Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengelolaan Gangguan Integritas Kulit dengan Perawatan Luka Modern Moist Wound Healing pada Ny. S dengan Diabetes Melitus Tipe II di RSJ Prof Dr. Soerojo Magelang Nita Setiyana; Tri Susilo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.4225

Abstract

Diabetes mellitus type 2 is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels, generally occurring in adults. This condition is caused by the body's resistance to insulin or insufficient insulin production. The study aims to describe the management of impaired skin integrity in patients with diabetes mellitus type 2 with modern moist wound healing wound care. The methode of research is a descriptive case study with a nursing care approach. Management for three days of management, two ulcer wounds were found in the patient, namely in the left gluteal and right leg. The wound on the left gluteal area measures 7 cm in length and 3 cm in width, while the wound on the right foot is 5 cm deep and 3 cm wide. Both wounds showed signs of infection characterized by pus, unpleasant odor, and redness at the edge of the wound. Based on these conditions, both wounds were categorized as grade 3 wounds. The nursing diagnosis that was established was impaired skin integrity related to changes in circulation (D.0129). Interventions in the form of wound care with the implementation of modern moist wound healing with the implementation of modern moist wound healing wound care with a duration of 30 minutes for 3 days. Evaluation showed an improvement in the condition of the ulcer wound. Major and minor signs of the wound decreased, such as decreased signs of infection, reduced necrotic tissue, and the disappearance of unpleasant odor from the wound. This indicates that the wound healing process is going well. Management analysis, namely the problem is partially resolved. It is necessary to add a combination of other interventions in the care of moist wound healing in patients with type 2 diabetes mellitus.   ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi, umumnya terjadi pada orang dewasa. Kondisi ini disebabkan oleh resistensi tubuh terhadap insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan gangguan integritas kulit pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan perawatan luka modern moist wound healing. Jenis penelitian adalah deskriptif studi kasus dengan pendekatan  asuhan  keperawata.  Pengelolaan  selama  tiga  hari  pengelolaan, ditemukan dua luka ulkus pada pasien, yaitu di bagian gluteal kiri dan kaki kanan. Luka di gluteal kiri berukuran 7 cm dan lebar 3 cm, sedangkan luka di kaki kanan kedalaman 5 cmdan lebar 3 cm. Kedua luka menunjukkan tanda infeksi yang ditandai dengan adanya nanah, bau tidak sedap, dan kemerahan  di  tepi  luka.  Berdasarkan  kondisi  tersebut,  kedua  luka dikategorikan  sebagai  luka  derajat  3.  Diagnosa  keperawatan  yang  ditegakkan  gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi (D.0129). Intervensi berupa perawatan luka dengan implementasi modern moist wound healing dengan implementasi perawatan luka modern moist wound healing dengan durasi 30 menit selama 3 hari. Evaluasi menunjukkan adanya  perbaikan  kondisi  luka  ulkus.  Tanda-tanda mayor dan minor  luka  mengalami penurunan, seperti menurunnya tanda-tanda infeksi, berkurangnya jaringan nekrotik, serta hilangnya bau tidak sedap dari luka. Hal ini mengindikasikan bahwa proses penyembuhan luka berjalan dengan baik. Analisis pengelolaan yaitu masalah teratasi sebagian. Perlu penambahan kombinasi intervensi lain dalam perawatan luka moist wound healing pasien diabetes melitus tipe 2. 
Pengelolaan Gangguan Integritas Kulit dan Jaringan dengan Metode Modern Dressing pada Ulkus Diabetikum di RSUD Gunawan Mangunkusumo: Management of Impaired Skin and Tissue Integrity Using Modern Dressing Methods for Diabetic Ulcers at Gunawan Mangunkusumo Regional Hospital Kristianto, Bayu; Tri Susilo
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v4i2.104

Abstract

Diabetic ulcers are serious complications of diabetes mellitus, leading to infection, amputation, and even death. Proper wound management is essential for healing and preventing further complications. This study employed a case study with a qualitative approach at Gunawan Mangunkusumo Regional Hospital. Data were collected through observation, interviews, and nursing documentation over 3 days using the nursing process (assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation). Results: The subject was a 65-year-old female patient with a diabetic ulcer (grade 4) measuring 60 cm² on the left foot. The wound showed yellow-black tissue, exudate, and odor. Interventions included modern wound care using foam dressing and tulle gras. On day three, minimal granulation tissue appeared, exudate decreased, but impaired skin and tissue integrity remained unresolved. Modern dressing helped reduce exudate, initiate granulation, and relieve pain. However, diabetic ulcer care requires long-term commitment, continuous education, and strict glycemic control to support optimal wound healing.
Optimalisasi Basic Life Support bagi Pelajar dalam Upaya Kesiapan Kedaruratan di Lingkungan Sekolah Siyamti, Dewi; Maksum; Tri Susilo; Joyo Minardo; Eka Adimayanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4598

Abstract

Emergency conditions involving respiratory arrest and cardiac arrest which require prompt and accurate intervention to save the victim’s life and help for stabilization until advanced medical assistance arrives or the patient transferred to an appropriate healthcare facility. The general public can contribute by giving basic life support (BLS). To ensure that these lifesaving principles are applied correctly, education and training on basic life support and victim transport evacuation are essential. Students of SMK Kesehatan Darussalam Bergas, Semarang Regency, represent a potential group to receive training in BLS and emergency transport evacuation. The goal of this community service was to improve participants’ knowledge and skills in giving BLS and victim transport during emergency situations. The training was conducted over two days using lectures, discussions, demonstrations, and role play methods. Result which shown from pre-test and post-test assessment indicated a significant improvement in participants’ knowledge and skills regarding BLS and victim transport evacuation form 7,48%  increase  to 82,24%  for  good knowledge. Continuous education and training BLS and emergency transport are crucial foundations for effective emergency management.   ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan henti nafas dan henti jantung mengharuskan pertolongan diberikan dengan tepat dan akurat sehingga dapat menyelamatkan korban serta membantu stabilisasi sampai pertolongan datang atau sampai ke fasilitas kesehatan yang memadai. Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara umum yaitu memberikan bantuan hidup dasar. Agar prinsip pertolongan dapat diberikan dengan benar dan tepat diperlukan edukasi dan pelatihan tentang hidup dasar dan evakuasi transport korban. Siswa-siswi SMK Kesehatan Darussalam Bergas Kabupaten Semarang merupakan pelajar yang potensial untuk diberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dan evakuasi transport korban. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan BHD serta evakuasi transport korban pada kondisi kegawatdaruratan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan role play selama dua hari. Hasil pre tes dan pos tes pelatihan dan edukasi selama dua hari tentang BHD dan evakuasi transport menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu meningkat dari 7,48% untuk pengetahuan baik menjadi 82,24%. Edukasi dan pelatihan secara berkesinambungan tentang BHD dan evakuasi transport perlu dilakukan sebagai dasar dalam penanganan kegawatdaruratan.