Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IDENTIFIKASI PERALATAN KESELAMATAN KAPAL PADA KAPAL LATIH KM. JALA JANA 05 DI PARIAMAN, SUMATERA BARAT Ratih Purnama Sari; Lalu Achmad Jani Qhadaffi; Suci Asrina Ikhsan
COJ (Coastal and Ocean Journal) Vol. 4 No. 2 (2020): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.955 KB) | DOI: 10.29244/COJ.4.2.77-83

Abstract

Kapal latih KM. Jala Jana 05 merupakan kapal latih Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pariaman dimana dalam pengoperasiannya menggunakan alat tangkap pancing ulur (hand line). Aktivitas pengoperasian alat tangkap pada kapal ikan memiliki peluang kecelakaan yang tinggi. Hal ini berlaku juga terhadap keselamatan pekerja mulai dari aktivitas persiapan baik di pelabuhan, menuju fishing ground, hingga kembali ke darmaga. Aspek yang diamati adalah jenis perlengkapan keselamatan jiwa, peralatan bantu navigasi, alat perlindungan diri beserta jumlahnya. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada kapal KM. Jala Jana 05 diperoleh bahwa beberapa alat keselamatan diatas kapal dan alat navigasi terdiri dari sekoci/rakit penolong, pelampung penolong (life buoy), baju penolong (life jacket), VFH DSC, pemadam kebakaran, kompas magnet, peta laut, GPS, dan echo sounding device. Alat pelindung diri KM. Jala Jana 05 yang terdapat di kapal adalah sarung tangan sebanyak 2 kotak, kacamata kerja sebanyak 3 unit, serta 1 kotak alat P3K.
KARAKTERISTIK PERIKANAN TANGKAP DI KEPULAUAN KANGEAN, KABUPATEN SUMENEP, MADURA Suci Asrina Ikhsan; Muhammad Nur Arkham
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v10i2.8391

Abstract

Perikanan skala kecil sangat penting di negara berkembang, dimana ketergantungan pada sumber daya pesisir sangat tinggi dan dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah adanya kebutuhan pangan yang sangat penting namun belum tereskplorasinya perikanan tangkap untuk daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pemanfaatan sumber daya perikanan skala kecil di Kepulauan Kangean. Penelitian ini berlokasi di Kepulauan Kangean, tepatnya di Kecamatan Raas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengarsipan data pendukung. Analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menyebutkan bahwa karakteristik perikanan tangkap yang ada di pulau-pulau di Kecamatan Raas adalah nelayan skala kecil. Nelayan skala kecil yang ada di lokasi penelitian melakukan aktivitas penangkapan hanya di sekitar pantai dan tidak jauh dari pantai. Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan kecil di lokasi penelitian adalah pancing tonda, pancing gurita, gillnet, pancing ulur, dan bubu lipat. Armada penangkapan yang digunakan adalah kapal tanpa motor (sampan) sebanyak 62% dan kapal motor dengan kapasitas <5GT sebanyak 30%. Musim penangkapan nelayan kecil ini sangat dipengaruhi oleh musim dan kondisi ekosistem perairan disekitar.Title: Characteristics of Capture Fisheries In the Kangean Islands of Sumenep, Regency MaduraSmall-scale fisheries play an important role in developing countries where they highly depend on coastal resources. Moreover, small-scale fisheries make a significant contribution to food security and income enhancement. The problem occurs when the capture fisheries have not been explored in this area while there are a significant needs of food. The purpose of this research was to analyze the characteristics and utilization of small-scale fisheries resources in the Kangean Islands. The location of the research was in District of Raas, Kangean Islands. Data were collected from interviews, observation, and supporting data archives. The study used qualitative descriptive analysis. The results of this study identified that the characteristics of capture fisheries in the District of Raas, Kangean Islands, are small-scale fishers. The fishing activities of those small-scale fishers are conducted around the beach. They use trolling, octopus fishing rod, gillnet, fishing line, and folding traps. The fishing fleet used by the small-scale fishers are mostly non-motorized boats (canoe) as much as 62% and motorboats with capacities <5GT as much as 30%. The fishing season of these small-scale fishers is highly influenced by the season and condition of the surrounding aquatic ecosystem.
STATUS PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL DI DUMAI, RIAU Muhammad Nur Arkham; Perdana Putra Kelana; Tyas Dita Pramesthy; Djunaidi; Sri Yenica Roza; Suci Asrina Ikhsan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.235-242

Abstract

Kota Dumai memiliki nelayan perikanan tangkap skala kecil yang menjadikan ikan demersal sebagai target utama. Daerah penangkapan ikan demersal yang relatif mudah dan dekat untuk diakses serta memiliki milai ekonomis yang cukup tinggi menjadi daya tarik bagi nelayan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung tingkat pemanfaatan, nilai MSY dan JTB di perairan Dumai. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu jumlah trip dan jumlah hasil tangkapan jaring insang, sondong dan pengerih sejak tahun 2014 hingga 2018. Nilai MSY dan upaya optimum dianalisis menggunakan model produksi surplus oleh Schaefer. Persamaan regresi antara upaya standar (f) dengan CPUE adalah dengan nilai R2 = 0,9273. Jumlah upaya optimum (Fopt) adalah 4.604 trip/tahun dan nilai MSY sebesar 918,47 ton/tahun. Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan mencapai 83% termasuk dalam kategori optimum. Nilai JTB ikan demersal sebesar 734,78 ton. Status pemanfaatan ikan demersal di perairan Dumai masuk kedalam kategori tangkap berlebih. Perlu ada pengaturan ulang mengenai upaya penangkapan (f) guna menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan kegiatan perikanan tangkap ikan demersal di Kota Dumai. Kata kunci: CPUE, Dumai, ikan demersal, MSY
Identifikasi Intensitas Aktivitas Kerja Awak Kapal Purse seine di Perairan Selat Malaka Suci Asrina Ikhsan; Sri Yenica Roza; Ratih Purnama Sari; Roma Yuli F. Hutapea; Muhammad Zaki Latif Abrori
Jurnal Airaha Vol 11 No 01: June 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.841 KB) | DOI: 10.15578/ja.v11i01.328

Abstract

Work intensity measures how much to do an activity that uses a measurement scale. The intensity of work in doing a lot of work causes the crew to become tired, reduces performance and concentration, and affects the crew's safety. Fatigue and reduced concentration at work have the potential to cause work accidents. The work intensity of the crew on the operation of purse seine fishing gear is influenced by the stages of work activity. The stages of this activity consist of primary and secondary activities. The purpose of this research is to find out the work intensity of crew activities on the operation of purse seine fishing gear in the waters of the Malacca Strait (WPP 571). The method used is hierarchical task analysis. The high intensity of work on purse seine vessels is when carrying out fishing operations. The fishing is in the 5th stage, namely hauling or lifting the net. Using purse seine gear, work on fishing vessels has 56 primary and seven secondary activities. The total work intensity (IKT) on the purse seine operation is 2501 OA (activity person), the high work intensity and rest time on the purse seine ship still meet the STCW Manila amendment.
KAJIAN PENGELOLAAN PERIKANAN GILLNET BERBASIS EKOSISTEM PADA DOMAIN SOSIAL DAN EKONOMI DI PERAIRAN DUMAI Ratih Purnama Sari; Roma Yuli F Hutapea; Suci Asrina Ikhsan; Rangga Bayu Kusuma Haris; Ratu Ratu Sari Mardiah; Mathius Tiku
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pengelolaan perikanan di Kota Dumai termasuk kedalam WPP NRI 571 yaitu wilayah perairan Selat Malaka dan Laut Andaman. Selat Malaka umumnya memiliki produktivitas tinggi, wilayah padat nelayan, dan aktivitas eksploitasi sumberdaya ikan (SDI) dilakukan secara intensif. Kekuatan pengelolaan sumberdaya perikanan terletak pada masyarakat dengan potensi sosialnya dan pemerintah dengan kebijakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi pengelolaan perikanan gillnet berdasarkan indikator pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (EAFM). Penelitian ini dilakukan di daerah sekitar wilayah Perairan Dumai. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah Kecamatan Selinsing, Purnama, Medang Kampai, dan Mundam. Analisis penelitian dengan pendekatan ekosistem ini dibatasi pada domain ekonomi yang terdiri dari 3 indikator, yaitu: (1) Pendapatan rumah tangga, (2) Rasio tabungan, (3) kepemilikan aset, dan domain sosial yang terdiri dari 3 indikator yaitu: (1) Partisipasi Pemangku Kepentingan, (2) Konflik Sosial, (3) Pemanfaatan Pengetahuan Lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Berdasarkan survei dan analisis yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa pendapatan rumah tangga perikanan (RTP) nelayan di Kota Dumai kurang dari rata-rata Upah Minimum Regional (UMR). Penilaian terhadap rasio tabungan (Saving Ratio) rata-rata tidak bernilai negatif. Penilaian terhadap kepemilikan aset dapat dikatakan bernilai tetap/tidak ada peningkatan. Konflik antar nelayan dapat terjadi selama 2 hingga 4 kali dalam kurun waktu satu tahun, artinya frekuensi sedang. Adanya upaya dari para stakeholders untuk mendampingi para nelayan dalam pengelolaan sumberdaya ikan namun masih perlu dioptimalkan. Pengetahuan lokal masyarakat nelayan gillnet terkait alat tangkap, daerah penangkapan, peraturan tentang wilayah penangkapan sudah ada, namun masih belum efektif dilakukan untuk pengelolaan yang berkelanjutan.
CATCH WAGE SHARING STUDY PURSE SEINE SHIP AT PT. HASIL LAUT SEJATI (HLS) BATAM RIAU ISLANDS Yaser Krisnafi; Roma Yuli F Hutapea; Rio Arianda Simarmata; Suci Asrina Ikhsan; Djunaidi Djunaidi
Aurelia Journal Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i1.12223

Abstract

Wages are compensation received by workers based on their position. The division of the catch has been stated in several regulations, namely Law Number 16 of 1964 article 3 and Minister of Maritime Affairs and Fisheries Regulation Number 42 of 2016 article 26. The purpose of this research was to determine the catch on purse seine vessels, the organizational structure of wages, and the application of profit sharing systems and crew wages on purse seine at PT Hasil Laut Sejari (HLS). Data collection was carried out 3 times. Position at KM. Sumber Fortuna influences the wages received by the ship's crew. The total catch production for 3 trips is 64,463 kg. Distribution of wages for crew members (ABK) per 1 part, the first trip to the third trip. The wages received by the crew on the first trip were Rp. 162,402,-. on the second trip Rp. 1,335,547, - and on the third trip Rp. 963,181, - according to Law no. 16 of 1964 and Permen KP Number 42 of 2016, the distribution of wages is not ideal because the wages received by ABK are very small and far below the Riau Islands Province Minimum Wage.
KESESUAIAN KRITERIA TEKNIS DAN OPERASIONAL PPS NIZAM ZACHMAN JAKARTA TERHADAP PERATURAN TENTANG KEPELABUHANAN PERIKANAN Yaser Krisnafi; Ratih Purnama Sari; Suci Asrina Ikhsan; Ratu Sari Mardiah; Roma Yuli F Hutapea; Rangga Bayu Kusuma Haris
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.323-331

Abstract

Volume perikanan PPS Nizam Zachman pada Tahun 2021 adalah sebesar 79 juta ton dengan nilai produksi perikanan laut yang didaratkan di PPS Nizam Zachman Tahun 2021 adalah sebesar 588,5 Milyar Rupiah sehingga membutuhkan fasilitas baik pokok, fungsional, dan penunjang. Sebuah Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) harus memiliki kriteria teknis dan operasional tertentu agar fungsi dan peranan Pelabuhan dapat berjalan dengan baik. Perlu dilakukan kajian mengenai kesesuaian teknis dan operasional Pelabuhan perikanan di PPS Nizam Zachman berdasarkan PERMEN-KP RI NOMOR PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan. Pengambilan data dilakukan di PPS Nizam Zachman pada Bulan Januarai 2023. Kriteria yang dikaji pada penelitian ini adalah kesesuaian pada kriteria teknis, yaitu: fasilitas tambat labuh, panjang darmaga dan kolam Pelabuhan, kapasitas kapal yang mampu ditampung dan jumlah keseluruhan GT kapal, dan Luas lahan Pelabuhan. Sedangkan kesesuaian kriteria operasional, yaitu: jumlah ikan yang diekspor, aktivitas bongkar muat dan pemasaran, dan terdapat industri pengolahan dan industri penunjang. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa semua kriteria yang diteliti baik teknis maupun operasional sudah sesuai dengan PERMEN-KP RI NOMOR PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan. Fasilitas tambat labuh didominasi oleh kapal-kapal berukuran 101-200 GT. Total panjang dermaga di PPS Nizam Zachman Jakarta yaitu 2.272 meter. Kolam pelabuhan dapat menampung sebanyak 540 unit dalam 1 bulan. Luas lahan Pelabuhan PPS Nizam Zachman 71 Ha. Ikan hasil tangkapan yang dipasarkan secara ekspor sebesar 16.500 ton pada tahun 2021. Jumlah perbekalan/muatan kapal yang dibawa dan distribusi pemasaran ikan dalam satu hari melebihi 50 ton. Terdapat banyak industry pengolahan dan penunjang di PPS Nizam Zachman Jakarta.
THE LEVEL OF ENVIRONMENTAL SENSITIVENESS OF PURSE SEINE FIRING AT KM SAMOSIR 08 AND KM SERASI PUTRA IN THE CITY OF SIBOLGA, NORTH SUMATERA Hutapea, Roma Yuli; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Hasibuan, Sony Cristian; Ikhsan, Suci Asrina; Pramesthy, Tyas Dita; Arkham, Muhammad Nur
Aurelia Journal Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i2.13254

Abstract

There are several types of purse seine in Sibolga, namely tuna trawls, snare seines and meeting trawls. The main catch from purse seine is pelagic fish. Purse seine catches are related to the mesh size of the fishing gear. The mesh size is small so it can catch more than 3 species of catch which are classified as non-environmentally friendly fishing gear. The aim of this research is to find out whether purse seine fishing gear in Sibolga is environmentally friendly fishing gear or not. The research was conducted March 1 – June 30 2021 at the Sibolga Fishing Port (PPN), The research was carried out at KM Samosir 08 on cob trawl fishing gear and KM Serasi Putra on cob trawl fishing gear. The data analysis used is a scoring analysis of environmentally friendly fishing gear criteria. Trawls and cob trawls are environmentally friendly fishing gear and meet the 9 criteria for environmentally friendly fishing gear. The score for the level of environmental friendliness of the tuna trawl fishing gear was 33 and the meeting trawl was 32.6 with the criteria being included in the group of very environmentally friendly fishing gear.
ANALYSIS OF WORKING RISK OPERATION OF POLE AND LINE FISHING IN NORTH MALUKU WATERS Ikhsan, Suci Asrina; Pramesthy, Tyas Dita; Tiku, Mathius; Arkham, Muhammad Nur; Hutapea, Roma Yuli F.; Ananda, Tuah
Aurelia Journal Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i2.13359

Abstract

Pole and line is one of the most dominant fishing tools at the Bitung Ocean Fishing Port. The aim of this research is to determine the risk of work accidents when operating pole and line fishing gear. The data used in the research was taken by direct observation in the field and using the HTA (Hierachical Task Analysis) method. This method is used to find out all the activity processes of a job, in order to know the sub-activities when operating pole and line fishing gear. The risk of work accidents that can occur when operating pole and line fishing equipment is in the low risk and medium risk categories. Activities that have low risk are 9 activities with a percentage of 75% including activities: 1) ship leaning against a floating chart, crew members walking on a floating chart, 2) putting fish (bait) into cans, 3) putting fish (bait) into hatch, 4) paying for bait, 5) crew turning on the water pump, 6) crew preparing for fishing, 7) watering caught fish, 8) putting fish into the hold, 9) giving ice to the fish. There are 3 medium risk activities with a percentage of 25%, the activities include: 1) buoys spreading live bait on the sea surface, 2) fishing line withdrawal, 3) fishing line lowering. There were no high risk activities found in the operation of pole and line fishing gear.
PERSEPSI DAN PRODUKSI HASIL TANGKAPAN NELAYAN SKALA KECIL DI KOTA DUMAI PROVINSI RIAU PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Djunaidi; Arkham, Muhammad Nur; Ikhsan, Suci Asrina; Amrullah, Mohd. Yusuf
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.165-172

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 memberikan dampak terhadap sektor perikanan, salah satu kota pesisir yang terdampak adalah Kota Dumai. Secara umum, terjadi penurunan aktivitas penangkapan ikan yang dapat menurunkan produksi perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi nelayan kecil terhadap Covid-19 dan mengetahui hasil tangkapan nelayan kecil pada saat sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 di Kota Dumai. Pengambilan persepsi nelayan dilakukan dengan cara wawancara dan data hasil tangkapan ikan didapatkan dari pendataan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai. Responden dalam penelitian adalah nelayan jaring insang dan sondong. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan sebanyak 56 % nelayan di PPI Kota Dumai cukup memahami informasi tentang Covid-19 dan 54 % nelayan telah menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker setiap keluar rumah. Rata-rata hasil tangkapan ikan jaring insang di PPI Kota Dumai sebelum terjadinya pandemi Covid-19 (bulan Januari-April 2020) sebesar 24.649,5 kg, setelah terjadi pandemi Covid-19 (Mei-Agustus) mengalami penurunan sebanyak 37,5 % (9.255,0 kg). Rata-rata hasil tangkapan ikan dengan alat tangkap sondong di PPI Dumai sebelum pandemi Covid-19 (Januari-April 2020) sebanyak 11.603,3 kg, setelah terjadi pandemi Covid 19 (Mei-Agustus) terjadi penurunan sebanyak 19,4 % (2.256,3 kg). Kata kunci: nelayan skala kecil, pandemi Covid-19, persepsi nelayan, PPI Dumai