlangsung dengan batas-batas tertentu yang selaras dengan aturan pemerintah Kolonial Belanda. Ibadah zakat dalam bentuk ekspresi Islam politik dilarang secara tegas oleh pemerintah pada waktu itu. Meski demikian, sikap pemerintah Kolonial Belanda terhadap zakat justru mendua. Di satu sisi pemerintah tidak mau campur tangan, tapi di sisi lain pemerintah melantik penghulu yang salah satu tugasnya adalah mengurusi zakat dan dana kas masjid.
Metode Penetapan Mustahiq Zakat Pada Mustahiq Center Baznas Kabupaten Wonosobo Anwar, Choerul; Handoyo, Handoyo
At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam Vol 2 No 1 (2023): At-Ta'awun: Jurnal Mu'amalah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/atw.v2i1.4619

Abstract

This paper will analyze the method of determining mustahiq zakat through the mustahiq center at BAZNAS Wonosobo Regency. In this study the writer will use a qualitative approach with descriptive methods. The data source used is the method of determining mustahiq zakat through the mestahiq center used by the Wonosobo National Amil Zakat Agency (BAZNAS). The results of this study can be concluded that the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of Wonosobo Regency in determining mustahiq zakat by developing an integrated national Mustahiq database system (Mustahiq Data Center). This system is presented in an effort to sharpen the target of zakat recipients by utilizing existing poverty data in Wonosobo district.
Sifat Fisik Dan Mekanik Laminasi Iratan Bambu Sebagai Komponen Mebel Handoyo, Handoyo; Sumarsono, Sumarsono; Sutarwadi, Sutarwadi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v15i1.1046

Abstract

Hingga kini pembuatan produk mebel bambu pada umumnya masih menggunakan bahan baku glondongan/batangan sebagai komponen utamanya, sehingga produk mebel yang dihasilkan terbatas, yakni bentuk-bentuk kaku atau patah-patah sesuai dengan bentuk fisik bambu,Untuk lebih menganekaragamkan produk mebel bambu telah dikembangkan teknologi pembuatan komponen mebel dengan bahan baku iratan, dan bahan pembantu yang digunakan adalah perekat jenis PVac. Peralatan utama yang dipergunakan teknologi ini adalah cetakan dan alat pres. Caranya adalah dengan mengepres susunan iratan bambu yang salah satu penampangnya sudah ditaburi perekat pada alur cetakan. Ketebalannya sesuai dengan tebal komponen yang diinginkan, sedang waktu yang dibutuhkan untuk pengepresan 24 jam. Dari hasil uji coba bentuk dan pengujian sifat fisik dan mekaniknya relah dihasilkan bentuk produk komponen yang sesuai dengan yang diharapkan dan kekuatannya memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku mebel.Hingga kini pembuatan produk mebel bambu pada umumnya masih menggunakan bahan baku glondongan/batangan sebagai komponen utamanya, sehingga produk mebel yang dihasilkan terbatas, yakni bentuk-bentuk kaku atau patah-patah sesuai dengan bentuk fisik bambu,Untuk lebih menganekaragamkan produk mebel bambu telah dikembangkan teknologi pembuatan komponen mebel dengan bahan baku iratan, dan bahan pembantu yang digunakan adalah perekat jenis PVac. Peralatan utama yang dipergunakan teknologi ini adalah cetakan dan alat pres. Caranya adalah dengan mengepres susunan iratan bambu yang salah satu penampangnya sudah ditaburi perekat pada alur cetakan. Ketebalannya sesuai dengan tebal komponen yang diinginkan, sedang waktu yang dibutuhkan untuk pengepresan 24 jam. Dari hasil uji coba bentuk dan pengujian sifat fisik dan mekaniknya relah dihasilkan bentuk produk komponen yang sesuai dengan yang diharapkan dan kekuatannya memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku mebel.
Evaluasi Kapasitas Dan Kebutuhan Pengembangan Fasilitas Terminal Penumpang Bandar Udara Morowali Handoyo, Handoyo; An, Charles; Keke, Yulianti
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g47agc24

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Morowali dalam beberapa tahun terakhir tidak sebanding dengan kapasitas terminal penumpang yang tersedia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan, menurunkan kualitas pelayanan, dan menjadikan terminal kurang ideal dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas terminal penumpang Bandar Udara Morowali terhadap jumlah penumpang saat ini, melakukan peramalan jumlah penumpang angkutan udara lima tahun ke depan, serta menghitung kebutuhan luas terminal penumpang pada tahun 2029. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (Level of Service) terminal penumpang Bandar Udara Morowali sebesar 65%, yang dikategorikan sub optimum, sehingga kapasitas terminal tidak lagi memadai dan memerlukan pengembangan. Peramalan jumlah penumpang dilakukan dengan metode kausal melalui analisis regresi linier berganda, dengan variabel bebas meliputi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan jumlah wisatawan. Hasil peramalan memperkirakan jumlah penumpang pada tahun 2029 mencapai 324.275 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk (PWS) sebesar 422 penumpang. Berdasarkan hasil tersebut, kebutuhan luas terminal penumpang sampai tahun 2029 adalah 5.958 m². The increase in the number of passengers at Morowali Airport in recent years is not comparable to the available passenger terminal capacity. This condition has the potential to cause congestion, reduce service quality, and make the terminal less than ideal in meeting the needs of service users. This study aims to evaluate the capacity of the passenger terminal of Morowali Airport against the current number of passengers, forecast the number of air transport passengers for the next five years, and calculate the passenger terminal area requirements in 2029. The study uses a quantitative approach. The results of the analysis show that the level of service (Level of Service) of the passenger terminal of Morowali Airport is 65%, which is categorized as sub-optimal, so that the terminal capacity is no longer adequate and requires expansion. Forecasting the number of passengers is carried out using the causal method through multiple linear regression analysis, with independent variables including Gross Regional Domestic Product (GRDP), population, and number of tourists. The forecast results estimate the number of passengers in 2029 to reach 324,275 passengers, with peak time passengers (PWS) of 422 passengers. Based on these results, the passenger terminal area required until 2029 is 5,958 m².
Peran Penegakan Hukum Lingkungan Administrasi: Studi Kasus Gugatan atas Gubernur DKI Jakarta Andriani, Kasmita; Handoyo, Handoyo; Louisa, Natasha; Rahayu, Mella Ismelina Farma
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6276

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat limbah industri menjadi persoalan serius yang mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus pencemaran lingkungan yang timbul akibat kurang optimalnya pengawasan serta ketegasan pemerintah dalam menerapkan kebijakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam menanggulangi pencemaran lingkungan akibat limbah industri serta mengevaluasi efektivitas kebijakan dan penegakan hukum yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam pengawasan, penegakan hukum, pemberian sanksi, dan pembinaan terhadap pelaku industri. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan kelemahan dalam hal penegakan hukum dan kurangnya koordinasi antar lembaga terkait. Selain itu, rendahnya kesadaran hukum pelaku industri turut memperparah tingkat pencemaran. Kesimpulannya, upaya penanggulangan pencemaran lingkungan memerlukan peran aktif pemerintah yang tidak hanya bersifat represif tetapi juga preventif dan edukatif. Pemerintah perlu meningkatkan kapasitas pengawasan, memperketat izin lingkungan, serta mendorong pelaku industri untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan secara konsisten.
Evaluasi Kapasitas Dan Kebutuhan Pengembangan Fasilitas Terminal Penumpang Bandar Udara Morowali Handoyo, Handoyo; An, Charles; Keke, Yulianti
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g47agc24

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Morowali dalam beberapa tahun terakhir tidak sebanding dengan kapasitas terminal penumpang yang tersedia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan, menurunkan kualitas pelayanan, dan menjadikan terminal kurang ideal dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas terminal penumpang Bandar Udara Morowali terhadap jumlah penumpang saat ini, melakukan peramalan jumlah penumpang angkutan udara lima tahun ke depan, serta menghitung kebutuhan luas terminal penumpang pada tahun 2029. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (Level of Service) terminal penumpang Bandar Udara Morowali sebesar 65%, yang dikategorikan sub optimum, sehingga kapasitas terminal tidak lagi memadai dan memerlukan pengembangan. Peramalan jumlah penumpang dilakukan dengan metode kausal melalui analisis regresi linier berganda, dengan variabel bebas meliputi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan jumlah wisatawan. Hasil peramalan memperkirakan jumlah penumpang pada tahun 2029 mencapai 324.275 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk (PWS) sebesar 422 penumpang. Berdasarkan hasil tersebut, kebutuhan luas terminal penumpang sampai tahun 2029 adalah 5.958 m². The increase in the number of passengers at Morowali Airport in recent years is not comparable to the available passenger terminal capacity. This condition has the potential to cause congestion, reduce service quality, and make the terminal less than ideal in meeting the needs of service users. This study aims to evaluate the capacity of the passenger terminal of Morowali Airport against the current number of passengers, forecast the number of air transport passengers for the next five years, and calculate the passenger terminal area requirements in 2029. The study uses a quantitative approach. The results of the analysis show that the level of service (Level of Service) of the passenger terminal of Morowali Airport is 65%, which is categorized as sub-optimal, so that the terminal capacity is no longer adequate and requires expansion. Forecasting the number of passengers is carried out using the causal method through multiple linear regression analysis, with independent variables including Gross Regional Domestic Product (GRDP), population, and number of tourists. The forecast results estimate the number of passengers in 2029 to reach 324,275 passengers, with peak time passengers (PWS) of 422 passengers. Based on these results, the passenger terminal area required until 2029 is 5,958 m².
Reservoir Characterization of Ngrayong Formation, Sandstone with Carbonate Intercalation, Using a Geostatistical Approach Based on Petrophysical Parameters, Northeast Java Basin, Indonesia Handoyo, Handoyo; Ronlei, Bernard Cavin; Wibowo, Andy Setyo; Sigalingging, Asido Saputra; Nathania, Edlyn Yoadan; Fatkhan, Fatkhan; Erdi, Aurio; Avseth, Per; Carbonell, Ramon; Nugroho, Pranowo; Bayu Pandito, Riky Hendrawan; Nasibov, Aladin; Ali Husein, Abdullah Ali
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 48 No 3 (2025)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v48i3.1828

Abstract

Hydrocarbons have a vital role as a driver of the global economy, which causes demand to continue to increase. To achieve production targets, oil and gas companies try to conduct exploration using efficient and accurate methods to obtain optimal hydrocarbon reserves. One approach in hydrocarbon exploration is to use geostatistical analysis to understand the characteristics of petrophysical parameters of reservoir rocks (e.g. porosity, permeability, water saturation and facies). This study aims to characterize reservoirs in the NE Java Basin using a geostatistical approach that Sequential Gaussian Simulation (SGSIM) to produce random realizations that can be adjusted and validated through geostatistical analysis of data before and after the simulation. The dataset used in this study consist of well data, seismic line, and core data. The results shows the petrophysical properties distribution from the simulation reveals the dominance of carbonate sandstone reservoirs in the central part of the study area with a thinning slope towards the northwest and southeast, while sandstone reservoirs are only dominant in the southeast direction of the study area. This research provides important insights in understanding reservoir characteristics and can be a basis for efficient decision making in the exploration of hydrocarbon resources in this area.
Screening Potential CO₂ Storage Reservoirs Basin Using Petrophysical Evaluation: Case Study in Field X, Central Sumatra Basin Charissa, Aurell Alyya; Abdillah, Hanif Ridho; Handoyo, Handoyo; Samosir, Sondang
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v12i2.34353

Abstract

This study was conducted to evaluate the feasibility of the Menggala Formation in the Central Sumatra Basin as a potential Carbon Capture and Storage (CCS) reservoir candidate based on the analysis of key petrophysical parameters. Well log analysis was carried out by determining reservoir depth, effective thickness, effective porosity, and Net-to-Gross (NTG) as indicators of reservoir suitability. The results show that the reservoir depth ranges from 1662.48 to 1805.14 m, with an average of 1705.108 m, thereby meeting the requirement for CO₂ storage under supercritical conditions. The average effective porosity of 15.54%, effective thickness of 23.38 m, and NTG value of 0.595 indicate adequate reservoir quality at the initial screening stage. Although lateral variation exists among the wells, the Menggala Formation generally meets the criteria as a potential CO₂ injection site. However, further studies, including volumetric storage capacity estimation and caprock (seal) integrity evaluation, are required to ensure long-term reservoir feasibility.
Geological CO2 Storage Potential in Coal Seam D, South Sumatra Basin Fadhillah, Tiara; Salinita, Silti; Handoyo, Handoyo
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v12i2.34426

Abstract

Rising atmospheric CO₂ emissions from fossil fuel-based industries have intensified the need for effective mitigation strategies, with Carbon Capture and Storage (CCS) in geological formations, particularly un-mined coal seams necessitates specialized research into numerous critical factors that are equivalent thorough characterization of coal properties such as porosity, permeability, uniaxial compressive strength (UCS), poisson ratio, and brittleness. This study serves as a preliminary assessment of the CCS potential of Coal Seam D in the Suban Burung Block, South Sumatra Basin, using drilling data from four wells (within area 960 m × 860 m). This study aims to describe the coal seam D strata for underground CO2 storage. Coal Seam D was identified from core sample data, with laboratory analyses conducted to determine density and porosity values. Then, in this study we predict velocity (Vp and Vs), UCS values, and BI using petrophysical and rock physics approaches. The analysis by integrates well correlation, estimation of elastic and mechanical parameters, and spatial interpolation of petrophysical properties. Results indicate that Coal Seam D has a thickness of 8.1–10.7 m and porosity ranging from 0.14–0.198. Mechanical properties show Uniaxial Compressive Strength (UCS) values of 9.5-9.7 MPa and a Brittleness Index 0.47–0.50 which indicate coal with low to medium strength and medium brittleness. Based on the preliminary analysis, the coal seam D in this region exhibits favorable candidate for implementation CO₂ storage in South Sumatra, Indonesia.