Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Selektivitas alat tangkap purse seine di Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke Azlhimsyah R. Pamenan; Sunarto Sunarto; Isni Nurruhwati
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.15 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.2.5381

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing-masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg.  Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.Kata Kunci : Purse Seine, Hasil Tangkapan, Selektivitas. Purse seine fishing gears is the second most fishing gears which is used by fisherman in muara angke fishing port after bouke ami fishing gears. The purpose of this research is to analyzed the selectivity level of purse seine fishing gears based on fishing catch. The data collection was collected in muara angke fishing port between 10 mei – 1 juni 2016. The data of fishing catch is collected from 4 unit of purse seine fishing gears with 1 trip from each unit. The data analysis exmines  the composisition of fishing catch and fork length of first maturity fish. The result from this research seeing that purse seine catch 14 different species from the total 75.945 fishes with 9.092 kg total weight. By-catch composistion is 78,7% more high than main catch composition 21,3%. The fork length of main catch which is have maturity size is just 50,1% from fishes were measured. Generally. From seeing the  used factor to measurre the level of fishing gears selectivity, purse seine fishing gears is classffied to the fishing gears that have poor selectivity level.Keywords : Purse Seine, Fishing catch, Selectivity
Peningkatan Harmoni Wilayah Pesisir dan Perubahan Iklim Kepada Siswa SMKN 1 Cidaun Kabupaten Cianjur Jawa Barat Qurnia Wulan Sari; Yuniarti MS Yuniarti; Sunarto Sunarto
Jurnal Berdaya Vol 3, No 1 (2023): Juni-Jurnal of Berdaya
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/job.v3i1.46166

Abstract

Kegiatan sosialisasi yang berlokasi di SMKN 1 Cidaun” sebagai suatu bentuk implementasi dalam upaya memberikan kebermanfaatan terhadap masyarakat, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi mengenai Pengabdian dihadiri 60 orang peserta. Materi yang disampaikan mengenai dampak perubahan iklim pada lingkungan pesisir dan laut. Dampak perubahan iklim bisa terjadi dalam beberapa bentuk, antara lain: meningkatnya suhu permukaan air laut, meningkatnya permukaan air laut, asidifikasi, intensitas dan frekuensi terjadinya gelombang pasang/tsunami. Dampak turunannya mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang (coral bleaching dan melemahnya struktur aragonite karang), perendaman atau pergeseran formasi bakau ke arah daratan, Harmful algal bloom, menurunnya penangkapan ikan. Antisipasi secara lokal untuk mengurangi perubahan iklim salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan selain itu pengelola wilayah pesisir dan lautan harus segera melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim global agar kawasan terwujud kawasan pesisir tangguh (resilient) terhadap perubahan iklim global. Hasil sosialisasi meningkatkan kesadaran dan antisipasi siswa/i secara lokal untuk mengurangi perubahan iklim salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan selain itu pengelola wilayah pesisir dan lautan harus segera melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim global agar kawasan terwujud kawasan pesisir tangguh (resilient) terhadap perubahan iklim global. 
Selektivitas alat tangkap purse seine di Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke Azlhimsyah R. Pamenan; Sunarto Sunarto; Isni Nurruhwati
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.5381

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan dugemslot ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing-masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg. Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.Kata Kunci : Purse Seine, Hasil Tangkapan, Selektivitas.Purse seine fishing gears is the second most fishing gears which is used by fisherman in muara angke fishing port after bouke ami fishing gears. The purpose of this research is to analyzed the selectivity level of purse seine fishing gears based on fishing catch. The data collection was collected in muara angke fishing port between 10 mei 1 juni 2016. The data of fishing catch is collected from 4 unit of purse seine fishing gears with 1 trip from each unit. The data analysis exmines the composisition of fishing catch and fork length of first maturity fish. The result from this research seeing that purse seine catch 14 different species from the total 75.945 fishes with 9.092 kg total weight. By-catch composistion is 78,7% more high than main catch composition 21,3%. The fork length of main catch which is have maturity size is just 50,1% from fishes were measured. Generally. From seeing the used factor to measurre the level of fishing gears selectivity, purse seine fishing gears is classffied to the fishing gears that have poor selectivity level.Keywords : Purse Seine, Fishing catch, Selectivity
Selektivitas alat tangkap purse seine di Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke Azlhimsyah R. Pamenan; Sunarto Sunarto; Isni Nurruhwati
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.5381

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan dugemslot ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing-masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg. Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.Kata Kunci : Purse Seine, Hasil Tangkapan, Selektivitas.Purse seine fishing gears is the second most fishing gears which is used by fisherman in muara angke fishing port after bouke ami fishing gears. The purpose of this research is to analyzed the selectivity level of purse seine fishing gears based on fishing catch. The data collection was collected in muara angke fishing port between 10 mei 1 juni 2016. The data of fishing catch is collected from 4 unit of purse seine fishing gears with 1 trip from each unit. The data analysis exmines the composisition of fishing catch and fork length of first maturity fish. The result from this research seeing that purse seine catch 14 different species from the total 75.945 fishes with 9.092 kg total weight. By-catch composistion is 78,7% more high than main catch composition 21,3%. The fork length of main catch which is have maturity size is just 50,1% from fishes were measured. Generally. From seeing the used factor to measurre the level of fishing gears selectivity, purse seine fishing gears is classffied to the fishing gears that have poor selectivity level.Keywords : Purse Seine, Fishing catch, Selectivity
Edukasi dan Partisipasi Masyarakat untuk Mengatasi Masalah Sampah Laut di Pantai Pangandaran Muhammad Yusuf Awaluddin; Qurnia Wulan Sari; Sunarto
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1687

Abstract

Sampah laut telah menjadi masalah global yang berdampak signifikan terhadap ekosistem laut, ekonomi, pariwisata, dan perubahan iklim. Pengabdian masyarakat ini berfokus di Pantai Pangandaran, dimana aktivitas pariwisata, populasi penduduk, dan kegiatan nelayan menyumbang terhadap persoalan sampah laut di wilayah ini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi kesadaran masyarakat dan mencari solusi penanganan sampah laut yang efektif di Pantai Pangandaran. Melalui survei dan edukasi secara interaktif kepada 25 peserta, kami menemukan peningkatan kesadaran. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan tentang pengetahuan jenis sampah laut dari 55% menjadi 70% dan peningkatan dari 33% menjadi 67% untuk aspek inisiatif memerangi sampah laut. Sementara itu, pelaksanaan praktik di pantai secara langsung berhasil memberikan pengalaman dan pemahaman penanganan sampah laut bagi peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan partisipasi masyarakat bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi dan menjaga kebersihan pantai dari sampah laut.
Merancang Media Edukasi Digital: Pendekatan Design Thinking dalam Pengembangan E-Booklet Ekowisata Mangrove Ilma Mufida Inayati; Sunarto Sunarto; Ahmad Prawira Dhahiyat; Donny Juliandri Prihadi; Shafira Bilqis Annida
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v4i4.6479

Abstract

This study aims to design an ecotourism e-booklet on mangrove conservation for visitors of Angke Kapuk Nature Tourism Park (TWA Angke Kapuk) using a design thinking approach. The background of this research is the limited availability of interactive educational media in the park, which causes tourists to focus mainly on recreation without gaining a deeper understanding of mangrove conservation. A mixed methods approach was applied, combining surveys with 30 visitors, interviews with park managers, and design thinking stages including empathize, define, ideate, prototype, and test. Initial surveys revealed a low satisfaction level with existing media (average score 2.93), while interest in a digital e-booklet was very high (86.7%). The developed prototype contains information about mangrove ecosystem functions, seedling processes, planting techniques, monitoring activities, and includes interactive quizzes as well as QR codes linking to videos. Testing results indicated a significant increase in visitor satisfaction (average 4.36) and conservation awareness, with respondents stating that the e-booklet provided new knowledge (mean 4.50) and raised awareness of the importance of protecting mangroves (mean 4.63). Thus, the e-booklet is proven effective as an interactive educational medium that supports conservation efforts and sustainable ecotourism development in TWA Angke Kapuk.
Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Kondisi Mangrove Hasil Rehabilitasi di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Alika Tsabita; Sunarto Sunarto; Yuniarti MS; Wahyuniar Pamungkas
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.65378

Abstract

ulau Harapan merupakan salah satu wilayah di Kepulauan Seribu yang melakukan rehabilitasi mangrove dengan jenis Rhizophora stylosa sejak tahun 2005. Tetapi, pertumbuhan diameter batang mangrove yang cenderung lambat menjadikan rehabilitasinya tidak optimal. Tujuan dilaksanakannya riset ini adalah untuk menganalisis faktor lingkungan yang memengaruhi kondisi mangrove hasil rehabilitasi di Pulau Harapan. Metode yang digunakan yakni survei lapangan untuk mendapatkan data kondisi mangrove, data faktor lingkungan berupa suhu, salinitas, pH, DO, nitrat, fosfat, serta jenis substrat dari ekosistem mangrove. Untuk mengetahui keterkaitan kondisi mangrove dengan faktor lingkungan, dilakukan Principal Component Analysis. Terdapat 3 stasiun pengamatan pada penelitian yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan utama berupa perbedaan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove hasil rehabilitasi di Pulau Harapan berada dalam kondisi baik dan sangat padat. Tetapi, jarak penanaman yang terlalu dekat serta tidak dilakukannya penjarangan saat mangrove mulai tumbuh besar menyebabkan ketidakcukupan ruang untuk mangrove dapat tumbuh dengan baik. Kondisi mangrove di Pulau Harapan yang berupa kerapatan dan pertumbuhan, utamanya dipengaruhi oleh substrat pada ekosistem mangrove yang kasar serta kandungan nutrien dengan konsentrasi yang cukup tinggi, dimana konsentrasi fosfat berkisar 0,038 – 0,062 mg/L dan konsentrasi nitrat berkisar 0,059 – 0,461 mg/L. Selain itu, faktor lingkungan lain seperti nilai pH yang berada di bawah baku mutu yang telah ditetapkan serta kondisi perairan Pulau Harapan yang termasuk dalam kategori tercemar ringan turut berpengaruh pada kondisi mangrove. Harapan Island is one of the areas in the Thousand Islands that has been rehabilitating mangroves with the type Rhizophora stylosa since 2005. However, the slow growth of mangrove trunk diameter makes the rehabilitation not optimal. The purpose of this research is to analyze environmental factors that affect the condition of rehabilitated mangroves on Harapan Island. The method used is a field survey to obtain data on mangrove conditions, environmental factor data in the form of temperature, salinity, pH, DO, nitrate, phosphate, and substrate types from mangrove ecosystems. To determine the relationship between mangrove conditions and environmental factors, a Principal Component Analysis was conducted. There are 3 observation stations in the study that are determined using the purposive sampling method with the main consideration being differences in environmental conditions. The results of the study show that the rehabilitated mangroves on Harapan Island are in good condition and very dense. However, the planting distance that is too close and the lack of thinning when the mangroves begin to grow large causes insufficient space for mangroves to grow properly. The condition of mangroves on Harapan Island, which is in the form of density and growth, is mainly influenced by the substrate in the mangrove ecosystem which is rough and the nutrient content with a fairly high concentration, where the phosphate concentration ranges from 0.038 – 0.062 mg/L and the nitrate concentration ranges from 0.059 – 0.461 mg/L. In addition, other environmental factors such as pH values that are below the predetermined quality standards and the condition of the waters of Harapan Island which are included in the lightly polluted category also affects the condition of mangroves.
STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI EKOSISTEM MANGROVE PANTAI KEJAWANAN: HUBUNGAN PARAMETER LINGKUNGAN TERHADAP KELIMPAHAN GASTROPODA Tinta Yuandita; Donny Juliandri Prihadi; Asep Sahidin; Sunarto Sunarto; Neng Tanty Sofyana; Salsabila Putri Syakilah
Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1706

Abstract

This study aims to determine the structure of the gastropod community and the relationship between environmental parameters and gastropod abundance in the mangrove ecosystem of Kejawanan Beach. This study used a survey method using 10 x 10 m quadrant transects with 1 x 1 m subplots inside, with five points placed at each corner and in the center. The results of the study showed 12 families, including Potamididae, Littorinidae, Cerithiidae, Ellobiidae, Naticidae, Melongenidae, Coniidae, Nassariidae, Clavatulidae, Assimineidae, Ampullariidae, and Achatinidae. The total abundance of gastropods was 32.78 ind/m2. The diversity (H’) obtained falls into the moderate diversity category, with a value of 1.61. The evenness (E) obtained falls into the moderate evenness category and indicates a stable community, with a value of 0.62. The dominance (C) of gastropods indicates that no single species dominates across all research stations. The abundance of gastropods in the mangrove ecosystem of Kejawanan Beach shows a strong and positive relationship with environmental parameters such as silt fraction and salinity, and has a negative correlation with sand fraction and Dissolved Oxygen (DO).