Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

LEARNING STYLE TENDENCY OF HIGH SCHOOL STUDENT IN GEOGRAPHY SUBJECT IN SAMARINDA Mei Vita Romadon Ningrum; Titin Anggraini; Muliati Syam; Yulian Widya Saputra; Yaskinul Anwar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i1.4148

Abstract

Gaya belajar merupakan  salah satu karakteristik belajar yang berkaitan dengan kemampuan menyerap,mengolah, dan menyampaikan informasi. Gaya belajar merupakan modalitas belajar yang sangat penting dan setiap siswa memiliki keenderungan gaya belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:  kecenderungan gaya belajar siswa SMA pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS di Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kota Samarinda dengan jumlah populasi 600 siswa menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling dengan jumlah sampel 90 siswa.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36 siswa (40%) memiliki kecenderungan gaya belajar auditorial, sebanyak 32 siswa (35,5%) memiliki gaya belajar visual,dan sebanyak 22 siswa (24,4%) memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa  kecenderungan gaya belajar siswa lebih banyak pada tipe gaya belajar auditorial atau menyenangi cara belajar yang mengutamakan pendengaran atau mendengarkan. Sehingga guru sebaiknya menyediakan dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengarah pada tipe gaya belajar tersebut agar hasil belajar maksimal.
Dampak Bencana Banjir Terhadap Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Yaskinul Anwar; Mei Vita Romadon Ningrum; Iya' Setyasih
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12457

Abstract

Kecamatan samarinda utara merupakan salah satu kecamatan yang paling sering terkena dampak banjir baik karena banjir luapan sungai Karangmumus maupun setelah hujan lebat. Kondisi seringkali mempengaruhi kehidupan masyrakat samarinda utara sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh dampak bencana banjir terhadap perekonomian masyrakat di Kecamatan Samarinda Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada saat dan setelah banjir, dan juga wawancara kepada masyarakat yang terdampak banjir. Analisis data menggunakan trianggulasi data dari hasil observasi, wawancara dan data-data dari dinas terkait. Dampak banjir dari segi ekonomi dapat dilihat rusaknya rumah dan perkakasnya, tanaman pertanian, serta hilangnya hewan ternak. Selain itu banjir juga membuat terganggunya aktivitas perekonomian penduduk karena hilangnya akses penduduk karena terendamnya jalan utama maupun alternatif. Dampak terhadap perekonomian terbesar adalah dari akibat banjir Sungai Karangmumus yang lama waktu banjir bisa mencapai 1 minggu. Sedangkan dampak banjir akibat luapan drainase saat hujan lebat berdampak pada terganggunya akses maupun terendamnya permukiman dan fasilitas-fasilitas perekonomian masyarakat yang hanya beberapa jam saja. Kondisi inilah yang membuat terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat Samarinda Utara akibat seringnya banjir baik karena hujan lebat maupun sungai Karangmumus. 
Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Model Discovery Learning Dan Problem Based Learning Pada Materi Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Dharma Diana Diyah Hartinah; Zeni Haryanto; Mei Vita Romadon Ningrum; Edwardus Iwantri Goma
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1187

Abstract

Pembelajaran Discovery Learning merupakan model yang mengajak siswa belajar aktif menemukan sendiri pengetahuannya. Sedangkan Problem Based Learning merupakan model pembelajaran dimana siswa dituntut aktif untuk memperoleh konsep dengan cara memecahkan masalah Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis hasil belajar geografi menggunakan model pembelajaran discovery learning. (2) Untuk mengetahui hasil belajar geografi menggunakan model pembelajaran problem based learning. (3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar geografi menggunakan model pembelajaran discovery learning dan model pembelajaran problem based learning. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasy-experiment) dengan dua kelas menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil belajar kelas XI IPS 1 dengan nilai rata-rata sebesar 85,8 dan hasil belajar kelas XI IPS 2 dengan nilai rata-rata sebesar 84,1, terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran discovery learning dan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar geografi pada siswa kelas XI SMA Negeri 17 Samarinda yang ditunjukkan dengan hasil nilai thitung sebesar 2,833 yang dimana ttabel yang didapat 1,671 dimana 2,833 > 1,671.
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN Mei Vita Romadon Ningrum; Dewi Rosita
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.766 KB)

Abstract

E-Learning merupakan proses pembelajaran dimana penyampaian materi, diskusi dan kegiatan perkuliahan lainnya dilakukan melalui media elektronik. Dukungan infrastrukur jaringan komputer di Fakultas Kegurun dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman (FKIP UNMUL) sangat mendukung untuk dikembangkan sarana belajar–mengajar berbasis e-Learning. Oleh karena itu diperlukan pengembangan akan konten pada e-learning yang berbasis website tersebut. Moodle adalah perangkat lunak yang berguna untuk membuat dan mengadakan kursus, pelatihan dan pendidikan berbasis internet yang telah mendukung standar pendistribusian konten e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengembangkan E-learning berbasis Moodle di FKIP UNMUL sehingga dapat memberikan tambahan waktu yang berkualitas di luar jam kuliah dan menjadi alat bantu perkuliahan untuk penyampaian materi, tugas-tugas terstruktur dan diskusi dari mata kuliah. (2) melakukan evaluasi dari pengembangan e-Learning berbasis Moodle pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman, Penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Waterfall. Pengujian pada sistem ini menggunakan pengujian blackbox dan whitebox. Hasil dari pengembangan e-learning ini adalah portal e-learning dengan nama E-Learning FKIP Universitas Mulawarman yang dapat diakses secara online melalui alamat https://elearningfkipunmul.com/. Hasil evaluasi menunjukan bahwa selama penelitiaan telah menunjukan hasil umpan balik (feedback) dari pengguna e-learning ini sudah pada kriteria BAIK dengan presentase sebesar 81%. Penelitian baru sampai pada tahap pengembangan e-learning, sehingga perlu diadakan penelitian lanjutan untuk penelitia tindakan kelas. Paket konten disusun berupa teks dan flash presentation, sehingga perlu dikembangkan untuk tipe lain seperti video on demand maupun video streaming. Perlu diadakan penelitian lanjutan untuk penerapan Knowledge Management Sytem pada E-Learning
Upacara Adat Pakant Talunt oleh Suku Dayak Tunjung di Lereng Gunung Eno Yulian Widya Saputra; Mei Vita Romadon Ningrum; Rahmadi
HUMAYA Jurnal Hukum Humaniora Masyarakat dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2021): DECEMBER
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/humaya.v1i2.2388.2021

Abstract

Pakant Talunt adalah adat atau kepercayaan masyarakat Dayak Tunjung. Dalam bahasa Dayak Tunjung, pakan berarti memberi makan dan alunt berarti hutan. Pakant Talunt artinya memberi makan hutan. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai dan kearifan budaya lokal masyarakat Dayak Tunjung. Penelitian kualitatif ini menggunakan penelitian eksploratif dengan pendekatan etnografi. Analisis penelitian selanjutnya berpedoman pada analisis etnografi Fielding yang diadopsi lebih sederhana dengan empat tahapan: (1) pengumpulan data, (2) validasi data, (3) analisis data, (4) interpretasi upacara pemberian makan talun oleh orang Dayak Tunjung. Hasil penelitian menunjukkan upacara pemberian makan talunt menggunakan beberapa sesaji berupa makanan seperti tara (lemang), tumpiq, ayam kampung, dan sagon. Sesajen . ini dipersembahkan untuk beberapa hal, yaitu (a) bentuk penghormatan terhadap penjaga hutan yang disebut penuguq talunt, (b) upaya masyarakat Dayak Tunjung menghindari bahaya saat membuka lahan atau mengunjungi tempat wisata yang dalam bahasa Tunjung disebut mogaq talunt, (c) perwujudan pengampunan kepada arwah leluhur atau dalam istilah bahasa setempat disebut tabeq. Dengan demikian, upacara Pakant Talunt memiliki makna bentuk penghormatan, permintaan maaf, dan doa agar terhindar dari segala mara bahaya yang datang dari hutan Gunung Eno.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN HUTAN MANGROVE DI CAGAR ALAM TELUK ADANG Yaskinul Anwar; Risma Amelia; Mei Vita Romadon Ningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6360

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu hutan yang ada di cagar alam teluk adang. Lokasi hutan mangrove berada paling dekat dengan permukiman masyrakat pesisir di kawasan Teluk Adang. Peran masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove diperlukan karena mereka merupakan yang paling terimbas akan keberadaan hutan mangrove. Oleh karena itu perlu diketahui  bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan angket guna mengetahui partisipasi masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Adang Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan skoring guna menentukan tingkat partisipasi masyarakat. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan kriteria usia 18-55 tahun pada 61 responden dari 6 RT. Partisipasi masyarakat dalam melestarikan hutan mangrove di disekitar desa mereka termasuk dalam kaegori rendah. Masyarakat kurang berpartisipasi baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi. Hal ini disebabkan kurangnya rasa kepedulian dan memiliki akan hutan mangrove yang ada di desa mereka. Kondisi menunjukkan masyarakat kurang peduli akan lingkungan hutan mangrove disekitar mereka. 
Peran Masyarakat Suku Buton dalam Pengembangan Pariwisata Puncak Baumbem di Kota Samarinda Welhalmus B Auparai; Mei Vita Romadon Ningrum; Iya Setyasih
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.37971

Abstract

Pariwisata telah memberikan devisa yang cukup besar bagi berbagai negara termasuk Indonesia. Perkembangan pariwisata dapat membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat khususnya yang berada di sekitar kawasan wisata. Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi wisata alam, salah satunya Puncak Baumbem yang menonjolkan panorama perbukitan dan Kota Samarinda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran masyarakat Suku Buton dalam pengembangan lokasi objek wisata Puncak Baumbem Kecamatan Samarinda Ilir Kota Samarinda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran masyarakat Suku Buton sebelum adanya pariwisata Puncak Baumbem bergantung pada sektor pertanian, yang masih tradisional. Keterlibatan warga Suku Buton dalam pengembangan wisata Baumbem meliputi sebagai subjek yang menentukan arah dan pengembangan wisata, dan sebagai objek yang berperan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wisata Baumbem memiliki dampak bagi warga, antara lain membuka lapangan kerja dan memberikan penghasilan tambahan. Abstrak Tourism has provided significant foreign exchange for various countries including Indonesia. The development of tourism can bring enormous benefits to the community, especially those around the tourist area. Samarinda City as the capital of East Kalimantan Province has natural tourism potential, one of which is Puncak Baumbem which highlights the panorama of the hills and Samarinda City. The purpose of this study was to determine the role of the Buton Tribe community in the development of the Puncak Baumbem tourist attraction location, Samarinda Ilir District, Samarinda City. The approach used in this study is qualitative descriptive. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. Sampling in this study was carried out by purposive sampling. The results of this study indicate that the role of the Buton Tribe community before the Puncak Baumbem tourism was dependent on the agricultural sector, which was still traditional. The involvement of the Buton Tribe community in the development of Baumbem tourism includes as a subject that determines the direction and development of tourism, and as an object that plays a role in improving community welfare. Baumbem tourism has an impact on residents, including opening up employment opportunities and providing additional income.
Efektivitas Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi Di Kota Samarinda (Materi: Mitigasi dan Adaptasi Bencana Kebakaran) Hanif Naufal Romadlan; Mei Vita Romadon Ningrum
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.228-241

Abstract

Spatial thinking ability is a cognitive skill that allows a person to understand, manipulate, and predict relationships between objects in space. The purpose of this study is to determine the effectiveness of Augmented Reality learning media on improving student learning outcomes in geography subjects in Samarinda City. The type of research used in this study is quantitative research with a Quasy Experiment approach. In this study, the sampling technique uses the Cluster Area Sampling technique. This area sampling technique uses the criteria of schools located in densely populated residential areas prone to fires. Data collection techniques in this study are in the form of pretests and posttests, observation and documentation. Data analysis techniques use validity and reliability tests, T tests, and N-Gain tests. The results of the study indicate that learning using AR media in geography subjects in fire disaster mitigation material for grade XI students is quite effective to be carried out with an N-Gain percentage of 58.60%. The dominant spatial thinking indicator in students interested in geography is the hierarchy indicator which is categorized as moderate with an average score from 9 schools of 47.65. When learning using AR media, there are obstacles, one of which is that some students' cellphones do not support downloading AR applications, because the AR applications used can only be downloaded by Android device users and cannot be downloaded on iOS devices. Abstrak Kemampuan berpikir spasial adalah keterampilan kognitif yang memungkinkan seseorang untuk memahami, memanipulasi, dan meramalkan hubungan antara objek dalam ruang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran Augmented Reality terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi di Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasy Experiment. Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Area Sampling. Teknik sampling area ini menggunakan kriteria sekolah yang terletak di area pemukiman padat penduduk yang rawan kebakaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pretest dan posttest, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas reliabilitas, uji T, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media AR pada mata pelajaran geografi dalam materi mitigasi bencana kebakaran untuk peserta didik kelas XI kurang efektif untuk dilakukan dengan persentase N-Gain yang diperoleh sebesar 53,04%. Indikator berpikir spasial yang dominan pada peserta didik peminatan geografi adalah indikator hierarkhi yang terkategori sedang dengan rata-rata skor dari 9 sekolah sebesar 48,54. Pada saat pembelajaran menggunakan media AR terdapat kendala, salah satunya yaitu beberapa handphone peserta didik tidak mendukung untuk mengunduh aplikasi AR, karena aplikasi AR yang digunakan hanya bisa diunduh oleh pengguna perangkat android dan tidak bisa diunduh pada perangkat iOS.
Persepsi Pengunjung Terhadap Aktivitas UMKM Akhir Pekan Dalam Perspektif Kewilayahan di Padan Liu Burung Kabupaten Malinau Mardiana Ulan Dari; Najma Nur Mawaddah; Mei Vita Romadon Ningrum; Aisyah Trees Sandy
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i2.5321

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play an important role in supporting the local economy, especially in areas far from major urban centers. However, comprehensive studies linking visitors' perceptions of weekend MSME activities with regional perspectives are still limited. This study aims to analyze visitors' perceptions of MSME activities on weekends and the regional conditions of the Padan Liu Burung area, Malinau Regency, as a supporting space for these activities. Data were collected through questionnaires and semi-structured interviews with 42 respondents in January 2026, then analyzed using descriptive statistics on a 1–5 Likert scale and thematic analysis triangulated with survey findings. The results show that perceptions of MSME activities are in the high category (M = 4.149; SD = 0.512), especially in terms of liveliness and social interaction. Perceptions of regional conditions were also high (M = 3.868; SD = 0.583), but lower than the activity dimension, particularly in terms of cleanliness, supporting facilities, stall layout, and parking management. These findings indicate that the area has developed as a dynamic temporary public space but still faces challenges in spatial governance. Theoretically, this study proposes that the sustainability of temporary public spaces based on MSMEs requires a balance between experiential value and spatial governance, so that high social vitality needs to be balanced with adaptive infrastructure and spatial management capacity. These findings contribute to economic geography and regional planning studies in understanding the spatiotemporal dynamics of community-based local economic activities.
Dinamika Sosial Ekonomi: Dampak Keberadaan Tambang Batu Bara di Desa Kerta Buana, Kutai Kartanegara Ummul Khurrin Ain; Mei Vita Romadon Ningrum; Rahmadi Rahmadi; Najma Nur Mawaddah
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v14i1.103086

Abstract

Coal is a major economic pillar in East Kalimantan, Indonesia and a source of national income. Specifically, Kerta Buana Village is a coal-producing village with mining operations operated by two large mining companies. As a transmigration site, social integration in Kerta Buana Village is formed through a complex process of cultural adaptation. Furthermore, mining exploration in the area around Kerta Buana coincides with the arrival of transmigrants. Based on this background, this study was conducted to analyze the impact of the coal mining industry on the social and economic conditions of the local community around the mine in Kerta Buana Village. This study is a qualitative study with data collection methods conducted through documentation, observation, and interviews. The findings show that the social impacts are reflected in health, education, as well as social and environmental vulnerabilities, while the economic impacts are seen in employment, non-mining economic activities, and infrastructure development. To address these negative impacts, sustainable and responsible mining practices, strict law enforcement, corporate social responsibility programs, and effective environmental rehabilitation are required.