Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi Klitika dalam Bahasa Banjar Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Rasdana, Oki; Asnawi, Asnawi
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 11 No. 1 (2023): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2023.vol11(1).12169

Abstract

The purpose of this study is to describe clitics in the Banjar Hulu language as an important element of the Malay language. The research method used is qualitative, and data collection techniques include listening, tapping, and analysis based on Miles and Huberman's data analysis techniques. The results reveal the presence of 19 clitics in the Upper Banjar language, which are: 1) ai, 2) pang, 3) bahai, 4) ni?, 5) tu?, 6) heh, 7) leh, 8) lah, 9) kah, 10) pound, 11) nang, 12) no, 13) nya?, 14) gen, 15) neh, 16) zinc, 17) ku?, 18) you?, and 19) ha?, in both proclitic and enclitic forms. Among these clitics, three can function as both proclitics and enclitics. The identified meanings of the clitics include annoyance, affirmation, adverbs, doubts, inventions, distrust, astonishment, serving as auxiliary verbs, pronouns, adverbs, and clothing-related words. This research demonstrates that the Upper Banjar language has a greater number of clitics compared to Indonesian and English.
Tema Utama Cerpen Profetik menurut Respon Mahasiswa Baru Elmustian; Rasdana, Oki; Alfalah, Adib
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v3i2.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) tema utama cerpen profetik ‘Sebelah Apel’ menurut respon mahasiswa baru; 2) tema utama cerpen profetik ‘Juraij’ menurut respon mahasiswa baru. Penelitian dilaksanakan di awal semester ganjil 2023/2024 yang bertempat di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Riau. Populasi penelitian adalah para mahasiswa baru yang melakukan submit di google form. Mereka berjumlah 87 mahasiswa yang terbagi dari 3 kelas yakni kelas 2023A, kelas 2023B, dan kelas 2023C. Sampel ditetapkan sebanyak 72 mahasiswa yang dipilih secara random dari setiap kelompok populasi. Untuk mengumpulkan data tema utama cerpen profetik ‘Sebelah Apel’ menurut respon mahasiswa baru digunakan kuesioner versi google form dalam bentuk kuesioner tertutup 5 opsi. Opsi yang dimaksud: 1) ikhlas menerima setiap keputusan; 2) menerima menantu atas dasar ketaqwaan; 3) tidak malu mengaku salah saat sadar berbuat salah; 4) patuh kepada perintah agama melalui orang tua yang taat; 5) pekerja yang sangat amanah dalam melaksanakan pekerjaan. Opsi tema utama untuk ‘Juraij’: 1) dendam membuat seseorang berupaya untuk membalasnya; 2) perkataan orang tua selalu makbul; 3) pemuda taat menjalankan ibadah; 4) kesaksian memukau dapat menyelamatkan seseorang dari tuduh keji; 5) penggembala yang mudah tergoda. Untuk memvalidasi data dan hasil analisis data digunakan daftar cek-ricek dengan sistem triangulasi waktu. Data tema utama cerpen profetik ‘Sebelah Apel’ menurut respon mahasiswa baru dianalisis menggunakan prosedur statistik deskriptif yang prinsip yakni modus dan persen. Hasil penelitian: 1) tema utama cerpen profetik ‘Sebelah Apel’ menurut respon mahasiswa baru adalah patuh kepada perintah agama melalui perintah orang tua; 2) tema utama cerpen profetik ‘Juraij’ menurut respon mahasiswa baru adalah kesaksian memukau dapat menyelamatkan seseorang dari tuduhan keji.
Pengembangan Kompetensi Guru dalam Menyusun Materi Pembelajaran Berbasis PPT Bermuatan Kearifan Lokal Sinaga, Mangatur; Zulhafizh, Zulhafizh; Rasdana, Oki; Charlina, Charlina; Fendrik, Muhammad; Septyanti, Elvrin
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16529

Abstract

Background: Kompetensi guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal pada materi pembelajaran berbasis PPT penting dilakukan. Kombinasi antara teknologi dan kearifan lokal menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Tujuan pelatihan mengembangkan kompetensi guru dalam menyusun materi pembelajaran berbasis PPT bermuatan lokal. Metode: Penelitian ini dengan metode kuantitatif deskriptif. Pelatihan berfokus kepada guru-guru SMA sederajat dengan jumlah 9 orang di Desa Kepala Pulau, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Penetapan sampel dengan pendekatan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Teknis analisis data dengan statistik deskriptif. Pelatihan ini dikatakan berhasil jika 75% aktivitas dan tujuan yang diharapkan tercapai. Hasil: Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa kompetensi awal guru sangat beragaram. Pelatihan yang diberikan memberikan dampak positif terhadap kemajuan kompetensi guru dalam menyusun materi berbasis PPT dengan rata-rata 91,67 berkategori tinggi. Kesimpulan: Kompetensi guru dalam menggunakan PPT sangat penting salam konteks menyusun materi berbasis kearifan lokal. Latihan yang intensif membantu guru menguasai teknis penggunaan PPT dan kearifan lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran yang kontekstual.
Optimalisasi Kinerja Aparat Desa di Desa Mekong Melalui Pelatihan Teknologi Informasi Gemawati, Sri; Marjulisa, M Rike; Putri, Ayunda; Ali, Irsan Taufik; Rasdana, Oki
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.389-393

Abstract

In the digital era, skills in using Microsoft Office are very important for village officials. This is the background of the Microsoft Office training for village officials in Desa Mekong, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepualauan Meranti. The training materials include Microsoft Word, Excel, and Power Point. This training uses the “Learning by Doing” method which allows participants to immediately engage in practice after the presentation of the material. Participating village officials showed significant improvement in knowledge and skills using Microsoft Office. The enthusiasm of the participants and the assistance by the students also enriched the learning process, making it more interactive and in-depth. This training has positive implications for improving the competence of village officials and the quality of public services in Desa Mekong.
Anecdotal Text Theme ‘Gulai Nangka’ According to Student Choice Using Google Classroom Media Rasdana, Oki; Akhmad, Imam
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): Mei 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i3.756

Abstract

This study aims to describe: 1) the central theme of the anecdote text ‘Gulai Nangka’ according to students’ choices using google classroom media; 2) supporting theme-1 of the anecdote text ‘Tangga Sakti’ according to students’ choices using google classroom media; 3) supporting theme-2 of the anecdote text ‘Tangga Sakti’ according to students’ choices using google classroom media. The study was conducted in the odd semester of 2024/2025 at the Indonesian Language and Literature Education Study Program, University of Riau. The population consisted of students in the 3rd semester of the 2024/2025 academic year who submitted the Google form. There were 88 students divided into three parallel classes. The sample was determined to be 73 students based on the Slavin formula. This number is divided into 25 students in class 2023A and 25 students in class 2023C. Data on the theme of the anecdote text ‘Gulai Nangka’ according to students’ choices were collected using a closed questionnaire in the electronic version of the Google using google classroom media. This questionnaire is valid because it is compiled using objective and systematic procedures. The data on the main themes of the anecdote text ‘Gulai Nangka’ according to students’ choices were analyzed using descriptive statistical procedures that focused on frequency, percentage, and mode. The results of the study: 1) the central theme of the anecdote text ‘Gulai Nangka’ according to students’ choices is that people always choose the best; 2) the supporting theme-1 of the anecdote text ‘Gulai Nangka’ according to students’ choices is that a good way of processing determines the deliciousness of a dish; 3) the supporting theme-2 of the anecdote text ‘Gulai Nangka’ according to students’ choices is the shifting of focus from good things to bad things.    
Kedidaktisan Cerita Rakyat ‘Tupai dan Buaya’ menurut Interpretasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Rasdana, Oki; Padaameen, Sawawaee; Elfitra, Legi; Hassan, Nik Rakib Nik
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v1i5.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedidaktisan cerita rakyat ‘Tupai dan Buaya’ berbasis interpretasi mahasiswa. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan SEni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau. Waktu penelitian berlangsung di semester ganjil tahun akademis 2022/2023. Populasi penelitian ini berjumlah 248 mahasiswa; 80 mahasiswa semester I, 79 mahasiswa semester III, dan 78 mahasiswa semester yang mengisi dan submit di google form. Sampel ditetapkan sebanyak 120 mahasiswa yang ditarik secara random sederhana tanpa pengembalian dari setiap kelompok populasi. Instrumen berbentuk kuesioner menggunakan skala Likert yang memenuhi syarat validitas isi. Data penelitian dianalisis menggunakan prosedur statistik deskriptif menggunakan prinsip frekuensi, persen, dan modus melalui skala nilai 1-4. Nilai 1 bermakna mahasiswa sangat tidak setuju dengan nilai didaktis cerita rakyat, nilai 2 bermakna mahasiswa tidak setuju dengan nilai didaktis cerita rakyat, nilai 3 bermakna mahasiswa setuju dengan nilai didaktis cerita rakyat, dan nilai 4 bermakna mahasiswa sangat setuju dengan nilai didaktis cerita rakyat. Modus didaktis-1 bernilai 3 yakni setuju (tidak berbeda berdasarkan kelompok mahasiswa). Modus didaktis-2 bernilai 3 yakni setuju (). Modus didaktis-3 bernilai 2 yakni tidak setuju (tidak berbeda berdasarkan kelompok mahasiswa). Modus didaktis-4 bernilai 3 yakni sangat setuju (idak berbeda berdasarkan kelompok mahasiswa).
Bimbingan Kemampuan Berbicara Melalui Penerapan Pembelajaran Media Gambar Di Raudhatul Athfal Al-Huda Desa Sungai Tonang Oki Rasdana; Tiara Andinie Paramitha Sisiliaudra; Diah Hananda Lumbanraja; Irend Gabriella; Ridho Maulana Asril; Suci Putriana Yanto; Ahmad Syuhada Gultom; Gesa Atras Faturrahman; Suryana Ardita; Nur Jamiah Lubis; Nurul Izzatil Madani
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i1.2616

Abstract

The research aims to improve children's speech skills through the implementation of image media learning at Raudhatul Athfal Al-Huda in Tonang River Village. The research method used is class action research (PTK) with Kemmis and McTaggart models. Data collection techniques using observation and documentation. The results of the study show that the implementation of the learning method of image media has a positive impact on children's speaking skills. There was a significant improvement in children's ability to describe objects in detail and specifically as well as in describing images. More than 89% of students achieved a significant improvement in speech skills after following this guidance. In conclusion, the implementation of image media learning is effective in improving speaking skills in Raudhatul Athfal Al-Huda, Tonang River Village. The suggestion of this study is to continue the application of this method by considering the needs and development of children in developing speech skills to improve language teaching approaches at an early age.
Pengaruh Penggunaan Model Guided Inquiry Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksposisi pada Siswa Kelas VIII SMP Taruna Sakti Pekanbaru Salsabila, Zelvia; Mustafa, M. Nur; Rasdana, Oki
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5397

Abstract

This study aims to analyze the effect of using the guided inquiry learning model on the expository writing skills of eighth-grade students at SMP Taruna Sakti Pekanbaru. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental method through a One-Group Pretest-Posttest Design. The study population consisted of 46 eighth-grade students at SMP Taruna Sakti Pekanbaru. The research sample was determined using purposive sampling, resulting in one class of 23 students serving as the experimental group, which was taught using the guided inquiry learning model. Data collection was conducted through expository writing tests in the form of pretests and posttests. The data were analyzed using the nonparametric Wilcoxon Signed Rank Test because the data were not normally distributed. The results showed a significant difference between the pretest and posttest learning outcomes of the experimental class, with a significance level of 0.001 < 0.05. The students’ average pretest score was 69.043, which increased to 81.521 on the posttest. These findings indicate that the implementation of the guided inquiry learning model has a significant effect on improving students’ expository writing skills because it encourages active engagement, critical thinking, and the ability to develop ideas systematically.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT BATANG TUAKA Fitri Humairoh; Elmustian Rahman; Oki Rasdana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Batang Tuaka. Cerita ini berasal dari Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dan mengisahkan tentang seorang anak bernama Tuaka yang durhaka kepada ibunya dan mendapat balasan atas perbuatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap teks cerita rakyat Batang Tuaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita ini mengandung sembilan nilai pendidikan karakter, yaitu: keberanian, kepedulian, kerja keras, ketelitian, ketangguhan, musyawarah, tanggung jawab, religiusitas, dan kesadaran. Nilai-nilai tersebut mencerminkan pandangan hidup masyarakat setempat dan dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran moral serta pelestarian budaya lokal.
Efektivitas Metode Quantum Writing Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen Afra Madina Sari; Elvrin Septyanti; Oki Rasdana
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 11 Issue 1, June 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v11i1.4016

Abstract

This study aims to determine the effect of the Quantum Writing learning method on the short story writing skills of tenth-grade students at SMK KANSAI Pekanbaru. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method. The study sample consisted of 51 students, consisting of class X TKR as the experimental class and class X TKJ/TITL as the control class, selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted through short story writing tests in the form of pretests and posttests. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics with the help of SPSS version 31, including normality tests, homogeneity tests, and Independent Samples t-tests. The results showed that the average score of students' short story writing skills in the experimental class increased significantly from 63 to 83, while in the control class it increased from 61 to 69. The results of the Independent Samples t-test showed a Sig. (2-tailed) value <0.05, indicating a significant difference between the two classes. Thus, it can be concluded that the Quantum Writing learning method has a significant and effective influence in improving the short story writing skills of 10th-grade students at SMK KANSAI Pekanbaru.