Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KURIKULUM BERBASIS ENTREPRENEURSHIP PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA (STUDI KASUS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAHDI STIT MAKHDUM IBRAHIM TUBAN): Siti Nurjanah; STIT Makhdum Ibrahim Tuban Siti Nurjanah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v4i1.26

Abstract

<div style=’text-align:justify;’> STIT Makhdum Ibrahim Tuban adalah salah satu Perguruan Tinggi Keagaaman Islam Swasta (PTKIS) yang mempunyai visi sebagai kampus entrepreneur religius berkarakkter ahlussunnah wal jamaah. Visi tersebut harus diinternalisasikan kedalam semua komponen perguruan tinggi, salah satunya adalah Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STIT Makhdum Ibrahim Tuban. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah mempunyai salah satu profil lulusan program studi yaitu edupreneur. Profil lulusan Edupreneur adalah menyiapkan output mahasiswa untuk bisa menerapkan ilmu kewirausahaan dalam dunia pendidikan berciri khas ahlussunnah wal jamaah an nahdliyah bagi pengembangan program studi pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, peneliti merasa sangat penting untuk meneliti bagaimana bagaimana kurikulum berbasis entrepreneurship padaPerguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnyaprogram studi PGMI STIT Makhdum Ibrahim Tuban </div>. <div style=’text-align:justify;’> Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah field research atau penelitian lapangan. Penelitian dapat disebut pula penelitian kualitatif. Riset kualitatif merupakan suatu pendekatan dalam melakukan riset yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami </div>. <div style=’text-align:justify;’> Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Profil lulusan yaitu pendidik dan edupreneur sesuai dengan empat kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. 2) Capaian pembelajaran berbasis entrepreneurship mengandung unsur sikap dan keterampilan yang ditetapkan dalam SN-Dikti dan memenuhi unsur pengetahuan serta keterampilan khusus yang disusun berdasarkan level 6 KKNI. 3) Bahan kajian disesuaikan dengan CPL dan profil lulusan edupreneur dan sesuai dengan tingkat keluasan serta kedalaman materi pembelajaran mengacu pada CPL yang tercantum dalam SN-Dikti pasal 9 ayat (2) standar nasional Pendidikan Tinggi tahun 2015 pada jenjang diploma empat dan sarjana. 4) Proses pembelajaran yang dilaksanakan memenuhi kriteria bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa. Dan 5) Menerapkan prinsip penilaian edukatif, autentik, akuntabel, transparan dan terintegrasi, kriteria tersebut dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan </div>. Keywords: Entrepreneurship Education, KurikulumPendidikan Tinggi
Spiritualitas anak Perspektif Pendidikan Islam (Analisis Konseptual kecerdasan spiritual sejak usia dini) M. Shofwan Hadi; Ummidlatus Salamah; Dwi Dian Wigati; Siti Nurjanah
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1090

Abstract

Spiritual intelligence serves as the fundamental foundation for character formation in children from an early age, particularly within the framework of Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research to explore the conceptual understanding of children's spiritual intelligence. This method enables an in-depth analysis of both classical and contemporary literature from Islamic sources as well as theories of developmental psychology and modern spiritual intelligence. The analysis follows systematic and iterative stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing to achieve a comprehensive understanding. Research on children's spirituality from the perspective of Islamic education reveals that spiritual intelligence is an innate spiritual potential present from birth, which can be nurtured through guidance, habituation, and a supportive environment. Islamic education emphasizes the integration of spiritual values into children's education through three main approaches: philosophical (morality, compassion), psychological (integration of Islamic values with modern psychology), and prophetic pedagogy (the exemplary model of Prophet Muhammad PBUH). The development strategies are holistic, including the habituation of worship practices, curriculum integration, teacher role modeling, family involvement, and the use of technology. Its implications for educational practice include the habituation of religious values, use of visual media such as illustrated stories, the central role of parents, and direct experiences such as fasting, all aimed at establishing a strong spiritual foundation from an early age
Pembelajaran Al-Qur'an Hadist berbasis Ekoteologi untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa Kelas XI MA Plus Sunan Drajat 7 Palang Abdul Ghoni; Ahsana fawaid; Siti Nurjanah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 6 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Mei)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve students' environmental awareness through ecotheology-based Qur'an and Hadith learning in class X A of MA Plus Sunan Drajat Palang for the 2025/2026 academic year. The research employed Classroom Action Research using the Kemmis and McTaggart model consisting of two cycles: planning, acting, observing, and reflecting. Data were collected through environmental awareness questionnaires and observation sheets. The results showed that in cycle I students’ environmental awareness was still in the moderate category. After improving the strategy in cycle II using a more contextual approach, the percentage of students achieving good and very good categories increased and met the classical success indicator of ≥80%. Therefore, ecotheology-based Qur'an and Hadith learning effectively improves students’ environmental awareness.