Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kecelakaan Kapal Tanker: Risiko Tumpahan Minyak/Kimia (Bahan Berbahaya) yang Memengaruhi Lingkungan Laut, Tantangan Penanggulangan, Regulasi Desain Keselamatan Kapal Tanker Handoyo, Handoyo; Gosal, Grace Anna Belle; Naru, Margareth Trisya Adefinola; Mandry, Febrayen Faldo; Khasanah, Andi Khuswatun; Butarbutar, Chievo; Sudiro, Amad
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4619

Abstract

Tujuan dari analisis ini adalah: Menganalisis langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kapal tanker sehingga dapat meminimalkan risiko tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut. Menganalisis tahapan dan cara penanganan serta penanggulangan yang efektif bila terjadi tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut akibat kecelakaan kapal tanker untuk meminimalkan dampak lingkungan. Menganalisis apakah regulasi desain keselamatan kapal tanker saat ini sudah memadai atau belum untuk mencegah kecelakaan dan risiko tumpahan ke laut. Menganalisis upaya dan cara penegakan peraturan terkait keselamatan kapal tanker agar dapat mencegah risiko tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut. Menganalisis cara melibatkan partisipasi berbagai pihak seperti perusahaan, pemerintah, dan masyarakat internasional dalam penanggulangan risiko tumpahan akibat kecelakaan kapal tanker. Hasil penelitian menunjukan bahwa Risiko terjadinya kecelakaan kapal tanker yang menyebabkan tumpahan minyak/bahan berbahaya ke laut merupakan ancaman serius bagi lingkungan laut. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, seperti peningkatan standar keselamatan kapal, kompetensi awak kapal, sistem bantuan navigasi, dan pengawasan pelaksanaan peraturan. Bila terjadi tumpahan, penanganan dan penanggulangannya harus dilakukan secara efektif untuk meminimalkan dampak lingkungan, melalui dekontaminasi, pembersihan, penangkaran biota laut, serta pemantauan daerah terdampak. Regulasi desain keselamatan kapal tanker telah mengalami perkembangan, namun masih perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi tantangan seperti faktor manusia, cuaca ekstrem, teknologi baru, serta tekanan efisiensi. Penegakan peraturan perlu didukung dengan peraturan pelaksanaan yang tegas, peningkatan pengawasan, kesiapan tanggap darurat, serta kerja sama antar instansi terkait. Partisipasi perusahaan shipping, pemerintah, dan masyarakat internasional sangat diperlukan dalam pencegahan maupun penanggulangan tumpahan, melalui regulasi, investasi, tim tanggap darurat, serta kerja sama antarnegara.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Kesehatan Hipertensi pada Lanjut Usia Budiono, Budiono; Hartati, Hartati; Handoyo, Handoyo; Saraswati, Rina
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkm.v14i1.12821

Abstract

Background: Diseases or health disorders in old age are generally chronic and degenerative, such as hypertension. Hypertension is greatly influenced by many factors. One of the factors that influences the occurrence of hypertension is physical activity. Regular exercise can stimulate the release of endorphins, which cause euphoria and muscle relaxation effects, so that blood pressure does not increase. Objective: This research aims to identify the relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency. Method: This study uses a descriptive analytical method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 54 elderly residents who were taken purposively. The data were analyzed descriptively and correlatively using Chi Square. Results: Based on the research conducted, it was found that most respondents (50.0%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency were in the moderate physical activity category. Most respondents (57.4%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency had normal blood pressure. Conclusion: There is a positive relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency (p =0.013).
How to Interpret Categorical Data in Health Research? Nugroho, Heru Santoso Wahito; Polnok, Sanglar; Acob, Joel Rey Ugsang; Mamun, Abdullah Al; Hapsari, Rafif Naufi Waskitha; Aji, Rozan Asyrofi Rakyan Risang; Bahtiar, Bahtiar; Budiono, Arief; Handoyo, Handoyo; Koesmantoro, Hery; Sunarto, Sunarto; Rahayu, Teta Puji; Melati, Nimsi; Intening, Retno Vivi; Suparji, Suparji; Surtinah, N.; Ismoyowati, Tri Wahyuni; Auta, Tanko Titus
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 6, No 8 (2023): August
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha60805

Abstract

In health research, many categorical variables are found that must be analyzed using descriptive statistical methods, then interpreted. Currently, there are still many health researchers who interpret categorical variable data in the health sector in the same way as social research in general, namely focusing on the categories with the largest proportions. In fact, for health research, researchers should focus on the expression of unexpected categories. Therefore, this should be a concern for the health research community, especially in the campus environment as the first place for students and health researchers to study and apply various types of health research. This is an urgency, so that the quality of health research can be immediately improved, especially in terms of data interpretation. It was concluded that there were many errors in interpreting categorical variable data in the health sector, so this had to be anticipated from the time of education on campus. Keywords: health research; categorical variables; data interpretation; unexpected category
Rekonstruksi Kebijakan Terhadap Regulasi Zakat Pada Masa Kolonial Belanda di Indonesia Handoyo, Handoyo
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 9 No 2 (2023): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v9i2.5867

Abstract

Artikel ini berupaya merekonstruksi bentuk kebijakan pemerintah kolonial Belanda terhadap regulasi di Indonesia dengan mengkaji beberapa sumber yang relevan dengan kajian ini. Zakat merupakan suatu kewajiban yang melekat bagi ke-Islam-an seseorang dan telah dijalankan dengan baik jauh sebelum kedatangan kolonialisme. Satu hal menarik adalah sejak awal Pemerintah Kolonial Belanda tidak mau mengurusi zakat karena tidak paham Islam yang ada di Indonesia dan tidak mau dianggap mencapuri urusan umat Islam. Sebelum kedatang kolonial Belanda, dana zakat yang diperoleh digunakan untuk menopang perjalanan pemerintahan yang ada di kesultanan-kesultanan Islam sebagai sebuah kewajiban keagamaan dan juga sebagai penguatan ekonomi masyarakat. Setelah Kehadiran Christian Snouck Hurgronje di Nusantara, ia mengarahkan agar zakat sebagai ibadah tetap berlangsung dengan batas-batas tertentu yang selaras dengan aturan pemerintah Kolonial Belanda. Ibadah zakat dalam bentuk ekspresi Islam politik dilarang secara tegas oleh pemerintah pada waktu itu. Meski demikian, sikap pemerintah Kolonial Belanda terhadap zakat justru mendua. Di satu sisi pemerintah tidak mau campur tangan, tapi di sisi lain pemerintah melantik penghulu yang salah satu tugasnya adalah mengurusi zakat dan dana kas masjid.
Metode Penetapan Mustahiq Zakat Pada Mustahiq Center Baznas Kabupaten Wonosobo Anwar, Choerul; Handoyo, Handoyo
At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam Vol 2 No 1 (2023): At-Ta'awun: Jurnal Mu'amalah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/atw.v2i1.4619

Abstract

This paper will analyze the method of determining mustahiq zakat through the mustahiq center at BAZNAS Wonosobo Regency. In this study the writer will use a qualitative approach with descriptive methods. The data source used is the method of determining mustahiq zakat through the mestahiq center used by the Wonosobo National Amil Zakat Agency (BAZNAS). The results of this study can be concluded that the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of Wonosobo Regency in determining mustahiq zakat by developing an integrated national Mustahiq database system (Mustahiq Data Center). This system is presented in an effort to sharpen the target of zakat recipients by utilizing existing poverty data in Wonosobo district.
Hubungan Anemia dengan Kejang Demam Pertama: Studi Kasus Kontrol Handoyo, Handoyo
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.68.4-2018-81

Abstract

Introduction: Febrile seizure is the most frequent neurological disorder in children below five years old. The direct cause is unknown. Some studies report association between anemia and febrile seizure. Even though anemia is highly prevalent in Indonesia, only one study assessed this association. Objective: To compare the hemoglobin level in children with febrile seizure and febrile children without seizure, and to assess the relationship between anemia and febrile seizure. Method: This retrospective case control study used medical record of febrile children aged 6 months to 3 years old hospitalized at Landak General Hospital between May 2016 to April Hemoglobin level from first laboratory examination then compared between fifty children with first-time febrile seizure (case group) and a hundred febrile children without seizure (control group). Results: Hemoglobin level was lower in case group compared to control group (p less than 0,001). Children with febrile seizure were more likely to be anemic compared to febrile children without seizure [OR 6,73; 95% CI 3,18 to 14,26]. Conclusion: There is a significantmean difference between hemoglobin level of children with febrile seizure compared to febrile children without seizure. Children with febrile seizure were six times more likely to have anemia.
Sifat Fisik Dan Mekanik Laminasi Iratan Bambu Sebagai Komponen Mebel Handoyo, Handoyo; Sumarsono, Sumarsono; Sutarwadi, Sutarwadi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v15i1.1046

Abstract

Hingga kini pembuatan produk mebel bambu pada umumnya masih menggunakan bahan baku glondongan/batangan sebagai komponen utamanya, sehingga produk mebel yang dihasilkan terbatas, yakni bentuk-bentuk kaku atau patah-patah sesuai dengan bentuk fisik bambu,Untuk lebih menganekaragamkan produk mebel bambu telah dikembangkan teknologi pembuatan komponen mebel dengan bahan baku iratan, dan bahan pembantu yang digunakan adalah perekat jenis PVac. Peralatan utama yang dipergunakan teknologi ini adalah cetakan dan alat pres. Caranya adalah dengan mengepres susunan iratan bambu yang salah satu penampangnya sudah ditaburi perekat pada alur cetakan. Ketebalannya sesuai dengan tebal komponen yang diinginkan, sedang waktu yang dibutuhkan untuk pengepresan 24 jam. Dari hasil uji coba bentuk dan pengujian sifat fisik dan mekaniknya relah dihasilkan bentuk produk komponen yang sesuai dengan yang diharapkan dan kekuatannya memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku mebel.Hingga kini pembuatan produk mebel bambu pada umumnya masih menggunakan bahan baku glondongan/batangan sebagai komponen utamanya, sehingga produk mebel yang dihasilkan terbatas, yakni bentuk-bentuk kaku atau patah-patah sesuai dengan bentuk fisik bambu,Untuk lebih menganekaragamkan produk mebel bambu telah dikembangkan teknologi pembuatan komponen mebel dengan bahan baku iratan, dan bahan pembantu yang digunakan adalah perekat jenis PVac. Peralatan utama yang dipergunakan teknologi ini adalah cetakan dan alat pres. Caranya adalah dengan mengepres susunan iratan bambu yang salah satu penampangnya sudah ditaburi perekat pada alur cetakan. Ketebalannya sesuai dengan tebal komponen yang diinginkan, sedang waktu yang dibutuhkan untuk pengepresan 24 jam. Dari hasil uji coba bentuk dan pengujian sifat fisik dan mekaniknya relah dihasilkan bentuk produk komponen yang sesuai dengan yang diharapkan dan kekuatannya memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku mebel.
Evaluasi Kapasitas Dan Kebutuhan Pengembangan Fasilitas Terminal Penumpang Bandar Udara Morowali Handoyo, Handoyo; An, Charles; Keke, Yulianti
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g47agc24

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Morowali dalam beberapa tahun terakhir tidak sebanding dengan kapasitas terminal penumpang yang tersedia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan, menurunkan kualitas pelayanan, dan menjadikan terminal kurang ideal dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas terminal penumpang Bandar Udara Morowali terhadap jumlah penumpang saat ini, melakukan peramalan jumlah penumpang angkutan udara lima tahun ke depan, serta menghitung kebutuhan luas terminal penumpang pada tahun 2029. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (Level of Service) terminal penumpang Bandar Udara Morowali sebesar 65%, yang dikategorikan sub optimum, sehingga kapasitas terminal tidak lagi memadai dan memerlukan pengembangan. Peramalan jumlah penumpang dilakukan dengan metode kausal melalui analisis regresi linier berganda, dengan variabel bebas meliputi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan jumlah wisatawan. Hasil peramalan memperkirakan jumlah penumpang pada tahun 2029 mencapai 324.275 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk (PWS) sebesar 422 penumpang. Berdasarkan hasil tersebut, kebutuhan luas terminal penumpang sampai tahun 2029 adalah 5.958 m². The increase in the number of passengers at Morowali Airport in recent years is not comparable to the available passenger terminal capacity. This condition has the potential to cause congestion, reduce service quality, and make the terminal less than ideal in meeting the needs of service users. This study aims to evaluate the capacity of the passenger terminal of Morowali Airport against the current number of passengers, forecast the number of air transport passengers for the next five years, and calculate the passenger terminal area requirements in 2029. The study uses a quantitative approach. The results of the analysis show that the level of service (Level of Service) of the passenger terminal of Morowali Airport is 65%, which is categorized as sub-optimal, so that the terminal capacity is no longer adequate and requires expansion. Forecasting the number of passengers is carried out using the causal method through multiple linear regression analysis, with independent variables including Gross Regional Domestic Product (GRDP), population, and number of tourists. The forecast results estimate the number of passengers in 2029 to reach 324,275 passengers, with peak time passengers (PWS) of 422 passengers. Based on these results, the passenger terminal area required until 2029 is 5,958 m².
Peran Penegakan Hukum Lingkungan Administrasi: Studi Kasus Gugatan atas Gubernur DKI Jakarta Andriani, Kasmita; Handoyo, Handoyo; Louisa, Natasha; Rahayu, Mella Ismelina Farma
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6276

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat limbah industri menjadi persoalan serius yang mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus pencemaran lingkungan yang timbul akibat kurang optimalnya pengawasan serta ketegasan pemerintah dalam menerapkan kebijakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam menanggulangi pencemaran lingkungan akibat limbah industri serta mengevaluasi efektivitas kebijakan dan penegakan hukum yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam pengawasan, penegakan hukum, pemberian sanksi, dan pembinaan terhadap pelaku industri. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan kelemahan dalam hal penegakan hukum dan kurangnya koordinasi antar lembaga terkait. Selain itu, rendahnya kesadaran hukum pelaku industri turut memperparah tingkat pencemaran. Kesimpulannya, upaya penanggulangan pencemaran lingkungan memerlukan peran aktif pemerintah yang tidak hanya bersifat represif tetapi juga preventif dan edukatif. Pemerintah perlu meningkatkan kapasitas pengawasan, memperketat izin lingkungan, serta mendorong pelaku industri untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan secara konsisten.
Evaluasi Kapasitas Dan Kebutuhan Pengembangan Fasilitas Terminal Penumpang Bandar Udara Morowali Handoyo, Handoyo; An, Charles; Keke, Yulianti
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g47agc24

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Morowali dalam beberapa tahun terakhir tidak sebanding dengan kapasitas terminal penumpang yang tersedia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan, menurunkan kualitas pelayanan, dan menjadikan terminal kurang ideal dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas terminal penumpang Bandar Udara Morowali terhadap jumlah penumpang saat ini, melakukan peramalan jumlah penumpang angkutan udara lima tahun ke depan, serta menghitung kebutuhan luas terminal penumpang pada tahun 2029. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (Level of Service) terminal penumpang Bandar Udara Morowali sebesar 65%, yang dikategorikan sub optimum, sehingga kapasitas terminal tidak lagi memadai dan memerlukan pengembangan. Peramalan jumlah penumpang dilakukan dengan metode kausal melalui analisis regresi linier berganda, dengan variabel bebas meliputi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan jumlah wisatawan. Hasil peramalan memperkirakan jumlah penumpang pada tahun 2029 mencapai 324.275 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk (PWS) sebesar 422 penumpang. Berdasarkan hasil tersebut, kebutuhan luas terminal penumpang sampai tahun 2029 adalah 5.958 m². The increase in the number of passengers at Morowali Airport in recent years is not comparable to the available passenger terminal capacity. This condition has the potential to cause congestion, reduce service quality, and make the terminal less than ideal in meeting the needs of service users. This study aims to evaluate the capacity of the passenger terminal of Morowali Airport against the current number of passengers, forecast the number of air transport passengers for the next five years, and calculate the passenger terminal area requirements in 2029. The study uses a quantitative approach. The results of the analysis show that the level of service (Level of Service) of the passenger terminal of Morowali Airport is 65%, which is categorized as sub-optimal, so that the terminal capacity is no longer adequate and requires expansion. Forecasting the number of passengers is carried out using the causal method through multiple linear regression analysis, with independent variables including Gross Regional Domestic Product (GRDP), population, and number of tourists. The forecast results estimate the number of passengers in 2029 to reach 324,275 passengers, with peak time passengers (PWS) of 422 passengers. Based on these results, the passenger terminal area required until 2029 is 5,958 m².