Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Manfaat Pengelolaan Suaka Perikanan Terubuk (SPT) Bagi Masyarakat Pesisir di Perairan Bengkalis, Riau: Pendekatan Sistem Sosial-Ekologi: The Benefits of Managing The Terubuk Fish Sanctuary (SPT) for Coastal Communities in Bengkalis Waters, Riau: a Social-Ecological Systems Approach Kusuma Haris, Rangga Bayu; Ikhsan, Suci Asrina; Djunaidi, Djunaidi; Kelana, Perdana Putra; Pramesthy, Tyas Dita; Widagdo, Aris; Febrianto, Fredi; Anwar, Sony; Habib EY., M.; Arkham, Muhammad Nur
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.51619

Abstract

Penetapan Suaka Perikanan Terubuk (SPT) berdasarkan Peraturan Bupati Bengkalis No. 15 Tahun 2010 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.59/MEN/2011 tentunya memberikan dampak sosial dan ekologi yang positif. Penelitian ini bertujuan menilai manfaat sosial dan ekologi SPT bagi masyarakat pesisir di Perairan Bengkalis, Riau. Data diperoleh melalui wawancara dan analisis produksi perikanan berdasarkan ketersediaan data dari tahun 2008-2016. Keberadaan ikan terubuk di perairan Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Siak lekat dengan nilai sejarah dan budaya. Hasil dari pemodelan peramalan produksi selama 10 tahun menunjukkan penurunan produksi ikan terubuk, dengan prediksi penurunan 1,37 ton per tahun (-0,58%) berdasarkan model S-Curve. Hasil analisis statistik (t-test) juga menyebutkan tidak ada pengaruh antara sebelum dan setelah diterbitkannya SK (Peraturan Larangan Terubuk) dengan melihat nilai P-Value > 0,005. Secara umum, pengelolaan perikanan Terubuk yang ada di Perairan Provinsi Riau belum efektif dengan hanya diterbitkannya SK pengelolaan Kawasan, akan tetapi diperlukan beberapa langkah strategis diantaranya adalah dengan meningkatkan peran Masyarakat dalam pengelolaan, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum dalam melakukan konservasi perikanan Terubuk.
Identifikasi Fasilitas dan Strategi Pengembangan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPII) DUMAI Selama Pandemi COVID-19 Rikardo, Muhammad; Mardiah, Ratu Sari; Tiku, Mathius; Ikhsan, Suci Asrina; Hutapea, Roma Yuli Felina
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.13831

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPII) Dumai merupakan sentral kegiatan perikanan tangkap, tetapi belum memiliki fasilitas yang memadai secara fungsi nya. Selama 13 tahun beroperasi di Kelurahan Pangkalan Sesai, PPII Dumai belum mengalami pengembangan fasilitas yang signifikan. Hal ini disebebkan oleh beberapa faktor. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi fasilitas-fasilitas PPI Dumai dan menentukan strategi pengembangan PPI Dumai. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dan wawancara menggunakan kuisioner terbuka kepada 5 nelayan dan 3 petugas Pelabuhan Perikanan. Data diolah secara deskriptif dengan analisis tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan perikanan dan SWOT. Berdasarkan hasil identifikasi, PPI Dumai termasuk tipe pelabuhan perikanan D, yaitu PPII (Pangkalan Pendaratan Ikan) Dumai. Fasilitas di PPI Dumai terdiri atas fasilitas pokok (5 macam fasilitas), fungsional (9 macam fasilitas) dan penunjang (7 macam fasilitas). Tingkat pemanfaatan fasilitas-fasilitas PPI Dumai 78%, maka tingkat pemanfaatan fasilitas belum mencapai kondisi optimal. Pengembangan pelabuhan perikanan Dumai dapat dilakukan dengan menggunakan strategi S-O (strength-oPPIortunity), yaitu strategi menerapkan kekuatan dengan memanfaatkan peluang kebijakan yang bersifat agresif.Fishing Port (PPI) of Dumai is one of the infrastructure used by Dumai fishermen to carry out capture fisheries activities. The facilities owned by fishing ports are determining in optimizing capture fisheries activities. Therefore, the aim of this research is to identify the condition of PPI Dumai's facilities and determine PPI Dumai's development strategy. The research was carried out using survey and interview methods with 5 fishermen and 3 fishing port officers. The data is processed descriptively by analyzing the level of utilization of fishing port facilities and SWOT. Based on the identification results, PPI Dumai is included in type D fishing port, namely PPII (Fish Landing Base) Dumai. Facilities at PPI Dumai consist of basic facilities (5 types of facilities), functional (9 types of facilities) and suPPIorting (7 types of facilities). The level of utilization of PPI Dumai facilities is <100%, so the level of facility utilization has not reached optimal conditions. The development of the Dumai fishing port can be carried out using the S-O (strength-oPPIortunity) strategy, namely the strategy of aPPIlying strength by taking advantage of aggressive policy oPPIortunities.
EVALUASI TEKNIK PENGOPERASIAN PURSE SEINE PADA KM. SUMBER REZEKI Mardiah, Ratu Sari; Hutapea, Roma Yuli Felina; Kelana, Perdana Putra; Ikhsan, Suci Asrina; Sari, Ratih Purnama; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Tiku, Mathius
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 1 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.1.099-108

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi teknik pengoperasian purse seine pada KM. Sumber Rezeki berdasarkan Permen KP No 18 Tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan KM. Sumber Rezeki milik PT. HLS tahun 2022. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Hasil nya adalah purse seine yang digunakan KM. Sumber Rezeki adalah jenis purse seine pelagis kecil dengan nama daerah pukat langgar. Konstruksinya terdiri atas tali ris atas 450 m, tali ris bawah 450 m, tali pelampung 450 m, tali pemberat 450 m, srampat 450 m, tali cincin 450 m, pelampung 1500 buah, pemberat 700 buah, cincin 105 buah. Alat bantu pengoperasian purse seine adalah rumpon menetap dan lampu. Kapal yang digunakan adalah kapal motor dengan ukuran 168 GT. Penangkapan ikan dilakukan pada jalur III dan WPP 711. Berdasarkan evaluasi teknik pengoperasian purse seine, tujuh aspek telah dinyatakan sesuai yaitu mesh size dan panjang tali ris sesuai, ukuran kapal dan jalur penangkapan telah sesuai. Satu aspek yang belum sesuai yaitu pengoperasian pukat langar tidak dilengkapi dengan radar reflektor sebagai alat bantu penangkapan. Kata kunci: evaluasi, pengoperasian, purse seine, teknis
INTERPRETASI HASIL TANGKAPAN DENGAN DUA TRIP PENANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE DI TANJUNG BALAI PROVINSI SUMATERA UTARA Ikhsan, Suci Asrina; Krisnafi, Yaser; Fernanda, M. Alfikhry; Mardiah, Ratu Sari; Tiku, Mathius; Hutapea, Roma Yuli F.
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1371

Abstract

Kota Tanjung Balai merupakan salah satu kota potensial perikanan laut yang ada di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Berbagai perusahaan perikanan terdapat di kota Tanjung Balai, salah satunya adalah PT. Selamat Abadi. KM. Malindo Indah merupakan armada penangkapan yang dimiliki PT. Selamat Abadi. KM. Malindo Indah mengoperasikan alat tangkap purse seine di perairan 711, dengan potensi utamanya adalah ikan pelagis kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah menginterpretasikan komposisi hasil tangkapan KM. Malindo Indah dan mengidentifikasi hasil tangkapan utama dan hasil tangkpan sampingan KM. Malindo Indah. Penelitian dilaksanakan dengan kapal purse seine KM. Malindo Indah yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 30 April 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Purse seine merupakan alat tangkap yang bersifat multi species. Hasil tangkapan KM Malindo Indah didominasi oleh ikan pelagis kecil, dengan total hasil tangkapan trip pertama sebanyak 73.425 kg dan trip kedua sebanyak 44.421 kg. Persentase hasil tangkapan KM. Malindo Indah sebanyak 62% trip pertama, sedangkan trip kedua sebanyak 38%. Hasil tangkapan KM. Malindo Indah 99% adalah hasil tangkapan utama, sedangkan 1% nya adalah hasil tangkapan sampingan. Hasil tangkapan utama KM. Malindo Indah yaitu Layang (93%), Kembung (3%), Selar (2%), Tongkol (1%) dan Mata Besar (1%), sedangkan hasil tangkapan sampingan KM. Malindo Indah adalah Caru dan Bawal.
POTRET PERIKANAN TANGKAP KOTA DUMAI SEJAK 2017 HINGGA 2021 Ikhsan, Suci Asrina; Mardiah, Ratu Sari; Hutapea, Roma Yuli F.; Sari, Ratih Purnama; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Tiku, Mathius
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2891.36 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.65-71

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi produksi perikanan tangkap di Kota Dumai sejak 2017 hingga 2021, dan menganalisa karakteristik unit penangkapan ikan di kota tersebut. Penelitian menggunakan data sekunder tahunan (2017-2021) berupa jumlah nelayan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, produksi perikanan tangkap, dan nilai produksi perikanan tangkap diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Dumai. Untuk memperoleh kajian yang lebih komprehensif, data primer diperoleh dengan cara wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data produksi perikanan mengalami fluktuasi. Pada tahun 2017 data produksi sebesar 930.815 kg dan menurun signifikan pada tahun 2018 (564.766 kg), kemudian mengalami kenaikan setiap tahun secara perlahan. Kegiatan penangkapan ikan di Kota Dumai tersebar pada 5 kecamatan dari 7 kecamatan, yaitu Medang Kampai, Sungai Sembilan, Dumai Barat, Dumai Timur, dan Dumai Kota. Karakteristik perikanan tangkap Kota Dumai adalah Perikanan Tangkap Skala Kecil atau tradisional. Nelayan di Kota Dumai didominasi oleh nelayan utama. Kapal yang digunakan terdiri atas beberapa jenis, yaitu kapal motor (KM) ukuran 5-30 GT, motor tempel (MT) ukuran 5 GT, perahu tanpa motor (PTM), dan nelayan tanpa perahu (NTP). Alat tangkap yang digunakan terdiri atas alat tangkap aktif, pasif, dan statis.
PHYSICAL BODY RISKS DURING PURSE SEINE FISHING EQUIPMENT OPERATION ON KM. GODBLESS 08 Ikhsan, Suci Asrina; Arkham, Muhammad Nur; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Kelana, Perdana Putra; Maulana, Muhammad Agung
Aurelia Journal Vol 6, No 2 (2024): October
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v6i2.15046

Abstract

Work productivity can decrease if a worker suffers from musculoskeletal disorders (MSDs). Ergonomic review study so that MSDs can be prevented or minimized. The study examined MSDs in ABK operating purse seine fishing gear. The method used in this study is the WERA (Workplace Ergonomic Risk Assessment) method. The results of the study obtained the risk level in 3 work positions with a medium level and one work position at a low level. The score at the medium level is between 39 and 42 scores, while the score for the low level itself is at 27. The highest score is in the stern work position with a value of 42 and the lowest score occurs in the work position handling the catch with a value of 27.
OPERATIONAL WORK OF A SQUID TRANSPORTING SHIP CASE STUDY ON KM PERINIS JAYA 89 Ikhsan, Suci Asrina; Sari, Iya Purnama; Widagdo, Aris; Djunaidi, Djunaidi; Sumitro, Martinus Robinson; Aidil, Fikri
Aurelia Journal Vol 7, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v7i2.16754

Abstract

Carrier vessels play a crucial role in the capture fisheries industry, particularly as transportation modes responsible for delivering harvested products from fishing grounds to the shore or port. This strategic function requires the implementation of clear Standard Operating Procedures (SOPs) to ensure that handling practices comply with regulations and meet quality standards. Therefore, assessing the application of SOPs on squid carrier vessels is essential to determine the extent to which existing procedures align with proper handling standards and regulatory requirements. The objective of this study is to evaluate the conformity of SOP implementation on squid carrier vessels with applicable regulations, identify weaknesses or inconsistencies in operational practices, and provide recommendations for improvements that may enhance product quality, operational efficiency, and the sustainability of fisheries enterprises. This research was conducted from March to May 2025, using KM Perintis Jaya 89 as the research object, a squid carrier vessel owned by Perintis Jaya International operating in Benoa, Bali. Data collection was carried out through direct observation during the vessel’s operational trips, including documentation of the number of trips, travel duration, cargo volume, and fuel consumption. The main focus of the assessment was the handling of squid, encompassing loading, storage, and unloading activities carried out by the carrier vessel. The findings indicate that KM Perintis Jaya 89 has implemented SOPs in accordance with policy directives. Proper and consistent SOP implementation supports effective and efficient vessel operations, thereby ensuring the maintained quality of squid products destined for market distribution.
STUDY ON CATH HANDLING IN PURSE SEINE FISHERIES KM. BINTANG MAS AT PEKALONGAN FISHING PORT Sari, Ratih Purnama; Larasati, Rakhma Fitria; Ikhsan, Suci Asrina; Akbar, R. Mohamad Adha; Habib, E.Y., M.
Jurnal Segara Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v20i2.17613

Abstract

Pekalongan National Fishing Port (PPN Pekalongan), a type B fishing port, is recognized for its well-managed facilities and serves as an operational base for purse seine vessels. Purse seines are widely employed to harvest schooling pelagic fish, most of which are species of high economic value, thus requiring appropriate handling to maintain quality. This study aims to examine the handling practices of purse seine catches on board KM. Bintang Mas Maritim, focusing on storage temperature, handling equipment, and storage duration under freezer-based systems. Data collected included fish temperature at hauling, during freezing, and after storage, as well as the handling methods and equipment used by fishermen. The initial body temperature of the fish was 29.3°C at hauling. Fish were sorted by species, size, and quality, then washed and frozen at -18°C for 24 hours. Once frozen, they were packaged and transferred to the fish hold at -13.7°C for storage. The findings highlight the importance of systematic handling, washing, rapid freezing, and controlled storage—to maintain fish quality and extend shelf life.
ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT IN WATER, SEDIMENT, AND FISH IN THE WATERS OF DUMAI CITY, RIAU PROVINCE Djunaidi, Djunaidi; Arkham, Muhammad Nur; Hutapea, Roma Yuli F.; Kelana, Perdana Putra; Ikhsan, Suci Asrina; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Widagdo, Aris; Sari, Iya Purnama; Rejeki, Sri Untari Puji; Sumitro, Martinus Robinson
Jurnal Segara Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v20i2.17337

Abstract

The waters of Dumai City, located in Riau Province and directly connected to the Malacca Strait, are highly accessible both locally and internationally. The coastal area is characterized by intensive human settlements and diverse industrial activities, including oil and gas, crude palm oil (CPO), and cement industries, which discharge wastes that may affect marine biota. Most of these wastes are transported to the sea through river flows, posing a serious threat to the ecological balance and aquatic organisms, particularly fish, with potential risks to human consumers. This study aimed to examine the physicochemical parameters of the waters and to determine the concentration and status of cadmium (Cd) and lead (Pb) in water, sediment, and fish. The research was conducted from April to June 2025 using survey, observation, and experimental methods in both field and laboratory settings. Data were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) to measure the actual concentrations of heavy metals. The results were compared with the threshold values established by the Indonesian Ministry of Environment Decree No. 51/2004 concerning marine water quality standards for aquatic biota. The findings revealed that the physicochemical parameters, including water temperature, salinity, and dissolved oxygen (DO), remain supportive of aquatic life according to the standards. However, the concentrations of Pb and Cd in water, sediment, and fish samples exceeded the permissible limits, indicating pollution in Dumai waters.
Identification of wage distribution and wage gaps for purse seine crew members Roma Yuli Felina Hutapea; Yaser Krisnafi; Rio Ari Simarmata; Djunaidi Djunaidi; Suci Asrina Ikhsan; Ratu Sari Mardiah
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.33258

Abstract

Even though the government has established regulations regarding wages, the reality is that the wages received by crew members of fishing vessels are still not in accordance with regulations. Therefore, the purpose of this study is to identify the distribution of wages on purse seine vessels and to find out the gap between the wages received by crew. To achieve this goal, this study uses catch data for three fishing trips from March to May 2022, as well as crew wages from selling catches on the purse seine vessel PT Hasil Laut Sejati. The secondary data used is the productivity of the annual catch of purse seine vessels as well as supporting data from references related to the topics discussed. The data obtained were then analyzed using descriptive analysis, income analysis, and gap analysis. The average wage received by purse seine vessels crew is around Rp. 677,649.67 Rp. 1,190,134.00, the wages received are far below the City Minimum Wage, with a gap of 71.57% - 83.81%. The wages of Batam City purse seine crew are not in accordance with the City Minimum Wage of Batam City. Economic conditions and wages for crew members significantly require crew to continue working, to make ends meet.Keywords:CatchCrewIncome
Co-Authors Abdul Rosyid Abrori, M. Zaki Latif Aidil, Fikri Akbar, R. Mohamad Adha Alek Topani Lubis Alif Pasya Maulidanny Amrullah, Mohd. Yusuf Ananda, Tuah Anderson Foresta Anwar, Sony Aris Widagdo Bobby Demeianto deni sarianto Dimas Indi Pratama Djunaidi Djunaidi Djunaidi Djunaidi Djunaidi Djunaidi Djunaidi Djunaidi Febrianto, Fredi Fernanda, M. Alfikhry Habib EY., M. Habib, E.Y., M. Haris, Rangga Bayu Kusuma Hasibuan, Sony Cristian Herry Boesono Hutapea, Roma Yuli Hutapea, Roma Yuli F Ifan Nur Alwi Iin Sholihin Iya Purnama Sari Juniawan Preston Siahaan Lalu Achmad Jani Qhadaffi Larasati, Rakhma Fitria Mardiah, Ratu Sari Mathius Tiku Mathius Tiku Maulana, Muhammad Agung Muhammad Natsir Kholis Muhammad Nur Arkham Mula Tumpu Perdana Putra Kelana Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Ratih Purnama Sari Ratih Purnama Sari Ratih Purnama Sari Ratih Purnama Sari Ratu Ratu Sari Mardiah Ratu Sari Mardiah Rejeki, Sri Untari Puji Rikardo, Muhammad Rio Ari Simarmata Rio Arianda Simarmata Roma Yuli F Hutapea Roma Yuli F Hutapea Roma Yuli F Hutapea Roma Yuli F. Hutapea Roma Yuli Felina Hutapea Roma Yuli Hutapea Ryan Hidayat Sari, Ratih Purnama Sarianto, Deni Shiffa Febyarandika Shalichaty Sri Yenica Roza Sri Yenica Roza Sri Yenica Roza Sumitro, Martinus Robinson Tata Irfadinata Tiku, Mathius Tri Wiji Nurani Tyas Dita Pramesthy Tyas Dita Pramesthy Ulley Wulandari Widagdo, Aris Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi, Yaser Yasmin Humaira Rahmad