Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengambilan Gambar Dan Editing Video Pada Videografi Untuk Pemula Di SMKN 9 Bandung Adrio Kusmareza Adim; Fiqie Lavani Melano; Pradipta Dirgantara; Aditya Sakti Celestion Dewanto; Aisha Nabilatun Nasywa Fauziah
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10323

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali siswa SMKN 9 Bandung dengan keterampilan videografi dasar, termasuk pengambilan gambar dan editing video, guna mendukung pengembangan industri kreatif di era digital. Melalui pendekatan praktis, kegiatan ini menjawab tantangan keterbatasan akses pelatihan multimedia di sekolah menengah kejuruan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kompetensi siswa dalam teknik videografi, yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, 8, dan 9. Kegiatan ini melibatkan 38 siswa jurusan Desain Komunikasi Visual dan menghasilkan karya video yang aplikatif untuk media sosial dan industri kreatif.
Examining the Visitors’ Experiences While Visiting Sri Baduga Museum Sri Mulyanah; Pradipta Dirgantara; Naufal Ardiyanto
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 17 No. 2 (2025): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v17i2.11455

Abstract

Understanding the visitors’ experiences when they visit a museum might provide better information to the museums’ researchers and curators the strategies to improve the services given by a museum. One of the museums in Indonesia that aims to improve their service is Sri Baduga Museum. Located in Bandung, West Java, Sri Baduga Museum has an extensive collection of Sundanese cultural artifacts such as traditional fabrics, traditional farming tools, traditional games, traditional musical instruments, antique sculptures, and  ancient Sundanese manuscripts. Hence, the objective of this study is to investigate the experiences of a group of visitors of Sri Baduga Museum. We used a qualitative research design by conducting in-depth interviews to eight participants. The results of this study show that most participants think Sri Baduga Museum has provided them with a set of diverse collections that give them educational experiences while visiting the museum. In addition to raising awareness toward the culture of Sundanese, the participants think Sri Baduga Museum is able to show them how ancient Sundanese survived by living harmoniously with nature, giving them new perspectives to live in the modern era. The implications of this study suggest the necessity to improve the quality of a museum to help the next generation understand their own culture and educate more people. 
PELATIHAN PEMANFAATAN GENERATIVE AI SEBAGAI ALAT BANTU PRODUKTIVITAS DAN KREATIVITAS ORGANISASI KEPEMUDAAN KARANG TARUNA Fiqie Lavani Melano; Pradipta Dirgantara; Adrio Kusmareza Adim
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): JP2N: September - Desember 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/sztacr93

Abstract

transisi menuju Society 5.0 telah menghadirkan Generative Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen transformatif krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kreativitas. Namun, kesenjangan literasi digital pada dimensi kognitif masih menjadi tantangan nyata, terutama bagi organisasi kepemudaan grassroots seperti Karang Taruna. Berdasarkan analisis situasi pada mitra sasaran, Karang Taruna 06 Gumuruh Kota Bandung, mayoritas anggota belum memanfaatkan potensi AI secara optimal. Kendala utama meliputi minimnya pemahaman teknis prompt engineering, persepsi bahwa AI sulit diakses, serta kekhawatiran mendalam terkait isu etika, plagiarisme, dan keandalan informasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diinisiasi dengan tujuan utama memberdayakan pemuda melalui pelatihan intensif Generative AI. Fokus intervensi diarahkan pada peningkatan produktivitas administrasi keorganisasian dan penciptaan konten kreatif, dengan menjunjung tinggi prinsip etika digital. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan Participatory Learning and Action  yang terintegrasi sinergis dengan prinsip andragogi, menempatkan peserta sebagai subjek pembelajar aktif. Lokakarya dibagi menjadi empat sesi interaktif: demistifikasi ekosistem AI, teknik prompt engineering dengan kerangka C-R-I, simulasi implementasi praktis administrasi, dan literasi etika digital komprehensif. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan sangat signifikan pada ranah kognitif peserta, di mana pemahaman konseptual serta keterampilan merancang prompt meningkat tajam. Kesimpulannya, intervensi literasi AI partisipatif ini terbukti sangat efektif mentransformasi kemampuan manajerial dan kreativitas pemuda, menjadikan mereka entitas komunitas yang jauh lebih adaptif, inovatif, serta tangguh secara etika.