Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Perawat Gigi di Puskesmas Dalam Mendukung Transformasi Kesehatan Salfiyadi, Teuku; Ainun Mardiah; T Iskandar Faisal; Abdurrahman
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i1.304

Abstract

Peran perawat gigi dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya dilakukan sejak anak  usia dini. Memasuki usia 6-12 tahun resiko anak mengalami karies cukup tinggi, pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua terutama ibu dibutuhkan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan anak tentang Pendidikan Kesehatan gigi sebagai upaya transformasi Kesehatan. Pada pengabdian masyarakat ini dilakukan edukasi untuk peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut anak dengan penyuluhan menggunakan  metode Ceramah, Tanya Jawab,  Demostrasi, Diskusi dan Simulasi. Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terhadap pentinya Pendidikan Kesehatan gigi pada masyarakat dan anak usia sekolah.
Penilaian Standar Nasional Pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Fakrilianur, Fakrilianur; Abdurrahman, Abdurrahman; Siraj, Siraj
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kepala sekolah dan guru dalam aspek standar pengelolaan, standar proses, dan standar penilaian sesuai dengan Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, penelitian dilakukan di 3 sekolah di kecamatan Lhoksukon yakni SMP Negeri 1 Lhoksukon, SMP Negeri 5 Lhoksukon, dan SMP negeri 6 Lhoksukon. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles & Huberman yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah dari ketiga sekolah bidang standar pengelolaan telah memenuhi standar nasional pendidikan, kinerja guru dari ketiga sekolah yang dilakukan penelitian telah memenuhi aspek proses dan aspek penilaian yang sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Hubungan Antara Self Compassion dan Resiliensi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Syahputra, Anda; Abdurrahman, Abdurrahman
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14572

Abstract

ABSTRACT Final year students are required to complete a final assignment as a graduation requirement. In doing this, students face many obstacles and obstacles. Because this does not cover the possibility of causing students to become anxious, stressed, frustrated and lose motivation. To overcome this, resilience is needed as an effort to minimize the obstacles that occur. The dynamics of resilience within individuals are influenced by self-compassion. This research aims to see the relationship between self-compassion and resilience in final year students. This research uses quantitative research with a correlation approach. Data collection was carried out cross-sectionally. The population is final year students at the North Aceh Nursing Study Program, Aceh Ministry of Health Polytechnic. The sampling technique used a total population technique, so the sample size was 59 people. Data collection used the resilience scale and self-compassion scale (SCS). Data analysis uses correlation tests. Data analysis uses correlation tests. The research results obtained a correlation coefficient value of 0.399 with a Sig value. 0.002, which means it has a strong correlation in the positive direction. So it can be concluded that there is a significant relationship between self-compassion and the resilience variable of final year I students of the North Aceh Nursing Study Program, Health Polytechnic, Ministry of Health, Aceh. The conclusion of this research is that self-compassion is related to the resilience of final year I students of the North Aceh Nursing Study Program, Health Polytechnic, Ministry of Health, Aceh Keywords: Students, Resilience, Self-compassion  ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyelesaikan menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Dalam mengerjakannya banyak hambatan dan kendala yang dihadapi oleh mahasiswa. Karna hal ini tidak menutupi kemungkinan membuat mahasiswa menjadi cemas, stress, frutasi dan hilangnya motivasi. Untuk mengatasi hal tersebut perlunya resiliensi sebagai upaya meminimalisir hambatan yang terjadi. Dinamika resiliensi dalam diri individu dipengaruhi oleh self compassion. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan self compassion dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Pengambilan data dilakukan secara cross-sectiona. Populasi adalah mahasiswa tingkat akhir di Prodi Keperawatan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh. Tehnik pengambilan sampel menggunkan tehnik total populasi, maka juamlah sampel sebanyak 59 orang. Pengumpulan data menggunakan skala resiliensi dan skala self compassion (SCS). Analisa data menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,399 dengan nilai Sig. 0,002, dimana hal ini berarti memiliki korelasi yang kuat kearah positif. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara self compassion dengan variabel resiliensi mahasiswa tingkat akhir I Prodi Keperawatan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh. Kesimpulan dari penelitian ini self compassion berhubungan dengan resiliensi mahasiswa tingkat akhir I Prodi Keperawatan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh.                     Kata Kunci: Mahasiswa, Resiliensi, Self-compassion
Penyuluhan tentang Penanggulangan Tuberkulosis Paru dan Sanitasi Rumah Sehat Syahputra, Anda; Abdurrahman, Abdurrahman; AS, Emilda; Hayati, Mawar; Agustina, Fitriani; Harahap, Lili Kartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17631

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis disebabkan oleh faktor lingkungan yang berperan dalam penularan penyakit tuberkulosis. Lingkungan yang buruk sangat mendukung aktifnya dan berkembangnya bakteri M. tuberculosis dengan baik. Lingkungan khususnya lingkungan rumah sangat berisiko terhadap perkembangbiakan dan penyebaran bakteri sebab bakteri ini berada di udara. Keberadaan bakteri di udara sangat ditentukan oleh kelembaban dalam rumah, cahaya matahari yang masuk, dan ventilasi. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Langsa Lama dengan jumlah sasaran sebanyak 32 orang dengan edukasi penanggunalangn tuberculosis dan sanitasi rumah sehat. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hasil dari edukasi yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan adanya peningkatan pengetahuan pada katagori baik sebanyak 4 orang (12,5%) dan meningkat setelah diberikan edukasi sebanyak 29 orang (90,6%). Serta keadaan sanitasi rumah sehat dalam katagori memenuhi syarat. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi penanggulangan tuberculosis dan sanitasi rumah sehat. Kata Kunci: Tuberkulosis, Sanitasi Rumah Sehat, Penyuluhan ABSTRACT Tuberculosis is caused by environmental factors that play a role in the transmission of the disease. Poor environmental conditions greatly support the activity and growth of *M. tuberculosis* bacteria. The home environment, in particular, poses a high risk for the reproduction and spread of the bacteria, as the bacteria are airborne. The presence of bacteria in the air is significantly influenced by household humidity, sunlight exposure, and ventilation. This activity was carried out in the Langsa Lama sub-district, targeting 32 people, with education focused on tuberculosis prevention and healthy home sanitation. The expected evaluation aimed to increase public knowledge. The results of the education showed that after training, there was an increase in participants' knowledge, with 4 people (12.5%) in the good category before the training, and this number increased to 29 people (90.6%) after the education. Additionally, household sanitation was classified as meeting the required standards. This activity concluded that public knowledge improved after being educated on tuberculosis prevention and healthy home sanitation. Keywords: Tuberculosis, Healthy Home Sanitation, Counseling
Pelatihan Penanggulangan Krisis Kesehatan bagi Petugas Kesehatan di Kota Langsa Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Oktabina, Rizky Wan; Helmi, Alfian; Zakirullah, Zakirullah; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16996

Abstract

ABSTRAK Indonesia sering mengalami bencana alam dan non alam (wabah) yang menimbulkan krisis kesehatan, seperti korban mati, korban luka, sakit, pengungsi, lumpuhnya pelayanan kesehatan, penyakit menular, sanitasi lingkungan, gangguan jiwa dan masalah kesehatan lainnya. Kegiatan Penanggulangan Krisis Kesehatan dilaksanakan mulai pra-krisis kesehatan, tanggap darurat, dan pasca krisis kesehatan dengan menitikberatkan pada Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan. Salah satu permasalahan di Kota Langsa adalah banjir yang membuat rumah dan fasilitas publik termasuk Puskesmas terendam air sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak maksimal serta berpotensi menimbulkan krisis kesehatan serta terbentuknya Emergency Medical Team (EMT) yang mencakup lintas profesi kesehatan Kota Langsa untuk menghadapi ancaman bencana. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang penanggulangan krisis kesehatan serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pembentukan tim tenaga kesehatan tanggap bencana dan selanjutnya pelatihan mencakup simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan. Peserta belum mendapatkan pelatihan tentang latihan Table Top dengan jumlah 27 orang (90%) peserta, terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Dengan hasil kategori berpengetahuan baik sebelum edukasi yaitu 12 peserta (40%) menjadi 18 orang (60%) serta peserta mampu melakukan pelatihan penanggulangan bencana di mulai dari pencegan mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan pada fase pra bencana, kegiatan tanggap darurat pada saat bencana dan fase pemulihan pasca bencana. Peserta telah memahami tentang penanggulangan krisis kesehatan dan telah terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Kata Kunci: Pelatihan, Penanggulangan Krisis Kesehatan, Rawan Bencana  ABSTRACT Indonesia often experiences natural and non-natural disasters (outbreaks) which cause health crises, such as deaths, injuries, illnesses, refugees, paralyzed health services, infectious diseases, environmental sanitation, mental disorders and other health problems. Health Crisis Management activities are carried out starting from pre-health crisis, emergency response, and post-health crisis with an emphasis on Reducing the Risk of Health Crisis. One of the problems in Langsa City is flooding which causes houses and public facilities including the Community Health Center to be submerged in water so that health services to the community are not optimal and have the potential to cause a health crisis and the formation of an Emergency Medical Team (EMT) which includes a cross-section of health professions in Langsa City to face the threat of disaster. Increase health workers' understanding of how to deal with health crises and increase the capacity and skills of health workers in providing health services in emergency conditions and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. The method or form of activity used in this community service begins with the formation of a team of disaster response health workers and then training includes a Health Crisis Management simulation. Participants had not received training on table top exercises with a total of 27 people (90%) participants, there was an increase in knowledge before and after education. With the results of the good knowledge category before education, namely 12 participants (40%) to 18 people (60%) and participants were able to carry out disaster management training starting from prevention, mitigation and preparedness carried out in the pre-disaster phase, emergency response activities during the disaster and the post-disaster recovery. Conclusion: Participants understand how to deal with health crises and are skilled in providing health services in emergency situations and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. Keywords: Training, Health Crisis Management, Disaster Prone
PEMBERDAYAAN REMAJA GAMPONG DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI Abdurrahman; Mutiah, Cut; Bustami; Amiruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v7i1.1919

Abstract

Hypertension is the “Silent Killer” and a chronic diseases affecting not only the elderly but also adolescents. High blood pressure in adolescents is influenced by numerous factors, including age, height, gender, obesity, genetic predisposition, physical inactivity, smoking, and alcohol consumption. Hypertension control is a crucial aspect of Non-Communicable Diseases (NCDs) prevention and control. This community service initiative aims to train the “Remaja Gampong Peduli Hypertensi” as part of community empowerment effort within the Hypertension Prevention and Control Program in Karang Anyar Village, Langsa Baro Subdistrict, Langsa City. The implemented methods included team formation, adolescent health screening, training, mentoring, and monitoring and evaluation. The target audience comprises 20 adolescents aged 15–18 years. The implementation stages began with the formation on the RGPH team, followed bya pretest, education and training on the 6 Healthy Lifestyle Practices which form part of comprehensive hypertension management, and mentoring for the hypertension control program. The results showed a significant increase in respondent’s knowledge before and after education about adolescent hypertension and its prevention. During the pretest, only 25% of adolescents had good knowledge category, which increased to 85% after the educational sessions. Furthermore, 20% of adolescents had blood pressure >130/90mmHg, Body Mass Index data revealed that 30% of adolescents were obese, while 10% were categorized as overweight.
Efektivitas edukasi dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan diabetes mellitus pada remaja Humayra, Siti Dara; Veri, Nora; Dewi, Silfia; Dewita, Dewita; Abdurrahman, Abdurrahman
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i2.1157

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis dan progresif yang ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan kadar glukosa darah) yang persisten. Diabetes pada remaja menjadi lebih umum dan diduga disebabkan oleh berbagai faktor seperti obesitas, resistensi insulin, huperglikemia, hipoglikemia, hipertensi, mikroalbuminuria, dislipidemia, merokok, alkohol serta riwayat keluarga dengan DM. Upaya penanggulangan DM tipe 2 pada masa remaja didasarkan pada pencegahan obesitas, dimana salah satunya adalah dengan edukasi. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang DM tipe 2. Metode: Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan pendekatan posttest only control group, yaitu memberikan media edukasi audio visual sebagai perlakuan dan memberikan booklet kepada kelompok kontrol tanpa penjelasan apapun. Jumlah sampel adalah sebanyak 200 remaja yang dibagi kedalam dua kelompok. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa media video edukasi memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap pemahaman remaja tentang DM dengan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Media video edukasi lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan diabetes Melitus pada remaja dibandingkan dengan media booklet.